business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

Dari Curahdami untuk Sesama, Ny Lena Muktamar Wujudkan Semangat Bhayangkari Peduli

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Kepedulian menemukan maknanya ketika hadir langsung di tengah kehidupan masyarakat. Bukan hanya tentang bantuan yang diserahkan, tetapi tentang perhatian yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan, melalui kehadiran yang tulus dan sentuhan kemanusiaan.

Semangat tersebut diwujudkan Ketua Bhayangkari Ranting Curahdami, Ny Lena Muktamar, saat menyambangi dua warga di Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 74 melalui program Bhayangkari Peduli.

Ny Lena Muktamar bersama pengurus Bhayangkari Ranting Curahdami hadir secara langsung untuk menyerahkan bantuan sosial kepada Bu Misjo dan Pak Tosan, warga kawasan Selatan Sungai, RT 2 RW 1, Desa Kupang.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan beras seberat 5 kilogram. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari hari sekaligus menjadi bentuk perhatian Bhayangkari terhadap kondisi masyarakat di lingkungan sekitar.

Mengubah Kepedulian Menjadi Tindakan

Bagi Ny Lena Muktamar, Bhayangkari Peduli memiliki makna yang lebih luas daripada sebuah agenda sosial. Program tersebut menjadi ruang untuk membangun hubungan kemanusiaan sekaligus menerjemahkan semangat kebersamaan dalam tindakan nyata.

“Bhayangkari Peduli bagi kami adalah bentuk kepekaan terhadap kehidupan masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan perhatian, kami ingin hadir dan berbagi sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Ny Lena Muktamar.

Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan semata dilihat dari nilai materi, tetapi dari pesan sosial yang menyertainya.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima. Yang lebih penting, semoga kehadiran kami dapat menghadirkan rasa diperhatikan dan menjadi bagian dari semangat untuk saling menguatkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan nilai yang perlu terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat. Hubungan yang dekat antara Bhayangkari dan masyarakat diharapkan dapat membangun suasana sosial yang lebih hangat serta memperkuat semangat gotong royong.

Polsek Curahdami Berikan Pendampingan

Kegiatan sosial tersebut mendapat pengamanan dan pendampingan dari jajaran Polsek Curahdami di bawah kepemimpinan Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan rangkaian kegiatan berjalan tertib sekaligus menjadi bagian dari kehadiran Polri dalam mendukung kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

AKP Muktamar mengatakan, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan keamanan. Membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat juga menjadi bagian dari pengabdian. Ketika institusi hadir bersama masyarakat dalam suasana sosial seperti ini, hubungan yang terbangun akan semakin kuat,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara Bhayangkari dan Polri dalam menghadirkan kepedulian sosial di tingkat masyarakat.

Bagi Bu Misjo dan Pak Tosan, kunjungan Ny Lena Muktamar bersama pengurus Bhayangkari Ranting Curahdami menjadi perhatian yang memiliki arti tersendiri. Bantuan kebutuhan pokok yang diterima diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan keluarga.

Lebih dari penyerahan bantuan, pertemuan itu menjadi ruang sederhana untuk membangun komunikasi dan menghadirkan rasa kebersamaan.

Dari Desa Kupang, Bhayangkari Peduli kembali menunjukkan bahwa pengabdian dapat tumbuh dari langkah yang sederhana. Sebab, terkadang yang paling berarti bukan seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan ketulusan untuk datang, menyapa dan memastikan masyarakat merasa tidak berjalan sendirian.


|msb

Ny Serly Aryo dan Pesan Kemanusiaan dari Dusun Sletreng


BONDOWOSO|
masbhabinnews.com

Di tengah ritme kehidupan yang terus bergerak, masih ada ruang yang perlu diisi dengan kepekaan dan kepedulian. Bukan melalui kemewahan, melainkan lewat kesediaan untuk datang, menyapa dan melihat secara langsung kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Nilai tersebut diwujudkan Ketua Bhayangkari Cabang Bondowoso, Ny Serly Aryo, saat mendatangi kediaman Mbah Tumi di Dusun Sletreng, Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Jumat (25/9/2026).

Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 74 melalui program Bhayangkari Peduli. Bersama pengurus Bhayangkari Cabang Bondowoso, Ny Serly Aryo menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako dan beras 5 kilogram kepada Mbah Tumi.

Bantuan tersebut merupakan wujud perhatian untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari hari. Lebih dari itu, kunjungan langsung tersebut membawa pesan sosial bahwa kepedulian memiliki dimensi yang lebih luas daripada bantuan material.

Ketika Kepedulian Menjadi Bagian dari Pengabdian

Ny Serly Aryo memandang Bhayangkari Peduli sebagai ruang untuk menerjemahkan nilai kebersamaan ke dalam tindakan yang memberi manfaat. Menurutnya, keberadaan Bhayangkari di tengah masyarakat harus memiliki arti dan mampu menghadirkan energi positif bagi lingkungan sekitar.

Bhayangkari Peduli bukan hanya tentang apa yang kami berikan, tetapi tentang bagaimana kami hadir. Ada perhatian, ada empati dan ada keinginan untuk berbagi dengan masyarakat. Kami ingin kehadiran Bhayangkari dapat dirasakan melalui tindakan yang benar benar memberikan manfaat, ujar Ny Serly Aryo.

Ia menegaskan, kepedulian sosial perlu dibangun secara berkelanjutan. Perhatian terhadap masyarakat, menurutnya, tidak semestinya hadir hanya ketika terdapat momentum tertentu, melainkan menjadi nilai yang terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagi kami, kepedulian adalah nilai yang harus terus dirawat. Ketika kita bersedia mendatangi masyarakat, mendengarkan cerita mereka dan berbagi sesuai kemampuan, kita sedang membangun sesuatu yang lebih besar, yaitu rasa kemanusiaan dan kebersamaan,”** katanya.

Menurut Ny Serly Aryo, bantuan sosial memang memiliki nilai praktis, tetapi pertemuan secara langsung memiliki dimensi yang tidak kalah penting.

Sapaan, komunikasi dan perhatian dapat memberikan kekuatan psikologis bagi penerima manfaat. Karena itu, kegiatan Bhayangkari Peduli diarahkan agar tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi juga menghadirkan hubungan sosial yang lebih dekat antara Bhayangkari dan masyarakat.

Polsek Curahdami Perkuat Kehadiran di Tengah Masyarakat

Kegiatan tersebut mendapat pengamanan dan pendampingan dari jajaran Polsek Curahdami yang dipimpin Kapolsek AKP Muktamar, S.H.

Kehadiran personel kepolisian menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan sosial sekaligus memperkuat komunikasi antara Polri, Bhayangkari dan masyarakat. AKP Muktamar mengatakan, tugas kepolisian memiliki dimensi yang lebih luas daripada menjaga keamanan dan ketertiban.

Polri harus mampu hadir dalam berbagai ruang kehidupan masyarakat. Menjaga keamanan merupakan tugas utama, namun membangun komunikasi, menciptakan kedekatan dan menumbuhkan kepedulian sosial juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat,ungkapnya.

Ia menilai kegiatan Bhayangkari Peduli menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana semangat kebersamaan dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial.

Bagi Mbah Tumi, kunjungan tersebut bukan hanya tentang paket sembako dan beras yang diterima. Kehadiran Ny Serly Aryo bersama jajaran Bhayangkari memberikan pengalaman tersendiri berupa perhatian, sapaan dan interaksi langsung.

