business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

AKBP Aryo Dwi Wibowo: Polri dan Media Tidak Bisa Dipisahkan Demi Kepentingan Masyarakat

BONDOWOSO |masbhabinnews.com 

Wujud nyata kedekatan dan kemitraan strategis antara kepolisian dan insan pers kembali ditunjukkan jajaran Polres Bondowoso. Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke sejumlah kantor perwakilan organisasi media di wilayah Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, didampingi langsung oleh Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., serta para Pejabat utama di lingkungan Polres Bondowoso.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan Kapolres mengunjungi sekretariat dan kantor pengurus organisasi pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso, Asosiasi Jurnalis Independen Bondowoso (AJIB), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bondowoso, dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bondowoso. Kedatangan pimpinan kepolisian ini disambut antusias oleh para ketua, pengurus, dan anggota masing-masing organisasi.

Di hadapan para awak media, Kapolres AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo menyampaikan pernyataan yang mengandung makna mendalam dan visi yang kuat mengenai hubungan antara Polri dan media massa.

"Bagi saya, Polri dan awak media ibarat dua sisi mata uang yang berbeda, namun tidak bisa dipisahkan. Kami bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, sedangkan Bapak/Ibu sekalian bertugas menjaga penerangan informasi dan kebenaran di tengah masyarakat. Tanpa sinergi yang kuat, keduanya tidak akan bisa berjalan maksimal. Silaturahmi ini bukan sekedar kunjungan seremonial, melainkan jembatan hati agar kita saling paham, saling dukung, dan sama-sama bekerja demi Bondowoso yang aman, damai, dan maju. Ingat satu hal: Polri ada dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jadi, jarak antara kami dan masyarakat termasuk rekan-rekan media tidak boleh ada. Kami keluarga besar yang sama-sama menjaga daerah ini," tegas Kapolres Aryo dalam sambutannya yang mendapat sambutan tepuk tangan meriah.

Dalam penjelasannya, Kapolres menekankan bahwa makna silaturahmi yang dilakukan ini jauh melampaui sekadar pertemuan rutin. Silaturahmi, menurutnya, adalah budaya luhur bangsa Indonesia yang bermakna menyambung tali persaudaraan, menghapus jarak, serta menyatukan visi dan misi.

"Silaturahmi artinya menyambung yang putus dan mendekatkan yang jauh. Selama ini mungkin ada pandangan bahwa kepolisian itu kaku atau berjarak. Di bawah kepemimpinan saya, saya ingin mengubah itu semua. Polisi harus hadir, harus dekat, dan harus dikenal. Dengan bersilaturahmi ke tempat rekan-rekan media, saya ingin menyampaikan bahwa pintu Polres Bondowoso selalu terbuka lebar. Begitu pun hati kami, selalu siap mendengar masukan, kritik, maupun saran yang membangun dari rekan-rekan sekalian," jelasnya.

Lebih jauh, ia memandang awak media sebagai mitra strategis utama. Media memiliki peran besar dalam membentuk persepsi masyarakat, menyebarkan informasi yang benar, dan meredam isu yang dapat memecah belah. Oleh karena itu, kedekatan emosional sangat diperlukan agar setiap informasi yang disampaikan kepada publik adalah fakta yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Selama kegiatan berlangsung, terlihat jelas betapa akrab dan lepasnya interaksi AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo dengan para wartawan. Beliau tidak berbicara layaknya seorang atasan kepada bawahan, melainkan layaknya seorang sahabat atau saudara yang sedang berbincang santai namun berbobot.

Sering kali terselip canda dan tawa di sela-sela pembicaraan. Kapolres berkeliling menyapa satu per satu awak media yang hadir, bersalaman dengan senyum tulus, dan mendengarkan langsung aspirasi maupun kendala yang disampaikan para jurnalis saat bertugas di lapangan. Beliau juga berjanji akan terus meningkatkan pelayanan informasi publik dan memastikan bahwa setiap kegiatan kepolisian dapat diketahui masyarakat luas melalui liputan pers.

