business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

Empat Kasus Kriminal Berhasil Diungkap, Kapolres Bondowoso Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kejahatan

BONDOWOSO|masbhabinnews.com 

Komitmen Polres Bondowoso dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali dibuktikan melalui keberhasilan mengungkap empat kasus kriminal yang menjadi perhatian publik. Mulai dari pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, hingga pencurian handphone berhasil diungkap beserta penangkapan para pelakunya.

Keberhasilan tersebut disampaikan langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, dalam konferensi pers yang digelar di halaman lobi Mapolres Bondowoso, Rabu (3/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Resnarkoba AKP Deky Julkarnain, Kasat Reskrim IPTU Wawan Triono, Kasi Humas IPTU Bobby Dwi Siswanto, Ps Kapolsek Bondowoso Kota IPTU I Kadek Suartana, serta jajaran Satreskrim Polres Bondowoso.

AKBP Aryo Dwi Wibowo menegaskan, pengungkapan sejumlah kasus tersebut merupakan hasil kerja keras personel di lapangan dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Setiap laporan masyarakat yang masuk menjadi perhatian serius kami. Pengungkapan empat kasus ini merupakan bukti bahwa Polres Bondowoso tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan untuk beraksi di wilayah hukum kami," tegasnya.

Pelaku Curas di Cermee Ditangkap

Kasus pertama yang berhasil diungkap yakni pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Desa Jirek Mas, Kecamatan Cermee.

Pelaku berinisial S (51), warga Desa Kladi, nekat mendobrak rumah korban pada dini hari. Saat beraksi, pelaku menyekap korban menggunakan bantal, mengikat tangan korban, dan memukul kepala korban dengan gagang pedang sebelum membawa kabur sejumlah perhiasan emas serta sebuah telepon genggam.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp10 juta. Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah clurit dan dokumen pembelian emas milik korban.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 ayat (1) Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Curanmor di Pasar Induk Bondowoso Terungkap

Kasus kedua adalah pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di kawasan Pasar Induk Bondowoso.

Pelaku berinisial W alias PF, warga Kecamatan Pujer, memanfaatkan kelengahan korban yang meninggalkan sepeda motornya saat melakukan aktivitas di pasar.

Dengan menggunakan kunci T, pelaku merusak kunci kontak kendaraan dan membawa kabur sepeda motor milik korban. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan kendaraan hasil curian beserta sejumlah barang bukti lainnya.

Tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Bobol Rumah Saat Pemilik Keluar Kota

Kasus ketiga merupakan pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Desa Sugerlor, Kecamatan Maesan.

Pelaku berinisial IBAA alias T memanfaatkan kondisi rumah yang sedang kosong karena ditinggal pemiliknya bepergian ke luar kota. Pelaku masuk dengan cara memanjat tembok dan membuka jendela rumah yang hanya diamankan menggunakan paku.

Dari aksi tersebut, pelaku berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga, di antaranya dokumen kendaraan, tas, sepatu, dan beberapa unit telepon genggam.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 363 KUHP dan Pasal 477 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Ibu Rumah Tangga Curi Handphone

Sementara kasus keempat melibatkan seorang ibu rumah tangga berinisial TI (48), warga Bondowoso.

Tersangka masuk ke rumah korban saat pemilik rumah sedang tidak berada di tempat. Melihat dua unit telepon genggam tergeletak di dalam kamar, pelaku langsung mengambilnya dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Selain mengamankan barang bukti berupa dua telepon genggam, polisi juga menyita jaket yang digunakan tersangka saat menjalankan aksinya.

Pelaku dijerat Pasal 476 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kapolres: Keamanan Adalah Hak Seluruh Masyarakat

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

"Keamanan adalah hak seluruh masyarakat. Karena itu, kami akan terus bergerak cepat menindak setiap bentuk tindak pidana yang meresahkan warga. Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di Bondowoso. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif," ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo kepada awak media Masbhabinnews.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, memastikan rumah dan kendaraan dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan, serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 atau melapor langsung ke kantor polisi terdekat apabila menemukan maupun menjadi korban tindak kejahatan.

"Dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman. Kami akan terus hadir, bekerja, dan memberikan pelayanan terbaik demi terwujudnya Bondowoso yang aman dan nyaman bagi seluruh warga," pungkas Kapolres.


|msb

Jembatan Perintis Garuda Resmi Dibuka, Kapolres AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo Sebut Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Pakem

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Komitmen menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat kembali diwujudkan melalui peresmian Jembatan Perintis Garuda di Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso. Infrastruktur strategis tersebut diresmikan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, M.A., Selasa (2/6/2026).

Peresmian jembatan menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat karena keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., bersama Kapolsek Pakem AKP Widayanto, S.H., Kasihumas IPTU Bobby Dwi Siswanto, Ps. Kasipropam IPDA Budi Santoso, serta personel Polsek Pakem yang melaksanakan pengamanan selama rangkaian acara berlangsung.

Hadir pula mendampingi Pangdam V/Brawijaya, Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, Kapoksahli Brigjen TNI Ramli, S.E., Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., serta Asrendam V/Brawijaya Kolonel Inf Nova Ismailihanto, S.I.P., M.K.P.

Dari unsur Pemerintah Kabupaten Bondowoso tampak hadir Wakil Bupati Bondowoso KH. As'ad Yahya Syafi'i, S.E., Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, S.H., M.H., Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, serta tokoh masyarakat setempat.

Menghubungkan Wilayah dan Mendorong Kemajuan Desa

Rangkaian acara diawali dengan pemutaran video dokumenter yang menggambarkan perjalanan Desa Gadingsari sebelum hingga sesudah pembangunan jembatan. Tayangan tersebut memperlihatkan berbagai tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat akibat keterbatasan akses transportasi.

Selama bertahun tahun, warga harus menghadapi kesulitan dalam mendistribusikan hasil pertanian maupun mengakses layanan publik. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Kini, keberadaan Jembatan Perintis Garuda memberikan harapan baru. Mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, distribusi hasil pertanian semakin cepat, dan biaya transportasi dapat ditekan secara signifikan.

Selain menghubungkan Desa Gadingsari dengan pusat kecamatan, jembatan tersebut juga membuka akses yang lebih luas menuju berbagai wilayah di Kabupaten Bondowoso. Kehadirannya diyakini mampu menjadi pendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Simbol Sinergi dan Semangat Gotong Royong

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita oleh Pangdam V/Brawijaya sebagai tanda resmi beroperasinya Jembatan Perintis Garuda untuk kepentingan masyarakat.

Dalam sambutannya, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan jembatan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan merupakan hasil kerja sama yang baik antara TNI, Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan masyarakat yang memiliki tujuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Jembatan Perintis Garuda ini bukan sekedar bangunan fisik. Jembatan ini merupakan simbol persatuan, semangat gotong royong, dan bukti nyata bahwa berbagai tantangan dapat diatasi ketika seluruh elemen bangsa bersatu untuk kepentingan masyarakat," tegas Pangdam.

Ia juga berharap masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan jembatan tersebut dengan sebaik baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi mendatang.

Kapolres Bondowoso Apresiasi Pembangunan yang Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo menyampaikan apresiasinya atas terwujudnya pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang dinilai akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran akan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah pedesaan.

"Peresmian Jembatan Perintis Garuda merupakan bukti nyata hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat telah menghasilkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Kami dari Polres Bondowoso siap mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif agar manfaat pembangunan ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat," ujar AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo.

Ia menambahkan bahwa pembangunan dan keamanan merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam mendukung kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Menjadi Ikon Kemajuan Bondowoso

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Pangdam V/Brawijaya, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga Desa Gadingsari yang menyambut peresmian jembatan dengan penuh antusiasme.

Hadirnya Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat mampu menghadirkan perubahan besar. Dari wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses, Desa Gadingsari kini memiliki sarana penghubung yang membuka peluang kemajuan ekonomi, memperkuat konektivitas, dan menjadi simbol keberhasilan sinergi seluruh elemen bangsa dalam membangun kesejahteraan rakyat


|msb

Pangdam Rudy Saladin Tinjau Calon Markas Yonif TP Bondowoso, Kapolres AKBP Aryo Dwi Wibowo Hadir Bersama Forkopimda

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

BONDOWOSO – Langkah besar menuju penguatan pertahanan nasional sekaligus percepatan pertumbuhan ekonomi daerah mulai terlihat di Kabupaten Bondowoso. Rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kecamatan Sumberwringin diyakini akan menjadi tonggak penting dalam menghadirkan keamanan yang semakin kokoh sekaligus membuka peluang kesejahteraan baru bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan saat Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melakukan kunjungan kerja dan meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan Tahap IV Tahun 2026 di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Selasa (2/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., Wakil Bupati Bondowoso KH As'ad Yahya Syafi'i, S.E., Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, S.H., M.H., Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito, unsur Forkopimda, pejabat Kodam V Brawijaya, instansi terkait, serta perangkat daerah setempat.

