Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Merawat Kepercayaan Publik, Radarjakarta.id Rayakan Tiga Tahun Pengabdian

 

Jakarta |masbhabinnews.com

Memasuki usia ketiga, Radarjakarta.id menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, independen, dan berpihak pada kepentingan publik. Momentum Hari Ulang Tahun ke-3 media siber tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi atas pentingnya menjaga profesionalisme pers di tengah derasnya arus informasi digital.

Perayaan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan itu dihadiri jajaran pemerintahan, unsur Polri, TNI, PLN, KONI, pimpinan redaksi media online, mitra kerja, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Radarjakarta.id.

Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas konsistensi Radarjakarta.id dalam menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi yang bertanggung jawab.

"Atas nama Pengurus PWI Provinsi DKI Jakarta, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-3 untuk Radarjakarta.id. Semoga semakin berkembang, semakin dipercaya masyarakat, menjadi jembatan informasi, sekaligus mampu memberikan inspirasi bagi semua," ujar Kesit.

Ia menekankan bahwa eksistensi media tidak hanya diukur dari kecepatan menyampaikan informasi, melainkan dari komitmen menjaga akurasi, independensi, dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik.

Menurutnya, setiap produk jurnalistik harus berlandaskan Undang Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta prinsip verifikasi yang menjadi fondasi utama kerja pers profesional.

"Tugas media pers berbeda dengan media sosial. Pers wajib melakukan verifikasi, check and balance, serta menguji kebenaran setiap informasi sebelum dipublikasikan. Karena itu, apabila media pers terlihat lebih lambat dibanding media sosial, hal tersebut merupakan bagian dari mekanisme jurnalistik yang tidak boleh ditinggalkan," jelasnya.

Kesit menilai, derasnya arus informasi di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi industri media. Di tengah tuntutan kecepatan, media dituntut tetap mengedepankan ketelitian agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Ia mengingatkan bahwa mengabaikan proses verifikasi demi mengejar kecepatan hanya akan mengikis kredibilitas media. Karena itu, profesionalisme harus tetap menjadi pijakan utama setiap insan pers.

Selain menyampaikan kritik yang konstruktif terhadap berbagai persoalan publik, lanjut Kesit, media juga memiliki tanggung jawab memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang layak diketahui masyarakat.

"Pers harus menghadirkan fakta secara utuh dan berimbang. Ketika ada prestasi, berikan apresiasi. Ketika ada persoalan, sampaikan kritik yang membangun. Itulah fungsi pers sebagai pilar demokrasi," tegasnya.

Menutup sambutannya, Kesit berharap Radarjakarta.id mampu terus bertahan dan berkembang di tengah dinamika industri media yang kini menghadapi tekanan besar, baik dari sisi bisnis maupun perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

"Saya berharap Radarjakarta.id semakin kuat, semakin dipercaya publik, dan terus melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Umum Radarjakarta.id, Budiman Tandiono, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan tiga tahun media yang dipimpinnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Radarjakarta.id mampu terus berkembang hingga saat ini.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, mitra kerja, sahabat, serta semua pihak yang selama ini mendukung perjalanan Radarjakarta.id. Kehadiran dan dukungan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya serta menghadirkan informasi yang akurat, bermanfaat, dan dapat dipercaya masyarakat," ujar Budiman.

Dalam momentum peringatan HUT tersebut, Radarjakarta.id juga memberikan penghargaan kepada insan pers internal yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi luar biasa.

Penghargaan diberikan kepada Wartawan Cilik Radarjakarta.id, Aisyah Azzahra Waluyo, serta Wartawan Kreatif Radarjakarta.id, Bagus Wirawiri. Keduanya dinilai mampu menghadirkan semangat baru melalui dedikasi, kreativitas, dan karya jurnalistik yang memberikan nilai positif bagi perkembangan media.

"Dedikasi dan kreativitas yang mereka tunjukkan menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar Radarjakarta.id. Kami berharap semangat tersebut terus tumbuh dan menjadi motivasi untuk menghadirkan karya karya jurnalistik yang semakin berkualitas," kata Budiman. 


|msb

PPKSA Hadir dengan Hati yang Menyala: Tangan yang Peduli dan Kepedulian Sejati untuk yang Membutuhkan


PPKSA hadir dengan kepedulian nyata, menyalakan harapan bagi korban tanah longsor Arjasari Banjaran (Foto:Dok.Abadi)
Bandung|masbhabinnews.com

Kota Bandung kembali menjadi saksi aksi kepedulian nyata. Paguyuban Pedagang Kayu Situ Aksan (PPKSA) bersama mantan artis manajemen nasional Eko Budi Purwanto dan anggota DPRD Kota Bandung Haji Deni Nursani, S.Pd.I., turun langsung membantu korban tanah longsor di Arjasari Banjaran, Kabupaten Bandung, Minggu pagi (21/12/2025).

Kolaborasi inspiratif PPKSA, Eko Budi Purwanto, dan H. Deni Nursani membawa senyum bagi warga terdampak musibah (Foto:Dok Abadi)
Kegiatan ini menghadirkan berbagai program sosial, mulai dari pentas hiburan, tabligh akbar, hingga sunatan massal, sebagai bentuk empati PPKSA kepada warga terdampak bencana. Pengurus PPKSA didampingi para Srikandi di bawah pimpinan Ny. Reny sigap menyiapkan santapan dan mendistribusikan bantuan, memastikan setiap warga yang membutuhkan mendapat perhatian maksimal.

Penasehat PPKSA sekaligus anggota DPRD Kota Bandung, H. Deni Nursani, menyampaikan apresiasi tinggi. “Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT. Kolaborasi Ketua RW 01 dengan penanggung jawab PPKSA, saudara Eko Budi, dan jajaran pengurus inti sungguh luar biasa. Kebaikan dan empati mereka terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah menjadi inspirasi bagi banyak pihak,” ujarnya.

Masyarakat setempat pun menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian PPKSA dan seluruh pihak yang terlibat. Bantuan dan perhatian ini benar-benar meringankan beban kami,” ungkap salah satu warga.

