business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

Kapolres Aryo Apresiasi Tim Evakuasi, Dua Jenazah Gunung Piramid Berhasil Dibawa ke RSUD Bondowoso

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Operasi evakuasi dua jenazah korban yang ditemukan di jalur pendakian Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhirnya berhasil dituntaskan. Setelah menempuh medan terjal dan penuh risiko, tim gabungan berhasil membawa kedua jenazah turun dari lokasi penemuan hingga tiba di Kabupaten Bondowoso sekitar pukul 20.00 WIB sebelum langsung dibawa ke ruang jenazah RSUD Bondowos, Rabu (5/8/2026).

Keberhasilan operasi kemanusiaan tersebut diawali dengan Apel Gabungan yang dipimpin langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., di Posko Pencarian pada pagi hari. Apel menjadi langkah awal penyamaan persepsi, pembagian tugas, serta penguatan koordinasi seluruh personel sebelum bergerak menuju lokasi evakuasi.

Operasi melibatkan personel Polri, TNI, BPBD, Basarnas, Brimob, pemerintah kecamatan, serta relawan yang bersinergi mengevakuasi dua jenazah dari jalur pendakian dengan kondisi medan yang curam dan sulit dijangkau.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan agar seluruh personel mengutamakan keselamatan, menjaga komunikasi, serta melaksanakan evakuasi sesuai prosedur. Personel kemudian ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mendukung sistem estafet pengangkutan jenazah hingga mencapai titik aman.

Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember, Jefry S, menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dipersiapkan sesuai prosedur menggunakan kantong jenazah dan tandu khusus. Proses penurunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan serta keselamatan seluruh personel yang bertugas.

Sepanjang proses evakuasi, tim gabungan bekerja tanpa henti melewati jalur berbatu, lereng terjal, dan medan yang cukup menguras tenaga. Berkat koordinasi yang baik, setiap tahapan evakuasi dapat dilaksanakan dengan aman hingga kedua jenazah berhasil diturunkan dari kawasan Gunung Piramid.

Sekitar pukul 20.00 WIB, kedua jenazah tiba di Kabupaten Bondowoso dan langsung dibawa ke ruang jenazah RSUD Bondowoso untuk menjalani penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan operasi kemanusiaan tersebut.

"Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah SWT serta kerja keras seluruh personel gabungan, dua jenazah berhasil dievakuasi dari Gunung Piramid. Setibanya di Bondowoso sekitar pukul 20.00 WIB, kedua jenazah langsung kami bawa ke ruang jenazah RSUD Bondowoso untuk proses penanganan selanjutnya. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam situasi kemanusiaan yang penuh tantangan seperti ini," ujar AKBP Aryo kepada awak media masbhabinnews.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Brimob, relawan, tenaga kesehatan, dan semua pihak yang telah bekerja dengan penuh semangat dan profesionalisme. Medan yang berat tidak mengurangi tekad seluruh tim untuk menuntaskan misi kemanusiaan ini. Keberhasilan evakuasi adalah hasil dari kekompakan, disiplin, dan kerja keras seluruh unsur yang terlibat," tegasnya.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarinstansi mampu menghadapi tantangan medan yang berat. Dengan berakhirnya proses evakuasi, misi kemanusiaan di Gunung Piramid berhasil dituntaskan melalui kerja sama, pengorbanan, dan dedikasi seluruh tim gabungan yang bekerja tanpa mengenal lelah


|msb

AKBP Aryo Dwi Wibowo Kawal Langsung Evakuasi Korban Gunung Piramid di Medan Ekstrem

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Di tengah medan terjal dan cuaca yang tak bersahabat, sebuah operasi kemanusiaan di jalur pendakian Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, berhasil dituntaskan dengan penuh kehati-hatian dan koordinasi yang solid. Di bawah komando langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., proses pencarian hingga evakuasi korban hilang berjalan efektif sejak hari pertama, dengan ditemukannya dua korban dalam kondisi meninggal dunia.

Namun, upaya evakuasi tidak dapat segera dilakukan lantaran kondisi alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal yang menyelimuti kawasan pegunungan, ditambah menurunnya visibilitas menjelang malam, membuat jalur pendakian tidak aman untuk dilalui. Dengan mengedepankan keselamatan personel, proses evakuasi kemudian ditunda dan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, sejak pukul 06.50 WIB, AKBP Aryo Dwi Wibowo memimpin langsung Apel Gabungan Evakuasi di Posko Pencarian Gunung Piramid. Apel tersebut menjadi titik awal pelaksanaan evakuasi dua jenazah yang melibatkan kekuatan gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta unsur relawan.

