business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

Pastikan Makanan Aman dan Bergizi, Polsek Curahdami Bersama Forkopimcam Plus Sidak Dapur SPPG

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Kualitas makanan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga menyangkut kebersihan, keamanan, kandungan gizi, serta proses pengolahan yang harus memenuhi standar. Atas dasar itu, Polsek Curahdami bersama Forkopimcam Plus Curahdami turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Curahdami, Kamis (23/7/2026).

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat benar benar diolah melalui proses yang higienis, didukung sarana prasarana yang memadai, serta memenuhi ketentuan keamanan pangan dan standar gizi.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB itu dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Kecamatan Curahdami Nomor 005/440/430.11.7/2026 tertanggal 22 Juli 2026.

Monev dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., bersama Camat Curahdami Guruh Purnama P.S., S.STP., M.Si., Danramil Curahdami Kapten Inf Heri Purwanto, Kepala UPTD Puskesmas Curahdami dr. Pong Hariadi Susetyo, Kepala Komando Rumah Yonif 514/SY Kapten Inf Eddy Sabara, Ahli Gizi UPTD Puskesmas Curahdami Shanti Rahayu, S.St., serta pengurus yayasan mitra dan para Kepala Dapur SPPG Curahpoh 1, Curahpoh 2, dan Poncogati.

Tim tidak hanya melakukan pemeriksaan dari sisi administrasi, tetapi juga melihat secara langsung kondisi dapur, sarana dan prasarana, bahan baku, hingga proses pengolahan makanan. Setiap temuan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian langsung disampaikan kepada pengelola sebagai bahan evaluasi dan perbaikan.

SPPG Curahpoh 2 Asmil Yonif 514/SY

Pada peninjauan di SPPG Curahpoh 2 Asmil Yonif 514/SY, tim menemukan sejumlah hal yang perlu segera dibenahi. Di antaranya sirkulasi udara yang dinilai belum optimal, keterbatasan jumlah dan kapasitas alat pembasmi serangga, serta ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) yang belum mencukupi.

Selain itu, ditemukan kerusakan pada bagian lantai dan kran air yang juga perlu segera diperbaiki.

Tim mengingatkan pengelola agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya debu dan berkembangnya bakteri maupun kuman, terlebih kondisi cuaca yang sedang berangin. Pengelola juga diminta bijak menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Dari sisi kandungan gizi, makanan yang disalurkan dinilai telah memenuhi standar. Meski demikian, pengelola diminta terus menjaga kualitas dan variasi menu agar tetap dapat diterima dengan baik oleh masyarakat penerima manfaat.

Seluruh catatan terkait sarana prasarana diminta segera ditindaklanjuti. Pengelola juga didorong melibatkan pelaku UMKM di sekitar lokasi dalam pemenuhan kebutuhan operasional, sehingga keberadaan SPPG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.

Tim turut mengingatkan pengelola agar terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat serta melakukan evaluasi secara nyata. Penambahan daya listrik juga disarankan untuk mengantisipasi risiko gangguan kelistrikan dan korsleting.

SPPG Curahpoh 1

Sementara itu, di SPPG Curahpoh 1, tim menemukan tabung gas untuk pemanas air yang masih sering dibuka dan dipasang kembali sehingga belum terpasang secara permanen.

Jumlah APAR juga dinilai masih kurang karena belum tersedia di setiap ruangan. Tim turut menemukan beberapa butir telur yang belum dibersihkan secara optimal sebelum masuk dalam proses pengolahan.

Atas temuan tersebut, pengelola diminta segera memasang tabung gas secara permanen untuk meningkatkan keamanan operasional. Ketersediaan APAR juga harus dilengkapi dengan ketentuan minimal dua unit di setiap ruangan kerja.

Tim menegaskan bahwa seluruh bahan baku, khususnya telur, wajib dibersihkan dengan standar kebersihan yang ketat sebelum diolah menjadi makanan.