Susunan pengurus terbaru PPKSA 2025:

Ketua: Hendrawan

Sekretaris: Ahmad Zaenj

Koordinator: Nyanyang Koswara

Penasehat: H. Deni Nursani, S.Pd.I

Penanggung Jawab: Eko Budi Purwanto

Anggota dan Srikandi PPKSA

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kerja sama nyata dapat membawa harapan bagi mereka yang terdampak bencana. Seperti kata pepatah bijak: “Tangan yang memberi lebih mulia daripada tangan yang menerima, dan kebaikan sekecil apa pun akan meninggalkan jejak yang abadi.”


|Abad⁷⁷

Kolonel Inf Roliyanto Pimpin Satgas Kebencanaan: Prajurit Dharaka Yudha Bergerak Cepat Menjawab Panggilan Tugas Semeru

Di tengah hamparan material erupsi, prajurit Dharaka Yudha menemukan sebuah motor yang tertimbun. Dengan sigap mereka mengangkat, menyelamatkan, dan memastikan setiap jejak harapan warga tak dibiarkan hilang begitu saja (Foto:Dok.Abadi)
Lumajang|masbhabinnews.com

Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali menjadi pengingat bahwa bencana alam selalu datang tanpa kompromi. Namun, di saat kondisi menuntut kesiapan tertinggi, prajurit TNI—khususnya dari jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad—hadir sebagai garda terdepan. Dengan respon cepat dan terukur, Panglima Divif 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo, S.I.P., resmi menunjuk Komandan Brigade Infanteri 9/Dharaka Yudha Kostrad, Kolonel Inf Roliyanto, S.I.P., M.I.P., sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kebencanaan.

Kolonel Inf Roliyanto berdiri tegap bersama prajuritnya, wajah-wajah siap siaga yang memegang teguh janji keparajuritan. Dalam setiap langkah, mereka hadir untuk rakyat, cepat, tangguh, dan tanpa ragu menjalankan tugas kemanusiaan (Foto:Dok.Abadi)
Penunjukan ini bukan semata penugasan struktural, melainkan kepercayaan strategis kepada seorang pemimpin lapangan yang dikenal berdedikasi tinggi. Di bawah komando Kolonel Roliyanto—sosok yang dihormati karena ketegasan, empati, dan rekam jejaknya dalam operasi kemanusiaan, ratusan prajurit Dharaka Yudha langsung disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan dampak erupsi lanjutan.

“Sebagai Dansatgas, kami telah menyiapkan tiga SSK berjumlah sekitar 300 prajurit dari Yonif 509/Balawara Yudha, Yonif 514/Sabaddha Yudha, dan Yonif 515/Ugra Tapa Yudha. Mereka adalah pasukan yang terlatih, memiliki mobilitas tinggi, serta mampu bergerak cepat dalam kondisi darurat,” ujar Kolonel Roliyanto.

Persiapan tersebut mencakup penyiapan personel, material pendukung, kendaraan taktis, hingga dapur lapangan sebagai bagian dari langkah antisipasi terukur. Pendekatan penempatan pasukan dirancang dinamis dan berlapis—tiga SSK tetap bersiaga di markas masing-masing sambil terus memantau situasi secara real time.

Sementara itu, satu SSK dari Yonif 509/Balawara Yudha telah diterjunkan lebih awal ke kawasan terdampak di Kabupaten Lumajang. Mereka membantu warga mengevakuasi barang-barang yang tertimbun material banjir pasir pasca erupsi, memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Respons cepat ini menjadi bukti bahwa Brigif 9/Dharaka Yudha tidak hanya siap bertempur, tetapi juga berdiri di garis depan dalam misi kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan nilai yang tertanam dalam Sumpah Prajurit dan Sapta Marga—bahwa prajurit TNI hadir untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Kesiapsiagaan prajurit Dharaka Yudha di lapangan juga menjadi wujud janji keparajuritan: tegak dalam tugas, sigap sebelum diperintah, dan setia mengabdi tanpa pamrih. Mereka tidak hanya membawa keunggulan kemampuan militer, tetapi juga ketulusan untuk melindungi masyarakat di empat kabupaten: Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan Kodam V/Brawijaya dalam operasi ini menunjukkan bahwa keselamatan warga adalah prioritas bersama. Kehadiran prajurit Dharaka Yudha menjadi pengingat bahwa di setiap bencana, selalu ada tangan-tangan kokoh yang siap mengulurkan bantuan.

Dalam situasi krisis, tindakan cepat Kolonel Inf Roliyanto dan ketangguhan prajuritnya menegaskan bahwa prajurit sejati bukan hanya hebat saat berperang, tetapi mulia saat menjaga dan menyelamatkan rakyatnya.


|Abad⁷⁷

Aksi Kemanusiaan Yonif 509 Kostrad Dapat Apresiasi Warga: “Terima Kasih TNI, Kalian Datang di Saat Kami Butuh"

Senyuman Letkol Inf Juni Fitriyan, S.H., M.H.I. bersama prajurit Yonif 509 Kostrad menjadi bukti bahwa bantuan tak hanya hadir dalam tindakan, tetapi juga dalam ketulusan hati (Foto:Dok.Abadi)
Jember|masbhnainnews.com

Dalam situasi darurat pasca erupsi Gunung Semeru, kehadiran bantuan cepat dan terstruktur menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat terdampak. Menjawab kondisi tersebut, sebanyak 100 prajurit Yonif 509 Kostrad diterjunkan untuk melaksanakan misi kemanusiaan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (23/11/2025) Pasukan dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri 509 Kostrad Letkol Inf Juni Fitriyan, S.H., M.H.I., sebagai bentuk kesiapsiagaan dan tanggung jawab TNI dalam merespons bencana alam di wilayah nasional.

Letkol Inf Juni Fitriyan, S.H., M.H.I. memimpin apel prajurit Yonif 509 Kostrad di lokasi bencana, menghadirkan ketegasan komando sekaligus ketulusan kepedulian bagi warga terdampak (Foto:Dok.Abadi)
Letkol Inf Juni Fitriyan menegaskan bahwa misi ini bukan sekadar tugas formal, melainkan panggilan moral dan tanggung jawab pengabdian.

"Misi kemanusiaan ini adalah kewajiban kami sebagai TNI, khususnya Yonif 509 Kostrad, untuk hadir dan membantu masyarakat yang terdampak Erupsi Semeru," ujarnya.

Para prajurit dalam penugasan ini tidak hanya memberikan bantuan teknis, tetapi juga ikut merasakan duka, ketakutan, dan kepedihan warga yang kehilangan tempat tinggal. Mereka hadir bukan sebagai aparat berseragam, tetapi sebagai saudara sebangsa.