Gaya kepemimpinan yang ramah, rendah hati, namun tegas dan berwibawa ini membuat sosok Kapolres Aryo dikenal luas sebagai pemimpin yang benar-benar "turun ke bawah". Beliau dikenal tidak segan-segan berbaur dengan elemen masyarakat manapun, mulai dari petani, pedagang, pemuda, hingga insan pers, menunjukkan bahwa Kapolres adalah milik seluruh warga Bondowoso.

Langkah strategis yang diambil AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, khususnya para pimpinan organisasi media. Ketua PWI Bondowoso, dalam sambutan jawabnya, menyebut kedatangan Kapolres dan jajarannya sebagai sebuah kehormatan sekaligus bukti keseriusan Polri dalam membangun komunikasi dua arah yang sehat.

Banyak pihak menilai Kapolres Bondowoso saat ini adalah sosok pemimpin yang visioner, luwes, dan sangat memahami dinamika sosial masyarakat. Di tengah kompleksitas tantangan keamanan dan informasi saat ini, kehadiran pemimpin yang mampu menjembatani kepentingan institusi dengan kebutuhan publik menjadi sangat berharga.

Beliau tidak hanya fokus pada penegakan hukum semata, tetapi juga sangat peduli pada aspek komunikasi, pembinaan, dan pemahaman bersama. Pendekatan humanis yang diterapkan AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo terbukti ampuh menciptakan suasana kondusif, di mana Polri dan media tidak lagi dipandang sebagai dua pihak yang berbeda kepentingan, melainkan satu tim yang sama-sama berjuang menjaga kedaulatan informasi dan ketertiban umum.

Kepemimpinan yang penuh semangat, penuh inovasi, dan selalu mengedepankan kedekatan dengan rakyat ini menjadikan AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo sebagai salah satu Kapolres yang paling disayangi dan dihormati oleh masyarakat Bondowoso. Kehadirannya membawa angin segar, meyakinkan publik bahwa keamanan dan kedamaian di Kabupaten Bondowoso berada di tangan pemimpin yang berkompeten, berintegritas, dan berhati rakyat.

Rangkaian kunjungan kerja ini ditutup dengan sesi foto bersama dan doa bersama agar sinergitas yang terjalin terus kokoh, langgeng, dan membawa manfaat besar bagi kemajuan Kabupaten Bondowoso ke depannya 


|msb

Kapolres Bondowoso Dampingi Panen Raya Jagung Nasional, Dukungan Nyata Menuju Swasembada Pangan

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Semangat memperkuat ketahanan pangan nasional terus digaungkan hingga daerah. Di tengah hamparan lahan jagung Desa Gununganyar, Kecamatan Tapen, jajaran Polres Bondowoso turut ambil bagian dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang terhubung langsung dengan agenda nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

Kegiatan yang digelar Sabtu, 16 Mei 2026 itu dihadiri Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., didampingi Wakapolres Kompol I Gede Suartika, para pejabat utama Polres, jajaran kapolsek, unsur TNI, pemerintah daerah, Bulog, Dinas Pertanian, hingga kelompok tani setempat.

Acara diawali panen jagung simbolis di lahan pertanian Kokebun, Desa Gununganyar, kemudian dilanjutkan mengikuti Zoom Meeting nasional terkait groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional Sentra Pelayanan Pertanian dan Gizi (SPPG) Polri.

Dalam laporannya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Polri telah merealisasikan penanaman jagung seluas 691.112 hektare dengan hasil panen mencapai 3,9 juta ton. Capaian tersebut dinilai mampu mendongkrak produksi jagung nasional hingga 6,74 persen.

Selain mendukung sektor pertanian, Polri juga menghadirkan berbagai inovasi seperti pengolahan limbah tongkol jagung menjadi energi alternatif, pupuk presisi, hingga teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas petani.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan bukan sekedar pendampingan, melainkan bentuk komitmen nyata mendukung kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa.

