![]() |
| Menanggalkan gemerlap panggung popularitas, Maria Eva melangkah menuju keteduhan iman. Umroh bukan sekadar perjalanan, tetapi kepulangan hati menuju ridha Allah SWT (Foto:Dok.Abadi) |
Sidoarjo|masbhnainnews.com
Setelah lama berada di bawah sorotan publik, Maria Eva memilih arah hidup yang lebih sunyi namun sarat makna. Mantan artis yang pernah menghiasi dunia hiburan ini kini meneguhkan perjalanan hijrahnya melalui ibadah umroh, sebuah laku spiritual yang lahir dari perenungan mendalam, bukan sekadar pemenuhan kewajiban ritual.
![]() |
| Ayat demi ayat dibaca, doa demi doa dipanjatkan. Maria Eva dan sangat putri Audrey Nataniela Putri menapaki ibadah dengan iman yang diwariskan (Foto:Dok.Abadi) |
![]() |
| Sentuhan lembut, doa yang dalam. Maria Eva dan Audrey Nataniela Putri dalam momen penuh makna (Foto:Dok.Abadi) |
![]() |
| Kecantikan sejati bersanding dengan akhlak. Audrey Nataniela Putri melangkah di Tanah Suci dengan pesona yang lahir dari ketulusan (Foto:Dok.Abadi) |
Dalam keterangannya, Maria Eva menekankan bahwa hijrah tidak dapat dimaknai secara dangkal. Kamis (25/12/2025)
“Arti kata hijrah itu bukan sekadar perubahan, tetapi harus disertai peningkatan ibadah dan laku spiritual pribadi yang terus bergerak menuju kondisi yang lebih baik dalam segala aspek—baik keyakinan, pikiran, perasaan, maupun akhlak—demi meraih ridha Allah SWT,” ujar Maria Eva.
Ia menambahkan, hijrah merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap manusia yang berakal dan memiliki orientasi hidup ke arah kebaikan.
“Menurut saya, hijrah itu wajib bagi setiap manusia yang berakal dan menginginkan kebaikan serta keselamatan di masa depan. Hijrah bukan hanya soal perpindahan fisik, tetapi upaya memperbaiki kualitas keimanan dan amal saleh secara internal,” tuturnya.
Bagi Maria Eva, umroh bukan sekadar perjalanan lintas negara, melainkan perjalanan kembali ke dalam diri.
“Ini bukan tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi tentang pulang—ke hati yang lebih tenang, lebih jujur, dan lebih bersyukur,” ungkapnya.
Keputusan Maria Eva untuk menjauh dari gemerlap popularitas tidaklah mudah. Dunia hiburan menawarkan kenyamanan dan pengakuan, namun ia memilih ketenangan batin dan kedalaman makna hidup. Pilihan tersebut menjadi bukti keberanian dalam menata ulang tujuan hidup.
Selain memperdalam spiritualitas, Maria Eva juga menjalani kehidupan yang lebih bersahabat dengan alam. Ia kini mengelola kebun kopi seluas beberapa hektare di kawasan Kawah Ijen, Bondowoso. Aktivitas ini menjadi bagian dari transformasi hidupnya—hidup sederhana, bekerja dengan kesadaran, serta menjaga keseimbangan antara raga dan jiwa.
Sepulang dari Tanah Suci, kediaman Maria Eva kerap dikunjungi kerabat dan sahabat yang datang bersilaturahmi. Mereka menyampaikan apresiasi atas keteguhan sikap dan konsistensi hijrah yang ia jalani selama ini.
“Perubahannya bukan sekadar tampak dari luar, tetapi benar-benar terasa dalam sikap dan cara pandangnya,” ungkap salah satu sahabat dekatnya.
Kisah hidup Maria Eva kini menjadi refleksi bahwa puncak kebahagiaan tidak selalu berada di panggung popularitas. Dalam kesederhanaan, keteduhan iman, dan kedekatan dengan alam, ia menemukan arti hidup yang lebih utuh dan menenangkan.
|Abad⁷⁷




0Komentar