business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

Distribusi Bantuan Pangan di Curahdami Dipantau Ketat, Ribuan Warga Terima Haknya Tanpa Kendala

Bondowoso|masbhabinnews.com

Komitmen menjaga transparansi dan ketepatan sasaran kembali ditunjukkan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Curahdami. Mereka turun langsung ke lapangan memastikan setiap butir bantuan pangan benar-benar sampai ke tangan warga yang berhak.

Pemantauan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari hingga Maret 2026 ini dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026) mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Kegiatan dilakukan secara terkoordinasi di berbagai titik distribusi yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan wilayah Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Curahdami Guruh Purnama P. S. STP, M.Si, Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., seluruh Bhabinkamtibmas, serta anggota Babinsa Koramil 0822/02 Curahdami. Kehadiran lintas unsur ini menjadi bentuk sinergi nyata dalam mengawal program bantuan pemerintah.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai prosedur, tepat sasaran, serta bebas dari potensi penyimpangan.

“Kami memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak. Prosesnya harus berjalan tertib, lancar, dan sesuai aturan,” ujarnya.

Berdasarkan data, jumlah penerima bantuan pangan di Kecamatan Curahdami mencapai 5.824 orang yang tersebar di 12 wilayah administrasi. Masing-masing penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang disalurkan secara bertahap.

Rinciannya meliputi Kelurahan Curahdami sebanyak 457 penerima, Desa Curahpoh 424 penerima, Desa Jetis 973 penerima, Desa Kupang 260 penerima, Desa Locare 300 penerima, Desa Pakuwesi 483 penerima, Desa Panambangan 778 penerima, Desa Petung 506 penerima, Desa Poncogati 508 penerima, Desa Selolembu 552 penerima, Desa Sumber Salak 401 penerima, serta Desa Sumber Suko 182 penerima.

Hasil pemantauan menunjukkan seluruh proses penyaluran berlangsung aman, tertib, dan sesuai rencana. Tidak ditemukan kendala berarti maupun pelanggaran selama kegiatan berlangsung, sehingga seluruh bantuan dapat tersalurkan dengan baik.

Dengan pengawasan yang konsisten dan sinergi antarinstansi, penyaluran bantuan ini tidak hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi juga wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga|msb

Jumat Berkah Polsek Tamanan, Aksi Berbagi Usai Salat Jumat Perkuat Kedekatan dengan Warga

Bondowoso|masbhabinnews.com

Kepedulian tak selalu hadir dalam kata, tetapi nyata melalui aksi. Itulah yang ditunjukkan jajaran Polsek Tamanan saat menggelar kegiatan Jumat Berkah Berbagi di tengah masyarakat.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Hamdi, Desa Kalianyar, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat 17 April 2026, seusai pelaksanaan salat Jumat. Dipimpin langsung Kapolsek Tamanan IPTU I Nengah Bhawa Darsana, jajaran personel turun langsung menyapa masyarakat.

Dalam kegiatan itu, anggota Polsek Tamanan membagikan nasi kotak kepada para jamaah sebagai bentuk kepedulian dan upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Selain berbagi, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing masing. Pesan tersebut disampaikan secara humanis, sehingga mudah diterima oleh masyarakat.

Kapolsek Tamanan IPTU I Nengah Bhawa Darsana mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah Berbagi merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas penegakan hukum tetapi juga dalam kegiatan sosial.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kehadiran Polri diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan, komunikasi yang terjalin dengan baik antara polisi dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa terbantu sekaligus lebih dekat dengan aparat kepolisian.

Aksi sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menebar kepedulian dan memperkuat kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat (msb)

Bondowoso Bergema Shalawat, Ustadz Abdul Somad Hadir, Kapolres Pastikan Keamanan Maksimal


Bondowoso|masbhabinnews.com

Lautan jamaah memadati kawasan Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, saat ribuan masyarakat dari berbagai daerah hadir dalam peringatan haul yang berlangsung penuh khidmat dan sarat makna spiritual.

Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para ulama pendiri sekaligus mempererat silaturahmi antarumat. Suasana religius semakin terasa dengan hadirnya dai nasional, Ustadz Abdul Somad, yang memberikan tausiyah di hadapan para jamaah.

Kehadiran ulama kondang tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang sejak awal telah memadati lokasi acara. Jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama hingga penyampaian pesan-pesan keagamaan.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah turut hadir dan melakukan pemantauan langsung guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan tertib. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta panitia terlihat solid dalam mengawal jalannya acara.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Pengamanan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Selain itu, kehadiran kami juga sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang membawa nilai positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan haul dengan kehadiran tokoh nasional berpotensi menarik massa dalam jumlah besar, sehingga diperlukan langkah antisipatif guna mencegah gangguan keamanan, mengatur arus lalu lintas, serta memberikan rasa nyaman kepada seluruh jamaah.

Pengamanan yang dilakukan meliputi pengaturan arus kendaraan, penjagaan di titik-titik strategis, hingga pengawasan selama kegiatan berlangsung guna menghindari potensi gangguan kamtibmas.

Peringatan haul ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama terdahulu, tetapi juga menjadi ruang memperkuat nilai keislaman, persatuan, dan kebersamaan di tengah masyarakat Bondowoso.

