business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

Hangat dan Penuh Makna, Halal Bihalal Bintara PK Kodim 0822 Bondowoso Perkuat Soliditas Lintas Generasi

 

Bondowoso|masbhabinnews.com

Kebersamaan yang terjalin dalam suasana hangat menjadi energi baru bagi prajurit, memperkokoh soliditas serta semangat pengabdian di tengah momentum pasca-Idulfitri.

Nuansa keakraban dan kekeluargaan begitu terasa dalam kegiatan halal bihalal dan silaturahmi keluarga besar Bintara Prajurit Karier Kodim 0822 Bondowoso yang digelar di Orila Cafe & Resto, Jalan Ahmad Yani, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 65 personel ini menjadi ruang temu lintas generasi, mempererat hubungan antara anggota senior dan junior dalam balutan suasana penuh kebersamaan. Momen saling bersalaman, berbagi cerita, hingga bertukar pengalaman memperkuat ikatan emosional yang selama ini menjadi fondasi dalam pelaksanaan tugas kedinasan.

Ketua Umum Bintara PK Kodim 0822 Bondowoso, Peltu Untung Subagyo, yang juga menjabat sebagai Dan Subramil Sumberwringin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang sarat makna. Halal bihalal tidak sekadar menjadi tradisi, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan satuan.

Ia menegaskan, kekompakan antaranggota menjadi modal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok. Dengan hubungan yang harmonis, seluruh prajurit diharapkan mampu menjaga sinergi dan memberikan kontribusi terbaik bagi TNI Angkatan Darat, khususnya di wilayah Kodim 0822 Bondowoso.

Selain ramah tamah, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi santai yang membuka ruang bertukar gagasan dan pengalaman. Interaksi yang terbangun secara alami tersebut dinilai efektif dalam menjaga tradisi kebersamaan sekaligus memperkuat soliditas internal.

Melalui kebersamaan yang terjalin erat, halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga penguat komitmen untuk terus menjaga kekompakan dan profesionalisme dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.


|Abad⁷⁷

Sinergi Tiga Pilar Penegak Hukum, Polres Bondowoso Bersama Kejari Gelar Pemusnahan Barang Bukti Inkrah

Bondowoso|masbhabinnews.com

Komitmen penegakan hukum yang transparan dan berintegritas kembali ditegaskan melalui pemusnahan barang bukti perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa proses hukum tidak berhenti di putusan, tetapi berlanjut hingga tahap akhir yang akuntabel.

Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., tiba di Kejaksaan Negeri Bondowoso untuk menghadiri pemusnahan barang bukti perkara inkrah (Foto:Dok.Abadi)
Kegiatan pemusnahan digelar pada Rabu, 8 April 2026, di halaman Kejaksaan Negeri Bondowoso, mulai pukul 10.00 WIB. Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penanganan perkara sepanjang Januari hingga April 2026 yang telah memiliki putusan pengadilan inkrah.

Polres Bondowoso bersama Kejaksaan Negeri Bondowoso memimpin langsung kegiatan ini dengan melibatkan berbagai unsur penegak hukum dan instansi terkait. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, perwakilan Pengadilan Negeri, Lapas Kelas IIB Bondowoso, Dinas Kesehatan, serta jajaran pejabat utama Polres Bondowoso.

Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Bondowoso, menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian penting dari rangkaian penegakan hukum yang tidak dapat diabaikan.

“Pemusnahan ini bukan sekedar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata akuntabilitas penegakan hukum. Setiap barang bukti yang telah inkrah wajib diselesaikan secara tuntas sebagai wujud kepastian hukum dan perlindungan terhadap masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antar lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Kolaborasi yang solid antara Polri, Kejaksaan, Pengadilan, dan instansi terkait mencerminkan keseriusan negara dalam menghadirkan keadilan. Ini bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga penjagaan kepercayaan publik,” kata Kompol Gede Suartika dalam pernyataan yang tegas dan berimbang.

Pemusnahan barang bukti memiliki makna strategis dalam sistem peradilan pidana. Selain menghindari penyalahgunaan barang bukti, langkah ini memastikan bahwa seluruh proses hukum telah selesai secara utuh dan final. Tindakan tersebut juga menjadi bentuk kepastian hukum, sekaligus menunjukkan bahwa negara hadir dalam menegakkan aturan secara konsisten dan transparan.

Lebih dari itu, pemusnahan menjadi simbol bahwa setiap pelanggaran hukum telah diproses secara adil, serta memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana.

