business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

HUT Pramuka ke 65 Jadi Momentum Apresiasi, Kapolres Aryo Terima Penghargaan atas Kiprah Kemanusiaan

BONDOWOSO |masbhbainnews.com

Dedikasi Polres Bondowoso dalam menjalankan misi kemanusiaan kembali mendapat pengakuan. Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menerima piagam penghargaan atas dukungan dan peran aktif dalam kegiatan pencarian serta penyelamatan di kawasan Gunung Piramid dan Gunung Krincing.

Penghargaan tersebut diterima Kapolres dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke 65 Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bondowoso Tahun 2026, yang digelar di Alun Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso, Jumat (28/8/2026).

Upacara dipimpin Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran organisasi perangkat daerah, pengurus Gerakan Pramuka, serta ribuan anggota Pramuka dari berbagai wilayah Kabupaten Bondowoso.

Kehadiran Kapolres Bondowoso dalam momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus membangun sinergi dengan Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap lingkungan dan sesama.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka mempunyai peran strategis dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, patriotisme, dan kepedulian sosial kepada generasi muda.

“Pramuka adalah garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan cinta tanah air. Polri siap bersinergi mendukung setiap kegiatan positif Pramuka di Kabupaten Bondowoso,” ujar AKBP Aryo kepada awak media masbhbainnews.

Dalam amanatnya, Bupati Bondowoso menyampaikan bahwa peringatan HUT Pramuka ke 65 mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Ia mengajak Gerakan Pramuka untuk terus menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta mengambil bagian dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan nasional.

Penghargaan untuk Dedikasi Kemanusiaan

Penyerahan penghargaan menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kapolres Bondowoso menerima piagam sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Polres Bondowoso dalam proses pencarian dan penyelamatan di kawasan Gunung Piramid dan Gunung Krincing.

Penghargaan itu mencerminkan peran kepolisian dalam menghadirkan respons cepat ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Dalam kondisi seperti itu, koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting untuk memastikan setiap upaya pencarian dan penyelamatan berjalan efektif.

Di bawah kepemimpinan AKBP Aryo Dwi Wibowo, Polres Bondowoso terus mendorong pola kerja kepolisian yang responsif, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Polres Bondowoso, penghargaan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pengabdian. Setiap tugas kemanusiaan menuntut keberanian, ketangguhan, koordinasi, dan kepedulian yang kuat.

Rangkaian peringatan HUT Pramuka ke 65 kemudian dilanjutkan dengan penyematan Tanda Penghargaan Pancawarsa, Tanda Pramuka Garuda, Tiska Jambore Nasional, serta penghargaan kepada peserta Jambore Nasional Teladan.

Melalui momentum tersebut, Polres Bondowoso kembali menegaskan pentingnya kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah. Sinergi antara Polri, Gerakan Pramuka, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat menjadi kekuatan bersama untuk menghadirkan lingkungan yang tangguh sekaligus menumbuhkan generasi muda yang siap mengabdi.

Penghargaan yang diterima Kapolres AKBP Aryo menjadi simbol bahwa pengabdian tidak berhenti pada seragam dan jabatan. Ketika kepolisian hadir untuk kemanusiaan, di sanalah kehadiran negara benar benar dirasakan masyarakat.


|msb

Dari Bondowoso, Panglima Divif 2 Kostrad Kirim Pesan Besar: Prajurit Harus Menjadi Jawaban atas Persoalan Bangsa

 

BONDOWOSO|masbhabinnews.com 

Ketika persoalan bangsa semakin kompleks, peran prajurit dituntut melampaui batas tugas pertahanan. Kepekaan membaca situasi sosial, kepedulian terhadap lingkungan, hingga kemampuan memberi solusi bagi masyarakat menjadi bagian penting dari pengabdian TNI di tengah perubahan zaman.

Pesan strategis tersebut disampaikan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., saat melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Bondowoso, Kamis (27/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan karakter prajurit. Mayjen TNI Primadi menegaskan, profesionalisme militer harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Menurutnya, dinamika global saat ini menghadirkan tantangan yang semakin beragam, mulai dari perubahan iklim, ancaman kebakaran hutan dan lahan, persoalan ketersediaan air, ketahanan pangan, hingga kebutuhan energi yang terus berkembang.