Hadir dalam apel tersebut Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Nanang Sugiyono, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo, Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember Jefry S, Danki 3 Batalyon B Satbrimobda Jatim AKP Hariyanto, Kasat Narkoba Polres Bondowoso AKP Deky Julkarnaen, Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, Danramil Curahdami Kapten Inf Heri Purwanto, Camat Curahdami Guruh Purnama, beserta personel gabungan dari berbagai instansi.

Operasi evakuasi melibatkan dua regu Kompi 3 Yon B Satbrimobda Jawa Timur, 25 personel Polres Bondowoso, 20 personel Kodim 0822 Bondowoso, serta satu regu Basarnas Pos SAR Jember.

Dalam arahannya, Kapolres Bondowoso mengatur strategi penempatan personel secara terukur. Posko utama dipimpin Kabag Ops Polres Bondowoso bersama personel Polsek Curahdami, sementara personel TNI dan Polri ditempatkan di Pos 2 serta sejumlah titik rawan di jalur pendakian untuk memperkuat jalur pengamanan dan mempercepat proses evakuasi. Setelah apel selesai, seluruh personel bergerak menuju titik tugas sesuai rencana operasi.

Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember, Jefry S, menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dikemas sesuai prosedur sehingga siap dievakuasi menggunakan tandu. Proses pengangkutan dilakukan dengan sistem estafet oleh personel gabungan, dimulai dari jenazah pertama, kemudian dilanjutkan jenazah kedua setelah kondisi dinyatakan aman.

Seluruh tahapan evakuasi berlangsung di bawah kendali dan koordinasi langsung Kapolres Bondowoso sehingga setiap pergerakan personel berjalan tertib, terukur, dan mengedepankan faktor keselamatan.

Sebelum pelaksanaan evakuasi, Polsek Curahdami lebih dahulu melakukan koordinasi intensif dengan Muspika Curahdami, BPBD, Basarnas, serta para relawan. Pengumpulan informasi dan pemantauan perkembangan pencarian dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar bersama jajaran anggotanya sehingga seluruh unsur memiliki data dan strategi yang sama di lapangan.

Keberhasilan menemukan korban pada hari pertama menjadi bukti nyata efektivitas koordinasi yang dibangun sejak awal operasi. Meski evakuasi baru dapat dilaksanakan keesokan harinya akibat cuaca ekstrem dan kabut pekat yang membahayakan keselamatan petugas, seluruh proses akhirnya dapat dituntaskan dengan baik berkat kepemimpinan yang cepat, tepat, dan penuh perhitungan dari AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Dalam arahannya, Kapolres Bondowoso mengatur strategi penempatan personel secara terukur. Posko utama dipimpin Kabag Ops Polres Bondowoso bersama personel Polsek Curahdami, sementara personel TNI dan Polri ditempatkan di Pos 2 serta sejumlah titik rawan di jalur pendakian untuk memperkuat pengamanan dan mempercepat proses evakuasi. Usai apel, seluruh personel langsung bergerak menuju titik tugas sesuai rencana operasi.

Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember, Jefry S, menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dikemas sesuai prosedur sehingga siap dievakuasi menggunakan tandu. Proses pengangkutan dilakukan secara estafet oleh personel gabungan, dimulai dari jenazah pertama, kemudian dilanjutkan jenazah kedua setelah kondisi dinyatakan aman.

Seluruh rangkaian evakuasi berlangsung di bawah kendali langsung Kapolres Bondowoso, sehingga setiap pergerakan personel dapat berjalan tertib, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan.

Sebelum pelaksanaan evakuasi, Polsek Curahdami lebih dahulu melakukan koordinasi intensif dengan Muspika Curahdami, BPBD, Basarnas, serta para relawan. Pengumpulan data dan pemantauan perkembangan pencarian dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar bersama jajaran, sehingga seluruh unsur memiliki kesamaan informasi dan strategi di lapangan.

Keberhasilan penemuan korban pada hari pertama menjadi bukti efektivitas koordinasi sejak awal operasi. Meski evakuasi baru dapat dilaksanakan keesokan harinya akibat cuaca ekstrem dan kabut tebal yang membahayakan keselamatan petugas, seluruh proses akhirnya dapat diselesaikan dengan baik berkat kepemimpinan yang cepat, tepat, dan penuh perhitungan dari AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan.