Pengerahan pasukan difokuskan pada beberapa tugas utama, di antaranya:

  1. Evakuasi warga terdampak

  2. Pendirian posko darurat

  3. Penyaluran bantuan logistik

  4. Pencarian dan pertolongan korban

Satuan juga dilengkapi kendaraan taktis, tenda lapangan, serta peralatan penyelamatan untuk mempercepat penanganan kondisi di lapangan.

Dalam arahannya, Danyon menegaskan semangat pengabdian yang sejalan dengan nilai dasar prajurit.

"Mari kita laksanakan tugas ini dengan semangat luar biasa. Sebagai prajurit TNI, kita wajib membantu masyarakat semaksimal mungkin, sesuai pedoman 8 Wajib TNI, khususnya poin ke-8: Menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.”

Semangat prajurit juga sejalan dengan semboyan "Bersama Rakyat TNI Kuat" serta nilai juang "Ksatria Peduli, Ksatria Untuk Negeri, Kesatria Condromowo".

Kehadiran prajurit disambut penuh haru oleh masyarakat setempat. Seorang warga menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya.

“Hati kami sangat terhibur dan bangga dengan kehadiran prajurit TNI,” kata seorang warga setempat, suaranya pecah oleh rasa syukur. “Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada prajurit TNI atas respon cepat dan sikap manusiawi. Kehadiran kalian memberi kami harapan — kami tidak sendirian kalian datang saat kami butuh".

Ungkapan tersebut mencerminkan apresiasi mendalam masyarakat kepada prajurit yang berani berdiri di garis terdepan kemanusiaan. Kehadiran mereka bukan sekadar simbol, melainkan bukti bahwa negara hadir melalui bentuk tindakan nyata di titik paling terdampak.

Misi kemanusiaan ini menegaskan komitmen Yonif 509 Kostrad bahwa tugas seorang Ksatria tidak semata berada di medan tempur, tetapi turut berdiri di garis depan kemanusiaan. Dari pengabdian ini tercermin satu pesan luhur: kekuatan sejati bukan diukur dari senjata yang digenggam, melainkan dari ketulusan hati yang sanggup memberi tanpa pamrih.

Dalam falsafah TNI, sudah tertanam keyakinan: “Di mana rakyat dalam kesusahan, di situ prajurit berada.”

Dengan semangat Sapta Marga, 8 Wajib TNI, dan slogan Bersama Rakyat TNI Kuat, prajurit Yonif 509 Kostrad kembali menunjukkan bahwa pengabdian bukan hanya panggilan militer, melainkan panggilan nurani.


|Abad⁷⁷

Ide Brilian Polisi Bondowoso: Operasi Zebra Disulap Jadi Aksi Humanis Berhadiah Tape Manis

 

Ipda Dwi Citra Prastana memimpin langsung edukasi keselamatan di lapangan, memastikan Operasi Zebra Semeru 2025 berjalan humanis dan tepat sasaran(Foto:Dok.Abadi)
Bondowoso|masbhabinnews.com

Satlantas Polres Bondowoso menghadirkan inovasi unik dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 dengan membagikan Tape Manis, jajanan khas Kota Bondowoso, kepada para pengendara yang mematuhi aturan lalu lintas. Aksi kreatif ini digelar di Bundaran Nangkaan, Kamis (20/11/2025) pagi, dan spontan menarik perhatian para pengguna jalan.

Senyum itu lahir bukan dari ketakutan razia, tapi dari apresiasi. Tape Manis hadir sebagai hadiah bagi pengendara yang taat aturan (Foto:Dok.Abadi)
Tidak hanya berhenti pada penegakan hukum dan teguran, aparat kepolisian turun langsung menyapa masyarakat dengan cara lebih persuasif dan edukatif. Pengendara yang terbukti tertib serta memiliki kelengkapan surat kendaraan diberi hadiah sebungkus Tape Manis, sebagai bentuk apresiasi sekaligus ajakan membangun budaya tertib berlalu lintas.

Istilah Tape Manis sendiri menjadi akronim edukatif "Taati Peraturan Masyarakat Bondowoso Humanis", merefleksikan pendekatan ramah Satlantas dalam menyampaikan pesan keselamatan sekaligus mengangkat identitas Bondowoso sebagai Kota Tape.

Kasat Lantas Polres Bondowoso AKP Achmad Rochan, melalui Kanit Kamsel Ipda Dwi Citra Prastana, mengatakan bahwa konsep ini dipilih agar pesan keselamatan dapat diterima masyarakat dengan lebih menyenangkan.

"Dalam rangka Operasi Zebra Semeru 2025, kami membagikan ratusan tape kepada pengendara tertib. Ini bagian dari upaya mengedukasi masyarakat dengan pendekatan humanis, agar kesadaran berlalu lintas tumbuh dari diri sendiri," ujarnya.

Menurutnya, papan imbauan dan interaksi langsung menjadi metode efektif untuk menghapus stigma takut berkomunikasi dengan polisi, serta menghadirkan suasana ramah di jalan raya.

Operasi Zebra Semeru 2025 sendiri berlangsung 17–30 November dengan strategi preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara humanis, termasuk penindakan melalui ETLE serta pelanggaran kasat mata.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga. Sebagian besar pengendara mengaku tersentuh dengan metode edukasi yang tidak hanya tegas, tetapi juga mengangkat nilai lokal Bondowoso.

Seorang pengguna jalan memberikan komentar langsung usai menerima hadiah:

“Ini ide yang keren sekali. Meskipun kami warga Bondowoso, sering juga tidak mengonsumsi tape. Ada dua hal yang kami puji dari langkah Satlantas: penertiban pelanggaran dan edukasi tentang kesadaran berlalu lintas, serta ikut mempromosikan produk lokal dan ikon Bondowoso sebagai kota tape. Ini juga sangat mendukung UMKM,” ungkapnya.

Aksi ini menjadi cerminan transformasi pelayanan Polri yang kini semakin humanis, komunikatif, dan berbasis pendekatan menyentuh masyarakat. Tidak hanya menjalankan tugas penindakan, Polres Bondowoso hadir sebagai bagian dari solusi sosial yang memperkuat hubungan emosional dengan warga.

Pelayanan langsung yang ramah, transparan, dan edukatif seperti ini dinilai berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri di tingkat daerah maupun nasional.