Kondisi musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, menurut mayjen TNI Primadi, menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Keterbatasan sumber air maupun potensi kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyangkut persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Prajurit harus memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan air, bencana, maupun persoalan sosial lainnya, TNI harus hadir memberikan solusi dan membantu masyarakat. Kehadiran prajurit harus selalu memberikan manfaat,” ujar Mayjen TNI Primadi.

Kesejahteraan Prajurit Harus Diiringi Peningkatan Kinerja

Dalam arahannya, Panglima Divif 2 Kostrad juga menyoroti aspek kesejahteraan prajurit. Peningkatan tunjangan kinerja disebut sebagai salah satu bentuk perhatian negara terhadap personel TNI sekaligus buah dari komitmen bersama dalam membangun organisasi yang profesional dan berintegritas.

Mayjen TNI Primadi mengingatkan agar peningkatan kesejahteraan tersebut disikapi dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kesejahteraan bukan hanya hak yang diterima, tetapi juga harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pengabdian.

“Alhamdulillah kesejahteraan prajurit mendapat perhatian yaitu peningkatan tunjangan kinerja. Salah satunya tidak terlepas dari upaya dan kerja keras kita bersama dalam mewujudkan satuan yang berintegritas melalui predikat Wilayah Bebas dari Korupsi atau WBK. Manfaatkan dengan baik, kelola dengan bijak, dan jadikan sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan kinerja,” pesannya.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring dengan penguatan budaya integritas. Predikat WBK, menurut Panglima, bukan hanya pencapaian administratif, melainkan cerminan kesungguhan satuan dalam membangun tata kelola organisasi yang bersih dan profesional.

Bijak Bermedia Sosial, Jaga Kehormatan Institusi

Tidak hanya menyampaikan persoalan tugas dan kesejahteraan, Mayjen TNI Primadi turut memberikan perhatian terhadap penggunaan media sosial di lingkungan prajurit dan Persit.

Ia mengingatkan seluruh anggota keluarga besar TNI agar memahami bahwa media sosial merupakan ruang publik yang memiliki konsekuensi luas. Setiap unggahan, komentar maupun informasi yang dibagikan dapat membentuk persepsi masyarakat terhadap pribadi sekaligus institusi.

Karena itu, prajurit dan Persit diminta mengedepankan etika, kesantunan serta kehati hatian dalam menggunakan platform digital. Informasi yang belum terverifikasi juga tidak boleh disebarluaskan karena berpotensi menimbulkan persoalan baru.

“Media sosial adalah ruang publik. Gunakan dengan bijak, karena apa yang disampaikan dapat mencerminkan karakter pribadi dan keluarga besar TNI,” tegasnya.

Rangkaian arahan tersebut menegaskan satu pesan utama: prajurit masa kini tidak cukup hanya tangguh dalam menjalankan tugas kemiliteran, tetapi juga harus memiliki integritas, kecerdasan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.

Mayjen TNI Primadi berharap seluruh prajurit Divif 2 Kostrad mampu terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kehormatan institusi serta membangun hubungan yang semakin kuat dengan masyarakat.

Di tengah tantangan bangsa yang terus berubah, kehadiran prajurit diharapkan tidak berhenti pada menjalankan tugas, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata. Dari persoalan lingkungan, ketahanan pangan hingga persoalan sosial, prajurit didorong untuk tampil sebagai bagian dari solusi dan kekuatan yang ikut menjaga ketahanan bangsa.


|msb

Aksi Heroik AKP Nisin di Tengah Kepungan Api, Turun Langsung Padamkan Karhutla

Bondowoso |masbhabinnews.com 

Kepulan asap dan kobaran api yang membakar lahan kering di kawasan perkebunan PTPN 1 Regional 5 Kebun Belawan, Kecamatan Sempol, Bondowoso, Kamis (27/8/2026), langsung direspons cepat jajaran Polsek Sempol. Kapolsek Sempol AKP Nisin, SH, bahkan turun langsung ke tengah medan kebakaran untuk membantu memadamkan api bersama anggota, Muspika, petugas perkebunan dan masyarakat.

Dengan kondisi medan berupa perbukitan berbatu serta hamparan ilalang dan ranting kering yang mudah terbakar, AKP Nisin tetap berada di lokasi untuk mengendalikan kobaran api. Menggunakan peralatan yang tersedia, petugas berupaya menghentikan laju api agar tidak merambat semakin luas.

