business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

Deg Degan Setelah 20 Tahun, Dewi Perssik Ungkap Perasaannya Saat Kembali Berakting

 

Dewi Perssik dan Suara Hati, pertemuan antara musik, akting, dan kisah kehidupan (foto: dok. abadi)

JAKARTA |masbhabinnews.com

Setelah hampir dua dekade lebih menempatkan musik sebagai panggung utama perjalanan kariernya, Dewi Perssik kembali menapaki dunia seni peran. Kali ini, penyanyi dangdut tersebut hadir sebagai pemeran utama dalam serial drama musikal Suara Hati, produksi MD Entertainment yang memadukan kisah keluarga, pergulatan emosional, dan denyut kehidupan panggung dangdut.

Dewi Perssik, sosok seniman dengan karakter kuat dan energi panggung yang tak pernah padam (foto:dok.abadi)

Serial tersebut diperkenalkan kepada publik melalui jumpa pers di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Oktober 2026. Suara Hati dijadwalkan tayang perdana melalui Netflix pada 9 Oktober 2026, sebelum hadir di MDTV setiap Sabtu dan Minggu pukul 20.00 WIB mulai 10 Oktober 2026.

Dalam serial itu, Dewi Perssik dipercaya memerankan Melodi, seorang penyanyi dangdut sekaligus ibu dari dua anak perempuan. Tokoh tersebut digambarkan berada di tengah persimpangan kehidupan keluarga dan karier, menghadapi berbagai persoalan yang menguji keteguhan hati, relasi keluarga, serta perjalanan profesionalnya di industri hiburan.

Kisah Melodi dibangun dengan menjadikan kehidupan pribadi dan panggung musik sebagai dua ruang yang saling berkelindan. Konflik keluarga tidak hanya menjadi latar, tetapi turut membentuk perjalanan emosional karakter utama dalam mengejar impian sekaligus mempertahankan kehidupan yang telah dibangunnya.

Bagi Dewi Perssik, proyek tersebut memiliki arti tersendiri. Suara Hati menjadi momentum reuni dengan MD Entertainment, rumah produksi yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan awal karier aktingnya melalui sinetron Mimpi Manis pada 2006.

Kembali berhadapan dengan kamera setelah rentang waktu yang panjang ternyata menghadirkan perasaan campur aduk bagi Dewi. Ia mengaku sempat merasakan kegugupan ketika harus kembali menjalani proses akting.

“Saya agak nervous, jujur. Grogi. Saya bilang tadi sama Bapak, ‘Aduh, Pak, kok saya deg-degan ya?’ Karena memang saya kembali lagi setelah 20 tahun bersama Mimpi Manis,” ujar Dewi Perssik.

Kehadiran Dewi dalam proyek tersebut juga mendapat perhatian khusus dari Produser MD Entertainment, Manoj Punjabi. Menurutnya, Suara Hati telah dipersiapkan melalui proses pengembangan selama dua hingga tiga tahun. Dewi dinilai memiliki kombinasi kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan karakter utama.

Tidak hanya mengandalkan kemampuan akting dan vokal, serial tersebut menuntut kesiapan fisik para pemain. Sejumlah adegan pertunjukan dirancang dengan teknik aerial silk dan pole dance, sehingga para pemeran harus menjalani tantangan fisik sekaligus menjaga kualitas penampilan di depan kamera.

Bagi Dewi, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab yang ingin dijawab melalui karya. Ia berharap kehadirannya kembali di dunia seni peran dapat diterima masyarakat sekaligus memberikan pengalaman tontonan yang memiliki kedalaman cerita.

Dengan total 60 episode, Suara Hati menjadi babak baru bagi Dewi Perssik dalam memperluas kembali ruang ekspresinya di dunia akting. Serial ini tidak hanya menawarkan musik dangdut sebagai elemen hiburan, tetapi juga membawa kisah tentang keluarga, ambisi, pergulatan batin, dan pilihan hidup ke dalam sebuah narasi yang lebih luas.

