business

5/cate1/Agro Bisnis

Kriminal

6/cate2/Kriminal

Daerah

6/cate3/HUT Bhayangkara

Sport

5/cate4/Sport

entertainment

5/cate5/Bondowoso

videos

Recent post

Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Bondowoso, Simbol Sinergi dan Dedikasi Tanpa Henti

BONDOWOSO – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke 80 di Polres Bondowoso. Setelah pelaksanaan upacara, jajaran kepolisian menggelar tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Polri sekaligus memperkuat sinergi bersama unsur Forkopimda, TNI, pemerintah daerah, mitra kerja, dan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Lobby Mapolres Bondowoso,  dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., serta dihadiri Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, S.H., Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Dr. David Palapa Duarsa, S.H., M.H., Kepala Pengadilan Negeri Bondowoso Rony Suata, S.H., M.H., Kepala Administrasi Perhutani Bondowoso Misbakhul Munir, Pimpinan BRI Cabang Bondowoso Muhammad Rosyid Hudaya, Ketua Bhayangkari Cabang Bondowoso Ny. Cherly Aryo, Karumkit Bhayangkara Tingkat III AKBP Sukardi Yunus, S.An., M.Kes., Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., unsur TNI, pejabat utama Polres, pimpinan OPD, mitra kerja, pengurus Bhayangkari, serta sekitar 100 tamu undangan, Rabu (1/7/2026),

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan Kapolres Bondowoso yang membacakan amanat Kapolda Jawa Timur. Dalam amanat tersebut disampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke 80 dengan aman dan lancar.

Kapolres Bondowoso menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan meluangkan waktu menghadiri kegiatan tasyakuran tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran, Forkopimda, TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, mitra kerja, dan seluruh tamu undangan yang telah hadir. Dukungan dan sinergi yang terjalin selama ini menjadi kekuatan besar bagi Polri dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Ia menegaskan, Hari Bhayangkara ke 80 menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pengabdian Polri sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.

"Polda Jawa Timur, khususnya Polres Bondowoso, berkomitmen mendukung seluruh program pemerintah demi menjaga stabilitas keamanan dan mendorong kemajuan daerah. Mari terus memperkuat sinergitas, soliditas, dan kolaborasi untuk mewujudkan Bondowoso yang aman, damai, dan sejahtera sesuai tema Hari Bhayangkara ke 80, yaitu Polri Untuk Masyarakat," tegasnya.

Suasana semakin hangat saat dilakukan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan pengabdian Polri kepada bangsa dan negara. Momen istimewa juga hadir ketika jajaran Yonif 514/Sabaddha Yudha bersama Kodim 0822 Bondowoso memberikan kejutan berupa penyerahan tumpeng ucapan selamat kepada Kapolres Bondowoso. Kebersamaan tersebut menjadi simbol kuatnya soliditas dan persaudaraan antara TNI dan Polri dalam menjaga keutuhan serta keamanan wilayah.

Dalam kesempatan itu, para tamu juga disuguhkan tayangan video selayang pandang yang menampilkan berbagai capaian kinerja Polres Bondowoso, inovasi pelayanan publik, kegiatan sosial, hingga sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Momentum Hari Bhayangkara ke 80 ini menjadi penegasan bahwa sinergi yang kuat antarlembaga merupakan fondasi penting dalam menghadirkan keamanan, memperkuat kepercayaan publik, serta mengawal pembangunan demi terwujudnya Bondowoso yang semakin maju, aman, dan sejahtera


|msb

Upacara Hari Bhayangkara ke 80 di Bondowoso, Kapolres Ajak Personel Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Semangat pengabdian dan penguatan sinergi menjadi warna utama peringatan Hari Bhayangkara ke 80 yang digelar Polres Bondowoso di Alun Alun RBA Ki Ronggo. Upacara yang dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. berlangsung khidmat sebagai wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Rabu (1/7/2026)

Mengusung tema "Polri Untuk Masyarakat", peringatan Hari Bhayangkara tahun ini menjadi momentum memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang humanis guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap kondusif.

