TfG9GpriTfr5TUCiGSW5TfziTd==
Light Dark
Camilan Misterius dari Bondowoso, Peyek Permata Bukan Kerupuk Bukan Gorengan

Camilan Misterius dari Bondowoso, Peyek Permata Bukan Kerupuk Bukan Gorengan

Bukan sekedar camilan. Ini Peyek Permata, renyah misterius dengan rasa yang selalu dicari
Daftar Isi
×

 

Renyah yang tak bisa dijelaskan.
Inilah Peyek Permata Bondowoso, kriuk mantap, rasa berlipat 😋 (Foto:Dok.Abadi)
Bondowoso |masbhabinnews.com

Peyek adalah camilan yang misterius. Disebut kerupuk, bentuk dan karakternya tak pernah benar-benar mirip. Dibilang gorengan, ia justru tak lazim ditemukan di lapak penjual gorengan. Namun justru di sanalah keistimewaannya: peyek selalu punya tempat tersendiri di hati penikmat camilan Nusantara. Dari dapur rumahan di Bondowoso, misteri rasa itu kini menjelma menjadi Peyek Permata Bondowoso, camilan renyah yang kian digemari lintas generasi.

Bukan sekadar camilan.
Peyek Permata Bondowoso jadi pilihan pelanggan setia yang paham arti renyah dan rasa berlipat (Foto:Dok.Abadi)
Mengusung slogan “Kriuk Mantap, Rasa Berlipat”, Peyek Permata berhasil mencuri perhatian berkat kualitas rasa yang konsisten dan kerenyahan yang khas. Kunci utamanya terletak pada resep rahasia keluarga yang diwariskan dan terus disempurnakan dengan sentuhan inovasi, menjadikan setiap gigitan peyek terasa kaya rempah dan berbeda dari yang lain.

Peyek Permata hadir dengan beragam varian favorit, mulai dari kacang tanah, kacang hijau, teri, hingga ebi pilihan. Perpaduan rempah-rempah, daun jeruk yang harum, serta bahan baku berkualitas membuat cita rasanya menonjol dan sulit dilupakan, terlebih dinikmati saat cuaca dingin atau hujan.

Usaha ini dirintis oleh Peni Tri Kusumaningtyas, perempuan kreatif asal Banyuwangi yang melihat peluang besar dari camilan tradisional bernama peyek. Sejak mulai digeluti pada 18 Oktober 2025, Peyek Permata berkembang pesat dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok sebagai sarana promosi dan penjualan.

Tak hanya mengandalkan rasa, Peyek Permata juga memperhatikan aspek kepercayaan konsumen. Produk ini telah mengantongi sertifikasi Halal dan PIRT, serta diproduksi tanpa bahan pengawet, menggunakan minyak goreng bermerek setiap proses pengolahan.

Dari sisi kemasan, Peyek Permata tampil modern dan praktis. Tersedia dalam kemasan pouch seharga Rp13 ribu, refill Rp25 ribu, serta toples 5 liter Rp50 ribu dan 10 liter Rp100 ribu. Konsistensi kualitas dan pelayanan pelanggan yang terjaga membuat usaha ini mampu mencatatkan omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan, bahkan telah menembus pasar Jakarta hingga Pulau Bali.

“Peyek kami memang berbeda. Rasa rempah-rempah, aroma daun jeruk, serta kerenyahannya selalu lebih menonjol. Kami menggunakan bahan teri dan ebi pilihan. Terima kasih untuk saudara-saudara ojek online dan sahabat UMKM yang saling mendukung hingga Peyek Permata dikenal luas,” ujar Peni.

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi langsung kelezatan “Peyek Permata Kriuk Mantap Rasa Berlipat”, bisa datang ke Perum Permata Kembang Blok C-6/7 Sukowiryo, Bondowoso, atau menghubungi 0852-3672-4288.

Di tengah gempuran camilan modern, Peyek Permata membuktikan bahwa cita rasa tradisional tak pernah kehilangan pesonanya—tetap misterius, tetap sederhana, namun selalu berhasil membuat siapa pun ingin kembali mencicipi.



|Abad⁷⁷

0Komentar

Special Ads