Kembalinya Dewi Perssik ke layar kaca akhirnya bukan hanya tentang bertemunya kembali seorang bintang dengan kamera. Lebih dari itu, Suara Hati menjadi ruang bagi perjalanan lama dan pengalaman baru untuk bertemu, menghadirkan Dewi dalam warna berbeda di tengah dinamika industri hiburan Indonesia yang terus berkembang.


|msb

Prabowo Tetapkan Estafet Baru Polri, Suyudi Ario Seto Resmi Gantikan Listyo Sigit

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama KSP Listyo Sigit Prabowo (Lucky)

JAKARTA |masbhabinnews.com

Pergantian kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia memasuki babak baru. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri sekaligus dimulainya kepemimpinan Suyudi dalam mengarahkan institusi Polri menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat yang terus berkembang.

Sebelum sampai pada prosesi pelantikan di Istana, pergantian pucuk pimpinan Polri telah melalui mekanisme konstitusional di parlemen. Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Persetujuan tersebut diambil secara aklamasi dalam rapat Komisi III DPR RI. Selanjutnya, Rapat Paripurna DPR RI menyetujui pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri sekaligus pemberhentian dengan hormat Listyo Sigit dari jabatan tersebut.

Rangkaian proses itu berlangsung dalam waktu relatif singkat. Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya menyampaikan bahwa keputusan segera diteruskan kepada Presiden agar proses pergantian kepemimpinan tidak menimbulkan kekosongan jabatan Kapolri.

Pergantian tersebut bermula dari surat Presiden Prabowo Subianto kepada DPR RI tertanggal 30 September 2026 mengenai usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri. Surat itu menjadi dasar bagi parlemen untuk menjalankan tahapan konstitusional sebelum keputusan pengangkatan ditetapkan.

Listyo Sigit Mengemban Tugas Baru di Lingkar Kepresidenan

Seiring dengan perubahan pucuk pimpinan Polri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mendapat penugasan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.

Perpindahan tugas tersebut menempatkan Listyo Sigit pada posisi strategis dalam lingkungan Istana Kepresidenan. Sebelumnya, Listyo menyampaikan bahwa penugasan tersebut merupakan bentuk kehormatan sekaligus kesempatan untuk kembali memberikan pengabdian dalam kapasitas berbeda.

Perubahan jabatan ini memperlihatkan adanya penataan sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan pada saat yang bersamaan. Selain pergantian Kapolri dan Kepala Staf Kepresidenan, sejumlah pejabat lain juga masuk dalam agenda pelantikan Presiden pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Salah satu nama yang turut mendapat penugasan baru ialah Komjen Pol. Karyoto yang dilantik sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kepemimpinan Baru Polri

Dengan dilantiknya Suyudi Ario Seto, estafet kepemimpinan Korps Bhayangkara resmi berpindah. Dari seorang jenderal yang sebelumnya memimpin institusi kepolisian nasional, tongkat komando kini berada di tangan Suyudi.

Perubahan tersebut tidak hanya memiliki arti administratif, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika kelembagaan negara yang menempatkan Polri sebagai salah satu institusi strategis dalam menjaga keamanan, penegakan hukum, pelayanan masyarakat, serta pemeliharaan ketertiban nasional.

Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana kepemimpinan baru Suyudi Ario Seto akan menerjemahkan mandat tersebut ke dalam kebijakan, tata kelola organisasi, serta pelayanan kepolisian yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Pada saat yang sama, Listyo Sigit memulai babak pengabdian baru dari Kantor Staf Kepresidenan. Dua pergantian tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian penataan jabatan strategis negara yang berlangsung pada awal Oktober 2026.

