business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

Dari Desa Besuk Menguatkan Pangan Nasional, Kapolres Aryo Apresiasi Gerakan Polsek Klabang

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Ketahanan pangan tidak lahir dari satu langkah, melainkan dari kerja bersama yang dirawat secara konsisten. Semangat itulah yang ditunjukkan Polsek Klabang dengan turun langsung ke lahan pertanian warga, ikut menanam bibit jagung varietas Jenderal sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kegiatan penanaman tersebut berlangsung di areal persawahan Dusun Besuk Labes RT 003 RW 001, Desa Besuk, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Rabu (29/7/2026).

Penanaman dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB di atas lahan milik Sugianto dengan luas kurang lebih 0,3 hektare. Kegiatan ini menjadi gambaran nyata sinergi antara kepolisian, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam mengoptimalkan sektor pertanian sebagai salah satu fondasi penting ketahanan pangan.

Kapolsek Klabang IPTU Muh. Kharidl Syamzuni, S.H., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama sejumlah personel Polsek Klabang. Turut hadir BOP Besuk atau PPL Muhammad Saiful bersama staf PPL Kecamatan Klabang serta pemilik lahan Sugianto.

Dengan terjun langsung ke tengah masyarakat, jajaran Polsek Klabang tidak hanya hadir dalam konteks menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengambil peran dalam mendorong produktivitas masyarakat melalui sektor pertanian.

Kapolsek Klabang IPTU Muh. Kharidl Syamzuni menyampaikan, penanaman bibit jagung tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami ingin hadir dan mengambil bagian dalam setiap upaya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan Polisi Menanam Jagung ini, kami berharap produktivitas lahan pertanian semakin meningkat, petani semakin sejahtera, dan ketersediaan pangan dapat terus terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, lahan pertanian memiliki nilai strategis bagi masa depan masyarakat. Ketika petani mendapat dukungan, produktivitas meningkat, dan hasil pertanian mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, maka ketahanan pangan akan semakin kokoh dari tingkat desa hingga nasional.

“Setiap bibit yang ditanam hari ini adalah harapan untuk masa depan. Kami berharap tanaman jagung ini tumbuh subur, menghasilkan panen yang baik, dan memberikan manfaat nyata bagi pemilik lahan serta masyarakat sekitar. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dijaga karena kemandirian pangan tidak mungkin terwujud tanpa kebersamaan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo melalui sambungan seluler dengan awak media Masbhabinnews memberikan apresiasi atas keterlibatan jajaran Polsek Klabang dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Kami mengapresiasi langkah Polsek Klabang yang ikut hadir dan berkontribusi langsung dalam mendukung program ketahanan pangan. Ini merupakan bentuk nyata sinergi Polri dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendorong kesejahteraan para petani,” ujar Kapolres.

AKBP Aryo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat agar berbagai program pemerintah dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada penanaman saja. Semangat pendampingan dan kolaborasi harus terus dijaga hingga masa panen, sehingga hasilnya benar benar dapat dirasakan masyarakat. Polri akan terus mendukung setiap langkah positif yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Penanaman jagung varietas Jenderal di Desa Besuk menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun ketahanan pangan dari akar rumput. Dari sebidang lahan seluas 0,3 hektare, tumbuh sebuah harapan besar bahwa kemandirian pangan dapat dimulai dari desa, dirawat melalui kebersamaan, dan dipanen untuk kesejahteraan masyarakat.

Sebab, ketika tangan petani menanam dengan harapan dan seluruh elemen bangsa bergerak dalam satu langkah, maka setiap benih yang tumbuh bukan hanya menghadirkan hasil panen, tetapi juga menumbuhkan optimisme menuju Indonesia yang semakin mandiri dan berdaulat di bidang pangan


|msb

Dua Putra Anggota Polres Bondowoso Antar Arseko Juara Piala Soeratin U15

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Kebanggaan kembali menyelimuti jajaran Polres Bondowoso. Dua putra dari anggota kepolisian daerah ini tampil gemilang bersama tim ARSEKO, berhasil meraih gelar juara pada ajang Piala Soeratin U-15 Tingkat Regional Bondowoso tahun 2026. Keberhasilan ini sekaligus membawa nama daerah untuk berlaga di kancah tingkat Provinsi Jawa Timur.