Lokasi pembangunan berada di kawasan Hutan Perhutani KPH Bondowoso, BKPH Sumberwringin, RPH Kluncing, Petak 29B dengan luas mencapai 51,83 hektare.

Dalam paparannya, Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito menjelaskan bahwa lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai strategis dalam mendukung sistem pertahanan wilayah selatan Bondowoso sekaligus memperkuat pengamanan jalur penghubung Bondowoso dan Banyuwangi.

Selain memiliki posisi yang strategis, kawasan tersebut juga didukung berbagai fasilitas umum seperti sekolah, pasar, puskesmas, serta tempat ibadah. Potensi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang berkembang di wilayah sekitar dinilai mampu menunjang kebutuhan personel maupun masyarakat setempat.

Pembangunan Yonif TP akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal akan dibangun empat unit barak, dapur, dan garasi alat berat. Selanjutnya kawasan tersebut akan berkembang menjadi kompleks satuan lengkap yang mencakup markas komando, perumahan, lapangan latihan, gudang amunisi, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Satuan yang diusulkan akan mengusung nama "Tunggul Hulung", yang diambil dari nama tombak milik Bupati pertama Bondowoso sebagai simbol keberanian, kewibawaan, dan semangat menjaga kedaulatan bangsa.

Dalam arahannya, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menilai lokasi pembangunan Yonif TP Bondowoso sangat ideal dan memiliki prospek besar untuk mendukung kepentingan pertahanan negara maupun pembangunan daerah.

Menurutnya, keberadaan sekitar 600 personel nantinya tidak hanya memperkuat sistem pertahanan nasional, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

"Berdasarkan pengalaman di sejumlah daerah, keberadaan satu batalyon mampu menghadirkan perputaran ekonomi hingga miliaran rupiah setiap bulan. Kebutuhan pangan, jasa, transportasi, dan berbagai kebutuhan lainnya akan melibatkan masyarakat sekitar sehingga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru," ujar Pangdam.

Ia juga memastikan proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Sementara itu, kepada awak media Masbhabinnews, Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo menyampaikan bahwa pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan merupakan langkah strategis yang akan memberikan manfaat besar bagi daerah, baik dari sisi keamanan maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kehadiran Yonif Teritorial Pembangunan di Bondowoso menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan wilayah sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah. Sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat akan menjadi modal utama untuk menciptakan situasi yang aman, kondusif, serta mendukung tumbuhnya investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," ujar AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo.

Pangdam V Brawijaya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Forkopimda, Perhutani, dan seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan sejak tahap survei hingga persiapan pembangunan.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam mewujudkan Yonif Teritorial Pembangunan yang tidak hanya kuat dalam fungsi pertahanan, tetapi juga mampu menjadi penggerak kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Peninjauan lokasi tersebut menjadi bukti nyata kuatnya sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kekuatan pertahanan yang modern, adaptif, serta memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang terus terjaga, pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan Bondowoso diharapkan menjadi tonggak baru yang memperkuat kedaulatan negara, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta menghadirkan masa depan yang lebih maju, aman, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Bondowoso


|msb

Teror Pocong dan Curanmor Jadi Perhatian, Polsek Curahdami Ajak Warga Aktif Manfaatkan 110

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Di tengah maraknya isu teror pocong yang ramai diperbincangkan masyarakat serta meningkatnya kewaspadaan terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Polsek Curahdami bergerak cepat melakukan patroli dialogis untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Selasa (2/5/2026)

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Curahdami, AKP Muktamar, S.H., tersebut berlangsung di Desa Salak, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Selasa (2/6/2026). Turut mendampingi Kanit Provost Aiptu Bambang S. dan Kanit Samapta Aipda Udik S.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polsek Curahdami mendatangi Kantor Desa Salak dan berdialog langsung dengan kepala desa beserta perangkat desa guna memperkuat sinergi menjaga keamanan lingkungan.