Aksi tersebut menjadi bagian dari respons cepat Polsek Sempol sejak menerima laporan masyarakat sekitar pukul 14.00 WIB. AKP Nisin langsung mengoordinasikan Muspika, mengerahkan personel Polsek Sempol, sekaligus memastikan penyelidikan terhadap dugaan sumber api berjalan bersamaan dengan upaya pemadaman.

Lokasi kebakaran berada di afdeling Krepekan, Blok S TBM 1 dan Blok ST 12, Dusun Krepekan, Desa Jampit, Kecamatan Sempol. Diperkirakan sekitar 9 hektare lahan terdampak.

Areal yang terbakar merupakan kawasan rejingan atau lahan bebatuan yang tidak ditanami tanaman pangan. Vegetasi berupa rumput, ilalang, serasah dan ranting kering akibat kemarau panjang membuat api mudah membesar dan menjalar, terlebih angin di kawasan perbukitan cukup kencang.

Dalam proses pemadaman, Kapolsek Sempol bersama anggota Polsek, personel Subramil Sempol, keamanan PTPN 1 Regional 5 dan masyarakat memanfaatkan air yang didatangkan menggunakan kendaraan perkebunan. Petugas juga menggunakan peralatan tradisional berupa gebyok untuk memutus penjalaran api.

Keterbatasan sarana pemadam serta medan berbatu yang sulit dijangkau menjadi tantangan berat. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah AKP Nisin untuk tetap berada di garis depan bersama personel.

Dari Laporan Warga Langsung Bergerak

Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WIB setelah masyarakat menyampaikan informasi mengenai munculnya api di kawasan perkebunan.

Begitu menerima laporan, AKP Nisin bergerak cepat. Koordinasi dengan Muspika dilakukan untuk memperkuat penanganan di lapangan. Personel Polsek kemudian dikerahkan untuk mendatangi lokasi, membantu pemadaman sekaligus mengumpulkan informasi mengenai kemungkinan sumber api.

Dari penelusuran awal, kebakaran diduga berkaitan dengan rentetan kebakaran yang sebelumnya terjadi di kawasan Kawah Wurung. Namun, dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman dan penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.

Jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh dari permukiman membuat ancaman langsung terhadap rumah warga relatif dapat ditekan. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan.

Meski demikian, petugas tidak meninggalkan lokasi. Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Sempol masih berada di kawasan kebakaran bersama personel dan mandor perkebunan untuk memantau sejumlah titik di area bukit yang belum sepenuhnya padam.

Kobaran di beberapa titik dilaporkan relatif kecil, tetapi pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi bara api kembali membesar akibat kondisi lahan yang sangat kering dan tiupan angin.

AKP Nisin, Sosok Humanis yang Hadir di Tengah Masyarakat

Respons cepat AKP Nisin dalam penanganan karhutla memperlihatkan karakter kepemimpinan yang mengedepankan kehadiran langsung di lapangan. Ia tidak hanya memberikan instruksi dari belakang, tetapi ikut berada bersama anggota ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan segera.

Di tengah masyarakat, AKP Nisin dikenal sebagai sosok humanis yang memiliki hubungan baik dengan warga maupun unsur Muspika. Jiwa sosial yang tinggi juga membuatnya dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif membangun komunikasi lintas sektor.

Gaya kepemimpinan tersebut menjadi kekuatan penting dalam penanganan persoalan di wilayah hukum Polsek Sempol, terutama ketika menghadapi kejadian yang membutuhkan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, TNI, pengelola perkebunan dan masyarakat.

AKP Nisin juga tercatat sebagai satu satunya Kapolsek yang memiliki sertifikasi Kapolsek, yang menjadi salah satu modal kompetensi dalam menjalankan kepemimpinan dan tugas pelayanan kepolisian di tingkat kewilayahan.

Karhutla Bukan Persoalan Kecil

Kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian serius pemerintah karena dampaknya dapat meluas. Selain menghanguskan vegetasi dan mengganggu keseimbangan ekosistem, karhutla dapat menimbulkan asap yang mengganggu kualitas udara, merusak kawasan perkebunan dan hutan, serta mengancam keselamatan masyarakat apabila api mendekati permukiman.

Risiko tersebut semakin besar saat musim kemarau panjang. Rumput, ilalang, serasah dan ranting kering berubah menjadi material yang sangat mudah terbakar. Kondisi angin kencang juga dapat mempercepat penjalaran api.

Karena itu, pemerintah bersama TNI, Polri, pengelola perkebunan dan masyarakat perlu terus memperkuat pencegahan, deteksi dini serta respons cepat. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan yang vegetasinya mengering.