Selain melakukan perbaikan terhadap catatan hasil monev, pengelola juga diminta terbuka dalam menerima aspirasi penerima manfaat sepanjang tetap sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

SPPG Poncogati

Peninjauan berikutnya dilakukan di SPPG Poncogati. Di lokasi ini, tim menemukan jalur pengembalian alat ompreng yang masih melewati ruang produksi makanan.

Selain itu, alat pembasmi serangga ditemukan tergantung tepat di atas area pengolahan makanan. Kondisi kamar mandi juga masih berada dalam satu ruangan dengan area produksi dan penyimpanan bahan.

Tim kemudian memberikan arahan agar jalur pengembalian alat ompreng diubah sehingga tidak lagi melewati area pengolahan makanan. Pintu kamar mandi juga diminta dipindahkan keluar dari ruang produksi dan tempat penyimpanan bahan.

Sementara posisi alat pembasmi serangga harus digeser menjauh dari meja pemorsian maupun area pengolahan untuk mencegah potensi kontaminasi terhadap makanan.

Kapolsek Curahdami: Pengawasan Bukan untuk Mencari Kesalahan

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., kepada awak media MasBhabinNews, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan dengan standar pelayanan yang baik.

Menurutnya, pengawasan dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai langkah preventif agar setiap kekurangan dapat segera diperbaiki sebelum berdampak terhadap kualitas makanan yang diterima masyarakat.

"Kami bersama Forkopimcam Plus ingin memastikan setiap makanan yang disajikan kepada penerima manfaat benar benar sehat, bergizi, higienis, dan diolah dengan memperhatikan standar keamanan pangan. Setiap catatan yang ditemukan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi bersama untuk segera diperbaiki. Kami berharap pengelola SPPG tidak melihat masukan sebagai kritik semata, tetapi sebagai bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat," ujar AKP Muktamar kepada awak media Mas BhabinNews.

Kapolsek menambahkan, sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, ahli gizi, pengelola yayasan, dan seluruh pihak terkait menjadi kekuatan penting dalam menjaga kualitas program pemenuhan gizi.

"Ketika semua unsur bergerak bersama, maka pengawasan akan lebih kuat dan setiap persoalan dapat segera ditemukan solusinya. Prinsip kami sederhana, makanan yang diberikan kepada masyarakat harus benar benar layak, aman, bersih, dan memberikan manfaat bagi kesehatan," tegasnya.

Para pengelola dapur SPPG yang menjadi sasaran monitoring menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti seluruh catatan dan arahan yang disampaikan tim.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan, tetapi juga oleh ketelitian dalam setiap proses, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan dapur, pengolahan, hingga makanan diterima oleh masyarakat.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara konsisten dan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, diharapkan setiap sajian yang keluar dari dapur SPPG bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga kesehatan dan masa depan generasi penerus.

Sebab, dari dapur yang bersih lahir makanan yang sehat, dan dari makanan yang sehat tumbuh generasi yang kuat


|msb

Kapolres Aryo Buktikan Komitmen Tata Kelola Anggaran, Polres Bondowoso Raih Peringkat Pertama IKPA

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Polres Bondowoso. Di tengah tuntutan pengelolaan anggaran negara yang semakin mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran, Polres Bondowoso berhasil membuktikan kualitas kinerja pengelolaan keuangannya dengan meraih Peringkat Pertama Kinerja Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Kategori Pagu Besar se Kabupaten Bondowoso.

Penghargaan tersebut diterima dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2026 sekaligus penyerahan penghargaan bagi satuan kerja di lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bondowoso, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula KPPN Bondowoso tersebut dihadiri Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., Karumkit Bhayangkara Tk. III Bondowoso AKBP dr. Sukardi Yunus, Sp.An., M.Kes., Kepala KPPN Bondowoso Heru Kutanto, S.H., serta sejumlah Kuasa Pengguna Anggaran, bendahara, dan pejabat pengelola keuangan dari satuan kerja wilayah Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan Kota Probolinggo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala KPPN Bondowoso, pemaparan rilis APBN dan kebijakan perbendaharaan, pengumuman penerima penghargaan, sesi foto bersama, hingga penutupan.