Dengan cara yang sederhana namun bermakna, Satlantas Bondowoso tidak hanya mengkampanyekan keselamatan, tetapi juga menghadirkan polisi sebagai mitra masyarakat—bukan sekadar penegak aturan.


|Abad⁷⁷

Kapolres Bondowoso Tunjukkan Kepemimpinan Humanis, Turun Langsung Edukasi Pengendara di Operasi Zebra Semeru 2025

 

Dengan senyum ramah, Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono menyapa pengguna jalan, menanamkan budaya tertib demi keselamatan bersama (Foto:Dok.Abadi)
Bondowoso|masbhabinnews.com

Hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 diwarnai aksi langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., yang turun ke jalan membagikan brosur keselamatan kepada pengguna jalan di depan Mapolres Bondowoso, Rabu (19/11/2025). Kegiatan itu dilakukan bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Bondowoso sebagai bentuk edukasi terbuka kepada masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.

Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Heru Wahyudi mengajak pengendara bersama wujudkan budaya tertib berlalu lintas(Foto:Dok.Abadi)
Operasi yang berlangsung 17–30 November 2025 ini mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif, dengan fokus meningkatkan kesadaran publik melalui penyampaian informasi, edukasi langsung di lapangan, serta imbauan humanis kepada pengendara.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bondowoso tidak sekadar memimpin, namun hadir secara langsung di tengah masyarakat—menyapa pengendara, membagikan brosur, dan memberikan edukasi singkat mengenai aturan berkendara yang benar. Brosur tersebut memuat informasi seputar tujuan operasi, sasaran pelanggaran prioritas, serta ajakan untuk membangun budaya disiplin berlalu lintas.

Kapolres Bondowoso menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan masyarakat memahami adanya pelaksanaan Operasi Zebra Semeru serta pentingnya keselamatan dalam berkendara. Edukasi langsung dinilai lebih efektif dalam menanamkan pemahaman masyarakat sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah Bondowoso.

“Kami mengedepankan tindakan persuasif dan humanis di awal pelaksanaan operasi. Namun, pelanggaran yang membahayakan pengguna jalan tetap akan ditindak tegas,” ujar Kapolres.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat berkolaborasi dengan kepolisian dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan. Menurutnya, kedisiplinan pengendara menjadi faktor krusial dalam menciptakan kenyamanan di jalan raya.

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari para pengguna jalan. Kehadiran langsung Kapolres di lapangan mencerminkan komitmen kuat Polres Bondowoso dalam menjadikan operasi ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga sarana edukasi publik.

Aksi AKBP Harto Agung Cahyono turut menuai apresiasi lantaran menunjukkan gaya kepemimpinan yang menginspirasi, dekat dengan masyarakat, dan tidak sekadar memberi instruksi dari balik meja. Kepemimpinannya dinilai mencerminkan polisi yang membumi, responsif, dan memiliki kepedulian nyata terhadap keselamatan warga Bondowoso.

Keterlibatannya secara langsung di lapangan memperkuat citra Polres Bondowoso sebagai institusi yang hadir melayani, bukan sekadar menindak.


(Abad⁷⁷)

Antara Tugas dan Kepedulian: Wakapolres Bondowoso Disanjung Usai Beri Hadiah untuk Anak PAUD


Senyum hangat Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika saat menyapa anak-anak PAUD, momen humanis yang mendapat apresiasi warga (Foto:Dok.Abadi)
Bondowoso – Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., menghadiri video conference (vidcon) bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI AD dalam rangka peninjauan program pengairan pertanian terpadu, Kamis (13/11/2025), di Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambesari.

Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika saat menghadiri vidcon bersama Kasad TNI AD, menegaskan komitmen Polri dalam mendukung penguatan akses air bersih bagi masyarakat (Foto:Dok.Abadi)

Kehadiran Wakapolres menegaskan komitmen Polres Bondowoso dalam mendukung program strategis nasional yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui peningkatan akses air bersih.

Kehadiran Wakapolres Bondowoso dalam peninjauan program pengairan menunjukkan sinergi kuat antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah (Foto:Dok.Abadi)
UAgenda yang digelar di halaman rumah Ustaz Nasir RT 3 RW 1 tersebut juga diikuti Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i, S.E., Kasdim 0822 Mayor Inf Tanuri, perwakilan Kejaksaan Negeri, Dinas Pertanian, Perkim, serta unsur kecamatan.

Dalam vidcon, Kasad TNI AD memaparkan bahwa program pengairan terpadu merupakan langkah percepatan pembangunan infrastruktur air bersih melalui pembangunan sumur bor, pompa hidram, hingga sistem penyaluran air untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Usai kegiatan, Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika menegaskan bahwa Polri akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan TNI AD dalam pengawalan program pembangunan daerah.

“Pemenuhan akses air bersih bukan hanya soal kebutuhan fisik, tetapi juga fondasi ketahanan pangan masyarakat. Polres Bondowoso berkomitmen memberikan dukungan penuh melalui pengamanan dan sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Kompol I Gede Suartika juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam setiap tugas kepolisian.

“Di mana pun saya berada, saya selalu berusaha menjalin kedekatan dengan masyarakat, terutama anak-anak. Mereka adalah generasi masa depan yang harus kita beri perhatian dan kebahagiaan,” tegasnya.

Di sela agenda resmi, Wakapolres menyempatkan diri menyapa anak-anak PAUD yang hadir di lokasi. Dengan penuh kehangatan, beliau membagikan cokelat dan hadiah uang tunai, sebuah kebiasaan kecil yang selalu ia lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil.

Gestur tersebut memunculkan keceriaan spontan dari anak-anak dan menciptakan suasana yang lebih akrab antara aparat dengan warga.

Aksi Wakapolres mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Banyak warga yang merasa tersentuh oleh kepedulian beliau, salah satu orang tua murid, Sumiati, mengungkapkan rasa harunya.

“Anak-anak sangat senang. Tidak banyak pejabat yang mau turun langsung menyapa anak-anak seperti itu. Sikap Pak Wakapolres sangat memanusiakan.”

Warga lain, Kholil, memberikan apresiasi serupa “Beliau sosok yang tidak hanya bekerja secara formal, tapi juga hadir dengan hati. Kami bangga punya pemimpin yang begitu dekat dengan rakyat.”

Seluruh proses kegiatan berlangsung dengan tertib dan terkoordinasi, mencerminkan profesionalisme aparat serta kuatnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Bondowoso.