Upacara dihadiri Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, S.H., Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf. Prawito, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Dr. David Palapa Duarsa, S.H., M.H., Kepala Pengadilan Negeri Bondowoso Rony Suata, S.H., M.H., Sekretaris Daerah Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., Ketua Bhayangkari Cabang Bondowoso Ny. Cherly Aryo, Wakapolres Bondowoso, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polres Bondowoso, unsur TNI, pimpinan OPD, pengurus Bhayangkari, serta sekitar 100 tamu undangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan pasukan, penyambutan inspektur upacara, penghormatan, pemeriksaan pasukan, menyanyikan Mars Polri, mengheningkan cipta, pengucapan Tri Brata, hingga pembacaan amanat Kapolda Jawa Timur oleh Kapolres Bondowoso.

Dalam amanat tersebut disampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Hari Bhayangkara ke 80, sekaligus apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Jawa Timur, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini terus membangun sinergi dalam menjaga keamanan wilayah.

Amanat itu juga mengingatkan seluruh personel Polri agar senantiasa menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat, menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi maupun pribadi, serta tetap berpegang teguh pada nilai nilai luhur Tri Brata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas.

Selain itu, seluruh anggota Polri diharapkan menjadikan setiap pengabdian sebagai bentuk ibadah dengan tetap berpedoman pada Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menegaskan komitmen institusinya, Kapolres Aryo, mengatakan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke 80 bukan hanya menjadi agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat tekad seluruh anggota Polri dalam meningkatkan profesionalisme, memperkokoh integritas, dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Hari Bhayangkara ke 80 menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan yang cepat, humanis, dan berkeadilan. Kepercayaan masyarakat adalah kehormatan sekaligus amanah yang harus kami jaga melalui kerja nyata di lapangan. Bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, kami berkomitmen menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif demi mendukung kemajuan Kabupaten Bondowoso," tegas AKBP Aryo Dwi Wibowo dihadapan awak media masbhabinnews.

Usai pelaksanaan upacara, kemeriahan peringatan Hari Bhayangkara ke 80 dilanjutkan dengan berbagai atraksi yang memukau masyarakat. Penampilan paramotor, penyerahan penghargaan kepada tiga pilar, atraksi panahan, aksi Polisi Cilik (Pocil), hingga tarian khas Polwan mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Momentum ini sekaligus memperlihatkan eratnya soliditas internal Polri bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Sinergi yang terus terjalin diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mendukung pembangunan Kabupaten Bondowoso yang aman, damai, maju, dan sejahtera.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Peringatan Hari Bhayangkara ke 80 pun menjadi penegasan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang terus mengabdi, membangun kepercayaan publik, dan menghadirkan rasa aman demi terwujudnya Indonesia yang semakin maju 


|msb

Jawab Permintaan Masyarakat Kapolres Bondowoso Gelar Khitan Masal Gratis

Bondowoso| masbhabinnews.com

Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali dibuktikan Polres Bondowoso melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan warga. Bertepatan dengan momentum Hari Bhayangkara ke 80 dan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, puluhan anak mengikuti khitan massal gratis yang digelar di Rumah Makan Tabebuya, Bondowoso, Senin (29/6/2026). 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri senantiasa hadir memberikan pelayanan terbaik, memperkuat kepedulian, serta menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Khitan massal tersebut terlaksana atas pengajuan dari pemilik Rumah Makan Tabebuya kepada Kapolres Bondowoso. Setelah mendapat persetujuan, Polres Bondowoso melalui Seksi Sidokkes langsung menindaklanjuti dengan menyiapkan tenaga medis beserta seluruh perlengkapan kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pelaksanaan khitan massal dipimpin langsung oleh Kasi Dokkes Polres Bondowoso, Aiptu Nurul Wahyudi, bersama tim medis Sidokkes Polres Bondowoso yang bekerja secara profesional sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Selain tindakan khitan, para peserta juga memperoleh pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, edukasi kesehatan kepada orang tua, serta bingkisan yang diserahkan oleh pihak Rumah Makan Tabebuya sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada anak anak peserta khitan massal.