Di situlah substansi HKGB ke 74 memperoleh makna yang lebih mendalam. Peringatan tidak berhenti pada simbol dan agenda organisasi, tetapi bergerak menjadi tindakan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Dari Dusun Sletreng, sebuah pesan kemanusiaan kembali menemukan jalannya. Bahwa pengabdian tidak selalu berbicara tentang seberapa besar sesuatu yang dapat diberikan, melainkan tentang kesediaan untuk hadir dengan ketulusan, melihat dengan empati dan meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan oleh sesama.


|msb

Ketua IPSI Bondowoso Sunargi Puji Konsistensi Polri Dampingi Pesilat, Persaudaraan Jadi Energi Menuju Prestasi

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Dari gelanggang sederhana, lahir tekad besar untuk mengharumkan nama daerah. Perguruan Pencak Silat Elang Putih Bondowoso kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun prestasi melalui seleksi atlet yang dipersiapkan untuk berlaga pada Kejuaraan Bupati Cup Bondowoso.

Seleksi yang berlangsung pada 12 hingga 13 September 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk menemukan pesilat terbaik yang memiliki kemampuan teknik, mental bertanding, kedisiplinan, sekaligus karakter kesatria yang menjadi bagian dari nilai luhur pencak silat.

Seleksi tidak hanya diikuti pesilat dari lingkungan Elang Putih di Bondowoso. Sejumlah peserta datang dari berbagai ranting dan daerah, di antaranya Ranting Pujer, Ranting Wringin, Ranting Tegalampel, Ranting Dabasah, Jember, serta Surabaya.

Keberagaman asal peserta menunjukkan bahwa Elang Putih tidak berhenti pada pembinaan di satu wilayah. Perguruan ini terus membuka ruang bagi tumbuhnya potensi pesilat dengan semangat persaudaraan, kompetisi sehat dan orientasi prestasi.

Di tengah proses seleksi, hadir Bhabinkamtibmas Polres Bondowoso Aiptu Ahmad Abadi, S.H., yang memberikan motivasi serta arahan kepada para calon atlet. Kehadirannya memiliki makna tersendiri karena selain menjalankan tugas sebagai anggota Polri, Ahmad Abadi juga merupakan bagian dari keluarga besar Elang Putih.

Ia hadir bukan hanya membawa pesan tentang kedisiplinan, tetapi juga memberikan perspektif bahwa prestasi seorang pesilat harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.

“Saya berdiri di sini dengan dua rasa bangga. Bangga memakai seragam Polri dan bangga menjadi bagian dari Elang Putih. Kepada para calon atlet, jadikan pencak silat sebagai sarana membentuk karakter. Jadilah pemenang di gelanggang, tetapi juga jadilah teladan ketika kembali berada di tengah masyarakat. Jaga disiplin, persaudaraan dan kehormatan perguruan. Bawa nama Bondowoso dengan prestasi dan sikap yang membanggakan,” ujar Aiptu Ahmad Abadi.

Menurutnya, kemenangan dalam sebuah pertandingan tidak semata ditentukan oleh kemampuan fisik. Mental, konsistensi latihan, pengendalian diri serta penghormatan kepada lawan merupakan fondasi penting yang membedakan seorang atlet berprestasi dengan pesilat yang hanya mengejar kemenangan.

Elang Putih dan Tradisi Pembinaan Pesilat Bondowoso

Sebagai salah satu perguruan pencak silat asli Bondowoso, Elang Putih memiliki perjalanan panjang dalam ikut membentuk ekosistem bela diri di daerah tersebut.

Perguruan ini tumbuh bersama dinamika perkembangan pencak silat Bondowoso dan terus melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya ditempa melalui latihan fisik, tetapi juga melalui nilai kedisiplinan, persaudaraan dan tanggung jawab.

Di bawah kepemimpinan Sunargi, Elang Putih terus mengambil bagian dalam perjalanan pembinaan pencak silat di Bondowoso. Kiprahnya juga semakin luas setelah kembali dipercaya memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bondowoso periode 2026 hingga 2030, setelah sebelumnya mengemban amanah pada periode 2022 hingga 2026.

Kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan antar perguruan pencak silat di Bondowoso. Saat ini IPSI Kabupaten Bondowoso menaungi sekitar 19 perguruan pencak silat, yang menjadi kekuatan penting dalam membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Orientasinya bukan hanya melahirkan juara di tingkat daerah, tetapi juga membuka jalan agar pesilat Bondowoso mampu menembus kompetisi di tingkat Jawa Timur hingga nasional.

Sinergi Polri dan Pencak Silat

Dukungan terhadap pembinaan atlet juga mendapatkan perhatian dari Polres Bondowoso. Kehadiran unsur kepolisian dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan generasi muda melalui olahraga dan bela diri memiliki dimensi yang lebih luas.

Pencak silat dapat menjadi ruang strategis untuk membangun kedisiplinan, sportivitas, pengendalian diri dan rasa tanggung jawab sosial. Nilai tersebut selaras dengan semangat menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan sekaligus kepribadian kuat.

Ketua IPSI Kabupaten Bondowoso, Sunargi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Polres Bondowoso terhadap perkembangan pencak silat di wilayahnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Polres Bondowoso yang terus memberikan perhatian terhadap perkembangan pencak silat. Kehadiran Pamapta Polres Bondowoso serta Aiptu Ahmad Abadi menjadi energi positif bagi para pesilat. Beliau hadir bukan hanya sebagai anggota Polri, tetapi juga sebagai senior dan bagian dari keluarga besar Elang Putih yang memberikan motivasi serta keteladanan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Menurut Sunargi, kolaborasi antara perguruan, IPSI, masyarakat dan institusi negara merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat. Ketika pembinaan berjalan bersama, peluang melahirkan atlet berprestasi akan semakin terbuka.

Seleksi tersebut akhirnya menjadi gerbang menuju kompetisi yang lebih besar. Di balik setiap tendangan, pukulan dan gerakan teknik yang diperagakan para peserta, tersimpan proses panjang berupa latihan, disiplin, pengorbanan dan keberanian untuk bersaing.

Mereka yang nantinya terpilih akan membawa nama Elang Putih ke Kejuaraan Bupati Cup Bondowoso. Mereka tidak hanya membawa target kemenangan, tetapi juga membawa kehormatan perguruan, harapan keluarga serta nama daerah.

Dari Bondowoso, semangat itu terus ditempa. Dari berbagai ranting hingga peserta yang datang dari Jember dan Surabaya, seluruhnya bertemu dalam satu gelanggang dengan tujuan yang sama: melahirkan prestasi, memperkuat persaudaraan dan mengangkat martabat pencak silat Bondowoso.

Bersama Elang Putih, setiap langkah di gelanggang bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi tentang membuktikan bahwa disiplin, persaudaraan dan keberanian mampu mengantarkan putra putri daerah menuju panggung prestasi yang lebih tinggi.


|Luky

Sentuh Sisi Kemanusiaan, Polwan Polres Bondowoso Sabet Juara 1 Video Kreatif Hari Jadi Polwan ke 78

BONDOWOSO |masbhbainnews.com

Di balik sebuah karya yang mampu menyentuh hati, terdapat pesan kemanusiaan yang kuat. Hal itulah yang berhasil ditampilkan Polwan Polres Bondowoso melalui sebuah konten video kreatif yang mengangkat pentingnya pendampingan psikologis bagi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Karya tersebut berhasil mengantarkan Polwan Polres Bondowoso meraih Juara 1 Konten Video Kreatif dalam rangka Hari Jadi Polwan ke 78.

Penghargaan tersebut diterima oleh Perwira Polwan Polres Bondowoso, Ipda Oty Diana Novita, dalam acara yang berlangsung di Gedung Mahameru Polda Jatim, Selasa (8/9/2026).

Penghargaan diserahkan oleh Irwasda Polda Jawa Timur Kombes Pol Arif Bastari, S.I.K., M.H. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Polres Bondowoso sekaligus menunjukkan bahwa peran Polwan tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap aspek kemanusiaan dan pemulihan psikologis masyarakat.

