TfG9GpriTfr5TUCiGSW5TfziTd==
Light Dark
Dari Kandang ke Pasar: Aksi Hebat Siswa SMAN 1 Tenggarang Bangun Ketahanan Pangan Lewat Usaha Telur Ayam Kampung

Dari Kandang ke Pasar: Aksi Hebat Siswa SMAN 1 Tenggarang Bangun Ketahanan Pangan Lewat Usaha Telur Ayam Kampung

Seorang siswa SMAN 1 Tenggarang Bondowoso mencuri perhatian publik lewat aksi luar biasanya: membangun usaha peternakan ayam petelur sepulang sekolah
Daftar Isi
×

 

Bersama sang inspirator muda, Muhammad Afif Bintang Aila – pelajar visioner SMAN 1 Tenggarang yang sukses membangun usaha peternakan mandiri. Didampingi Kepala Sekolah, Bapak Priyanto, S.Pd., M.Pd., sebagai wujud dukungan penuh terhadap generasi emas penerus ketahanan pangan Indonesia (Foto:Dok.Bagus)
Bondowoso |masbhabinnews.com

Di tengah gempuran era digital dan gaya hidup instan, seorang pelajar SMA di pelosok Bondowoso justru memilih meniti jalan berbeda. Ia tidak sibuk bermain gawai atau terlena oleh rutinitas remaja pada umumnya. Namanya Muhammad Afif Bintang Aila, siswa kelas XI SMAN 1 Tenggarang yang sukses mengembangkan usaha peternakan ayam petelur skala rumahan dengan sistem pemasaran modern.

Baju seragam belum sempat diganti, tapi ayam-ayam ini lebih dulu harus diberi makan. Karena sukses itu bukan soal nanti, tapi soal apa yang kamu rawat hari ini (Foto:Dok.Bagus)
Berbasis di Desa Sumbersari, Kecamatan Maesan, Bondowoso, Bintang – sapaan akrabnya – berhasil memadukan ilmu pengetahuan, kejelian melihat peluang, serta ketekunan luar biasa dalam merintis usaha telur ayam kampung unggulan. Ia membudidayakan ayam ras lokal jenis Kampung Unggul Balitbang (KUB) varian Janaka, Narayana, Sengkuni, dan Black Permud yang terkenal tahan penyakit serta efisien dalam produksi.

Hebatnya, seluruh proses – dari penetasan telur, pembesaran ayam, hingga pendistribusian produk – dilakukan di lahan pekarangan belakang rumahnya. Telur-telur sehat hasil budidaya Bintang kini telah merambah berbagai pasar lokal, rumah sakit, kafe, kompleks perumahan, bahkan dipasarkan secara daring melalui media sosial.

Tak hanya menjual telur konsumsi, Bintang juga menawarkan paket indukan ayam siap produksi, menyasar masyarakat yang ingin memulai usaha ternak. Satu paket ayam super terdiri dari lima betina dan satu jantan, dijual dengan harga antara Rp750.000 hingga Rp1.000.000, sementara paket ayam KUB dibanderol sekitar Rp450.000 – Rp800.000.

“Alhamdulillah, dari hasil usaha ini saya bisa memenuhi kebutuhan sekolah dan menyisihkan untuk tabungan. Saya ingin mandiri, tidak membebani orang tua,” ujar Bintang penuh semangat.

Langkah Bintang ini bukan sekadar prestasi pribadi. Lebih dari itu, ia telah menjadi bagian dari solusi besar bangsa. Apa yang dilakukannya sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sosok pelajar seperti Bintang adalah contoh konkret generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga produktif, solutif, dan berjiwa wirausaha. Merekalah kelak yang akan menjadi tulang punggung Indonesia.

Kepala SMAN 1 Tenggarang, Priyanto, S.Pd., M.Pd., mengaku bangga dan terkejut dengan viralnya sosok Bintang. Ia tidak menyangka seorang siswa bisa membangun jaringan usaha dengan sistem manajemen yang tertata rapi dan memiliki karyawan di usia yang masih sangat muda.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Bintang. Ini bukan hanya kebanggaan sekolah, tetapi juga harapan untuk bangsa. Semoga kisah inspiratif ini menjadi pemantik semangat bagi pelajar lain di seluruh Indonesia,” tuturnya.


(Abad⁷⁷)

0Komentar

Special Ads