Pemilik Rumah Makan Tabebuya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolres Bondowoso beserta jajaran yang telah mengabulkan permohonan pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.

"Kami sangat bersyukur karena pengajuan kami mendapat respons yang begitu baik dari Bapak Kapolres Bondowoso. Terima kasih kepada Bapak Kapolres beserta Tim Sidokkes Polres Bondowoso yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Semoga sinergi ini terus terjalin dan menjadi amal ibadah serta membawa keberkahan bagi seluruh jajaran Polres Bondowoso," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Dokkes Polres Bondowoso, Aiptu Nurul Wahyudi, mengatakan seluruh proses khitan dilakukan sesuai standar medis dengan mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan peserta.

"Tim Sidokkes berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat sekaligus memberikan pengalaman yang nyaman bagi anak anak yang mengikuti khitan massal. Semoga mereka segera pulih dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, saleh, dan membanggakan orang tua," jelasnya kepada awak media masbhabinnews

Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa kegiatan bakti kesehatan merupakan implementasi nyata semangat Polri untuk Masyarakat.

"Momentum Hari Bhayangkara ke 80 kami maknai sebagai kesempatan untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui aksi nyata. Pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui pelayanan sosial dan kesehatan yang memberikan manfaat langsung. Semoga kegiatan ini membawa kebahagiaan bagi keluarga peserta dan menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang terlibat," ujar Kapolres.

Seluruh rangkaian khitan massal berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Senyum bahagia anak anak yang menerima bingkisan dari pihak Rumah Makan Tabebuya serta rasa syukur para orang tua menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Polri dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat nyata. Kepedulian yang diwujudkan melalui aksi sosial seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun Bondowoso yang sehat, peduli, dan penuh kebersamaan 


|msb

Kapolres Bondowoso dan PMII Satukan Langkah, Wujudkan Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

BONDOWOSO – Komitmen memperkuat kolaborasi antara aparat keamanan dan kalangan akademisi kembali ditegaskan dalam pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Bondowoso Masa Khidmat 2026–2027. Momentum tersebut menjadi simbol lahirnya semangat baru membangun daerah melalui sinergi, kepemimpinan, dan pengabdian generasi muda.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menghadiri langsung resepsi pelantikan yang digelar di Aula SMKN 3 Bondowoso, Minggu (28/6/2026). Kehadirannya mencerminkan dukungan nyata Polri terhadap penguatan organisasi kemahasiswaan sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Acara tersebut turut dihadiri Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito, Kepala Bapperida Bondowoso Dr. Annisatul Hamidah, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bondowoso Ady Krisna, Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Bondowoso Dr. Daris Wibisono, perwakilan Pengurus Besar PMII Bidang Kaderisasi Muhammad Faqih, Ketua Umum PKC PMII, Muhammad Ivan Akiedozawa, jajaran pengurus yang baru dilantik, serta perwakilan berbagai organisasi yang berada di bawah naungan PC PMII Bondowoso.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars PMII, dan Syubbanul Wathan, dilanjutkan laporan panitia, prosesi pelantikan, sambutan para tokoh, pertunjukan seni budaya, hingga penutupan.

Ketua PC PMII Bondowoso yang baru dilantik, Saiful Bahri, menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan roda organisasi secara bertanggung jawab, memperkuat soliditas kader, serta meningkatkan kualitas pembinaan anggota.

Menurutnya, kepengurusan baru siap membangun kolaborasi yang lebih erat bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, TNI Polri, perguruan tinggi, dan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan kemajuan daerah.