Piala Juara 1 Piala Soeratin U-15 di tangan Aipda Faisal Amir, bukti dedikasi, kepemimpinan, dan kerja keras bersama Tim Arseko Kebanggaan Bondowoso
Kompetisi yang berlangsung pada 18 hingga 24 Juli 2026 di Stadion Magenda Bondowoso itu menyajikan persaingan sengit antartim. Semangat, kerja keras, serta determinasi para pemain akhirnya mengantarkan ARSEKO ke partai puncak.

Pada laga final, ARSEKO sukses menundukkan Mifa Bondowoso dengan skor tipis 1 0. Hasil tersebut menjadi kemenangan penting yang memastikan ARSEKO keluar sebagai kampiun sekaligus berhak mewakili Bondowoso pada ajang Piala Soeratin U15 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat dua pemain muda yang turut menjadi bagian penting dari perjalanan ARSEKO menuju podium juara. Keduanya merupakan putra anggota Polres Bondowoso yang menunjukkan talenta dan semangat kompetitif di lapangan.

Mereka adalah Akmal Faisal Alvaro, putra Aipda Faisal Amir, anggota Polsek Taman Krocok, yang dipercaya mengisi posisi penyerang atau striker. Sementara itu, Yusuf Atharizz Zeroun Styawan, putra Aipda Wilio, anggota Satreskrim Polres Bondowoso, tampil sebagai gelandang atau midfielder.

Kehadiran keduanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga sekaligus menjadi inspirasi bahwa pembinaan karakter, disiplin, dan semangat pantang menyerah dapat tumbuh dalam berbagai ruang, termasuk melalui olahraga.

Aipda Faisal Amir menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas pencapaian yang diraih putranya bersama seluruh pemain ARSEKO.

“Kami tentu sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini bukan hanya tentang kemenangan seorang anak atau sebuah tim, tetapi juga tentang proses panjang yang dibangun melalui latihan, disiplin, kerja keras, dan semangat untuk tidak mudah menyerah. Kami berharap pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Akmal dan teman temannya untuk terus berkembang, tetap rendah hati, serta mampu membawa nama baik Bondowoso di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Aipda Faisal Amir kepada awak media MasBhabinnews.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki ruang yang luas untuk mengukir prestasi selama mendapatkan dukungan, pembinaan, dan kesempatan untuk berkembang.

Ia juga berharap perjalanan ARSEKO di tingkat Provinsi Jawa Timur nantinya dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh pemain. Bukan hanya untuk mengejar kemenangan, tetapi juga membangun mental bertanding, menjunjung sportivitas, serta membawa semangat positif bagi generasi muda Bondowoso.

Prestasi ARSEKO mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk jajaran Polres Bondowoso. Capaian tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi anak anak muda lainnya untuk menyalurkan energi dan bakat melalui kegiatan positif, sekaligus berani bermimpi untuk mengharumkan nama daerah.

Kini, tantangan yang lebih besar telah menanti. ARSEKO akan membawa asa Bondowoso ke panggung Provinsi Jawa Timur. Dengan kerja keras, disiplin, dan semangat kebersamaan, langkah mereka diharapkan tidak berhenti pada gelar juara regional, tetapi terus melaju menorehkan cerita prestasi yang lebih tinggi.

Sebab, setiap kemenangan sejatinya bukan hanya tentang angka di papan skor, melainkan tentang keberanian untuk berjuang, ketekunan dalam proses, dan tekad untuk membawa nama daerah terbang lebih jauh


|msb

AKP Nisin Respons Cepat Laporan Warga, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Pondok Kebun

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Kepedulian sederhana untuk memberikan makanan kepada seorang tunawisma berubah menjadi penemuan yang mengundang keprihatinan. Di sebuah pondok kawasan kebun kopi JCE Regional 5, seorang pria tanpa identitas ditemukan telah tewas dalam kondisi terbujur tak bernyawa.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB di Dusun Plalangan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.

