business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

Rindu Terobati di Bondowoso, Reuni Akbar Paraga 83/53 Sarat Kenangan dan Persaudaraan

Bondowoso |masbhabinnews

Ikatan persaudaraan yang ditempa dalam kerasnya pendidikan militer dan pengabdian kepada bangsa kembali dipererat dalam suasana penuh kehangatan. Ratusan purnawirawan Tentara Angkatan 1983 Nomor Registrasi Pokok (NRP) 53 dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul di Kabupaten Bondowoso untuk melepas rindu, mengenang perjalanan pengabdian, sekaligus memperkokoh tali silaturahmi yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Reuni Akbar Paguyuban Tentara (Paraga) 83/53 se Jawa Timur tersebut digelar di Graha Ijen Geopark, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso, Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 anggota Paraga yang berasal dari wilayah Korem 081 hingga Korem 084.

Mengusung tema "Merajut Silaturahmi Paraga 83/53 se Jawa Timur Tahun 2026 di Bumi Ki Ronggo Demi Mempererat Persaudaraan, Guyub Rukun Selawase", acara berlangsung meriah, penuh keakraban, dan sarat dengan nuansa kekeluargaan.

Sejak pagi, suasana di Graha Ijen Geopark dipenuhi canda, tawa, dan pelukan hangat antarsahabat lama. Kerinduan yang tersimpan selama bertahun tahun seakan terobati ketika mereka kembali bertemu, berbagi cerita, mengenang masa pendidikan militer, hingga mengingat berbagai pengalaman saat mengemban tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Reuni yang berlangsung sepanjang hari itu menjadi momentum berharga untuk mempererat hubungan antarsesama purnawirawan. Meski usia telah bertambah, semangat kebersamaan, loyalitas, dan jiwa korsa yang selama ini menjadi jati diri seorang prajurit tetap terpancar dalam setiap rangkaian kegiatan.

Ketua Umum Paraga Jawa Timur, Peltu (Purn) Suyanto, menegaskan bahwa reuni bukan hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga wadah memperkuat persaudaraan yang telah terbangun sejak masa pendidikan hingga masa pengabdian.

"Paraga 83/53 bukan hanya sebuah paguyuban, melainkan keluarga besar yang dipersatukan oleh nilai nilai perjuangan, disiplin, dan pengabdian. Reuni ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan yang dibangun puluhan tahun lalu akan tetap terjaga sepanjang hayat. Kami ingin semangat guyub rukun terus diwariskan sebagai inspirasi untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat," ujar Peltu (Purn) Suyanto.

Ia juga mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur demi menyukseskan reuni tersebut.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh kehangatan, dan diliputi rasa kekeluargaan yang begitu kuat. Kehadiran rekan rekan dari berbagai wilayah menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan Paraga 83/53 tidak pernah luntur oleh waktu maupun jarak. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi seluruh anggota serta memberi nilai positif bagi masyarakat," pungkasnya.

Reuni Akbar Paraga 83/53 di Bondowoso pun menjadi bukti bahwa pengabdian seorang prajurit tidak berhenti saat memasuki masa purnatugas. Nilai nilai persaudaraan, loyalitas, dan semangat kebersamaan tetap hidup, menjadi warisan berharga yang terus menyatukan mereka dalam satu ikatan yang kokoh, hangat, dan penuh makna


(msb)

RM Tabebuya Bondowoso Tinggalkan Kesan Mendalam Bagi Pengusaha PO Bus Kalisari

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Di tengah persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif, tidak banyak pengusaha besar yang mampu mempertahankan kesederhanaan dalam kehidupan sehari hari. Sosok Vincentius Haryanto menjadi salah satu contoh bahwa keberhasilan tidak harus mengubah karakter seseorang. Kerendahan hati, kesahajaan, dan sikap menghargai orang lain tetap menjadi prinsip yang ia pegang hingga kini.

Vincentius Haryanto dikenal sebagai pemilik sekitar 380 armada Bus Kalisari, salah satu perusahaan transportasi darat terkemuka yang melayani berbagai rute lintas Pulau Jawa. Di balik keberhasilannya membangun bisnis berskala besar, ia tetap tampil sederhana, mudah bergaul, serta dikenal ramah kepada siapa pun tanpa memandang status sosial.

Pria yang menetap di Surabaya tersebut juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pelaku usaha lokal. Dalam setiap perjalanan bisnisnya ke Kabupaten Bondowoso, Vincentius tidak pernah ragu menikmati kuliner daerah sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi lokal yang terus berkembang.

