business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

Dari Pesantren Untuk Negeri, Kapolres Pasuruan Perkuat Sinergi Dengan Ulama

Pasuruan|masbhabinnews.com

Pendekatan humanis kembali ditunjukkan Polres Pasuruan melalui silaturahmi hangat bersama ulama sebagai pilar menjaga stabilitas masyarakat.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Murtasyidin di Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan ini bertujuan mempererat kemitraan dengan alim ulama dan tokoh agama dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Kapolres didampingi jajaran pejabat utama dan disambut langsung oleh pengasuh pondok pesantren, Gus Hamid.

Dalam keterangannya, Kapolres Pasuruan menegaskan bahwa silaturahmi menjadi langkah strategis membangun komunikasi yang harmonis antara kepolisian dan kalangan pesantren.

“Silaturahmi ini merupakan upaya mempererat hubungan dan membangun komunikasi yang efektif dengan para ulama. Kami berharap sinergi ini mampu memperkuat kondusivitas wilayah serta menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat,” ujarnya.

Gus Hamid Pengasuh Pondok Pesantren Al-Murtasyidin Pasuruan, mengapresiasi kunjungan tersebut dan menilai langkah Polres Pasuruan sebagai bentuk nyata kedekatan dengan pesantren. Keduanya juga membahas pentingnya edukasi masyarakat dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial.

Sosok Kapolres Pasuruan, yang memiliki latar belakang darah Madura, menunjukkan keteladanan dalam menjunjung tinggi nilai takzim kepada ulama. Budaya Madura dikenal kuat dalam memuliakan ulama sebagai figur sentral yang dihormati dan dijadikan rujukan dalam kehidupan.

Sikap santun, penghormatan mendalam, serta konsistensi dalam menjaga silaturahmi dengan para ulama menjadi cerminan nilai luhur tersebut.

Hal ini tidak hanya memperkuat hubungan personal, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Langkah ini patut diapresiasi sebagai wujud kepemimpinan yang mengedepankan nilai budaya dan spiritual dalam menjaga harmoni sosial. Kedekatan dengan ulama menjadi kekuatan moral yang mampu memperkokoh stabilitas keamanan secara berkelanjutan.

Silaturahmi yang terjalin menjadi bukti bahwa kekuatan keamanan tidak hanya dibangun melalui kewenangan, melainkan juga melalui ketulusan, penghormatan, dan kebersamaan dalam merawat nilai nilai luhur demi terciptanya masyarakat yang damai dan berkeadaban.

Hal ini tidak hanya memperkuat hubungan personal, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


|Abad⁷⁷


Jaga Performa dan Profesionalisme, Biddokkes Polda Jatim Gelar Rikes Berkala di Polres Bondowoso

 

Bondowoso|masbhbainnews.com

Di tengah tuntutan tugas yang semakin kompleks, kesehatan menjadi fondasi utama bagi setiap anggota Polri. Komitmen menjaga kesiapan fisik dan mental personel kembali ditegaskan melalui kegiatan Pemeriksaan Kesehatan (Rikes) Berkala Zona 7 Tahun 2026 yang digelar oleh Biddokkes Polda Jawa Timur di Polres Bondowoso, Jumat 10 April 2026.

Bertempat di Gedung Endra Dharmalaksana, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo., S.H., S.I.K., M.M. serta diikuti para Pejabat Utama dan seluruh personel Polres Bondowoso dengan penuh disiplin.

Rikes berkala merupakan program strategis Biddokkes Polda Jatim dalam memastikan setiap personel berada dalam kondisi prima. Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh oleh tim medis profesional di bawah koordinasi Kombes Pol Dr dr Wahono Edhi Prastowo, mencakup berbagai aspek kesehatan guna mendeteksi dini potensi gangguan medis.

Kapolres Bondowoso menegaskan bahwa kesehatan bukan sekedar kebutuhan pribadi, melainkan bagian integral dari profesionalisme anggota Polri.

“Fisik yang prima adalah kunci utama dalam menjalankan tugas secara optimal. Kesehatan personel bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya dengan penuh semangat.

Ia juga menambahkan, kesadaran menjaga kesehatan harus menjadi budaya di lingkungan Polri, seiring dengan meningkatnya tantangan tugas di lapangan.

Pelaksanaan Rikes berkala ini memiliki sejumlah manfaat penting, di antaranya:

Mendeteksi dini kondisi kesehatan personel, Menjaga kebugaran fisik dan stabilitas mental, meningkatkan kesiapsiagaan dalam pelaksanaan tugas, mencegah risiko penyakit yang dapat mengganggu kinerja, mendukung terciptanya pelayanan publik yang maksimal.