Estafet kepemimpinan telah berganti, tetapi mandat pengabdian tetap berada pada garis yang sama: memastikan negara hadir melalui institusi yang bekerja dengan tanggung jawab, keteguhan, dan orientasi pelayanan kepada masyarakat.


|Lucky

Kapolres Aryo Bawa Harapan di Tengah Kemarau, Masyarakat Bondowoso Sampaikan Apresiasi Mendalam

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Di tengah musim kemarau yang membuat sebagian warga harus menghadapi keterbatasan air bersih, kehadiran menjadi bentuk kepedulian yang paling nyata. Bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh kebutuhan dasar, bantuan air bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan sehari hari, tetapi juga tentang hadirnya perhatian di tengah kondisi yang tidak mudah.

Semangat itulah yang diwujudkan Polres Bondowoso melalui penyaluran bantuan air bersih kepada warga Dusun Nyambungan, Desa Kemuningan, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, Rabu, 30 September 2026.

Kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Propam Polri ke 24 tahun 2026. Penyaluran dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., bersama Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., serta para pejabat utama Polres Bondowoso.

Dengan menggunakan mobil tangki, personel Polres Bondowoso mendistribusikan air bersih langsung ke kawasan permukiman warga. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus mengurangi beban warga dalam memperoleh air untuk keperluan sehari hari.

Kedatangan rombongan Polres Bondowoso mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga terlihat antusias mengambil air bersih yang telah disiapkan, sementara interaksi antara personel kepolisian dan masyarakat berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, persoalan air bersih merupakan kebutuhan fundamental yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Karena itu, kepolisian perlu menerjemahkan semangat pengabdian melalui tindakan konkret yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Ketika masyarakat menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, kehadiran Polri harus diwujudkan melalui langkah nyata yang mampu memberikan manfaat secara langsung. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami sekaligus bagian dari komitmen Polres Bondowoso untuk senantiasa hadir, mendengar dan merespons kebutuhan masyarakat dengan tindakan yang humanis serta berorientasi pada kemanfaatan,” ujar AKBP Aryo.

Menurutnya, keberadaan Polri di tengah masyarakat tidak semata diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Dalam situasi tertentu, pengabdian juga harus hadir melalui kepedulian sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar.

“Pengabdian kepolisian memiliki dimensi yang luas. Menjaga keamanan merupakan bagian dari tanggung jawab kami, namun membangun kepedulian dan memberikan bantuan kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi kesulitan juga merupakan bagian penting dari keberadaan Polri. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi benar benar memberikan arti bagi masyarakat,” tegasnya.

Warga Sampaikan Terima Kasih

Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Dusun Nyambungan. Warga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Bondowoso beserta seluruh jajaran yang telah datang secara langsung dan memberikan bantuan di tengah kondisi kekeringan.

Salah seorang warga mengungkapkan bahwa bantuan air bersih tersebut sangat berarti bagi masyarakat. Kehadiran Kapolres bersama jajaran juga dinilai menunjukkan perhatian kepolisian terhadap persoalan yang dihadapi warga di tingkat paling bawah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolres Bondowoso dan seluruh jajaran yang sudah peduli dan datang langsung memberikan air bersih kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama saat air sulit diperoleh. Semoga kebaikan dan kepedulian seluruh jajaran Polres Bondowoso mendapat balasan terbaik serta menjadi keberkahan bagi semuanya,” ungkap warga.

Bagi masyarakat, kehadiran Kapolres dan jajarannya secara langsung memberikan kesan tersendiri. Bantuan yang diberikan tidak hanya menghadirkan air untuk kebutuhan sehari hari, tetapi juga memperlihatkan kedekatan antara institusi kepolisian dengan masyarakat yang dilayaninya.

Polres Bondowoso memastikan kepedulian terhadap masyarakat akan terus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian. Berbagai bentuk pelayanan sosial diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat antara polisi dan masyarakat.