Kegiatan berlangsung kondusif, mencerminkan sinergi yang kuat antar penegak hukum di Kabupaten Bondowoso. Kehadiran lintas instansi mempertegas bahwa penegakan hukum merupakan tanggung jawab bersama, bukan kerja satu lembaga semata.

Dengan dilaksanakannya pemusnahan barang bukti ini, aparat penegak hukum di Bondowoso kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga supremasi hukum. Langkah tegas ini menjadi pesan jelas bahwa setiap perkara ditangani hingga tuntas, demi menghadirkan keadilan yang pasti, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.


|Abad⁷⁷

Duka Mendalam Polri, Ulama Kharismatik KH Ubaidilah Nur Kholil Berpulang

Bondowoso|masbhabinnews.com

Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Kholil, Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami. Kepergian KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan santri, tetapi juga bagi masyarakat luas yang selama ini mengenal beliau sebagai sosok ulama kharismatik dan mitra strategis kepolisian.

Ribuan pelayat tumpah ruah mengantar kepergian almarhum, menghadirkan lautan manusia dalam suasana duka yang khidmat. Setiap langkah menjadi saksi betapa besar cinta dan penghormatan yang mengiringi perjalanan terakhirnya (Foto:Dok.Abadi)
KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil wafat pada Selasa, 7 April 2026, sekitar pukul 15.00 WIB di RSUD dr. Kusnadi Bondowoso setelah menjalani perawatan akibat sakit. Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang kehadiran berbagai elemen masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir.

Tanpa lelah, sinergi Polri mengawal dan mengatur arus lalu lintas sejak sore hingga prosesi pemakaman usai, memastikan setiap rangkaian berjalan tertib, aman, dan penuh khidmat (Foto:Dok.Abadi)
Jajaran Polsek Curahdami bergerak cepat melakukan pengamanan dan pengaturan jalannya takziah. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB berlangsung tertib dengan pengaturan lalu lintas serta rekayasa arus kendaraan di sekitar lokasi pondok pesantren guna memastikan kenyamanan para pelayat.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus penghormatan kepada almarhum yang memiliki kedekatan dengan institusi kepolisian.

“Atas nama Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, SH., S.I.K., M.M., yang berhalangan hadir karena tugas di luar kota, kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, almarhum merupakan sosok yang selama ini dikenal memiliki hubungan erat dengan Polri, khususnya Polres Bondowoso. Peran beliau sangat besar dalam mendukung tugas kepolisian, terutama dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif melalui pendekatan keagamaan dan sosial.

“Beliau bukan hanya tokoh agama, tetapi juga mitra yang aktif membantu tugas kepolisian. Kontribusinya dalam membangun komunikasi yang harmonis antara ulama dan aparat sangat berarti,” lanjutnya.

Sebagai pengasuh pondok pesantren, KH. Ubaidilah Nur Kholil dikenal memiliki sikap terbuka dan menjunjung tinggi nilai toleransi. Beliau kerap menjadi penghubung dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan.

Seluruh rangkaian takziah berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh penghormatan. Ribuan pelayat turut mengantar kepergian almarhum, mencerminkan besarnya kecintaan dan keteladanan yang ditinggalkan. Suasana kondusif terjaga berkat sinergi antara kepolisian, pengurus pondok pesantren, serta unsur pemerintahan setempat. Jenazah almarhum dimakamkan pada malam hari di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Nurul Kholil.

Kepergian KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil meninggalkan jejak keteladanan yang mendalam. Dedikasi beliau dalam dakwah, menjaga toleransi, serta mendukung tugas kepolisian akan terus dikenang sebagai warisan berharga bagi masyarakat Bondowoso.


|Abad⁷⁷

Lolos Kurasi Nasional, Brilliyans Batik Malang Siap Bersinar di Persit Bisa Vol II 2026

 

Jakarta|masbhabinnews.com

Karya terbaik dari tangan tangan kreatif anggota Persit kembali naik panggung nasional. Persit Bisa Vol II 2026 hadir sebagai ajang prestisius yang tidak sekedar memamerkan produk, tetapi juga menegaskan kekuatan UMKM binaan Persit Kartika Chandra Kirana dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis budaya.

Mengusung tema Wastra Nusantara, kegiatan ini dirancang elegan dengan sentuhan visual earth tone, menghadirkan nuansa yang menonjolkan kekayaan kain tradisional Indonesia. Pameran ini menjadi ruang eksklusif bagi karya pilihan dari berbagai daerah untuk tampil dan bersaing di level nasional.