Sementara itu, Ketua Mabincab PMII Bondowoso, Dr. Daris Wibisono, mengingatkan seluruh pengurus agar mengemban amanah dengan profesionalisme, menjunjung tinggi nilai nilai keislaman, kebangsaan, serta mampu menghadirkan gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pesan serupa juga disampaikan Ketua Umum PKC PMII, Muhammad Ivan Akiedozawa. Ia mendorong seluruh kader untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan, menjaga tradisi intelektual, berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, serta memperkokoh komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam struktur kepengurusan Masa Khidmat 2026–2027, Saiful Bahri dipercaya sebagai Ketua Cabang didampingi Muhammad Ali Faqih, Muhammad Afan Fahrezi, dan Ahmad Lutfi sebagai ketua bidang. Posisi Sekretaris Cabang diemban Achlan Nuri, sedangkan Bendahara dipercayakan kepada Siti Halimatus Sadiah. Adapun Korps PMII Puteri (KOPRI) dipimpin Puteri Raudatul Jannah bersama Siti Nur Khofifah dan Nur Naini Zuhriya.

Kehadiran Kapolres Bondowoso dalam agenda tersebut mempertegas komitmen Polri untuk terus membangun kemitraan dengan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan sebagai pilar penting dalam mencetak generasi yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Melalui semangat kolaborasi yang terbangun, pelantikan ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai gagasan dan aksi nyata yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga menghadirkan kontribusi positif bagi kemajuan Bondowoso. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan aparat keamanan diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan daerah yang aman, harmonis, dan berdaya saing


 |msb

Pengabdian Mengalahkan Asal Usul, Arsal Sahban Masuk Daftar Tokoh Berpengaruh Lumajang

LUMAJANG |masbhabinnews.com

Pengaruh seorang pemimpin tidak selalu diukur dari lamanya masa jabatan atau asal daerahnya. Lebih dari itu, jejak pengabdian yang nyata dan manfaat yang masih dirasakan masyarakat menjadi tolok ukur utama dalam menilai seorang tokoh. Gambaran tersebut tercermin dalam hasil riset terbaru Komunitas Juru Lamadjang yang menempatkan mantan Kapolres Lumajang, Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M., sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Kabupaten Lumajang pada era Reformasi hingga sekarang.

Menariknya, Arsal Sahban menjadi satu-satunya sosok dalam daftar tersebut yang bukan berasal dari Lumajang. Lahir di Kalosi, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, ia dinilai berhasil meninggalkan warisan kepemimpinan yang masih dikenang masyarakat, meski hanya memimpin Polres Lumajang selama sekitar 13 bulan, yakni November 2018 hingga Desember 2019.

Riset yang dilakukan Komunitas Juru Lamadjang bersama Untuk Bangsa Foundation menelusuri figur-figur yang memberikan pengaruh besar bagi Lumajang sejak era klasik abad ke-13 hingga masa kini. Penelitian ini disusun oleh M. Zainul M., Fahmi K., Agil Z., dan Perdana Anugrah dengan mengombinasikan kajian historis, dokumentasi, serta survei opini masyarakat di sejumlah wilayah.

Juru Lamadjang sendiri merupakan komunitas sejarah dan budaya independen yang berdiri pada 2023. Organisasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap rendahnya tingkat literasi sejarah di Lumajang. Nama "Lamadjang" diambil dari nama kuno Kabupaten Lumajang yang tercatat dalam berbagai prasasti dan naskah sejarah.

Selain aktif menyelenggarakan Jagongan Sejarah, Lamadjang Walking Tour, pameran arsip, fotografi kuno, hingga edukasi digital melalui media sosial, komunitas ini juga rutin melakukan riset yang mengangkat sejarah dan tokoh-tokoh penting daerah.

Dalam menentukan tokoh berpengaruh, tim peneliti menggunakan lima indikator utama, yakni rekam jejak pengabdian, kredibilitas, jaringan sosial, kemampuan memengaruhi opini publik, serta dampak nyata yang masih dirasakan masyarakat hingga sekarang.

Perdana Anugrah menjelaskan, penilaian tidak hanya didasarkan pada jabatan yang pernah diemban seseorang, melainkan lebih menitikberatkan pada pengaruh yang benar-benar membekas di tengah masyarakat.

"Kami berupaya menggunakan ukuran penilaian yang seobjektif mungkin. Saat berdialog langsung dengan masyarakat di sejumlah wilayah sampel, nama Bapak Arsal Sahban muncul secara spontan, terutama ketika pembahasan mengarah pada situasi keamanan," ujarnya.