Pada akhirnya, bantuan air bersih itu bukan hanya mengalir dari sebuah mobil tangki menuju wadah warga. Di dalamnya terdapat pesan tentang pengabdian: bahwa ketika masyarakat menghadapi kesulitan, kehadiran yang tulus, tindakan yang nyata dan kepedulian yang diberikan dengan hati mampu menjadi sumber kekuatan sekaligus menghadirkan harapan di tengah kemarau.


|msb

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo Perkuat Sinergi TNI Polri Lewat Karya Bakti HUT TNI Ke 81

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Pengabdian kepada negeri tidak selalu diwujudkan melalui tugas besar yang mendapat sorotan publik. Di tengah kehidupan masyarakat, kepedulian justru kerap menemukan maknanya melalui tindakan nyata yang dikerjakan bersama. Semangat itulah yang mewarnai karya bakti dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke 81 Tentara Nasional Indonesia di kawasan Pasar Nangka'an, Bondowoso, Selasa (29/9/2026).

Sebanyak 25 personel gabungan Polres Bondowoso bersama jajaran Polsek bersinergi dengan unsur TNI dan Pegawai Negeri Sipil melaksanakan kerja bakti untuk membenahi sekaligus menata lingkungan di sekitar pasar.

Kegiatan tersebut menyasar sejumlah titik yang membutuhkan perhatian, terutama aliran sungai yang dipenuhi endapan lumpur dan sampah. Personel bersama unsur terkait juga membersihkan rumput liar di sepanjang tepian jalan dan saluran air serta menata area lingkungan pasar.

Langkah tersebut memiliki arti lebih luas daripada kegiatan kebersihan semata. Pembersihan saluran air dilakukan untuk mengembalikan fungsi aliran secara optimal sekaligus mengantisipasi potensi genangan dan banjir ketika intensitas hujan meningkat. Pada saat yang sama, lingkungan pasar yang lebih bersih diharapkan memberikan rasa nyaman bagi pedagang, pengunjung, maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Bhabinkamtibmas Polsek Curahdami, Aiptu Ahmad Abadi, S.H., mengatakan karya bakti tersebut merupakan cerminan bahwa pengabdian aparat negara memiliki ruang yang luas, termasuk dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa semangat pengabdian tidak hanya terwujud dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir dalam merawat lingkungan tempat kita tinggal. Hari ini kita bergotong royong membersihkan sungai dan pasar. Yang kita lakukan bukan hanya mengangkat sampah atau membersihkan rumput, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara TNI, Polri dan masyarakat merupakan modal sosial yang penting dalam membangun daerah. Kebersamaan yang tumbuh dari kerja nyata dinilai mampu memperkuat kepedulian sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

“Sinergi antara TNI, Polri dan masyarakat adalah kekuatan besar untuk membangun Bondowoso yang lebih baik. Satu tenaga mungkin memiliki keterbatasan, tetapi ketika kita bergandengan tangan, berbagai hambatan dapat kita ubah menjadi harapan,” sambung Aiptu Ahmad Abadi.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa peringatan HUT TNI ke 81 menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian sekaligus memperkokoh sinergitas antarlembaga.

Menurut Kapolres, keberadaan aparat negara di tengah masyarakat tidak berhenti pada aspek keamanan dan ketertiban. Kepedulian terhadap kondisi lingkungan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kehidupan yang sehat, nyaman dan berkelanjutan.

“Peringatan HUT TNI ke 81 bukan hanya tentang bertambahnya usia institusi, tetapi menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen sebagai abdi negara. Kita harus selalu hadir, peduli dan bergerak bersama masyarakat,” tutur AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Ia menambahkan, karya bakti tersebut memperlihatkan bahwa sinergitas TNI dan Polri dapat diterjemahkan melalui tindakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Keamanan dan kenyamanan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan di sekitarnya. Karena itu, semangat gotong royong seperti ini harus terus dipelihara dan berkembang menjadi budaya bersama di tengah masyarakat Bondowoso. Bersama kita wujudkan lingkungan yang bersih, kehidupan yang nyaman dan masyarakat yang semakin sejahtera,” tegasnya.

Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan wajah pengabdian yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Seragam dan institusi melebur dalam satu pekerjaan, sementara kepentingan bersama menjadi titik temu seluruh pihak yang terlibat.

Usai kegiatan, sejumlah lokasi sasaran tampak lebih bersih dan tertata. Lebih dari perubahan kondisi fisik lingkungan, karya bakti tersebut diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif agar masyarakat turut menjaga kebersihan, merawat saluran air dan membangun budaya peduli lingkungan secara berkesinambungan.