"Pencarian korban adalah tugas kemanusiaan yang harus dilaksanakan dengan maksimal. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan pada hari pertama. Namun kami tidak akan mempertaruhkan keselamatan personel karena kondisi cuaca saat itu sangat berisiko. Evakuasi baru kami laksanakan setelah situasi memungkinkan. Terima kasih kepada seluruh personel gabungan, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja tanpa mengenal lelah. Sinergi yang solid inilah yang menjadi kekuatan utama dalam setiap misi penyelamatan," tegas AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Keberhasilan operasi ini akan menjadi cerminan kuat bahwa kolaborasi, profesionalisme, dan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah personel mampu menjawab tantangan medan yang berat. Di balik medan terjal dan kabut yang menyelimuti Gunung Piramid, semangat kemanusiaan tetap menjadi cahaya yang mengantarkan setiap langkah hingga misi evakuasi berhasil diselesaikan


|msb


Respons Kilat Kapolres Aryo: Posko Darurat Dibentuk, Pencarian Pendaki Hilang Dipercepat

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Saat kabar hilangnya dua pendaki di jalur Gunung Piramid mencuat, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. tidak hanya memberikan instruksi dari balik meja, tetapi memilih turun langsung ke lokasi untuk memimpin koordinasi sekaligus memastikan seluruh proses pencarian berjalan cepat, terarah, dan terukur.

Bertempat di Pendopo Kecamatan Curahdami, Kapolres Bondowoso memimpin Rapat Koordinasi Muspika Plus bersama BPBD Kabupaten Bondowoso dan seluruh unsur terkait guna menyusun strategi terbaik dalam operasi pencarian dua pendaki yang dilaporkan hilang di jalur pendakian Gunung Piramid.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Nanang Sugiyono, S.H., M.H., Camat Curahdami Guruh Purnama P.S., S.STP., M.Si., Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., perwakilan Danramil Curahdami, Kepala UPTD Puskesmas Curahdami, serta jajaran Muspika dan instansi yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Dalam arahannya, AKBP Aryo Dwi Wibowo mengungkapkan bahwa tim telah memperoleh informasi penting dari tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Curahdami yang sebelumnya berpapasan dengan kedua pendaki. Kepala UPTD Puskesmas Curahdami dr. Pong Hariadi Susetya juga mengonfirmasi sempat mengabadikan keberadaan keduanya di Puncak Piramid sekitar pukul 09.45 WIB.

Kapolres menjelaskan pengalaman penanganan kasus serupa di Gunung Piramid menjadi bekal penting dalam menentukan pola pencarian yang efektif, termasuk pemetaan area prioritas dan pembagian personel sesuai karakteristik medan.

"Kami tidak akan menyia nyiakan setiap informasi yang diterima. Seluruh potensi dan kemampuan personel kami kerahkan agar kedua korban dapat segera ditemukan. Keselamatan manusia adalah prioritas utama, sehingga seluruh unsur yang terlibat harus bergerak cepat, bekerja cermat, saling bersinergi, dan tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung," tegas AKBP Aryo Dwi Wibowo kepada awak media masbhabinnews.

Sementara itu, Camat Curahdami menyampaikan posko induk pencarian telah didirikan di Dusun Tegal Tengah RT 17, Kelurahan Poncogati. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi seluruh unsur gabungan sekaligus tempat pengumpulan berbagai informasi untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh. Selain itu, Tim Basarnas Kabupaten Jember juga dilaporkan sedang menuju lokasi guna memperkuat operasi pencarian.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar menambahkan personel kepolisian telah disiagakan di Pos 1 untuk melakukan pendataan dan penyaringan relawan yang ikut membantu pencarian. Di saat bersamaan, koordinasi dengan UPTD Puskesmas Curahdami juga terus dilakukan untuk menyiagakan ambulans beserta tenaga medis sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat.

Berdasarkan hasil penyelidikan, dua orang yang dilaporkan hilang yakni Hj. Maliya Finda (51), warga Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, dan Erfan Nasrul Laili, pemandu pendakian asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.

Keduanya diketahui berangkat menuju Gunung Piramid menggunakan sepeda motor Yamaha NMax bernomor polisi P 2938 ES milik Lukman Hakim, warga Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari.