Proses kurasi dilakukan secara ketat oleh Persit Pusat. Dari ratusan peserta, hanya 61 UMKM terbaik yang dinyatakan lolos dan berhak menempati tenant pameran. Seleksi tersebut menitikberatkan pada kualitas, orisinalitas, serta nilai estetika produk.

Salah satu yang berhasil menembus seleksi bergengsi itu adalah Brilliyans Batik, karya batik tulis eksklusif milik Sri Astuti, istri Koptu Arif Arianto dari Yonkes 2/2 Kostrad. Produk ini terpilih mewakili Persit KCK Koorcab Divif 2 PG Kostrad.

Keunggulan Brilliyans Batik terletak pada motif khas Malang dan Batu yang dikerjakan secara manual menggunakan canting dan malam. Sentuhan tradisional tersebut dinilai mampu merepresentasikan kekayaan wastra Nusantara secara autentik dan berkarakter.

“Ini menjadi kehormatan besar bagi kami. Kesempatan membawa nama satuan dan daerah ke ajang Persit Pusat melalui proses kurasi membuktikan bahwa karya dari lingkungan asrama memiliki daya saing tinggi,” ujar Sri Astuti saat ditemui di ruang produksinya di asrama Yonkes 2 Kostrad.

Selain menghadirkan 61 UMKM hasil kurasi, Persit Bisa Vol II 2026 juga akan diramaikan oleh berbagai tenant dari organisasi seperti Dharma Pertiwi, PIA, JALA, IKKT, Bhayangkari, serta sektor perbankan dan kuliner pilihan. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 April 2026 ini diperkirakan menarik perhatian sejumlah tokoh penting.

Rekam jejak Brilliyans Batik turut menjadi nilai tambah. Karyanya pernah digunakan oleh Ketua Umum Persit, Ny. Uli Pandjaitan, serta Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Kehadiran Brilliyans dalam ajang ini diharapkan semakin memperkuat posisi batik tulis Malang sebagai bagian penting dari identitas wastra nasional.

Dengan persiapan matang, termasuk desain booth yang mengikuti arahan panitia pusat, Persit Bisa Vol II 2026 diyakini menjadi momentum penting dalam mendorong kemajuan UMKM Persit sekaligus memperluas jangkauan promosi produk lokal ke panggung yang lebih luas.

Lebih dari sekedar pameran, Persit Bisa Vol II 2026 menjadi simbol kebangkitan kreativitas dan kemandirian ekonomi anggota Persit, sekaligus menegaskan bahwa karya dari dalam asrama mampu bersaing dan bersinar di tingkat nasional.


|Abad⁷⁷

Menjelang Purna Tugas, Dua Personel Polres Jember Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian

 

Jember|masbhabinnews.com

Polres Jember menggelar upacara laporan kenaikan pangkat pengabdian sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas anggota yang memasuki masa akhir dinas. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di halaman Mapolres Jember dan dipimpin langsung Kapolres Jember, Bobby A. Condroputra.

Dalam upacara tersebut, dua personel menerima kenaikan pangkat pengabdian. Kabag Ren Polres Jember, Moh. Sudariyanto, yang sebelumnya berpangkat Kompol, kini resmi menyandang pangkat AKBP. Sementara itu, anggota SPKT Polsek Jelbuk, Slamet Hari Santuso, naik pangkat dari Aiptu menjadi Ipda.

Kenaikan pangkat pengabdian di lingkungan Polri merupakan bentuk apresiasi institusi kepada anggota yang menunjukkan dedikasi tinggi, loyalitas, serta kinerja tanpa catatan pelanggaran selama masa dinas. Penghargaan ini diberikan menjelang masa pensiun sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian panjang kepada institusi dan masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolres Jember menegaskan bahwa kenaikan pangkat pengabdian tidak diberikan secara otomatis, melainkan melalui proses penilaian ketat. Penghargaan tersebut hanya diberikan kepada personel yang terbukti menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan tanpa pelanggaran.

Ia juga menekankan bahwa pencapaian ini harus menjadi teladan bagi seluruh anggota untuk terus menjaga komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Adapun persyaratan untuk memperoleh kenaikan pangkat pengabdian meliputi masa dinas panjang dan mendekati purna tugas, tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik, telah menyandang pangkat terakhir minimal dua tahun, serta memiliki tanda kehormatan Satya Lencana Bintang Bhayangkara Nararya.

Upacara ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi anggota sekaligus pengingat pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.


|Abad⁷⁷