Konten video yang ditampilkan mengangkat sebuah pesan mendalam tentang kondisi korban TPPO. Luka yang dialami korban tidak selalu terlihat secara kasat mata. Di balik trauma dan pengalaman pahit, terdapat pergulatan batin yang membutuhkan perhatian, empati, serta pendampingan secara berkelanjutan.

Melalui program pendampingan psikologis, Konselor Polwan Polres Bondowoso hadir memberikan psychological first aid, pendampingan berbasis empati, sekaligus menyediakan ruang aman bagi para korban untuk kembali membangun kekuatan dirinya.

Pesan utama yang disampaikan dalam video tersebut menegaskan bahwa penanganan perkara tidak berhenti pada proses penegakan hukum. Pemulihan kondisi mental korban menjadi bagian penting agar mereka mampu mengembalikan rasa percaya diri, memulihkan harapan, serta kembali menatap masa depan dengan lebih kuat.

Konsep tersebut diwujudkan melalui materi video yang dikemas secara kreatif dengan pemeranan yang dinilai mampu menggambarkan pesan secara kuat dan menyentuh. Pengambilan gambar, penyusunan materi, hingga penampilan para pemeran dipersiapkan secara serius sehingga menghasilkan karya yang memiliki nilai edukasi sekaligus pesan kemanusiaan.

Dalam proses produksinya, para senior Polwan turut memberikan bimbingan, terutama dalam penyusunan materi, pendalaman karakter pemeran, hingga penyampaian pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam menghasilkan karya yang tidak hanya mengejar kualitas visual, tetapi juga memiliki substansi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ipda Oty Diana Novita menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., yang memberikan dukungan penuh sejak awal proses persiapan, pembuatan video hingga pelaksanaan lomba.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Terima kasih kepada Bapak Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M yang telah memberikan dukungan penuh sejak awal, mulai dari proses persiapan, pembuatan video hingga pelaksanaan lomba. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan karya terbaik,” ujar Ipda Oty kepada awak media masbhbainnews.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Ipda Oty kepada seluruh Polwan Polres Bondowoso yang terlibat dalam proses pembuatan video. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan satu orang.

“Saya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh Polwan Polres Bondowoso yang telah terlibat dan memberikan kemampuan terbaiknya dalam proses pembuatan video ini. Mulai dari persiapan materi, pemeranan, pengambilan gambar hingga proses penyelesaian, semuanya dilakukan dengan penuh semangat dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Ipda Oty mengaku bangga melihat kekompakan dan dedikasi para Polwan Polres Bondowoso dalam menghasilkan karya tersebut.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Polwan Polres Bondowoso, tetapi juga menjadi pengingat bahwa karya kreatif dapat menjadi sarana untuk menyampaikan edukasi dan membangun kepedulian masyarakat terhadap persoalan sosial.

“Yang paling penting bagi kami adalah pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Korban TPPO membutuhkan perhatian dan pendampingan. Mereka bukan hanya membutuhkan proses hukum, tetapi juga membutuhkan ruang untuk pulih, didengarkan, dihargai dan kembali percaya pada dirinya sendiri,” tuturnya.

Pesan yang dibangun melalui karya tersebut terangkum dalam semangat “Satu Polwan. Satu Pengabdian. Satu Dampak Luar Biasa.”

Pendampingan psikologis menjadi bagian penting dalam penanganan korban TPPO karena pengalaman kekerasan, eksploitasi, maupun tekanan yang dialami dapat meninggalkan trauma berkepanjangan. Kehadiran konselor dengan pendekatan empati dapat membantu korban merasa lebih aman dan memiliki ruang untuk mengungkapkan apa yang dialaminya.

Di sinilah nilai penting peran Polwan semakin terlihat. Polisi tidak hanya hadir untuk mencari fakta dan menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai bagian dari upaya memulihkan martabat serta harapan korban.

Prestasi Juara 1 yang diraih Polwan Polres Bondowoso akhirnya bukan hanya berbicara tentang sebuah piala. Lebih jauh, penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa ketika profesionalisme kepolisian dipadukan dengan kreativitas dan kepedulian kemanusiaan, sebuah karya mampu menghadirkan dampak yang jauh lebih besar bagi masyarakat.