Respons cepat yang ditunjukkan AKBP Aryo Dwi Wibowo mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kehadirannya langsung di posko pencarian dinilai mampu memperkuat koordinasi lintas instansi, mempercepat pengambilan keputusan di lapangan, serta membangkitkan semangat personel dan relawan yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Hingga kini, Kapolres Bondowoso tetap berada di posko bersama tim gabungan untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memimpin jalannya operasi pencarian. Kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang selalu berada di garis terdepan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan


|msb

Kapolres Aryo Apresiasi Kesiapan Satkamling Desa Cindogo

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Komitmen menjaga keamanan lingkungan tidak hanya lahir dari kehadiran aparat, tetapi tumbuh dari kepedulian dan kebersamaan masyarakat. Semangat itulah yang tergambar saat Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. memimpin pengecekan Pos Satkamling Dusun Krajan RT 02 RW 01, Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Sabtu (1/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 22.00 hingga 23.30 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Bondowoso memastikan Sistem Keamanan Lingkungan (Satkamling) berjalan optimal sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., Kasat Binmas AKP Pudjiharto, S.H., Kapolsek Tapen AKP Supriyanto, S.H., Danramil Tapen Kapten Inf. Moh. Nurdin, Camat Tapen Drs. Sidik Waluyo, S.Sos., M.M., Kasihumas Polres Bondowoso IPTU Bobby Dwi Siswanto, Ps. Kasipropam IPDA Budi Santoso, jajaran personel, Kepala Desa Cindogo Farug Amrullah, unsur Tiga Pilar, serta mahasiswa KKN Universitas Negeri Jember.

Kapolres meninjau langsung kondisi Pos Satkamling, berdialog dengan petugas ronda dan warga, serta mendengarkan berbagai masukan terkait situasi keamanan, pola ronda malam, hingga potensi kerawanan yang perlu diantisipasi bersama.

Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat warga menjaga keamanan lingkungan, Kapolres menyerahkan bantuan sarana kontak berupa satu unit dispenser, satu dus kopi sachet, dan dua mikrofon agar aktivitas ronda semakin nyaman sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

AKBP Aryo Dwi Wibowo memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan dan kekompakan warga Desa Cindogo dalam menghidupkan budaya ronda malam. Menurutnya, keberadaan Satkamling yang aktif merupakan benteng pertama dalam mencegah berbagai bentuk gangguan keamanan.

"Saya mengapresiasi kesiapan masyarakat Desa Cindogo yang tetap menjaga semangat Satkamling. Kekompakan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Ketika warga peduli terhadap lingkungannya, ruang gerak pelaku kejahatan akan semakin sempit," ujar AKBP Aryo kepada awak media masbhabinnews.

Kapolres juga mengingatkan agar patroli lingkungan terus dilaksanakan secara rutin, terutama pada waktu yang dinilai rawan terjadinya tindak kriminalitas, termasuk kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

Selain itu, memasuki musim kemarau dengan hamparan lahan tebu yang cukup luas di wilayah Tapen, Kapolres mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Warga menyampaikan bahwa saat ini telah tersedia 22 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersebar di sembilan desa serta empat unit APAR di Puskesmas Tapen untuk mendukung penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

Kapolres turut mengingatkan masyarakat agar setiap tamu yang menginap wajib dilaporkan kepada pengurus lingkungan paling lambat 1 x 24 jam. Ia juga mengimbau warga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila mendapati pelaku tindak pidana, melainkan segera menghubungi kepolisian atau memanfaatkan layanan Call Center 110.

AKBP Aryo menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat terwujud melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik antara masyarakat dengan aparat keamanan.

"Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan akan semakin kuat ketika masyarakat ikut menjadi bagian dari solusi. Satkamling bukan hanya tempat berjaga, tetapi simbol kepedulian, persaudaraan, dan semangat gotong royong dalam menjaga kampung agar tetap aman dari segala bentuk gangguan kamtibmas," tegasnya.