Forum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama Semester I Tahun 2026. Selain mengevaluasi capaian kinerja anggaran, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman terhadap kebijakan perbendaharaan terbaru sekaligus memberikan apresiasi kepada satuan kerja yang dinilai mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam mengelola keuangan negara.

Dalam sambutannya, Kepala KPPN Bondowoso Heru Kutanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola keuangan atas komitmen dan sinergi yang telah dibangun selama enam bulan pertama tahun anggaran 2026.

Seluruh satuan kerja didorong untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan anggaran, menjaga capaian IKPA, serta memastikan setiap rupiah anggaran negara dikelola dengan prinsip efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

Berdasarkan pemaparan KPPN Bondowoso, kinerja pengelolaan keuangan di wilayah kerjanya sepanjang Semester I Tahun 2026 menunjukkan capaian positif. Pendapatan negara tercatat mencapai Rp1,15 triliun, yang terdiri atas penerimaan perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp96,47 miliar.

Sementara itu, realisasi Transfer ke Daerah (TKD) telah mencapai 54,15 persen dari total pagu Rp4,7 triliun. Penyaluran Dana Desa juga telah terealisasi sebesar 57,03 persen.

Pada sisi belanja, realisasi Belanja Pemerintah Pusat mencapai 50,3 persen atau sekitar Rp981,5 miliar. Komponen belanja pegawai menjadi penyumbang terbesar dengan capaian 54,87 persen, yang antara lain dipengaruhi pembayaran Tunjangan Hari Raya dan gaji ke 13.

Dari total pagu belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp314,3 miliar, capaian realisasi tertinggi diraih Mahkamah Agung sebesar 58,85 persen, Kejaksaan RI 55,69 persen, dan Polri 54,37 persen.

Di sektor pembiayaan ekonomi masyarakat, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menjangkau 23.610 debitur dengan total nilai mencapai Rp1,2 triliun. Capaian tersebut diharapkan terus memberikan dampak positif terhadap penguatan UMKM sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Selain evaluasi anggaran, KPPN Bondowoso juga memperkenalkan sejumlah kebijakan perbendaharaan terbaru, mendorong percepatan transformasi digital dalam sistem pembayaran pemerintah, serta memperkuat sosialisasi pengendalian gratifikasi dan pencegahan tindak pidana korupsi.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja aparatur negara yang berintegritas sekaligus memastikan pengelolaan keuangan publik berjalan sesuai prinsip pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

Momentum penghargaan kemudian menjadi bagian yang paling dinantikan. Polres Bondowoso berhasil menempati Peringkat Pertama Kinerja IKPA Kategori Pagu Besar se Kabupaten Bondowoso.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan di lingkungan Polres Bondowoso tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga memperhatikan ketepatan perencanaan, kualitas pelaksanaan, kepatuhan terhadap regulasi, serta pertanggungjawaban setiap penggunaan anggaran.

Prestasi di bidang pengelolaan keuangan juga diraih jajaran kepolisian lainnya. Polres Situbondo berhasil meraih Peringkat II Kinerja IKPA Kategori Pagu Besar Kabupaten Situbondo, sedangkan Polres Probolinggo meraih Peringkat II Kategori Pagu Besar Kabupaten Probolinggo.

Sejumlah satuan kerja lainnya juga mendapatkan penghargaan dalam berbagai kategori, di antaranya transaksi Kartu Kredit Pemerintah terbaik, transaksi Cash Management System terbaik, penyampaian LPJ bendahara terbaik, pelaksanaan rekonsiliasi laporan keuangan terbaik, serta penyampaian saldo rekening tercepat.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo dihadapan awak media masbhabinnews menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih institusinya. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang lahir dari ketelitian, konsistensi, integritas, dan komitmen seluruh personel yang terlibat dalam pengelolaan keuangan.