(Abad⁷⁷)

SMPN 1 Grujugan Gelar Nobar Edukatif: 222 Pelajar Bondowoso Diajak Pahami Bahaya Cyberbullying


Ratusan siswa menyimak dengan penuh konsentrasi—setiap adegan film menjadi pelajaran berharga tentang empati dan etika digital (Foto:Dok.Abadi)
Bondowoso|masbhabinnews.com

City Plaza Bondowoso hari itu menjadi ruang refleksi mendalam ketika ratusan pelajar SMPN 1 Grujugan mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film Cyberbullying, Selasa (11/11/2025). Di tengah meningkatnya kasus perundungan, baik di sekolah maupun dunia maya, kegiatan ini hadir sebagai langkah nyata untuk menanamkan kesadaran, mencegah perilaku menyimpang, serta membangun karakter positif bagi generasi remaja

Kepala Sekolah dan Siswa di City Plaza:
Kepala Sekolah Rita Kurniati, S.Pd, bersama para siswa SMPN 1 Grujugan tampak kompak di City Plaza, menyatukan langkah untuk wujudkan ‘Sekolah Happy, Tanpa Bully (Foto:Dok.Abadi)
SMPN 1 Grujugan menegaskan komitmennya terhadap Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berdasarkan Perpres RI No. 87 Tahun 2017, sekaligus mendukung himbauan Dinas Pendidikan Bondowoso melalui gerakan “Sekolah Happy, Tanpa Bully.” Kegiatan nobar dipandang sebagai metode edukatif yang efektif karena pesan moral disampaikan melalui alur cerita yang mudah dicerna, relevan, dan menyentuh sisi emosional para siswa.

Film Cyberbullying yang disutradarai Rusmin Nuryadin, serta diperankan Amanda Putri Revina, Roy Marten, dan Arlita Renggiana, menampilkan kisah Neira—siswi SMP yang kehidupannya runtuh akibat video viral. Ia harus berjuang menghadapi tekanan sosial, kecemasan, hingga kehilangan kepercayaan diri. Cerita ini menjadi gambaran nyata situasi yang kerap terjadi di dunia nyata: perundungan digital yang merusak mental, menghancurkan masa depan, dan meninggalkan trauma panjang.

Kepala SMPN 1 Grujugan, Rita Kurniati, S.Pd, menegaskan bahwa edukasi seperti ini menjadi semakin penting mengingat maraknya kasus perundungan yang bahkan telah merenggut nyawa para korban.

“Banyaknya kasus perundungan, baik di dunia nyata maupun digital, menuntut kita untuk memberikan edukasi yang serius dan berkelanjutan. Nobar ini bertujuan menumbuhkan kesadaran, mengajak siswa bijak menggunakan media sosial, dan menumbuhkan empati antarindividu. Kami ingin siswa memahami bahwa satu komentar negatif dapat menghancurkan kehidupan seseorang,” ujarnya.

Sebanyak 222 pelajar SMPN 1 Grujugan menyaksikan film tersebut dengan khidmat. Selain memperoleh pemahaman, mereka juga mendapatkan banyak manfaat edukatif, antara lain:

-Memahami dampak psikologis cyberbullying yang kerap dianggap sepele.

-Meningkatkan kecerdasan emosional, terutama empati, rasa peduli, dan saling menghormati.

-Membangun keberanian untuk melapor dan tidak diam ketika melihat perundungan terjadi.

-Mengetahui langkah pencegahan, seperti menjaga privasi dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

-Belajar berpikir kritis sebelum menyebarkan konten atau informasi di dunia maya.

Tidak hanya guru, para siswa pun merespons positif kegiatan ini. Beberapa di antara mereka memberikan pendapat yang mencerminkan pemahaman mendalam setelah mengikuti nobar.

“Saya jadi sadar bahwa cyberbullying bisa membuat seseorang sangat tersakiti. Kita harus berhati-hati saat berkomentar di media sosial,” ungkap salah satu siswa.

“Film ini bikin saya tersadar bahwa bullying itu bukan sekadar bercanda. Dampaknya bisa besar sekali,” tambah siswa lainnya.

Ada pula yang memuji langkah sekolah. “Acara ini bagus sekali. Kami jadi tahu bagaimana cara mencegah dan menghadapi bullying. Semoga sering diadakan kegiatan seperti ini,” ujar seorang pelajar dengan antusias.

Melalui kegiatan edukatif yang menyentuh sisi psikologis remaja secara langsung, SMPN 1 Grujugan berharap para siswa mampu membawa perubahan, menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bahagia, serta menjadi generasi digital yang bertanggung jawab dan berintegritas.


(Abad⁷⁷)







K.H. Abdul Hamid Wahid dan Dr. Fathur Rozi Nyalakan Obor Literasi Bondowoso Lewat Lomba Bertutur

Sekda Bondowoso, Dr. Fathur Rozi, M.Fil.I, menyampaikan sambutan penuh inspirasi dalam Lomba Bertutur 2025 — mengajak generasi muda mencintai literasi sejak dini demi Bondowoso yang berkarakter dan berbudaya
Bondowoso |masbhabinnews.com

Gema literasi kembali menggetarkan bumi Bondowoso. Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Bondowoso, sebuah ajang bergengsi yang menjadi wadah bagi lahirnya generasi muda cerdas, kreatif, dan berbudaya.

Kebersamaan yang bermakna: Sekda Dr. Fathur Rozi berfoto bersama peserta dan panitia Lomba Bertutur, menandai langkah maju Bondowoso dalam membangun generasi cerdas dan berkarakter
Kegiatan yang berlangsung sejak 23 Oktober 2025 ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan perhatian khusus dari jajaran pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. Fathur Rozi, M.Fil.I, hadir langsung untuk meninjau pelaksanaan lomba sekaligus memberikan sambutan dan motivasi kepada para peserta, guru pendamping, serta panitia pelaksana Jum'at (24/10/2025

Tatapan penuh makna — Sekda Bondowoso Dr. Fathur Rozi dan Kepala Dispusip Dra. Nunung Setianingsih menyimak dengan bangga penampilan anak-anak Bondowoso yang menuturkan cerita dengan semangat literasi
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan penanaman nilai literasi sejak usia dini.

“Saya sangat mengapresiasi Lomba Bertutur ini. Kegiatan seperti ini tidak hanya menumbuhkan kecintaan terhadap membaca dan menulis, tetapi juga melatih anak-anak untuk percaya diri, kreatif, serta memiliki kepekaan budaya. Ini adalah langkah konkret menuju masyarakat Bondowoso yang literat dan berkarakter,” ujarnya penuh semangat.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi dalam pengembangan program literasi di Bondowoso.