Kunjungan tersebut berlangsung hangat, penuh keakraban, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran langsung Kapolres Bondowoso menjadi bukti bahwa Polri terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan motivasi untuk terus menjaga keamanan lingkungan secara bersama sama demi terwujudnya Bondowoso yang aman, nyaman, dan semakin harmonis


|msb

Kapolres Aryo dan Peran Strategisnya Menjaga Harmoni Religius di Bumi Ki Ronggo

 

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Ikatan persaudaraan yang dibangun melalui majelis ilmu dan shalawat menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan masyarakat yang damai. Semangat itulah yang tampak dalam Tabligh Akbar dan Haul Majemuk Majelis Rasulullah SAW Bondowoso yang dihadiri Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., pada Rabu (29/7/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WIB di kediaman Habib Ali bin Muhammad Amin Al Haddar, Kampung Arab Bondowoso, Jalan KH. Asy'ari, diikuti sekitar 500 jamaah yang memadati lokasi dengan penuh kekhusyukan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Al Muhajirun As Salafi Al Kholili Lora Ismail Amin Al Kholili, Ketua MUI Kabupaten Bondowoso KH. Asyari Fasha, L.C., Rais Syuriah PCNU Bondowoso KH. Abdul Qodir Syam, Khodim Majelis Rasulullah SAW Bondowoso Habib Ali bin Muchsin Al Haddar, Kasdim 0822 Bondowoso Mayor Inf Teguh Hery Wignyono, jajaran perwira Polres Bondowoso, para habaib, tokoh agama, serta unsur masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan ramah tamah, pembukaan, lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sambutan, tausiyah keagamaan, doa bersama hingga penutup. Kehadiran Kapolres Bondowoso bersama jajaran menjadi bentuk nyata komitmen Polri dalam mempererat silaturahmi dengan ulama, habaib, tokoh agama, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan sosial sekaligus memperkuat kondusivitas wilayah.

Dalam sambutannya, Khodim Majelis Rasulullah SAW Bondowoso Habib Ali bin Muchsin Al Haddar mengajak seluruh jamaah untuk terus mensyukuri nikmat dapat berkumpul di majelis penuh keberkahan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat sinergi antara ulama, masyarakat, dan pemerintah, serta meningkatkan pemahaman keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua MUI Kabupaten Bondowoso KH. Asyari Fasha, L.C. mengajak jamaah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai jalan meraih syafaat dunia dan akhirat. Ia berharap semangat mencintai Rasulullah terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga mampu menghadirkan keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi Kabupaten Bondowoso.

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Bondowoso KH. Abdul Qodir Syam mengingatkan pentingnya mendoakan para ulama dan penerus dakwah agar senantiasa diberikan kekuatan dalam membimbing umat. Ia menegaskan bahwa keberagaman organisasi Islam merupakan kekayaan yang harus dijaga dalam bingkai persatuan, bukan menjadi alasan untuk saling mempertentangkan perbedaan.

Dalam tausiyahnya, Lora Ismail Amin Al Kholili menegaskan bahwa perbedaan merupakan sunnatullah yang tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat meneladani akhlak para ulama terdahulu yang selalu mengedepankan persatuan, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo mengatakan bahwa majelis keagamaan memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter masyarakat yang religius, harmonis, dan cinta persatuan.

"Melalui majelis shalawat seperti ini, kita tidak hanya mempererat hubungan dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW, tetapi juga memperkokoh persaudaraan antarsesama. Sinergi antara ulama, umara, TNI Polri, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kekuatan besar untuk menjaga Bondowoso tetap aman, damai, dan penuh keberkahan. Kami akan terus hadir mendukung setiap kegiatan yang membawa manfaat bagi umat dan memperkuat persatuan bangsa," tegas AKBP Aryo kepada awak media masbhabinnews.

AKBP Aryo Dwi Wibowo juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang aktif hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Mulai dari bakti sosial, santunan kepada masyarakat yang membutuhkan, menghadiri pengajian, majelis shalawat, hingga mempererat silaturahmi dengan para ulama dan tokoh agama, seluruhnya dilakukan sebagai wujud komitmen membangun kedekatan humanis antara Polri dan masyarakat demi terciptanya keamanan yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan spiritual.

Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan secara terpadu di bawah kendali Kapolsek Bondowoso Kota IPTU I Kadek Suartana, S.H., dengan melibatkan personel Satlantas, Sat Samapta, Sat Intelkam, Satreskrim, serta personel Polsek Bondowoso Kota. Kehadiran aparat memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Majelis yang dipenuhi lantunan shalawat tersebut menjadi bukti bahwa persatuan dapat tumbuh melalui kebersamaan, keteladanan, dan nilai nilai keagamaan. Ketika ulama, umara, TNI Polri, dan masyarakat berjalan berdampingan, maka kedamaian bukan hanya menjadi harapan, melainkan kenyataan yang terus terpelihara di Bumi Ki Ronggo 


|msb