Penemuan itu bermula ketika Farid, petugas keamanan kebun, tengah melakukan patroli sekaligus hendak memberikan makanan kepada seorang tunawisma yang biasa berada di sekitar kawasan tersebut. Namun, niat baik itu justru membawanya pada pemandangan memilukan. Sosok yang hendak dibantu ternyata telah meninggal dunia.

Farid kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada perangkat Desa Kalianyar, Akmawi. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada Polsek Sempol Polres Bondowoso.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Sempol Polres Bondowoso AKP Nisin, S.H., bersama Aipda Wahyudi dan jajaran langsung bergerak cepat menuju lokasi.

Respons cepat tersebut menjadi bukti nyata bahwa laporan masyarakat mendapatkan perhatian serius dari jajaran kepolisian. Personel Polsek Sempol segera melakukan pemeriksaan di lokasi, menggelar olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Untuk memastikan kondisi korban dan mengetahui penyebab kematian, polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Sempol. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban diketahui tidak membawa identitas sehingga hingga proses penanganan berlangsung, jati dirinya belum dapat dipastikan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi dan pemeriksaan awal, korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa yang selama ini berada di sekitar kawasan tersebut.

Tidak berhenti pada penanganan di tempat kejadian, jajaran Polsek Sempol menunjukkan kepedulian dan rasa kemanusiaan dengan mengawal seluruh proses hingga jenazah dimakamkan. Personel kepolisian bersama masyarakat turut membantu mengangkat keranda jenazah dan mengantarkan korban menuju tempat peristirahatan terakhir.

Kapolsek Sempol AKP Nisin bersama jajaran bahkan tetap berada di lokasi dan memastikan seluruh rangkaian pemakaman berlangsung hingga selesai. Sikap tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan langsung bagaimana polisi hadir bukan hanya ketika sebuah peristiwa terjadi, tetapi juga memberikan penghormatan terakhir kepada seseorang yang meninggal tanpa diketahui identitasnya.

Sejumlah warga menyampaikan pujian atas langkah cepat dan kepedulian jajaran Polsek Sempol. Masyarakat menilai, apa yang dilakukan AKP Nisin bersama anggotanya merupakan cerminan bahwa Polri hadir untuk masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk ketika menghadapi peristiwa kemanusiaan yang membutuhkan kepekaan dan ketulusan.

Menurut masyarakat, respons cepat Polsek Sempol patut diapresiasi karena penanganan dilakukan sejak laporan diterima, mendatangi lokasi, melakukan pemeriksaan, berkoordinasi dengan tenaga medis dan pemerintah desa, hingga turut mengawal proses pemakaman sampai selesai.

"Ini bentuk nyata kepedulian polisi kepada masyarakat. Tidak hanya datang ketika ada masalah, tetapi juga ikut membantu sampai proses pemakaman selesai. Kami sangat mengapresiasi respons cepat Kapolsek Sempol bersama seluruh anggotanya. Semoga Polri semakin jaya dan terus dekat dengan masyarakat," ujar salah seorang warga.

Apresiasi juga tertuju kepada AKP Nisin yang dinilai mampu memberikan teladan kepemimpinan melalui tindakan nyata. Bersama jajarannya, ia tidak hanya memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur, tetapi juga memperlihatkan sisi humanis kepolisian dengan ikut mengangkat keranda dan mengawal jenazah hingga dikebumikan.

Kepada awak media MasBhabinNews, Kapolsek Sempol Polres Bondowoso AKP Nisin, S.H., mengatakan bahwa kecepatan dalam merespons laporan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

"Begitu kami menerima laporan mengenai adanya seseorang yang meninggal dunia tanpa identitas, kami langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian. Bagi kami, setiap laporan masyarakat merupakan amanah yang harus ditindaklanjuti dengan cepat, profesional, dan sesuai prosedur," ungkap AKP Nisin.