“Kegiatan seperti ini harus terus digalakkan. Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi kemampuan memahami kehidupan. Dengan literasi, kita menyiapkan generasi yang siap bersaing dan membawa Bondowoso menuju masa depan yang lebih gemilang,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional penguatan literasi, sejalan dengan semangat “Bondowoso Berkah” yang diusung oleh Bupati Bondowoso, K.H., Abdul Hamid Wahid., M.Ag.

Dalam pernyataannya terpisah, Bupati menegaskan bahwa literasi adalah pilar utama kemajuan bangsa.

“Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen penuh untuk terus mendukung kegiatan literasi di semua lapisan masyarakat. Lomba bertutur ini bukan hanya lomba, tetapi gerakan moral yang membangun karakter dan peradaban. Literasi adalah fondasi kemajuan, dan anak-anak kita adalah masa depan yang harus kita bimbing dengan pengetahuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Dra. Nunung Setianingsih, M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian dari Bupati serta Sekretaris Daerah. Ia menegaskan bahwa Dispusip akan terus menjadikan kegiatan literasi sebagai program unggulan yang berkelanjutan.

“Lomba bertutur ini adalah cerminan komitmen kami untuk menumbuhkan minat baca dan memperkaya budaya literasi di kalangan pelajar. Kami ingin menciptakan generasi yang mencintai ilmu pengetahuan dan berani berekspresi melalui karya dan tutur kata,” jelasnya.

Kegiatan yang digelar di tengah suasana penuh keakraban ini juga mendapat respon positif dari masyarakat. Salah satu warga yang hadir menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya agar kegiatan semacam ini terus berlanjut.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Sekda dan Ibu Kepala Dinas Perpustakaan yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Anak-anak jadi termotivasi untuk membaca dan bercerita. Ini penting sekali untuk menumbuhkan kecintaan mereka pada ilmu sejak dini,” ujarnya penuh semangat.

Lomba bertutur ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga perayaan atas semangat literasi yang mulai tumbuh subur di Bondowoso. Antusiasme para peserta yang tampil percaya diri menjadi bukti nyata bahwa Bondowoso terus melangkah menuju masa depan yang cemerlang — sebuah kabupaten yang literat, inspiratif, dan berbudaya.


(Abad⁷⁷)

Dari Kandang ke Pasar: Aksi Hebat Siswa SMAN 1 Tenggarang Bangun Ketahanan Pangan Lewat Usaha Telur Ayam Kampung

 

Bersama sang inspirator muda, Muhammad Afif Bintang Aila – pelajar visioner SMAN 1 Tenggarang yang sukses membangun usaha peternakan mandiri. Didampingi Kepala Sekolah, Bapak Priyanto, S.Pd., M.Pd., sebagai wujud dukungan penuh terhadap generasi emas penerus ketahanan pangan Indonesia (Foto:Dok.Bagus)
Bondowoso |masbhabinnews.com

Di tengah gempuran era digital dan gaya hidup instan, seorang pelajar SMA di pelosok Bondowoso justru memilih meniti jalan berbeda. Ia tidak sibuk bermain gawai atau terlena oleh rutinitas remaja pada umumnya. Namanya Muhammad Afif Bintang Aila, siswa kelas XI SMAN 1 Tenggarang yang sukses mengembangkan usaha peternakan ayam petelur skala rumahan dengan sistem pemasaran modern.

Baju seragam belum sempat diganti, tapi ayam-ayam ini lebih dulu harus diberi makan. Karena sukses itu bukan soal nanti, tapi soal apa yang kamu rawat hari ini (Foto:Dok.Bagus)
Berbasis di Desa Sumbersari, Kecamatan Maesan, Bondowoso, Bintang – sapaan akrabnya – berhasil memadukan ilmu pengetahuan, kejelian melihat peluang, serta ketekunan luar biasa dalam merintis usaha telur ayam kampung unggulan. Ia membudidayakan ayam ras lokal jenis Kampung Unggul Balitbang (KUB) varian Janaka, Narayana, Sengkuni, dan Black Permud yang terkenal tahan penyakit serta efisien dalam produksi.

Hebatnya, seluruh proses – dari penetasan telur, pembesaran ayam, hingga pendistribusian produk – dilakukan di lahan pekarangan belakang rumahnya. Telur-telur sehat hasil budidaya Bintang kini telah merambah berbagai pasar lokal, rumah sakit, kafe, kompleks perumahan, bahkan dipasarkan secara daring melalui media sosial.

Tak hanya menjual telur konsumsi, Bintang juga menawarkan paket indukan ayam siap produksi, menyasar masyarakat yang ingin memulai usaha ternak. Satu paket ayam super terdiri dari lima betina dan satu jantan, dijual dengan harga antara Rp750.000 hingga Rp1.000.000, sementara paket ayam KUB dibanderol sekitar Rp450.000 – Rp800.000.

“Alhamdulillah, dari hasil usaha ini saya bisa memenuhi kebutuhan sekolah dan menyisihkan untuk tabungan. Saya ingin mandiri, tidak membebani orang tua,” ujar Bintang penuh semangat.

Langkah Bintang ini bukan sekadar prestasi pribadi. Lebih dari itu, ia telah menjadi bagian dari solusi besar bangsa. Apa yang dilakukannya sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sosok pelajar seperti Bintang adalah contoh konkret generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga produktif, solutif, dan berjiwa wirausaha. Merekalah kelak yang akan menjadi tulang punggung Indonesia.

Kepala SMAN 1 Tenggarang, Priyanto, S.Pd., M.Pd., mengaku bangga dan terkejut dengan viralnya sosok Bintang. Ia tidak menyangka seorang siswa bisa membangun jaringan usaha dengan sistem manajemen yang tertata rapi dan memiliki karyawan di usia yang masih sangat muda.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Bintang. Ini bukan hanya kebanggaan sekolah, tetapi juga harapan untuk bangsa. Semoga kisah inspiratif ini menjadi pemantik semangat bagi pelajar lain di seluruh Indonesia,” tuturnya.


(Abad⁷⁷)

Lettu Inf Alvinta Sembiring: Sound of Ijen Caldera Perpaduan Sempurna Wisata Dunia dan Budaya Bangsa

 

Satu malam di kaki Ijen, bersama simfoni alam dan budaya. Lettu Inf Alvinta Sembiring menyatu dalam harmoni keindahan Sound of Ijen Caldera (Foto:Dok.Bagus)
Bondowoso |masbhabinnews.com

Sabtu malam, 11 Oktober 2025, langit kawasan Teduh Glamping di Dusun Linggusari, Desa Rejo Agung, Kecamatan Sumberwringin, bersinar dalam keindahan yang tak biasa. Ribuan pasang mata terpukau oleh kemegahan acara Sound of Ijen Caldera 2025—sebuah pergelaran seni, musik, dan budaya yang menyatu dengan pesona alam Gunung Ijen.

