TfG9GpriTfr5TUCiGSW5TfziTd==
Light Dark
Letkol Inf Ugroseno Bangga Generasi Muda Lestarikan Pencak Silat: Jadikan Warisan Bangsa, Bukan Sekadar Pertunjukan Kekuatan

Letkol Inf Ugroseno Bangga Generasi Muda Lestarikan Pencak Silat: Jadikan Warisan Bangsa, Bukan Sekadar Pertunjukan Kekuatan

Danyon 514/SY, Letkol Inf Ugroseno: Silat Membentuk Karakter, Warisan Budaya yang Harus Dijaga, Dibanggakan, dan Bermanfaat bagi Sesama
Daftar Isi
×

 

Para penguji IKSPI Kera Sakti siap memberikan penilaian objektif dalam setiap tahapan ujian, memastikan peningkatan kualitas pesilat berlangsung sesuai standar organisasi (Foto:Dok.Abadi)
Bondowoso|masbhabinnews.com  

IKSPI Kera Sakti Cabang Bondowoso menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Biru atau tes warga di Aula Batalyon Infanteri 514/Sabaddha Yudha Kostrad, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota secara sistematis dan berkelanjutan.

Peserta mengikuti ujian kenaikan tingkat dengan penuh konsentrasi, memperkuat kemampuan teknik sekaligus membangun karakter melalui seni bela diri pencak silat (Foto:Dok.Abadi)
Sejak pagi, peserta dari berbagai ranting dan sub-ranting se-Kabupaten Bondowoso mulai memadati lokasi. Antusiasme terlihat dari kesiapan peserta mengikuti setiap tahapan dengan tertib serta menunjukkan kesungguhan dalam mengevaluasi kemampuan diri.

Materi ujian mencakup teknik dasar, jurus, ketahanan fisik, hingga penilaian etika dan nilai-nilai ke-IKS-an. Tim penguji hadir memastikan penilaian berlangsung objektif dan sesuai standar organisasi.

Komandan Batalyon 514/SY Kostrad, Letkol Inf Ugroseno, melalui Serka Miftahul Maghfiroh, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai turut membina generasi muda melalui seni bela diri.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membangun disiplin dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.

Pencak Silat sebagai Warisan Budaya dan Kebanggaan Bangsa

Pencak silat merupakan warisan budaya leluhur yang diturunkan dari generasi ke generasi dan terus mengalami perkembangan hingga diakui dunia internasional. Kini, pencak silat telah masuk agenda olahraga internasional seperti SEA Games hingga Olimpiade, menjadi simbol prestise dan identitas bangsa Indonesia.

Sebagai pemilik budaya asli, Indonesia wajib menjaga supremasi di kancah dunia, baik dalam cabang seni maupun bela diri. Pelestarian budaya ini tidak hanya berbentuk latihan rutin dan penguatan organisasi, tetapi juga peningkatan kualitas atlet serta prestasi di tingkat nasional hingga global.

Dalam kesempatan terpisah, Danyon 514/SY Letkol Inf Ugroseno turut menyampaikan kebanggaannya terhadap generasi muda yang terus melestarikan budaya bangsa melalui pencak silat. Ia menegaskan bahwa pentingnya UKT bukan hanya sekadar peningkatan kualitas, tetapi juga menjadi momentum menjaga marwah pencak silat sebagai warisan leluhur.

“Ujian kenaikan pangkat memang penting untuk peningkatan kualitas di perguruan pencak silat, namun tidak kalah penting adalah proses perekrutan murid atau siswa baru. Harus benar-benar memperhatikan latar belakang calon siswa. Jangan sampai perguruan pencak silat dijadikan tameng untuk kepentingan tertentu yang kelak justru menimbulkan masalah,” tegasnya.

Beliau menekankan bahwa pencak silat memiliki tujuan luhur sebagai pelestarian budaya bangsa, ajang silaturahmi, olahraga, serta sarana membela diri.

“Pesan saya, tetaplah menjadi orang yang rendah hati. Jadikanlah pencak silat bermanfaat bagi diri sendiri, bangsa, dan orang lain,” tegasnya.

Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Bondowoso, Yusuf Risman Hadi, A.Md.Pi, menekankan bahwa kenaikan tingkat bukan sekadar perubahan warna sabuk, tetapi cerminan kedewasaan mental dan tanggung jawab moral sebagai warga perguruan.

“Silat bukan tempat pamer kekuatan. Yang kita bangun adalah karakter dan sikap,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Cabang, Kusnadi, A.Md.Kep, mengingatkan agar seluruh anggota menjunjung nilai dan ajaran dari KRAT. Drs. H. Bambang Sunardja, M.A selaku Ketua Umum Pusat IKSPI Kera Sakti.

“Jadilah anggota IKS yang dicintai masyarakat, bukan ditakuti masyarakat,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa soliditas internal menjadi fondasi penting bagi keberhasilan pembinaan anggota.

Pelaksanaan ujian berlangsung dengan pengawasan ketat dan koordinasi yang matang, sehingga setiap tahapan dapat terlaksana sesuai prosedur serta mencerminkan profesionalitas penyelenggara. Kehadiran dan dukungan penuh dari Yonif 514/SY Kostrad turut memperkuat kualitas teknis pelaksanaan kegiatan serta memberikan ruang pembinaan yang lebih terarah bagi generasi muda pecinta pencak silat.

Sebagaimana nilai luhur yang diwariskan para pendekar, “Besi ditempa menjadi pedang, manusia ditempa menjadi pribadi yang berimbang; kuat dalam sikap, luhur dalam tindakan.”


|Abad⁷⁷

0Komentar

Special Ads