“Penghargaan ini bukan sekedar pencapaian administratif, tetapi menjadi cermin dari komitmen kami untuk memastikan setiap anggaran yang dipercayakan negara dikelola secara tepat, transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab. Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan sekaligus memperkuat pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujar Kapolres Bondowoso kepada awak media Masbhabinnews.

Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Ketika anggaran dikelola secara profesional dan bertanggung jawab, maka program kerja dapat berjalan lebih efektif sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Kapolres juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak boleh menjadi titik akhir, melainkan menjadi pemacu untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan standar kinerja pada masa mendatang.

“Kami akan terus menjaga kepercayaan ini. Tata kelola yang baik harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang baik. Setiap rupiah yang dikelola harus memberikan manfaat sebesar besarnya bagi pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Inilah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga amanah negara dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Capaian Polres Bondowoso dalam ajang evaluasi kinerja anggaran tersebut sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, profesional, dan berintegritas.

Sebab, di balik angka dan laporan keuangan, terdapat sebuah tanggung jawab besar untuk memastikan setiap amanah negara benar benar kembali kepada kepentingan masyarakat. Prestasi boleh menjadi kebanggaan, tetapi integritas harus tetap menjadi fondasi. Karena ketika anggaran dikelola dengan benar dan penuh tanggung jawab, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh semakin kuat


|msb


Kawal Program Strategis Nasional, Kapolres Bondowoso Hadiri Kunjungan Kerja Tiga Kementerian

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Komitmen Kabupaten Bondowoso dalam mendukung program swasembada pangan nasional kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Hal itu ditandai dengan kunjungan kerja gabungan tiga kementerian yang menjadikan Bondowoso sebagai salah satu daerah percontohan pengembangan pertanian organik berbasis inovasi dan teknologi, Senin (20/7/2026).

Dalam agenda strategis tersebut, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk dukungan penuh Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif.

Kunjungan kerja yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.44 WIB itu dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso, akademisi Universitas Muhammadiyah Malang, Kejaksaan Negeri Bondowoso, Kodim 0822 Bondowoso, kepala OPD, camat, hingga kepala desa di Kecamatan Wonosari.

Rombongan memulai kegiatan di Pendopo Bupati Bondowoso dengan prosesi penyambutan dan ramah tamah. Selanjutnya, rombongan menuju lokasi tanam perdana untuk melaksanakan penanaman padi organik secara simbolis, dilanjutkan pelepasan truk pengiriman beras organik serta peninjauan fasilitas produksi sebagai bentuk kesiapan Bondowoso dalam mendukung penguatan sektor pertanian berbasis organik.

Puncak kegiatan berlangsung dalam forum sarasehan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penampilan tari penyambutan, serta doa bersama. Momentum penting dalam kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai langkah memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan pertanian organik.

Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. menyampaikan bahwa Bondowoso memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga swasembada pangan nasional. Menurutnya, pengembangan pertanian organik yang telah dirintis sejak 2013 bersama Universitas Muhammadiyah Malang kini berkembang hingga sekitar 250 hektare lahan dan akan terus diperluas untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Ir. Nazaruddin Malik, S.T., M.M. menjelaskan bahwa pengembangan pertanian di Bondowoso menerapkan metode PM AAS (Pertanian Modern Agricultural Advance System) agar lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Melalui kerja sama tersebut diharapkan beras organik Bondowoso mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si. menilai keberhasilan Bondowoso menjadi bukti nyata bahwa transformasi pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi mampu meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia menuju visi Indonesia Emas.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. kepada awak media Masbhabinnews menegaskan bahwa Polri siap menjadi bagian dari setiap langkah pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan nasional. Polri tidak hanya hadir menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga mendukung seluruh program strategis pemerintah agar dapat berjalan optimal. Sinergi antara pemerintah, akademisi, petani, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Kami akan terus mengawal setiap program pembangunan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Kapolres.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polres Bondowoso melaksanakan pengamanan dan pengaturan secara maksimal sehingga seluruh rangkaian kunjungan kerja berjalan dengan tertib, kondusif, dan sesuai agenda yang telah direncanakan.