Salah satu tempat yang kerap ia kunjungi adalah Rumah Makan Tabebuya. Menurut Vincentius, rumah makan tersebut menawarkan suasana yang nyaman, teduh, dan cocok menjadi tempat beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh.

Ia juga mengapresiasi kualitas hidangan yang disajikan. Berbagai menu diolah dari bahan bahan segar dengan cita rasa khas masakan rumahan, dipadukan bumbu rempah yang autentik sehingga menghadirkan rasa yang konsisten dan menggugah selera.

"Setiap kali berada di Bondowoso, saya hampir selalu menyempatkan waktu mampir ke RM Tabebuya. Tempatnya nyaman, makanannya enak, pelayanannya ramah, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan," ujar Vincentius.

Kesuksesan Vincentius membangun perusahaan transportasi hingga memiliki ratusan armada tidak membuatnya kehilangan jati diri. Justru kesederhanaan, kerendahan hati, serta kepeduliannya terhadap produk dan kuliner lokal menjadi nilai lebih yang membuat dirinya dihormati banyak kalangan.

Sikap tersebut menjadi teladan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari besarnya usaha yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan untuk tetap membumi, menghargai sesama, serta memberikan dukungan kepada pelaku usaha di berbagai daerah. Nilai nilai itulah yang terus melekat pada diri Vincentius Haryanto dan menjadi inspirasi bagi banyak orang 


|bagus

Kapolres Aryo: Pengalaman Purnawirawan Polri Adalah Inspirasi bagi Generasi Bhayangkara


BONDOWOSO|masbhabinnews.com 

Pengabdian kepada bangsa tidak berhenti saat masa dinas berakhir. Semangat itulah yang terpancar dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke XXVII Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Cabang Bondowoso yang berlangsung penuh kehangatan, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap para insan Bhayangkara yang telah menuntaskan tugasnya untuk negeri.

Aiptu (Purn) Sunarto, memberikan pujian tulus kepada Kapolres Aryo Dwi Wibowo yang peduli kepada purnawirawan, dekat dengan rakyat, berjiwa sosial tinggi. Pemimpin berhati mulia yang patut dibanggakan (Foto: Dok.masbhabinnews)

Tasyakuran yang digelar di Aula Polres Bondowoso, Sabtu (11/7/2026), dihadiri Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., Kabag SDM Polres Bondowoso Kompol Maryatno, S.Sos., Ketua PP Polri Cabang Bondowoso Iptu (Purn) H. Suderi, S.Sos., M.M., jajaran pengurus dan anggota PP Polri, perwakilan Dian Kemala, serta Warakawuri Polri Polres Bondowoso.

Acara berlangsung khidmat diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PP Polri, dilanjutkan sambutan, doa bersama, hingga prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia ke 27 tahun.

Ketua PP Polri Cabang Bondowoso Iptu (Purn) H. Suderi menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Bondowoso atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan kepada para purnawirawan. Menurutnya, hubungan harmonis yang selama ini terjalin menjadi bukti bahwa keluarga besar Polri tetap menyatu dalam semangat pengabdian meski telah memasuki masa purna tugas.

Ia juga menegaskan bahwa pengalaman dan nilai nilai yang dimiliki para purnawirawan akan terus didedikasikan sebagai sumbangsih pemikiran demi mendukung terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kabupaten Bondowoso.

Selaku Pembina PP Polri Cabang Bondowoso, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo menyampaikan penghargaan setinggi tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para purnawirawan selama menjadi bagian dari institusi Polri.

"Purnawirawan Polri adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Bhayangkara. Pengalaman, integritas, dan keteladanan yang telah diwariskan menjadi fondasi sekaligus inspirasi bagi personel yang saat ini masih mengemban amanah menjaga keamanan masyarakat. Kami akan terus menjaga silaturahmi serta memperkuat sinergi demi kemajuan organisasi dan institusi Polri," tegas AKBP Aryo Dwi Wibowo kepada awak media masbhabinnews.

Kapolres juga mendoakan agar Persatuan Purnawirawan Polri Cabang Bondowoso senantiasa diberikan kesehatan, kekompakan, dan keberkahan sehingga mampu terus menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, serta memberikan teladan di tengah masyarakat.

Momentum tasyakuran semakin bermakna saat Kapolres Bondowoso melakukan pemotongan tumpeng dan menyerahkannya kepada sesepuh PP Polri sebagai simbol penghormatan atas jasa, pengorbanan, dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara.

Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa ikatan kekeluargaan dalam Korps Bhayangkara tidak dibatasi masa kedinasan, melainkan terus hidup melalui semangat pengabdian, persaudaraan, dan komitmen bersama untuk menjaga Indonesia tetap aman, damai, dan bermartabat


|msb

Disambut Digendong Mantan Anak Buah, Letkol Inf Dedy Pungky Jadi Teladan Kepemimpinan TNI

Bondowoso |masbhabinnews.com

Jabatan boleh berganti dan penugasan terus berlanjut, namun keteladanan seorang pemimpin akan selalu hidup dalam ingatan orang orang yang pernah dipimpinnya. Momen penuh haru itu tergambar saat Pabandya 3/Siskar Spaban V/Binkar Spersad Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto, S.I.P., M.I.Pol. kembali menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, Bondowoso, dan bertemu dengan sejumlah prajurit yang pernah menjadi anak buahnya, Kamis (9/7/2026).

Perwira TNI Angkatan Darat yang pernah mengemban amanah sebagai Komandan Batalyon (Danyon) dan Komandan Kodim (Dandim) tersebut disambut dengan penuh kehangatan. Tidak terlihat sekat antara atasan dan bawahan. Yang tampak justru ikatan persaudaraan yang tetap terjaga meski waktu dan penugasan telah membawa mereka ke tempat yang berbeda.

Puncak keharuan terjadi ketika Sertu Slamet Sulaiman, Babinsa Koramil 0822/01 Bondowoso, bersama Sertu Epi Yunia Kirawan secara spontan mengangkat bahkan menggendong Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rasa hormat kepada sosok pemimpin yang selama ini mereka teladani.

Bagi para prajurit, momen tersebut bukan sekedar luapan kegembiraan, melainkan simbol kedekatan emosional yang terbangun selama masa kepemimpinannya. Mereka mengenang Letkol Dedy sebagai komandan yang selalu hadir, mengayomi, dan memperlakukan setiap prajurit seperti keluarga sendiri.

Putra kelahiran Bondowoso itu memanfaatkan kepulangannya kali ini untuk berziarah ke makam kedua orang tuanya. Di tengah padatnya tanggung jawab sebagai Paban V/Binkar Spersad Mabesad, ia selalu menyempatkan diri memanjatkan doa sebagai bentuk bakti kepada kedua orang tua yang telah membesarkan dan mendidiknya hingga menjadi seorang perwira TNI.

Ada satu kebiasaan yang hingga kini tetap melekat pada diri Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto. Setiap kali berada di Bondowoso maupun daerah lain yang pernah menjadi tempat pengabdiannya, ia hampir selalu menyempatkan diri mendatangi rumah anak buah maupun mantan anak buah tanpa memberikan kabar terlebih dahulu.

Kebiasaan itu dilakukan bukan tanpa alasan. Ia sengaja hadir secara sederhana agar tidak merepotkan prajurit beserta keluarganya dengan berbagai persiapan penyambutan. Baginya, silaturahmi yang tulus akan terasa lebih hangat ketika berlangsung apa adanya.

Sikap rendah hati tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sosoknya begitu dicintai. Banyak prajurit yang pernah berada di bawah kepemimpinannya mengaku hubungan kekeluargaan tetap terjalin hingga kini, meski mereka sudah tidak lagi berada dalam satu kesatuan.

"Beliau tidak pernah membedakan prajurit. Selalu tenang, bijaksana, dan memberi contoh melalui tindakan. Kami menghormati beliau bukan karena pangkatnya, tetapi karena ketulusannya," ungkap Sertu Slamet Sulaiman kepada awak media masbhabinnews.

Hal senada disampaikan Sertu Epi Yunia Kirawan. Menurutnya, kehadiran Letkol Inf Dedy selalu menghadirkan rasa nyaman bagi seluruh anggota.

"Beliau selalu datang dengan senyum dan perhatian. Bahkan setelah tidak lagi menjadi komandan kami, beliau tetap menyempatkan diri mengunjungi kami tanpa pernah membuat kami merasa sungkan. Itulah yang membuat kami selalu merindukan beliau," ungkapnya

Selama mengemban berbagai jabatan strategis, mulai dari Komandan Batalyon, Komandan Kodim, hingga kini dipercaya sebagai Pabandya 3/Siskar Spaban V/Binkar Spersad, Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto dikenal sebagai perwira yang mengedepankan keteladanan, disiplin, keadilan, dan kepedulian terhadap kesejahteraan prajurit. Karakter tenang namun tegas menjadi ciri kepemimpinannya yang mampu membangun loyalitas, kebersamaan, dan rasa saling menghormati tanpa harus mengandalkan rasa takut.