Adapun tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh anggota Polri tetap sehat, tangguh, dan siap menghadapi dinamika tugas dengan profesionalisme tinggi.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan tertib, lancar, dan sesuai prosedur. Antusiasme personel terlihat dari kedisiplinan dalam mengikuti setiap tahapan pemeriksaan.

Melalui Rikes berkala ini, Polres Bondowoso menunjukkan bahwa pengabdian terbaik lahir dari tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat. Dengan kesehatan yang terjaga, setiap langkah pengabdian akan semakin pasti, menghadirkan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat|msb

Hangat dan Penuh Makna, Halal Bihalal Bintara PK Kodim 0822 Bondowoso Perkuat Soliditas Lintas Generasi

 

Bondowoso|masbhabinnews.com

Kebersamaan yang terjalin dalam suasana hangat menjadi energi baru bagi prajurit, memperkokoh soliditas serta semangat pengabdian di tengah momentum pasca-Idulfitri.

Nuansa keakraban dan kekeluargaan begitu terasa dalam kegiatan halal bihalal dan silaturahmi keluarga besar Bintara Prajurit Karier Kodim 0822 Bondowoso yang digelar di Orila Cafe & Resto, Jalan Ahmad Yani, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 65 personel ini menjadi ruang temu lintas generasi, mempererat hubungan antara anggota senior dan junior dalam balutan suasana penuh kebersamaan. Momen saling bersalaman, berbagi cerita, hingga bertukar pengalaman memperkuat ikatan emosional yang selama ini menjadi fondasi dalam pelaksanaan tugas kedinasan.

Ketua Umum Bintara PK Kodim 0822 Bondowoso, Peltu Untung Subagyo, yang juga menjabat sebagai Dan Subramil Sumberwringin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang sarat makna. Halal bihalal tidak sekadar menjadi tradisi, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan satuan.

Ia menegaskan, kekompakan antaranggota menjadi modal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok. Dengan hubungan yang harmonis, seluruh prajurit diharapkan mampu menjaga sinergi dan memberikan kontribusi terbaik bagi TNI Angkatan Darat, khususnya di wilayah Kodim 0822 Bondowoso.

Selain ramah tamah, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi santai yang membuka ruang bertukar gagasan dan pengalaman. Interaksi yang terbangun secara alami tersebut dinilai efektif dalam menjaga tradisi kebersamaan sekaligus memperkuat soliditas internal.

Melalui kebersamaan yang terjalin erat, halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga penguat komitmen untuk terus menjaga kekompakan dan profesionalisme dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.


|Abad⁷⁷

Sinergi Tiga Pilar Penegak Hukum, Polres Bondowoso Bersama Kejari Gelar Pemusnahan Barang Bukti Inkrah

Bondowoso|masbhabinnews.com

Komitmen penegakan hukum yang transparan dan berintegritas kembali ditegaskan melalui pemusnahan barang bukti perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa proses hukum tidak berhenti di putusan, tetapi berlanjut hingga tahap akhir yang akuntabel.

Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., tiba di Kejaksaan Negeri Bondowoso untuk menghadiri pemusnahan barang bukti perkara inkrah (Foto:Dok.Abadi)
Kegiatan pemusnahan digelar pada Rabu, 8 April 2026, di halaman Kejaksaan Negeri Bondowoso, mulai pukul 10.00 WIB. Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penanganan perkara sepanjang Januari hingga April 2026 yang telah memiliki putusan pengadilan inkrah.

Polres Bondowoso bersama Kejaksaan Negeri Bondowoso memimpin langsung kegiatan ini dengan melibatkan berbagai unsur penegak hukum dan instansi terkait. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, perwakilan Pengadilan Negeri, Lapas Kelas IIB Bondowoso, Dinas Kesehatan, serta jajaran pejabat utama Polres Bondowoso.

Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Bondowoso, menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian penting dari rangkaian penegakan hukum yang tidak dapat diabaikan.

“Pemusnahan ini bukan sekedar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata akuntabilitas penegakan hukum. Setiap barang bukti yang telah inkrah wajib diselesaikan secara tuntas sebagai wujud kepastian hukum dan perlindungan terhadap masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antar lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Kolaborasi yang solid antara Polri, Kejaksaan, Pengadilan, dan instansi terkait mencerminkan keseriusan negara dalam menghadirkan keadilan. Ini bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga penjagaan kepercayaan publik,” kata Kompol Gede Suartika dalam pernyataan yang tegas dan berimbang.