Ia menambahkan, penanganan terhadap setiap peristiwa membutuhkan sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Terlebih dalam kasus yang menyangkut seseorang tanpa identitas, diperlukan kehati hatian agar seluruh proses dapat berjalan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami berupaya memastikan seluruh rangkaian penanganan dilakukan dengan baik, mulai dari mendatangi lokasi, melakukan pemeriksaan, berkoordinasi dengan pihak terkait, hingga memastikan jenazah mendapatkan penghormatan dan pemakaman yang layak. Ini bukan hanya tentang tugas kepolisian, tetapi juga tentang kemanusiaan," tegasnya.

Langkah yang ditunjukkan AKP Nisin bersama jajaran Polsek Sempol menjadi gambaran bahwa wajah kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam ruang ruang kemanusiaan. Ketika masyarakat membutuhkan, polisi hadir dengan kecepatan, kepedulian, dan ketulusan.

Dari sebuah laporan sederhana, lahir sebuah pengabdian yang bermakna. Seorang warga tanpa identitas yang mengembuskan napas terakhir dalam kesunyian akhirnya mendapat perhatian, penghormatan, dan pengantaran menuju tempat peristirahatan terakhir.

Bagi masyarakat, tindakan jajaran Polsek Sempol menjadi pesan bahwa di tengah berbagai dinamika kehidupan, masih ada tangan tangan yang bersedia mengulurkan kepedulian. Semoga keteladanan tersebut terus menjadi energi positif bagi pengabdian Polri, semakin dicintai masyarakat, semakin dekat dengan rakyat, dan semakin jaya dalam menjaga negeri.


|msb


Ketika Prajurit dan Warga Duduk Satu Meja, Yonif 200/Bhakti Negara Perkuat Kemanunggalan di Yigi

NDUGA, PAPUA|masbhabinnews.com

 Di tengah bentang alam Papua yang menyimpan kekayaan budaya dan kearifan lokal, sebuah hidangan sederhana menjadi jembatan yang mempertemukan hati. Bukan sekedar duduk bersama di satu meja, kegiatan makan bersama yang digelar personel Yonif 200/Bhakti Negara menjadi momentum untuk merawat kedekatan, membangun kepercayaan, sekaligus memperkuat persaudaraan dengan masyarakat di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Kegiatan tersebut berlangsung di Titik Kuat (TK) Yigi, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Senin (27/7/2026). Personel Yonif 200/Bhakti Negara bersama masyarakat setempat tampak menikmati suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Komandan TK Yigi, Lettu Inf Renaldo Adatua Manik, atas arahan Komandan Yonif 200/Bhakti Negara, Letkol Inf Cosmos, S.H., M.Han.

Dalam suasana yang hangat, prajurit TNI dan warga duduk bersama menikmati hidangan sembari berbincang santai. Interaksi tersebut menciptakan ruang komunikasi yang terbuka, sehingga hubungan antara personel TNI dan masyarakat semakin dekat serta dilandasi rasa saling menghormati dan kepercayaan.

Lettu Inf Renaldo Adatua Manik mengatakan, makan bersama merupakan bagian dari pendekatan humanis yang terus dilakukan Yonif 200/Bhakti Negara untuk hadir dan menyatu dengan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kebersamaan yang dibangun melalui interaksi sederhana memiliki arti penting dalam menciptakan komunikasi yang lebih baik. Selain mendengarkan aspirasi warga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat semangat persaudaraan dan gotong royong.