Kapolsek: Jangan Biarkan Bara Kecil Menjadi Bencana Besar

Kapolsek Sempol AKP Nisin mengatakan, kehadiran petugas sejak awal kejadian merupakan bentuk tanggung jawab kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung bergerak ke lokasi. Kami berkoordinasi dengan Muspika, mengerahkan personel dan bersama pihak perkebunan serta masyarakat melakukan pemadaman. Di saat yang sama, kami melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber dan penyebab kebakaran,” ujar pria asal Jakarta tersebut.

AKP Nisin menambahkan, kondisi lahan yang kering akibat kemarau panjang membuat api mudah menjalar. Karena itu, meski kobaran sudah mengecil, petugas tetap melakukan pemantauan hingga kondisi benar benar terkendali.

“Kami tidak ingin menganggap kecil kebakaran yang masih menyisakan bara. Selama masih ada titik api, personel akan terus melakukan pemantauan dan penanganan. Kami juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Hingga Kamis malam, pemantauan di lokasi terus dilakukan. Aksi langsung AKP Nisin bersama personel Polsek Sempol menjadi gambaran bahwa pelayanan kepolisian tidak berhenti pada laporan dan koordinasi, tetapi hadir nyata ketika masyarakat dan lingkungan membutuhkan pertolongan.


|msb

Pesan Tegas Kapolres Alaiddin di Padepokan PSHT: Rawat Persaudaraan, Jaga Jember


JEMBER — Keamanan yang kokoh tidak lahir hanya dari penegakan hukum, tetapi juga tumbuh dari komunikasi yang terbuka, kepercayaan, dan kesediaan berbagai elemen masyarakat untuk berjalan dalam semangat persaudaraan. Prinsip tersebut menjadi bagian dari langkah Polres Jember dalam memperkuat kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Jember Kompol A. Effan Sulaiman, S.I.K., M.A., serta jajaran pejabat utama Polres Jember, bersilaturahmi ke Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jember di Kecamatan Sukorambi, Rabu (26/8/2026).

Kedatangan rombongan kepolisian disambut langsung Ketua PSHT Cabang Jember, H. Jono Wasinudin. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi ruang dialog untuk mempererat hubungan kelembagaan antara kepolisian dan PSHT.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Jember menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat untuk membangun lingkungan yang mampu mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Bagi kami, silaturahmi bukan hanya agenda pertemuan, tetapi bagian dari upaya membangun kepercayaan dan komunikasi yang sehat dengan seluruh elemen masyarakat. PSHT memiliki basis persaudaraan yang kuat dan nilai kebersamaan yang dapat menjadi energi positif dalam menjaga situasi kamtibmas di Jember,” ujar AKBP Alaiddin kepada awak media MasBhabin News.

Menurutnya, komunikasi yang intensif antara kepolisian dan masyarakat akan membuka ruang penyelesaian persoalan secara lebih cepat, bijaksana, dan proporsional. Karena itu, kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dinilai memiliki posisi strategis dalam menciptakan ketahanan sosial di tengah dinamika masyarakat.

“Kami mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk terus menjaga persaudaraan, mengedepankan dialog, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang sejuk. Perbedaan tidak semestinya menjadi sumber perpecahan, tetapi dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dengan kedewasaan dan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Kapolres juga berharap hubungan yang telah terjalin antara Polres Jember dan PSHT Cabang Jember semakin berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat persatuan sekaligus menjaga Jember tetap berada dalam suasana yang damai dan kondusif.

Pertemuan di Padepokan PSHT itu pun menegaskan satu pesan penting: keamanan bukan semata tugas aparat, melainkan hasil dari kepedulian bersama. Ketika persaudaraan dirawat dan komunikasi dibangun dengan baik, ruang bagi konflik dapat dipersempit dan ketenteraman masyarakat semakin kuat.


|msb

Lima Hektare Lahan Terbakar, Kapolres Aryo Puji Kekompakan Polsek Sempol, TNI dan Muspika

 

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Kepulan asap yang terlihat dari kawasan selatan Wisata Kawah Wurung, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Rabu (26/8/2026) siang, langsung memicu respons cepat aparat dan berbagai unsur terkait. Api yang membakar lahan Perhutani berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar dua jam sebelum menjalar lebih luas.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan Perhutani Petak 91 C Blok Wisata Kawah Wurung. Titik api pertama kali diketahui petugas wisata yang kemudian segera berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Ijen untuk melakukan penanganan.