Warga Diminta Bijak Menyikapi Isu Teror Pocong

Salah satu fokus utama patroli dialogis adalah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait maraknya isu teror pocong yang belakangan viral di berbagai daerah dan media sosial.

Kapolsek Curahdami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Menurutnya, isu semacam itu berpotensi menimbulkan keresahan, kepanikan, bahkan memicu tindakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan lingkungan.

"Apabila ada kejadian mencurigakan, segera laporkan kepada aparat desa atau pihak kepolisian. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," ujar AKP Muktamar.

Ia menjelaskan, fenomena teror pocong yang berkembang akhir akhir ini tidak hanya menimbulkan rasa takut, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan provokasi, penipuan, hingga tindak kriminal saat warga kehilangan kewaspadaan akibat kepanikan.

Curanmor Tetap Menjadi Ancaman Nyata

Selain mengantisipasi isu sosial yang berkembang, petugas juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi curanmor yang masih menjadi salah satu tindak kejahatan yang sering terjadi.

Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan kunci ganda, tidak meninggalkan kendaraan di lokasi sepi atau minim penerangan, serta memarkir kendaraan di tempat yang mudah dipantau.

Kapolsek menegaskan bahwa kelalaian pemilik kendaraan sering kali menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan.

"Langkah pencegahan sederhana seperti mengunci stang, memasang kunci tambahan, dan memilih lokasi parkir yang aman dapat mengurangi risiko terjadinya pencurian kendaraan bermotor," katanya.

Manfaatkan Layanan Polisi 110

Dalam kesempatan tersebut, Polsek Curahdami juga kembali mensosialisasikan layanan darurat Kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat dari seluruh operator seluler.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk melaporkan tindak kriminalitas, kejadian darurat, aktivitas mencurigakan, maupun kebutuhan bantuan kepolisian lainnya.

"Jika menemukan hal yang mencurigakan atau menjadi korban tindak kejahatan, masyarakat jangan ragu menghubungi layanan 110. Kepolisian siap memberikan respons cepat demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga," tegas AKP Muktamar.

Patroli dialogis berlangsung aman, lancar, dan mendapat sambutan positif dari pemerintah desa serta masyarakat setempat. Pemerintah Desa Salak menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang aktif memberikan edukasi, perlindungan, dan solusi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang berkembang di lingkungan warga.

Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, didukung sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan kepolisian, diharapkan berbagai isu yang meresahkan maupun ancaman kriminalitas dapat dicegah sejak dini sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warga 


|msb

Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolres Bondowoso: Pancasila Kunci Persatuan dan Pengabdian untuk Negeri

BONDOWOSO |masbhabinnews.com 

Semangat nasionalisme mewarnai peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Polres Bondowoso. Upacara yang berlangsung khidmat di halaman Mapolres Bondowoso, Senin (1/6/2026), dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. selaku Inspektur Upacara.

Kegiatan tersebut diikuti para Pejabat Utama Polres Bondowoso, Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres dan perwakilan anggota Polsek se Kabupaten Bondowoso.

Dalam amanat yang membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Kapolres menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekedar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai nilai luhur bangsa.

Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", Kapolres menyampaikan bahwa Pancasila merupakan pedoman utama dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika global.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjaga keutuhan di tengah keberagaman menjadi bukti nyata bahwa Pancasila tetap relevan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kapolres juga mengajak seluruh personel Polri untuk mengimplementasikan nilai nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Pancasila adalah pedoman utama dalam pengabdian kami. Polri berkomitmen menjaga persatuan, menolak intoleransi, radikalisme, serta segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat,” tegas AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo.

Kapolres Bondowoso mengatakan bahwa semangat Pancasila harus terus hidup dalam setiap tindakan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga kekuatan yang menyatukan bangsa. Dengan menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong, kita dapat mewujudkan Bondowoso yang aman, damai, dan semakin maju,” ujarnya kepada awak media masbhabinnews.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini menjadi pengingat bahwa kekuatan Indonesia terletak pada persatuan dalam keberagaman. Selama nilai nilai Pancasila tetap dijaga dan diamalkan, Indonesia akan terus berdiri kokoh sebagai bangsa yang damai, adil, dan bermartabat


 |msb