Pertemuan sederhana di Bondowoso itu kembali membuktikan bahwa kehormatan seorang pemimpin tidak diukur dari jabatan yang disandang, melainkan dari ketulusan dalam mengabdi dan kemampuannya meninggalkan jejak kebaikan di hati setiap prajurit. Ketika seorang pemimpin mampu memanusiakan anggotanya, maka penghormatan yang lahir bukan karena kewajiban, melainkan karena rasa cinta, hormat, dan keteladanan yang akan terus dikenang sepanjang masa. 


|msb

Tepbek V/2.A Jember Jadi Tulang Punggung Logistik, 450 Prajurit Yonif TP 537 Terlayani Optimal

Bondowoso |masbhabinnews.com

Di balik kesiapan prajurit menjaga kedaulatan negara, terdapat kerja senyap yang menjadi fondasi utama kekuatan pasukan. Salah satunya adalah dukungan logistik yang memastikan setiap personel memperoleh asupan bergizi sebagai bekal menjalankan tugas negara.

Peran itulah yang saat ini dijalankan Tempat Pemberian Bekal (Tepbek) V/2.A Jember, satuan pelaksana di bawah Bekangdam V/Brawijaya, yang dipercaya memberikan pelayanan konsumsi bagi ratusan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 537/Tunggul Wulung di Marshalling Area (MA) Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso.

Sejak 25 Juni 2026, delapan personel Tepbek V/2.A Jember menjalankan tugas mendukung kebutuhan logistik dan konsumsi bagi sekitar 450 prajurit. Pelayanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan pangan, pemilihan sayur mayur dan lauk pauk berkualitas, proses pengolahan makanan, hingga penyajian menu siap santap yang memenuhi standar gizi prajurit TNI Angkatan Darat.

Komandan Tepbek V/2.A Jember, Mayor Cba Herman Susilo, melalui Lettu Cba Derex Adam Fallo menjelaskan bahwa pelayanan tersebut merupakan bagian dari komitmen satuan dalam mendukung kesiapan operasional pasukan.

"Kami dari Tepbek melaksanakan pelayanan memasak untuk 450 prajurit dengan menu bergizi yang terdiri dari buah buahan, daging, serta ikan laut guna memenuhi kebutuhan nutrisi prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 537 Tunggul Wulung di Bondowoso," ujar Lettu Cba Derex Adam Fallo.

Perwira asal Kupang itu menegaskan, pemenuhan gizi prajurit menjadi faktor penting dalam menjaga kebugaran, daya tahan tubuh, serta kesiapan personel dalam melaksanakan berbagai penugasan yang diemban TNI AD.

Yonif TP 537/Tunggul Wulung merupakan satuan baru TNI Angkatan Darat yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran batalyon ini membawa konsep baru yang memadukan kemampuan tempur dengan fungsi teritorial sebagai motor penggerak pembangunan nasional.

Selain memiliki tugas mempertahankan kedaulatan negara, Yonif TP juga berperan mendukung program ketahanan pangan, percepatan pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Sebelum menempati satuan secara penuh, para prajurit menjalani tahapan konsolidasi di Marshalling Area Sumberwringin, Bondowoso. Kawasan tersebut menjadi lokasi persiapan personel dan perlengkapan sebelum memasuki tahapan penugasan berikutnya.

Keberadaan Tepbek V/2.A Jember menjadi bagian penting dari sistem dukungan logistik TNI AD. Melalui pelayanan konsumsi yang profesional, satuan ini memastikan setiap prajurit memperoleh asupan bergizi sehingga mampu menjaga kondisi fisik, meningkatkan semangat pengabdian, serta selalu siap menjalankan tugas demi kepentingan bangsa dan negara.

Di balik setiap prajurit yang berdiri tegak menjaga Indonesia, terdapat dedikasi para personel pendukung yang bekerja tanpa banyak sorotan. Sinergi itulah yang membuktikan bahwa kekuatan pertahanan negara tidak hanya dibangun oleh pasukan di garis depan, tetapi juga oleh sistem logistik yang tangguh, presisi, dan berkelanjutan


|msb