"Melalui kebersamaan seperti ini, kami ingin terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami hadir untuk mendengar, berinteraksi, dan bersama sama menjaga hubungan yang harmonis," ujar Lettu Inf Renaldo 

Ia menegaskan, masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun suasana wilayah yang kondusif. Karena itu, hubungan yang erat antara TNI dan rakyat perlu terus dirawat melalui komunikasi dan kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Komandan Yonif 200/Bhakti Negara, Letkol Inf Cosmos, S.H., M.Han., terus mengarahkan seluruh personelnya agar senantiasa membangun hubungan positif dengan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan serta mendukung kemajuan wilayah.

Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya dirasakan dalam tugas pengamanan, tetapi juga melalui kepedulian dan interaksi sosial yang mampu menumbuhkan rasa kebersamaan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sebab, ketika komunikasi tumbuh dari hati dan kebersamaan dirawat dengan ketulusan, maka kepercayaan akan semakin kuat dan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai.

Dari meja makan yang sederhana di Yigi, tumbuh pesan yang jauh lebih besar: bahwa persaudaraan tidak selalu dibangun melalui kata kata besar, tetapi dapat lahir dari kebersamaan yang tulus. Di Papua, ketika TNI dan masyarakat duduk dalam satu ruang tanpa sekat, di sanalah semangat kemanunggalan terus menemukan maknanya


|msb

Pastikan Makanan Aman dan Bergizi, Polsek Curahdami Bersama Forkopimcam Plus Sidak Dapur SPPG

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Kualitas makanan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga menyangkut kebersihan, keamanan, kandungan gizi, serta proses pengolahan yang harus memenuhi standar. Atas dasar itu, Polsek Curahdami bersama Forkopimcam Plus Curahdami turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Curahdami, Kamis (23/7/2026).

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat benar benar diolah melalui proses yang higienis, didukung sarana prasarana yang memadai, serta memenuhi ketentuan keamanan pangan dan standar gizi.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB itu dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Kecamatan Curahdami Nomor 005/440/430.11.7/2026 tertanggal 22 Juli 2026.

Monev dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., bersama Camat Curahdami Guruh Purnama P.S., S.STP., M.Si., Danramil Curahdami Kapten Inf Heri Purwanto, Kepala UPTD Puskesmas Curahdami dr. Pong Hariadi Susetyo, Kepala Komando Rumah Yonif 514/SY Kapten Inf Eddy Sabara, Ahli Gizi UPTD Puskesmas Curahdami Shanti Rahayu, S.St., serta pengurus yayasan mitra dan para Kepala Dapur SPPG Curahpoh 1, Curahpoh 2, dan Poncogati.

Tim tidak hanya melakukan pemeriksaan dari sisi administrasi, tetapi juga melihat secara langsung kondisi dapur, sarana dan prasarana, bahan baku, hingga proses pengolahan makanan. Setiap temuan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian langsung disampaikan kepada pengelola sebagai bahan evaluasi dan perbaikan.

SPPG Curahpoh 2 Asmil Yonif 514/SY

Pada peninjauan di SPPG Curahpoh 2 Asmil Yonif 514/SY, tim menemukan sejumlah hal yang perlu segera dibenahi. Di antaranya sirkulasi udara yang dinilai belum optimal, keterbatasan jumlah dan kapasitas alat pembasmi serangga, serta ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) yang belum mencukupi.

Selain itu, ditemukan kerusakan pada bagian lantai dan kran air yang juga perlu segera diperbaiki.

Tim mengingatkan pengelola agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya debu dan berkembangnya bakteri maupun kuman, terlebih kondisi cuaca yang sedang berangin. Pengelola juga diminta bijak menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Dari sisi kandungan gizi, makanan yang disalurkan dinilai telah memenuhi standar. Meski demikian, pengelola diminta terus menjaga kualitas dan variasi menu agar tetap dapat diterima dengan baik oleh masyarakat penerima manfaat.

Seluruh catatan terkait sarana prasarana diminta segera ditindaklanjuti. Pengelola juga didorong melibatkan pelaku UMKM di sekitar lokasi dalam pemenuhan kebutuhan operasional, sehingga keberadaan SPPG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.