Kehadiran Kapolres Bondowoso bersama jajaran dalam agenda nasional tersebut menegaskan komitmen Polri sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mengawal setiap langkah pembangunan. Melalui sinergi yang semakin kuat, Polres Bondowoso optimistis cita cita mewujudkan swasembada pangan nasional berbasis pertanian organik dapat terwujud demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Indonesia


|msb

Spanyol Juara Dunia 2026, Nobar Polres Bondowoso Jadi Panggung Kebersamaan Warga Dari Berbagai Kalangan

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Euforia partai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina menjadi magnet bagi ratusan masyarakat Bondowoso. Momentum bersejarah itu dimanfaatkan Polres Bondowoso bersama seluruh jajaran Polsek dengan kembali menggelar nonton bareng (nobar) secara serentak di Aula Polres Bondowoso maupun di wilayah hukum masing masing Polsek, Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut disambut antusias masyarakat dari berbagai kalangan. Sejak sebelum pertandingan dimulai, lokasi nobar telah dipenuhi warga yang ingin menikmati atmosfer final Piala Dunia bersama aparat kepolisian dalam suasana hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. didampingi Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., para Pejabat Utama Polres, serta jajaran anggota hadir langsung membuka kegiatan di Aula Polres Bondowoso. Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Bondowoso turut memadati lokasi, mulai dari anak anak, remaja, hingga orang tua yang larut dalam semarak pesta sepak bola terbesar di dunia.

Kegiatan nobar ini bukanlah yang pertama. Sejak babak penyisihan Piala Dunia 2026, Polres Bondowoso bersama seluruh jajaran Polsek secara konsisten menggelar nonton bareng bersama masyarakat. Konsistensi tersebut menjadi wujud komitmen Polri dalam menghadirkan ruang kebersamaan yang mempererat hubungan dengan masyarakat melalui olahraga yang digemari seluruh lapisan masyarakat.

Sepanjang pertandingan berlangsung, suasana nobar dipenuhi semangat sportivitas. Pendukung Spanyol maupun Argentina sama sama memberikan dukungan penuh kepada tim favoritnya. Teriakan penyemangat bergema silih berganti, diiringi kibaran bendera masing masing negara yang dibawa para suporter sebagai simbol kecintaan terhadap tim kebanggaan mereka. Meski berbeda pilihan, seluruh penonton tetap menjaga ketertiban, saling menghormati, dan menikmati jalannya pertandingan dengan penuh kebersamaan.

Untuk menambah kenyamanan para penonton, panitia menyediakan camilan dan kopi hangat secara cuma cuma. Beragam hadiah menarik dan doorprize juga dibagikan sepanjang acara sehingga semakin menyemarakkan suasana kebersamaan.

Laga final berlangsung sengit hingga menit menit akhir. Ketika pertandingan memasuki masa injury time, Ferran Torres sukses mencetak gol tunggal yang memastikan Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026. Gol dramatis tersebut langsung disambut gemuruh sorak sorai para pendukung Spanyol, sementara pendukung Argentina tetap memberikan apresiasi dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Kapolres Bondowoso mengatakan, kegiatan nobar merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang semakin erat antara Polri dan masyarakat.

"Sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Melalui kegiatan seperti ini kami ingin terus memperkuat silaturahmi, menghadirkan kedekatan dengan masyarakat, serta membangun kebersamaan dalam suasana yang penuh kegembiraan," ujarnya kepada awak media Masbhabinnews.

Salah seorang warga mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Polres Bondowoso tersebut. Menurutnya, menyaksikan pertandingan final Piala Dunia bersama aparat kepolisian dan ratusan warga memberikan pengalaman yang jauh lebih berkesan dibandingkan menonton sendiri di rumah.