Event spektakuler ini menjadi bagian dari kampanye promosi Ijen UNESCO Global Geopark, yang tak hanya memamerkan keelokan lanskap Bondowoso, tetapi juga menyuarakan harmoni antara pelestarian lingkungan dan kemajuan pariwisata berkelanjutan.

Panggung utama yang berdiri megah di tengah hamparan alam pegunungan menjadi titik temu para penikmat seni, wisatawan, dan pencinta alam. Suhu malam yang dingin justru menghangat oleh euforia ribuan pengunjung yang datang dari berbagai penjuru tanah air untuk menyaksikan kolaborasi istimewa Tri Suaka feat Nabila Maharani—dua musisi yang dikenal luas di kalangan generasi muda.

Dalam suasana penuh semangat, hadir pula Lettu Inf Alvinta Sembiring, perwakilan dari Yonif 514/SY Kostrad, yang memberikan apresiasi luar biasa terhadap pelaksanaan event ini. Dalam keterangannya, ia menyampaikan kekaguman mendalam terhadap keindahan Bondowoso yang menurutnya layak menjadi destinasi wisata kelas dunia.

“Sebagai seorang prajurit dan sekaligus pecinta alam, saya benar-benar terpukau dengan lanskap Bondowoso. Udara sejuk, keasrian alam, dan keramahtamahan masyarakatnya adalah daya tarik yang sulit dilupakan. Tempat ini bukan hanya layak dikunjungi, tapi patut dijadikan ikon pariwisata dunia,” ujarnya penuh semangat.

Lettu Alvinta juga mengungkapkan kecintaannya terhadap kopi, dan secara khusus memuji keistimewaan kopi Arabika Ijen.

“Sebagai penggemar kopi, saya berani mengatakan bahwa kopi Arabika Ijen adalah yang terbaik. Aroma dan rasanya istimewa, memberikan pengalaman cita rasa yang tak ditemukan di tempat lain. Ini adalah warisan yang patut dijaga dan dipromosikan ke dunia,” tambahnya.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dalam sambutannya menegaskan bahwa Sound of Ijen Caldera bukan sekadar pergelaran musik, melainkan wujud komitmen daerah dalam memajukan pariwisata berbasis kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

“Acara ini menggabungkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan kreativitas seni. Bondowoso kini menapaki panggung dunia sebagai bagian dari geopark global yang tidak hanya memesona, tetapi juga berkelanjutan,” ucapnya.

Sejak penetapan Ijen sebagai UNESCO Double Global Geopark tahun 2023, Bondowoso terus mengembangkan berbagai program yang memperkuat identitas sebagai wilayah dengan potensi wisata alam dan budaya kelas dunia.

Tak hanya musik dan panorama, Sound of Ijen Caldera juga menghadirkan produk UMKM unggulan, kuliner tradisional, dan atraksi seni lokal. Para pengunjung diajak menikmati malam yang magis sambil mengeksplorasi ragam kekayaan khas Bondowoso.

Tri Suaka yang tampil malam itu juga mengungkapkan kekagumannya pada kekayaan alam dan kopi Bondowoso.

“Saya sempat mencicipi kopi Bondowoso, dan rasanya luar biasa! Saya benar-benar terkesan. Bahkan ingin segera melihat langsung Blue Fire Kawah Ijen, yang katanya hanya ada dua di dunia,” ujarnya sambil disambut tepuk tangan para pengunjung.

Atmosfer kebersamaan, iringan musik romantis, dan panorama alam menjadikan acara ini sebagai peristiwa monumental yang menyatukan komunitas, pemerintah, militer, dan masyarakat umum dalam satu visi: menjadikan Bondowoso sebagai destinasi wisata unggulan dunia.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda tahunan berskala internasional yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor kreatif dan pariwisata.

Sementara itu, kehadiran TNI dalam acara ini menunjukkan bahwa sinergi antara pertahanan negara dan pembangunan daerah dapat berjalan seiring, bahu membahu memajukan Indonesia melalui diplomasi budaya dan pelestarian lingkungan.

“Kami dari Yonif 514/SY bangga menjadi bagian dari momen luar biasa ini. Sound of Ijen Caldera membuktikan bahwa Bondowoso memiliki semua elemen untuk bersinar di kancah dunia,” pungkas Lettu Inf Alvinta Sembiring, dengan mata berbinar menatap langit Ijen yang tenang.


{Abad⁷⁷}

Bonsai dan Kontribusinya terhadap Perekonomian: Saatnya Pemerintah Daerah Memberi Perhatian Lebih

 

Kebersamaan yang Berakar Kuat: Para tokoh, panitia, dan komunitas bersatu dalam semangat seni dan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah di Kontes Bonsai Bondowoso 2025. (Foto:Dok.Humas)
Bondowoso|masbhnainnews.com
Suasana halaman Cityplaza Bondowoso berubah drastis menjadi oase hijau penuh seni dan estetika. Ratusan pohon bonsai tampil memukau dalam gelaran Ekshibisi dan Kontes Bonsai Lokal Terbuka 1 Brother Bonsai PPBI Bondowoso, yang digelar mulai 7 hingga 14 Oktober 2025.
Saat keindahan bicara tanpa kata. Kompol I Gede Suartika tak mampu menyembunyikan rasa kagum saat menikmati harmoni artistik sebuah bonsai dalam kontes seni hidup Bondowoso 2025 (Foto:Dok.Humas)

Acara ini bukan sekadar kontes tanaman hias, tetapi menjadi panggung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menunjukkan potensi ekonomi dari seni bonsai. Puluhan pelaku industri kreatif turut terlibat, menghidupkan denyut ekonomi rakyat melalui karya-karya seni botani nan elegan.


Tak hanya hadir dalam seni, Kompol I Gede Suartika juga menyempatkan diri meninjau kegiatan sosial cek kesehatan gratis. ‘Ini bentuk nyata kontribusi komunitas terhadap masyarakat,’ ujarnya."(Foto.Dok.Humas)
Pembukaan kontes dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Asisten II Pemerintah Kabupaten Bondowoso Drs. Abdurahman mewakili Bupati, Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, Perwakilan Yonif 514 Sabaddha Yudha Praka Dewa Cakra, Ketua PPBI Bondowoso Aiptu Ahmad Abadi, Ketua Ranting PPBI Kecamatan Tegalampel Aiptu Anton Iskandar, serta Ketua Panitia Ari Bastian.