Tim turut mengingatkan pengelola agar terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat serta melakukan evaluasi secara nyata. Penambahan daya listrik juga disarankan untuk mengantisipasi risiko gangguan kelistrikan dan korsleting.

SPPG Curahpoh 1

Sementara itu, di SPPG Curahpoh 1, tim menemukan tabung gas untuk pemanas air yang masih sering dibuka dan dipasang kembali sehingga belum terpasang secara permanen.

Jumlah APAR juga dinilai masih kurang karena belum tersedia di setiap ruangan. Tim turut menemukan beberapa butir telur yang belum dibersihkan secara optimal sebelum masuk dalam proses pengolahan.

Atas temuan tersebut, pengelola diminta segera memasang tabung gas secara permanen untuk meningkatkan keamanan operasional. Ketersediaan APAR juga harus dilengkapi dengan ketentuan minimal dua unit di setiap ruangan kerja.

Tim menegaskan bahwa seluruh bahan baku, khususnya telur, wajib dibersihkan dengan standar kebersihan yang ketat sebelum diolah menjadi makanan.

Selain melakukan perbaikan terhadap catatan hasil monev, pengelola juga diminta terbuka dalam menerima aspirasi penerima manfaat sepanjang tetap sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

SPPG Poncogati

Peninjauan berikutnya dilakukan di SPPG Poncogati. Di lokasi ini, tim menemukan jalur pengembalian alat ompreng yang masih melewati ruang produksi makanan.

Selain itu, alat pembasmi serangga ditemukan tergantung tepat di atas area pengolahan makanan. Kondisi kamar mandi juga masih berada dalam satu ruangan dengan area produksi dan penyimpanan bahan.

Tim kemudian memberikan arahan agar jalur pengembalian alat ompreng diubah sehingga tidak lagi melewati area pengolahan makanan. Pintu kamar mandi juga diminta dipindahkan keluar dari ruang produksi dan tempat penyimpanan bahan.

Sementara posisi alat pembasmi serangga harus digeser menjauh dari meja pemorsian maupun area pengolahan untuk mencegah potensi kontaminasi terhadap makanan.

Kapolsek Curahdami: Pengawasan Bukan untuk Mencari Kesalahan

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., kepada awak media MasBhabinNews, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan dengan standar pelayanan yang baik.

Menurutnya, pengawasan dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai langkah preventif agar setiap kekurangan dapat segera diperbaiki sebelum berdampak terhadap kualitas makanan yang diterima masyarakat.

"Kami bersama Forkopimcam Plus ingin memastikan setiap makanan yang disajikan kepada penerima manfaat benar benar sehat, bergizi, higienis, dan diolah dengan memperhatikan standar keamanan pangan. Setiap catatan yang ditemukan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi bersama untuk segera diperbaiki. Kami berharap pengelola SPPG tidak melihat masukan sebagai kritik semata, tetapi sebagai bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat," ujar AKP Muktamar kepada awak media Mas BhabinNews.

Kapolsek menambahkan, sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, ahli gizi, pengelola yayasan, dan seluruh pihak terkait menjadi kekuatan penting dalam menjaga kualitas program pemenuhan gizi.

"Ketika semua unsur bergerak bersama, maka pengawasan akan lebih kuat dan setiap persoalan dapat segera ditemukan solusinya. Prinsip kami sederhana, makanan yang diberikan kepada masyarakat harus benar benar layak, aman, bersih, dan memberikan manfaat bagi kesehatan," tegasnya.

Para pengelola dapur SPPG yang menjadi sasaran monitoring menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti seluruh catatan dan arahan yang disampaikan tim.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan, tetapi juga oleh ketelitian dalam setiap proses, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan dapur, pengolahan, hingga makanan diterima oleh masyarakat.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara konsisten dan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, diharapkan setiap sajian yang keluar dari dapur SPPG bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga kesehatan dan masa depan generasi penerus.

Sebab, dari dapur yang bersih lahir makanan yang sehat, dan dari makanan yang sehat tumbuh generasi yang kuat


|msb