Pada akhirnya, peringatan HUT TNI ke 81 di Bondowoso menemukan maknanya melalui kerja nyata. Sebab, pengabdian kepada bangsa tidak hanya tercermin dari besarnya tugas yang diemban, tetapi juga dari kesediaan untuk hadir, bekerja bersama dan memberi manfaat bagi lingkungan serta masyarakat.


|Luky

Dari Curahdami untuk Sesama, Ny Lena Muktamar Wujudkan Semangat Bhayangkari Peduli

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Kepedulian menemukan maknanya ketika hadir langsung di tengah kehidupan masyarakat. Bukan hanya tentang bantuan yang diserahkan, tetapi tentang perhatian yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan, melalui kehadiran yang tulus dan sentuhan kemanusiaan.

Semangat tersebut diwujudkan Ketua Bhayangkari Ranting Curahdami, Ny Lena Muktamar, saat menyambangi dua warga di Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 74 melalui program Bhayangkari Peduli.

Ny Lena Muktamar bersama pengurus Bhayangkari Ranting Curahdami hadir secara langsung untuk menyerahkan bantuan sosial kepada Bu Misjo dan Pak Tosan, warga kawasan Selatan Sungai, RT 2 RW 1, Desa Kupang.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan beras seberat 5 kilogram. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari hari sekaligus menjadi bentuk perhatian Bhayangkari terhadap kondisi masyarakat di lingkungan sekitar.

Mengubah Kepedulian Menjadi Tindakan

Bagi Ny Lena Muktamar, Bhayangkari Peduli memiliki makna yang lebih luas daripada sebuah agenda sosial. Program tersebut menjadi ruang untuk membangun hubungan kemanusiaan sekaligus menerjemahkan semangat kebersamaan dalam tindakan nyata.

“Bhayangkari Peduli bagi kami adalah bentuk kepekaan terhadap kehidupan masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan perhatian, kami ingin hadir dan berbagi sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Ny Lena Muktamar.

Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan semata dilihat dari nilai materi, tetapi dari pesan sosial yang menyertainya.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima. Yang lebih penting, semoga kehadiran kami dapat menghadirkan rasa diperhatikan dan menjadi bagian dari semangat untuk saling menguatkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan nilai yang perlu terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat. Hubungan yang dekat antara Bhayangkari dan masyarakat diharapkan dapat membangun suasana sosial yang lebih hangat serta memperkuat semangat gotong royong.

Polsek Curahdami Berikan Pendampingan

Kegiatan sosial tersebut mendapat pengamanan dan pendampingan dari jajaran Polsek Curahdami di bawah kepemimpinan Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan rangkaian kegiatan berjalan tertib sekaligus menjadi bagian dari kehadiran Polri dalam mendukung kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

AKP Muktamar mengatakan, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan keamanan. Membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat juga menjadi bagian dari pengabdian. Ketika institusi hadir bersama masyarakat dalam suasana sosial seperti ini, hubungan yang terbangun akan semakin kuat,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara Bhayangkari dan Polri dalam menghadirkan kepedulian sosial di tingkat masyarakat.

Bagi Bu Misjo dan Pak Tosan, kunjungan Ny Lena Muktamar bersama pengurus Bhayangkari Ranting Curahdami menjadi perhatian yang memiliki arti tersendiri. Bantuan kebutuhan pokok yang diterima diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan keluarga.

Lebih dari penyerahan bantuan, pertemuan itu menjadi ruang sederhana untuk membangun komunikasi dan menghadirkan rasa kebersamaan.

Dari Desa Kupang, Bhayangkari Peduli kembali menunjukkan bahwa pengabdian dapat tumbuh dari langkah yang sederhana. Sebab, terkadang yang paling berarti bukan seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan ketulusan untuk datang, menyapa dan memastikan masyarakat merasa tidak berjalan sendirian.


|msb