![]() |
| Akhir tahun penuh makna, Sat Samapta Polres Situbondo menebar empati dan harapan melalui PASABBER (Foto:Dok.Abadi) |
Akhir tahun tak selalu identik dengan pesta dan euforia. Di tengah hiruk pikuk perayaan, Sat Samapta Polres Situbondo justru memilih menutup 2025 dengan langkah bermakna, menghadirkan kepedulian bagi mereka yang membutuhkan melalui aksi sosial PASABBER (Pasukan Samapta Berbagi).
![]() |
| Di bawah kepemimpinan Iptu H. Rachman Fadli Kurniawan, kepedulian menjadi wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat (Foto:Dok.Abadi) |
Aksi sosial ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kasat Samapta Polres Situbondo, Iptu H. Rachman Fadli Kurniawan, S.H., M.M., Sat Samapta dikenal konsisten menanamkan nilai empati, kepedulian, dan pelayanan humanis dalam setiap tugasnya.
Iptu Rachman menjelaskan, PASABBER merupakan program berkelanjutan yang dirancang untuk memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
“Menjelang pergantian tahun, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud kasih sayang dan komitmen Polri untuk selalu hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Transformasi Polri Presisi, di mana Polri dituntut adaptif, humanis, serta responsif terhadap kebutuhan sosial masyarakat.
Tak hanya menyerahkan bantuan sembako, personel Sat Samapta juga meluangkan waktu berinteraksi dengan anak-anak yatim, menyampaikan motivasi, doa, serta dukungan moral agar mereka tetap optimistis dalam menatap masa depan.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan menghadirkan senyum di akhir tahun. Polri akan terus berupaya menebar manfaat dan kebaikan,” tambahnya.
Aksi PASABBER ini pun menuai apresiasi dari pengurus Yayasan Rumah Yatim yang menilai langkah Sat Samapta Polres Situbondo sebagai teladan bahwa penutupan tahun tidak harus diwarnai pesta dan hura-hura, melainkan dapat diisi dengan aksi nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
Di penghujung tahun, kepedulian menjadi perayaan paling bermakna—karena dari berbagi, harapan baru tumbuh untuk menyongsong hari esok yang lebih baik.
|Abad⁷⁷


0Komentar