Dengan sinergi yang terbangun kuat antara ulama, umara, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi cermin harmoni yang terus dijaga, sekaligus harapan akan terciptanya situasi yang damai dan sejuk di tengah kehidupan bermasyarakat (msb)

Jumat Sehat Berbuah Manfaat, Kapolsek Curahdami Tempuh 25 Km Sambil Sosialisasikan Layanan 110

Bondowoso | masbhabinnews.com

Pendekatan humanis kembali ditunjukkan jajaran kepolisian dengan turun langsung ke tengah masyarakat. Kali ini, Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., bersama anggotanya memanfaatkan kegiatan rutin Jumat sehat untuk menyosialisasikan layanan unggulan Polri 110.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat itu tidak sekedar olahraga, melainkan juga menjadi sarana membangun kedekatan dengan masyarakat. Kapolsek bersama jajaran menempuh perjalanan berjalan kaki sejauh kurang lebih 25 kilometer, menyusuri jalan jalan desa di wilayah Curahdami.

Langkah ini sengaja dilakukan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Dengan menyapa langsung warga di sepanjang perjalanan, komunikasi terjalin lebih hangat, sekaligus membuka ruang dialog terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Usai kegiatan berjalan kaki, sosialisasi layanan 110 dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan mudah diingat. Petugas membagikan stiker berukuran besar berisi informasi layanan 110 kepada warga untuk ditempel di rumah masing masing, terutama pada bagian yang mudah terlihat.

Langkah tersebut bertujuan agar masyarakat dapat dengan cepat mengakses layanan darurat kepolisian kapan pun dibutuhkan.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar menjelaskan bahwa layanan 110 merupakan fasilitas pengaduan cepat milik Polri yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam.

“Melalui layanan ini, masyarakat dapat melaporkan kejadian kriminal, gangguan kamtibmas, maupun meminta bantuan kepolisian dengan cepat dan mudah. Ini adalah bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang responsif,” jelasnya.

Ia menambahkan, sosialisasi sengaja dipadukan dengan kegiatan Jumat sehat agar pesan yang disampaikan lebih membumi dan mudah diterima masyarakat.

“Kami ingin hadir tidak hanya dalam situasi formal, tetapi juga dalam kegiatan sederhana seperti ini. Dengan berjalan bersama warga, kami bisa lebih dekat, lebih memahami kondisi di lapangan, sekaligus menyampaikan informasi penting secara langsung,” ungkap AKP Muktamar.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu warga Curahdami, Junaedy, mengaku sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Polsek Curahdami.

“Layanan 110 ini dulu sempat populer dan sekarang diaktifkan kembali. Menurut kami ini sangat luar biasa dan memang kami tunggu tunggu. Sangat membantu jika sewaktu waktu terjadi sesuatu,” ujarnya.

Ia juga menilai kehadiran langsung Kapolsek bersama anggota menjadi bukti nyata bahwa Polri benar benar hadir dan peduli terhadap masyarakat.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Polsek Curahdami berhasil membangun kedekatan emosional dengan warga sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya akses layanan kepolisian.

Ke depan, langkah serupa diharapkan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik, memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditangani dengan cepat, serta menjadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama antara Polri dan masyarakat (msb)

Dekatkan Pelayanan ke Warga, Kapolsek Sempol Gencarkan Sosialisasi Layanan Darurat 110

 

Bondowoso |masbhabinnews.com

Pendekatan humanis terus diperkuat jajaran kepolisian dengan hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan layanan cepat dan responsif benar benar dirasakan oleh warga.

Upaya membangun kedekatan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terus dilakukan Polri melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya ditunjukkan Kapolsek Sempol AKP Nissin, S.H. yang turun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan layanan darurat 110.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dusun Pedati Desa Kalisat Kecamatan Sempol dan mendapat sambutan hangat dari warga setempat, termasuk tokoh masyarakat Bapak Mathori.

Dalam kesempatan itu, AKP Nissin menjelaskan secara langsung fungsi layanan 110 sebagai sarana utama bagi masyarakat untuk melaporkan kejadian kriminal, meminta bantuan kepolisian, hingga menyampaikan informasi penting lainnya secara cepat, mudah, dan tanpa biaya.

“Nomor 110 adalah jembatan antara masyarakat dan Polri. Kami ingin memastikan seluruh warga mengetahui bahwa bantuan kepolisian selalu siap dan mudah dijangkau kapan saja,” tegas AKP Nissin.

Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan menyerap informasi terkait situasi kamtibmas di lingkungan masyarakat, sehingga potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Kehadiran Polri di tengah masyarakat pun mendapat apresiasi positif. Bapak Mathori yang mewakili warga menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat dan memberikan rasa aman.

“Dengan adanya layanan 110, kami merasa lebih tenang. Jika ada kejadian atau membutuhkan bantuan, kami bisa langsung menghubungi polisi dengan cepat,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran langsung Kapolsek dan jajaran menjadi bukti bahwa Polri benar benar peduli dan hadir untuk masyarakat.

Melalui langkah sederhana namun berdampak besar, Polri terus memperkuat kepercayaan publik, memastikan bahwa setiap laporan masyarakat mendapat respons cepat, dan menjadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama antara aparat dan warga|msb