CIMIC XXXI P UNIFIL Perkuat Kesamaan Persepsi Aktor Sipil Militer Lewat Pelatihan Virtual
LEBANON |masbhbainnews.com
Di tengah kompleksitas misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan, kesamaan persepsi menjadi fondasi penting untuk memastikan setiap unsur sipil dan militer mampu bergerak dalam satu kerangka kerja yang terkoordinasi. Prinsip inilah yang diperkuat CIMIC XXXI P Kontingen Garuda UNIFIL 2026 melalui pelaksanaan Virtual CIMIC Induction Training (CIT) selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 2 sampai 3 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Conference Room 2 (CR 2) UNIFIL Headquarters sebagai host venue tersebut diikuti oleh personel CIMIC XXXI P bersama perwakilan personel CIMIC INDOBATT.
Pelatihan juga melibatkan 54 personel CIMIC dari berbagai batalyon yang mengikuti kegiatan secara virtual. Peserta berasal dari unsur yang bertugas di Sector West, yakni ITALBATT, IRISHPOLBATT, ROKBATT, dan GHANBATT, serta Sector East yang meliputi SPANBATT, NEPBATT, dan INDBATT.
Sebagai unsur yang berada di bawah komando langsung UNIFIL Force Commander, CIMIC XXXI P memiliki mandat penting dalam membangun dan memperkuat koordinasi antara unsur militer dengan lingkungan sipil di wilayah operasi. Salah satu tanggung jawabnya adalah menyelenggarakan CIMIC Induction Training bagi aktor CIMIC yang baru menjalani rotasi penugasan di wilayah misi, baik di Sector West maupun Sector East.
Program tersebut dirancang untuk membekali personel dengan pemahaman fundamental mengenai Civil Military Cooperation (CIMIC), sekaligus memperkenalkan berbagai aspek yang berkaitan dengan karakteristik lingkungan operasi UNIFIL.
Pelatihan ini juga menjadi ruang untuk membangun pola koordinasi yang efektif dengan para aktor kemanusiaan yang beraktivitas di Lebanon Selatan. Pemahaman terhadap mekanisme kerja, prinsip kemanusiaan, karakter sosial, serta dinamika politik setempat menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas secara profesional dan terukur.
Dansatgas CIMIC XXXI P, Letkol Inf Rachmatullah Suwara, S.IP., M.Tr.Mil., selaku ketua penyelenggara, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memberikan landasan awal bagi personel dalam menjalankan tugas kerja sama sipil militer di Area of Operations (AoR) UNIFIL.
Menurutnya, pemahaman yang seragam diperlukan agar setiap aktor CIMIC dapat menjalankan fungsi koordinasi secara efektif dan tetap berada dalam koridor tugas yang telah ditetapkan.
“Tujuan diselenggarakannya latihan ini agar para aktor CIMIC menyamakan persepsi dan menerapkan pendekatan yang seragam di area operasi guna menghindari tumpang tindih dalam operasional di lapangan,” ungkap Letkol Inf Rachmatullah Suwara.
Sejumlah materi strategis diberikan dalam pelatihan tersebut. Di antaranya mengenai UN CIMIC, Humanitarian Access Operations and Protection of Civilians, pemahaman kesadaran budaya terhadap lingkungan sosial dan sistem politik Lebanon, perspektif gender dalam operasi pemeliharaan perdamaian, hingga kerja sama CIMIC dengan Lebanese Armed Forces (LAF).
Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan aplikasi Geographic Information System (GIS) dan VADB, serta pemahaman mengenai peran UNOCHA dan UNCMCoord dalam mendukung koordinasi kemanusiaan berdasarkan prinsip kemanusiaan.
Materi tersebut memiliki relevansi langsung terhadap dinamika tugas di lapangan. Kemampuan memahami lingkungan, mengidentifikasi kebutuhan, membangun komunikasi lintas unsur, serta menghindari duplikasi kegiatan menjadi faktor penting dalam menciptakan koordinasi yang efektif di wilayah misi.
Melalui forum ini, pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpersonel diharapkan dapat memperkaya kapasitas aktor CIMIC sekaligus memperkuat konsistensi pelaksanaan tugas di berbagai sektor penugasan UNIFIL.
Letkol Inf Rachmatullah Suwara juga menyampaikan apresiasi kepada Chief J9 UNIFIL dan seluruh instruktur yang telah memberikan materi, termasuk seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan serta para peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik.
Pada akhirnya, keberhasilan misi perdamaian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan operasional, tetapi juga oleh kualitas komunikasi, koordinasi, dan pemahaman terhadap lingkungan tempat tugas dilaksanakan. Dari ruang pelatihan virtual tersebut, CIMIC XXXI P UNIFIL kembali menegaskan bahwa membangun kesamaan persepsi merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan kerja sama sipil militer yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan perdamaian di Lebanon Selatan.
|msb