Pemusnahan barang bukti memiliki makna strategis dalam sistem peradilan pidana. Selain menghindari penyalahgunaan barang bukti, langkah ini memastikan bahwa seluruh proses hukum telah selesai secara utuh dan final. Tindakan tersebut juga menjadi bentuk kepastian hukum, sekaligus menunjukkan bahwa negara hadir dalam menegakkan aturan secara konsisten dan transparan.

Lebih dari itu, pemusnahan menjadi simbol bahwa setiap pelanggaran hukum telah diproses secara adil, serta memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana.

Kegiatan berlangsung kondusif, mencerminkan sinergi yang kuat antar penegak hukum di Kabupaten Bondowoso. Kehadiran lintas instansi mempertegas bahwa penegakan hukum merupakan tanggung jawab bersama, bukan kerja satu lembaga semata.

Dengan dilaksanakannya pemusnahan barang bukti ini, aparat penegak hukum di Bondowoso kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga supremasi hukum. Langkah tegas ini menjadi pesan jelas bahwa setiap perkara ditangani hingga tuntas, demi menghadirkan keadilan yang pasti, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.


|Abad⁷⁷

Duka Mendalam Polri, Ulama Kharismatik KH Ubaidilah Nur Kholil Berpulang

Bondowoso|masbhabinnews.com

Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Kholil, Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami. Kepergian KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan santri, tetapi juga bagi masyarakat luas yang selama ini mengenal beliau sebagai sosok ulama kharismatik dan mitra strategis kepolisian.

Ribuan pelayat tumpah ruah mengantar kepergian almarhum, menghadirkan lautan manusia dalam suasana duka yang khidmat. Setiap langkah menjadi saksi betapa besar cinta dan penghormatan yang mengiringi perjalanan terakhirnya (Foto:Dok.Abadi)
KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil wafat pada Selasa, 7 April 2026, sekitar pukul 15.00 WIB di RSUD dr. Kusnadi Bondowoso setelah menjalani perawatan akibat sakit. Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang kehadiran berbagai elemen masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir.

Tanpa lelah, sinergi Polri mengawal dan mengatur arus lalu lintas sejak sore hingga prosesi pemakaman usai, memastikan setiap rangkaian berjalan tertib, aman, dan penuh khidmat (Foto:Dok.Abadi)
Jajaran Polsek Curahdami bergerak cepat melakukan pengamanan dan pengaturan jalannya takziah. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB berlangsung tertib dengan pengaturan lalu lintas serta rekayasa arus kendaraan di sekitar lokasi pondok pesantren guna memastikan kenyamanan para pelayat.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus penghormatan kepada almarhum yang memiliki kedekatan dengan institusi kepolisian.

“Atas nama Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, SH., S.I.K., M.M., yang berhalangan hadir karena tugas di luar kota, kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, almarhum merupakan sosok yang selama ini dikenal memiliki hubungan erat dengan Polri, khususnya Polres Bondowoso. Peran beliau sangat besar dalam mendukung tugas kepolisian, terutama dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif melalui pendekatan keagamaan dan sosial.

“Beliau bukan hanya tokoh agama, tetapi juga mitra yang aktif membantu tugas kepolisian. Kontribusinya dalam membangun komunikasi yang harmonis antara ulama dan aparat sangat berarti,” lanjutnya.

Sebagai pengasuh pondok pesantren, KH. Ubaidilah Nur Kholil dikenal memiliki sikap terbuka dan menjunjung tinggi nilai toleransi. Beliau kerap menjadi penghubung dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan.

Seluruh rangkaian takziah berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh penghormatan. Ribuan pelayat turut mengantar kepergian almarhum, mencerminkan besarnya kecintaan dan keteladanan yang ditinggalkan. Suasana kondusif terjaga berkat sinergi antara kepolisian, pengurus pondok pesantren, serta unsur pemerintahan setempat. Jenazah almarhum dimakamkan pada malam hari di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Nurul Kholil.

Kepergian KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil meninggalkan jejak keteladanan yang mendalam. Dedikasi beliau dalam dakwah, menjaga toleransi, serta mendukung tugas kepolisian akan terus dikenang sebagai warisan berharga bagi masyarakat Bondowoso.


|Abad⁷⁷