“Ketahanan pangan adalah kekuatan bangsa. Ketika petani sejahtera dan hasil panen meningkat, maka stabilitas daerah juga akan semakin kuat. Polri hadir untuk mendukung, mengawal, dan memastikan program strategis nasional ini benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Kapolres Bondowoso saat memberikan keterangan kepada awak media masbhbainnews.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama kemandirian bangsa. Ia mengapresiasi sinergi lintas sektor yang melibatkan Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

“Tidak ada negara yang bisa bertahan tanpa sistem produksi pangan yang baik, aman, dan berkelanjutan,” ujar Presiden saat membuka kegiatan nasional tersebut.

Presiden juga meresmikan pembangunan gudang pangan Polri dan operasional SPPG yang ditargetkan mencapai 1.500 titik di seluruh Indonesia pada akhir 2026.

Seluruh rangkaian kegiatan di Bondowoso berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran Polres Bondowoso menjadi bentuk dukungan konkret terhadap program strategis nasional demi memperkuat swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat 

|msb

Duet Spektakuler Dewi Perssik dan Mirabelle Mona Modisto Bikin Alun Alun Jember Bergemuruh

 

JEMBER|masbhabinnews.com

Gemerlap lampu panggung, riuh sorak penonton, dan lautan warga yang memadati Alun Alun Kabupaten Jember menjadi saksi kemeriahan luar biasa Karnaval SCTV 2026. Di tengah euforia ribuan penonton, penampilan pedangdut ternama asal Jember, Dewi Perssik, sukses mencuri perhatian publik lewat aksi panggung penuh energi dan momen duet spesial bersama remaja berbakat, Mirabelle Mona Modisto.

Kehadiran Dewi Perssik pada Sabtu, 16 Mei 2026, menjadi salah satu magnet utama dalam gelaran Karnaval SCTV di Jember. Penyanyi yang akrab disapa Mami Depe itu tampil memukau dengan balutan busana elegan serta penampilan panggung yang penuh karisma. Deretan lagu hits dibawakannya dengan penuh totalitas hingga membuat suasana semakin bergelora.

Tidak hanya bernyanyi di atas panggung, Dewi Perssik juga menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat. Ia beberapa kali turun langsung menyapa warga dan bersalaman dengan penonton di luar pagar pembatas. Momen tersebut langsung disambut antusias ribuan pengunjung yang tak henti mengabadikan penampilan sang artis melalui telepon genggam mereka.

Di hadapan masyarakat Jember, Dewi Perssik juga mengungkapkan rasa cintanya terhadap kota kelahirannya. Dengan penuh haru, ia menyampaikan bahwa dirinya tidak akan berada di titik sekarang tanpa dukungan masyarakat Jember.

“Saya dibesarkan di Kota Jember, ini keluarga besar saya semua. Dewi Perssik bukan siapa siapa tanpa dukungan masyarakat Kabupaten Jember,” ungkapnya disambut tepuk tangan meriah penonton.

Namun, salah satu momen yang paling membekas malam itu hadir ketika Dewi Perssik mengajak Mirabelle Mona Modisto naik ke atas panggung. Remaja berusia 16 tahun yang merupakan siswi kelas 1 MAN 2 Jember itu tampil percaya diri mendampingi idolanya di hadapan ribuan penonton.

Sosok Mirabelle langsung mencuri perhatian publik. Di usia yang masih tergolong sangat muda, ia mampu tampil tenang dengan kualitas vokal yang memukau. Suaranya yang khas, penguasaan panggung yang natural, serta keberaniannya tampil berdampingan dengan artis papan atas membuat banyak penonton memberikan pujian.

Tak sedikit warga yang terpukau melihat penampilan Mirabelle. Banyak yang menilai remaja asal Jember tersebut memiliki potensi besar di dunia tarik suara. Keberaniannya tampil di panggung megah bersama Dewi Perssik menjadi bukti bahwa talenta muda daerah mampu bersinar dan bersaing di industri hiburan nasional.