Menurutnya, banyak warga mengingat masa kepemimpinan Arsal karena merasa lebih aman dan terlindungi.

"Warga menyampaikan bahwa pada masa Pak Arsal mereka merasa lebih nyaman, aman, dan terlindungi. Yang dinilai bukan semata jabatan yang pernah diemban, melainkan dampak yang masih dirasakan hingga sekarang," ungkapnya dengan penuh semangat

Selama menjabat Kapolres Lumajang, Arsal Sahban dikenal melalui berbagai langkah penegakan hukum terhadap kejahatan jalanan, begal, pencurian ternak, hingga aktivitas tambang pasir ilegal. Salah satu kebijakan yang paling diingat masyarakat adalah pembentukan Tim Cobra, satuan khusus yang bergerak cepat dalam merespons berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan tingkat ketakutan masyarakat terhadap kejahatan atau fear of crime. Sebelum periode tersebut, Lumajang kerap mendapat stigma sebagai daerah rawan begal dan pencurian ternak, sehingga sebagian warga merasa tidak aman beraktivitas pada malam hari.

Penilaian masyarakat itu juga diperkuat oleh data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang. Berdasarkan data kriminalitas periode 2016–2024, jumlah tindak pidana pada 2019 tercatat sebanyak 312 kasus, menjadi angka terendah selama rentang data tersebut.

Sebelumnya, angka kriminalitas mencapai 501 kasus pada 2016, meningkat menjadi 549 kasus pada 2017 dan 676 kasus pada 2018. Setelah 2019, jumlah tindak pidana kembali meningkat menjadi 356 kasus pada 2020, 589 kasus pada 2021, 1.378 kasus pada 2022, 1.402 kasus pada 2023, serta 1.194 kasus pada 2024.

Data tersebut menunjukkan penurunan hampir 54 persen pada 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, angka kriminalitas pada 2022 hingga 2024 tercatat hampir empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan 2019.

Publikasi daftar tokoh berpengaruh melalui media sosial Juru Lamadjang juga mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warganet menyampaikan apresiasi dan mengenang kepemimpinan Arsal Sahban. Menanggapi hal tersebut, Arsal menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan masyarakat Lumajang.

"Saya merasa sangat terhormat bisa dianggap sebagai bagian dari tokoh yang berpengaruh di Kabupaten Lumajang. Ini menjadi pengingat bahwa apa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, meskipun dalam waktu yang singkat, dapat meninggalkan jejak yang melampaui waktu. Lumajang akan selalu memiliki tempat istimewa di hati saya," ungkapnya kepada awak media masbhabinnews.com

Saat ini Arsal Sahban mengemban amanah sebagai Kasubdit II Perbankan Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. Ia juga masuk dalam tiga besar kandidat Polisi Berintegritas pada Hoegeng Awards 2026.

Dalam riset tersebut, Juru Lamadjang membagi tokoh berpengaruh ke dalam lima periode sejarah, mulai Era Klasik, Era VOC dan Kolonialisme, Era Kemerdekaan hingga Orde Lama, Era Orde Baru, serta Era Reformasi hingga sekarang.

Khusus Era Reformasi, nama Arsal Sahban sejajar dengan sejumlah tokoh penting lainnya, seperti A. Fauzi, Sjahrazad Masdar, Thoriqul Haq, Indah Amperawati, Agus Yudha Wicaksono, Umar Bashor, H. Rofik, Anang Ahmad, Kaji Sing, Setiadi L. Halim, Dandhy D. Laksono, Habib Alwi Almuhdor, dan Wira Dharma.

Masuknya nama Arsal Sahban dalam daftar tersebut menjadi penegas bahwa pengaruh seorang tokoh tidak selalu ditentukan oleh tempat kelahiran ataupun panjangnya masa jabatan. Di Lumajang, pengabdian yang memberikan rasa aman, meninggalkan perubahan nyata, dan tetap hidup dalam ingatan masyarakat menjadi warisan yang nilainya melampaui ruang dan waktu


 |msb