Dari sebuah video lahir pesan tentang kepedulian. Dari sebuah penghargaan tumbuh semangat pengabdian. Dan dari keberanian mendampingi mereka yang terluka, hadir harapan bahwa setiap korban memiliki kesempatan untuk bangkit dan kembali menata masa depannya.


msb

Antrean BBM Memanjang, Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo Gerakkan Polisi Beri Air Minum Gratis

BONDOWOSO |masbhbainnews.com

Ketika antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU akibat keterlambatan pasokan bahan bakar minyak, jajaran Polres Bondowoso memilih hadir lebih dekat dengan masyarakat. Di tengah teriknya cuaca dan waktu tunggu yang panjang, personel kepolisian membagikan air minum gratis sekaligus memastikan situasi di kawasan SPBU tetap terkendali.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan publik yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai bagian penting dari tugas kepolisian. Senin, 7 September 2026, sejumlah Polsek jajaran Polres Bondowoso yang wilayahnya terdapat SPBU, yakni Polsek Bondowoso Kota, Polsek Maesan, Polsek Tapen, dan Polsek Grujugan, turun langsung ke lapangan.

Air minum kemasan diberikan kepada warga yang tengah menunggu giliran mengisi BBM. Pelayanan sederhana tersebut menjadi wujud kepedulian personel terhadap masyarakat, terutama untuk membantu mengurangi risiko dehidrasi akibat harus menunggu dalam kondisi cuaca panas.

Selain membagikan air minum, personel kepolisian melakukan pengaturan antrean dan lalu lintas di sekitar SPBU. Kehadiran mereka diarahkan untuk menjaga ruang publik tetap tertib sekaligus mencegah potensi gesekan yang dapat muncul ketika kepadatan kendaraan meningkat.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. menegaskan bahwa pelayanan kepolisian harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata, terutama ketika warga menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan.

Menurutnya, kepolisian tidak boleh memandang persoalan sosial hanya dari perspektif keamanan dan ketertiban. Kehadiran anggota di lapangan juga harus mampu memberikan solusi kemanusiaan yang relevan dengan kondisi masyarakat.

“Polri harus hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan kehadiran negara secara langsung. Antrean BBM yang terjadi akibat keterlambatan pasokan tentu membutuhkan pengelolaan yang bijaksana agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial baru,” ujar AKBP Aryo kepada awak media masbhbainnews.

Ia menambahkan, personel di lapangan diarahkan untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menjaga ketertiban antrean, serta memberikan pelayanan yang dapat membuat warga merasa diperhatikan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tetap memperoleh rasa aman, nyaman, dan kepastian pelayanan selama berada di ruang publik. Pembagian air minum merupakan bagian dari kepedulian kemanusiaan, sementara pengaturan lalu lintas dan antrean menjadi bagian dari tanggung jawab kepolisian dalam menjaga stabilitas situasi,” jelasnya.

Personel Polsek jajaran juga disiagakan di sejumlah titik sekitar SPBU untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Pengawasan dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi kepada para pengendara.

Polres Bondowoso turut mengajak masyarakat menghadapi kondisi tersebut dengan tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun penimbunan BBM. Koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait terus dilakukan untuk mendukung pemulihan distribusi sehingga pelayanan kebutuhan energi masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kehadiran polisi di tengah antrean BBM menunjukkan bahwa makna pelayanan publik tidak berhenti pada pengamanan. Di ruang ruang kehidupan masyarakat, kepolisian dituntut mampu membaca situasi, merespons kebutuhan warga, dan menghadirkan rasa aman melalui tindakan yang konkret.

Di tengah antrean yang menguji kesabaran, seteguk air minum menjadi pesan sederhana bahwa negara hadir dan kepolisian memilih untuk berdiri bersama masyarakat.


|msb