Dewi Perssik pun terlihat beberapa kali memberikan dukungan dan pujian kepada Mirabelle sepanjang penampilan duet mereka. Keduanya membawakan lagu legendaris “Bintang Pentas” dengan harmonisasi suara yang begitu apik. Perpaduan karakter vokal Dewi Perssik yang kuat dengan suara merdu Mirabelle sukses membuat suasana panggung semakin hidup dan penuh decak kagum.

Penampilan duet tersebut sontak disambut sorakan dan tepuk tangan panjang dari ribuan penonton yang hadir. Banyak warga bahkan menyebut momen itu sebagai salah satu penampilan terbaik dalam rangkaian Karnaval SCTV Jember tahun ini.

Kehadiran Dewi Perssik dan penampilan memikat Mirabelle Mona Modisto menjadi kombinasi sempurna yang membuat suasana Karnaval SCTV semakin semarak. Selain menghadirkan hiburan spektakuler, acara ini juga menjadi ruang bagi generasi muda berbakat daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung nasional.

Karnaval SCTV sendiri berlangsung meriah selama dua hari, mulai 16 hingga 17 Mei 2026, dengan menghadirkan sederet artis ternama ibu kota, hiburan rakyat, hingga stan UMKM yang turut memeriahkan suasana Kota Jember.

Malam itu, Jember tidak hanya menjadi panggung hiburan semata. Lebih dari itu, ribuan warga menyaksikan lahirnya momen istimewa ketika seorang bintang besar memberi ruang bagi talenta muda untuk bersinar. Dari panggung megah Karnaval SCTV, nama Mirabelle Mona Modisto pun mulai dikenal dan mendapat tempat di hati banyak penonton.


|msb

Aksi Mulia Dewi Perssik Jelang Idul Adha Viral, Borong Sapi Jumbo untuk Kurban di Empat Kota

 

Jakarta |masbhabinnesw.com

Di tengah gemerlap dunia hiburan yang identik dengan popularitas dan kemewahan, muncul sebuah aksi yang menyentuh hati masyarakat. Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, pedangdut ternama Dewi Perssik kembali mencuri perhatian publik, bukan karena sensasi panggung, melainkan kepeduliannya terhadap sesama melalui ibadah kurban dalam jumlah besar yang langsung viral di berbagai media sosial.

Artis yang akrab disapa Depe itu diketahui memborong sapi kurban berukuran jumbo untuk disalurkan ke empat kota sekaligus, yakni Jakarta, Sukabumi, Jember, dan Malang. Langkah tersebut sontak menuai pujian dari masyarakat karena dinilai mencerminkan rasa syukur sekaligus kepedulian sosial yang tinggi.

Tidak tanggung tanggung, khusus untuk wilayah Jakarta, Dewi Perssik menyiapkan dua ekor sapi raksasa dengan bobot masing masing mencapai sekitar 1,2 ton. Total berat keduanya mencapai 2,4 ton, ukuran fantastis yang jarang ditemukan dan langsung menjadi sorotan warga.

“Sudah kita siapkan. Di Jakarta ada dua sapi, masing masing 1,2 ton. Jadi totalnya 2,4 ton, insyaAllah cukup untuk dibagikan kepada banyak warga,” ujar Dewi Perssik saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026).

Menurut Dewi, ibadah kurban yang ia lakukan tahun ini menjadi bentuk rasa syukur atas rezeki dan kelancaran hidup yang masih diberikan Tuhan kepadanya. Ia ingin keberkahan Idul Adha dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.

“Alhamdulillah rezeki masih diberikan kelancaran. Saya ingin berbagi lebih banyak supaya manfaatnya benar benar dirasakan masyarakat,” tuturnya penuh haru.

Dalam ajaran Islam, kurban memiliki makna mendalam sebagai simbol ketakwaan dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah SWT. Ibadah ini meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan apa yang paling dicintainya demi menjalankan perintah Allah. Dari peristiwa tersebut, umat Islam diajarkan tentang arti pengorbanan, kepatuhan, serta pentingnya berbagi kebahagiaan dengan sesama manusia.