"Terima kasih kepada Bapak Kapolres dan seluruh jajaran Polres Bondowoso. Suasananya luar biasa, layar lebar, ramai, penuh semangat, sehingga kebersamaan yang terbangun benar benar terasa. Momen seperti ini semoga terus diadakan," tuturnya.

Usai peluit panjang dibunyikan, para pendukung Spanyol dan Argentina yang sebelumnya larut dalam persaingan dukungan tampak saling berjabat tangan, berfoto bersama, dan kembali berbaur dalam suasana penuh keakraban. Pemandangan tersebut menjadi cerminan bahwa perbedaan pilihan hanya berlangsung selama pertandingan, sedangkan persaudaraan dan persatuan tetap menjadi kemenangan yang sesungguhnya.

Melalui kegiatan nobar yang digelar secara berkelanjutan sejak babak penyisihan hingga partai final Piala Dunia 2026, Polres Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun kedekatan, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan ruang kebersamaan yang mampu mempersatukan seluruh elemen masyarakat dalam semangat sportivitas dan kebangsaan. 


|msb

Jangan Nonton Sendiri! Yuk Nobar Final Piala Dunia di Yonif 509 Kostrad

Jember |masbhabinnews.com 

Euforia partai puncak Piala Dunia 2026 akan terasa lebih istimewa di Kabupaten Jember. Batalyon Infanteri 509/Balawara Yudha Kostrad mengundang seluruh masyarakat untuk menikmati kemeriahan laga final melalui kegiatan nonton bareng yang digelar secara gratis di Lapangan Futsal Mayonif 509/BY, Sukorejo, Jember, pada Senin (20/7/2026) mulai pukul 02.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kedekatan TNI dengan masyarakat melalui olahraga yang mampu menyatukan berbagai lapisan tanpa memandang latar belakang. Dengan layar lebar dan suasana penuh kehangatan, masyarakat akan diajak merasakan atmosfer pertandingan paling bergengsi di dunia sepak bola.

Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat, nonton bareng ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi yang mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat persatuan, menjunjung tinggi nilai sportivitas, serta memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Jember.

Komandan Yonif 509/Balawara Yudha Kostrad, Letkol Inf Juni Fitriyan, S.H., M.H.I., M.Han., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir bersama masyarakat melalui aktivitas yang positif, edukatif, dan membangun kebersamaan.

"Sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan semua kalangan tanpa memandang perbedaan. Melalui nonton bareng Final Piala Dunia 2026 ini, kami ingin menghadirkan ruang berkumpul yang aman, nyaman, dan penuh keakraban bagi masyarakat Jember. Momentum ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan rakyat," ujar perwira yang akrab disapa Condromowo 43 tersebut.

Pria ramah asal Cirebon itu menambahkan bahwa kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Yonif 509/BY Kostrad. Menurutnya, kekuatan TNI tidak hanya tercermin dari profesionalisme dalam menjalankan tugas negara, tetapi juga dari eratnya hubungan emosional dengan masyarakat.

Kegiatan nonton bareng ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Yonif 509/BY Kostrad mengajak seluruh pecinta sepak bola di Jember untuk datang bersama keluarga maupun sahabat dan menikmati momen bersejarah Final Piala Dunia 2026 dalam suasana yang penuh keakraban.

Letkol Inf Juni Fitriyan dikenal sebagai sosok pemimpin yang humanis, komunikatif, dan selalu mengedepankan kebersamaan. Di bawah kepemimpinannya, Yonif 509/BY Kostrad terus menghadirkan berbagai kegiatan yang mendekatkan TNI dengan masyarakat, membuktikan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan penguatan persatuan.

Euforia pertandingan akan berakhir ketika peluit panjang dibunyikan, namun nilai kebersamaan yang terjalin dalam momen ini diharapkan tetap hidup di tengah masyarakat. Melalui semangat persaudaraan dan sportivitas, Yonif 509/BY Kostrad kembali menegaskan bahwa TNI senantiasa hadir sebagai sahabat rakyat, menjaga persatuan serta merawat kebersamaan dalam setiap kesempatan


|msb