Berdasarkan informasi di lapangan, api berada di area yang dipenuhi rumput kering, ilalang, semak belukar dan bebatuan rejeng. Cuaca panas serta hembusan angin yang cukup kencang membuat kobaran api cepat merambat ke vegetasi di sekitarnya.

Petugas wisata menyebut api berasal dari kawasan Kawah Wurung 2. Kobaran kemudian bergerak menuju kawasan utama Wisata Kawah Wurung hingga mendekati areal di sekitar perusahaan PT Medco.

Meski api sempat meluas, lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman sehingga tidak mengancam rumah warga. Petugas bersama masyarakat langsung melakukan pemadaman secara manual untuk memutus pergerakan api.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Respons cepat ditunjukkan Polsek Sempol bersama Muspika Kecamatan Ijen dan sejumlah unsur terkait. Dua personel Polsek Sempol turun langsung ke lokasi bersama tiga personel Subramil Sempol, mandor serta LMDH Perhutani, lima petugas Wisata Kawah Wurung, petugas dan security PT Medco serta masyarakat sekitar.

Dengan peralatan yang tersedia di lapangan, pemadaman dilakukan secara manual. Berkat koordinasi dan kerja bersama tersebut, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari hasil penanganan awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Kawasan Wisata Kawah Wurung juga dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali.

Kecepatan Polsek Sempol bersama Muspika dalam merespons kejadian patut mendapat apresiasi. Langkah cepat sejak informasi diterima hingga personel berada di lokasi menjadi faktor penting dalam mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Karhutla Mengancam Ekosistem hingga Keselamatan Warga

Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan hangusnya vegetasi. Karhutla dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, mengganggu habitat satwa, menurunkan kualitas udara, merusak kawasan hutan serta mengancam kawasan wisata dan lahan produktif.

Risiko tersebut semakin besar ketika lahan berada dalam kondisi kering, suhu udara tinggi dan angin bertiup cukup kencang. Api yang semula berada di satu titik dapat dengan cepat menjalar melalui rerumputan, ilalang dan semak yang mudah terbakar.

Karena itu, perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terhadap pencegahan karhutla menjadi sangat penting. Pengawasan kawasan rawan, edukasi masyarakat, kesiapsiagaan petugas serta sistem pelaporan cepat harus terus diperkuat.

Masyarakat juga memiliki peran strategis. Setiap kemunculan asap atau titik api di kawasan hutan dan lahan perlu segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Kapolres Bondowoso Puji Respons Cepat di Kawah Wurung

Melalui sambungan telepon kepada awak media MasBhabin News, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan apresiasi atas langkah cepat jajaran Polsek Sempol bersama Muspika Kecamatan Ijen dalam menangani kebakaran lahan di kawasan Kawah Wurung.

Menurut Kapolres, kecepatan merespons laporan menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan kebakaran, terlebih kondisi lahan yang kering dan hembusan angin dapat mempercepat pergerakan api.

Kapolres menilai sinergitas antara kepolisian, TNI, Perhutani, pengelola wisata, pihak perusahaan dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Ia sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dengan sengaja.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan sengaja. Perbuatan tersebut dapat membahayakan lingkungan, masyarakat dan kawasan di sekitarnya, serta merupakan tindakan yang dapat berimplikasi pidana,” tegas Kapolres dalam keterangannya melalui sambungan telepon kepada MasBhabin News.

Kapolres menambahkan, pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan dengan sengaja dapat diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum akan dilakukan sesuai fakta dan unsur perbuatan yang ditemukan di lapangan.

Selain penindakan, kepolisian juga terus mengedepankan langkah pencegahan melalui patroli, pemantauan kawasan rawan serta koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Perhutani dan masyarakat.

Kapolres berharap masyarakat tidak mengambil tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar lahan tanpa pengendalian yang memadai.

“Jangan menunggu api membesar. Begitu melihat titik api atau asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” pesannya.

Penanganan kebakaran di Kawah Wurung menjadi gambaran bahwa kecepatan informasi, kesiapsiagaan aparat dan kekuatan gotong royong mampu menjadi benteng pertama menghadapi karhutla.

Di tengah kondisi lingkungan yang rentan terbakar, menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah dan aparat. Kepedulian setiap warga menjadi kunci agar keindahan alam Bondowoso tetap terjaga dan ancaman kebakaran tidak berubah menjadi bencana yang lebih besar.


|msb