Karena itulah, momen Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi pengingat bahwa harta dan rezeki yang dimiliki sejatinya memiliki hak untuk dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Aksi sosial Dewi Perssik ini pun langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai platform digital. Banyak warganet dan penggemar memberikan apresiasi atas ketulusan sang artis yang dinilai konsisten berbagi setiap momentum hari besar keagamaan.

Rencananya, seluruh hewan kurban tersebut akan disembelih tepat pada Hari Raya Idul Adha dan dagingnya dibagikan secara merata kepada masyarakat di empat kota tujuan. Bagi Dewi Perssik, langkah itu bukan sekedar tradisi tahunan, melainkan bentuk pengabdian, rasa syukur, dan upaya menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

Di balik besarnya sapi kurban yang menjadi viral, tersimpan pesan moral yang jauh lebih besar tentang arti ketulusan dan kepedulian. Sebab pada akhirnya, kemuliaan kurban bukan diukur dari seberapa besar hewan yang disembelih, melainkan dari seberapa ikhlas hati seseorang saat berbagi kepada sesama.


|msb

Kapolres Bondowoso Pastikan Keamanan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Lima Gereja Disterilisasi Sejak Dini Hari

Bondowoso |masbhabinnews.com

Suasana aman dan penuh ketenangan menyelimuti sejumlah gereja di Kabupaten Bondowoso menjelang perayaan Kenaikan Yesus Kristus. Sejak dini hari, jajaran Polres Bondowoso bergerak melakukan sterilisasi menyeluruh di berbagai rumah ibadah sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan umat Kristiani saat menjalankan ibadah suci.

Kegiatan sterilisasi dilaksanakan pada Kamis (14/5/2026) mulai pukul 05.30 WIB hingga selesai. Langkah preventif tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya potensi gangguan keamanan.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M menegaskan bahwa pengamanan rumah ibadah merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat, sekaligus menjaga harmonisasi dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Bondowoso.

Sebanyak lima gereja menjadi sasaran pemeriksaan, yakni GPdI Bethel di Jalan RE Martadinata, GBI Mojopahit di Jalan Kolonel Sugiono, GPdI Victory Tamansari, GKJW Bondowoso, serta GPIB Immanuel di Jalan Letnan Sudiono. Pemeriksaan dilakukan secara detail mulai area dalam gereja, halaman, hingga akses keluar masuk jemaat.

Tim sterilisasi dipimpin langsung oleh AKP Wiliam Yustaf, S.H., bersama personel gabungan yang telah berpengalaman di bidang pengamanan dan deteksi dini. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penyisiran menyeluruh untuk mengantisipasi adanya benda mencurigakan, barang berbahaya, maupun bahan peledak yang berpotensi mengganggu jalannya ibadah.

AKP Wiliam Yustaf saat memberikan keterangan kepada awak media masbhabinnews mengatakan bahwa kegiatan sterilisasi dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polres Bondowoso dalam menjamin keamanan seluruh umat yang akan melaksanakan ibadah Kenaikan Yesus Kristus.

“Kami memastikan seluruh lokasi gereja yang digunakan untuk ibadah dalam kondisi aman dan steril. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan benda mencurigakan maupun bahan berbahaya. Kami berharap umat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” ujar AKP Wiliam Yustaf.

Dari hasil pengecekan di seluruh lokasi, petugas memastikan tidak ditemukan benda berbahaya ataupun barang terlarang. Seluruh gereja dinyatakan aman dan siap digunakan untuk pelaksanaan ibadah.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kepercayaan. Polres Bondowoso terus berkomitmen menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Dengan pengamanan dan sterilisasi yang dilakukan secara maksimal, diharapkan umat Kristiani dapat menjalankan perayaan Kenaikan Yesus Kristus dengan penuh rasa damai, nyaman, dan khidmat, sementara situasi keamanan di wilayah Bondowoso tetap terjaga kondusif


 |msb