Dalam sambutannya, Kompol I Gede Suartika menyampaikan apresiasi mendalam terhadap para seniman bonsai. “Merawat bonsai membutuhkan kesabaran, cinta, dan dedikasi tinggi. Jika tanaman saja bisa dijaga dan dirawat dengan penuh kasih, apalagi yang lain,” ujarnya disambut tepuk tangan. Ia menambahkan, bonsai telah menjadi lebih dari sekadar hobi tapi kini menjadi tumpuan hidup bagi ribuan masyarakat Bondowoso dan pilar penting dalam UMKM daerah.

“Kami berharap seni bonsai tak hanya berkembang sebagai bentuk ekspresi estetika, tapi juga menjadi ikon budaya Bondowoso yang mendunia,” imbuhnya.

Ketua PPBI Bondowoso, Aiptu Ahmad Abadi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang berkontribusi atas suksesnya acara ini. Ia menegaskan bahwa kontes ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya bertujuan sebagai ajang kompetisi, namun juga sebagai sarana edukasi, inspirasi, dan mempererat silaturahmi antar penggemar bonsai dari berbagai daerah.

Tak hanya memamerkan karya seni hidup, panitia juga menggelar rangkaian kegiatan sosial seperti sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis, bekerja sama dengan Klinik Al Fatih. Ketua panitia, Ari Bastian, mengatakan bahwa kegiatan sosial ini adalah bentuk nyata kontribusi komunitas bonsai terhadap masyarakat luas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa seni bisa menyentuh sisi kemanusiaan, bukan hanya keindahan,” tegasnya.

Lebih dari 350 bonsai berkelas dari berbagai daerah seperti Lampung, Malang, Banyuwangi, Bali, hingga kawasan Tapal Kuda turut ambil bagian. Jenis-jenis bonsai dikurasi secara profesional, menampilkan berbagai kategori mulai dari bonsai prospek, bonsai madya, hingga regional terbaik.

Pengunjung yang memadati area pameran tampak terpukau menyaksikan detail demi detail dari setiap tanaman miniatur yang dipamerkan. Keindahan batang yang meliuk artistik, cabang yang tertata rapi, serta keharmonisan komposisi pohon dan pot, menjadi daya tarik utama yang memanjakan mata dan hati.

Seni bonsai yang dijalankan dalam skala kecil hingga menengah memiliki ciri khas UMKM: fleksibel, berorientasi pasar, dan berbasis keterampilan. Dengan permintaan yang terus meningkat dari kolektor dan pecinta tanaman hias, usaha ini menunjukkan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan.

Peningkatan minat masyarakat terhadap bonsai juga membuka peluang pasar yang lebih luas, mulai dari domestik hingga internasional. Bondowoso, dengan kekayaan alam dan semangat komunitasnya, berpotensi besar menjadi salah satu sentra bonsai terkemuka di Indonesia.

Selama ini, bonsai kerap dipandang sebatas hobi semata. Namun pada kenyataannya, bonsai adalah bagian penting dari sektor UMKM yang turut berperan aktif dalam menggerakkan perekonomian daerah. Melalui kreativitas, ketekunan, dan nilai estetika tinggi, komunitas bonsai memberikan kontribusi nyata bagi roda ekonomi lokal. Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah daerah memberikan dukungan konkret dan perhatian lebih kepada komunitas bonsai di Bondowoso, agar seni ini terus tumbuh dan memberikan dampak lebih luas di masa depan.


{Abad⁷⁷}

Astacita Presiden Prabowo Hidup di Banyuwangi: Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Aviato Gelorakan Semangat Petani

Sinergi Kapolda Jatim bersama Forkopimda Banyuwangi wujudkan ketahanan pangan nasional sesuai Astacita Presiden Prabowo Subianto (Foto:Dok.Humas)
Banywangi|masbhabinnews.com

Hamparan ladang jagung di Kelurahan Sobo, Banyuwangi, Sabtu (27/9/2025), menjadi saksi momen bersejarah. Ratusan petani menyambut penuh haru kehadiran Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., yang hadir langsung memimpin panen raya jagung serentak kuartal III bersama Forkopimda Banyuwangi. Kehadiran beliau bukan sekadar simbol, melainkan energi baru yang membangkitkan semangat petani untuk terus berproduksi demi ketahanan pangan bangsa.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dengan penuh perhatian menyaksikan hasil kerja keras petani, butir demi butir jagung menjadi simbol ketahanan pangan bangsa (Foto:Dok.Humas)
Panen raya ini menghasilkan produksi luar biasa, yakni 1.445,46 ton jagung dari lahan seluas 1.772,30 hektare. Dari total lahan, 1.048 hektare sudah ditanami dan 433 hektare berhasil panen. Jagung hasil panen kemudian didistribusikan ke Bulog sebanyak 67 ton, pengepul 957,8 ton, serta pengusaha dan pihak lain sekitar 421 ton.

Momen bersejarah: Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Aviato melepas langsung petani menuju Bulog, memastikan hasil panen jagung terserap demi ketahanan pangan nasional (Foto:Dok.Humas)
Sejarah baru juga tercipta ketika Bulog Banyuwangi untuk pertama kalinya melakukan penyerapan langsung hasil panen jagung, dengan 15 ton dari Kecamatan Tegalsari diserap secara simbolis.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan bahwa keberhasilan panen ini adalah bukti ketekunan petani sekaligus wujud nyata sinergi antara masyarakat dan aparat negara.

“Saya merasakan langsung semangat luar biasa dari petani Banyuwangi. Panen ini bukan sekadar angka, tetapi bukti dedikasi, doa, dan kerja keras yang patut kita syukuri. Semoga membawa berkah dan menjadi motivasi untuk meningkatkan produksi di masa depan,” ungkap Kapolda Jatim dengan penuh rasa bangga.

Para petani pun menyampaikan rasa syukur mendalam atas perhatian Kapolda Jatim. Kehadiran pucuk pimpinan kepolisian Jawa Timur di tengah ladang jagung membuat mereka merasa dihargai, diperhatikan, dan dimotivasi.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda Jatim. Kehadiran beliau memberi semangat besar bagi kami. Kami bangga, perjuangan kami diperhatikan langsung oleh pemimpin setinggi beliau,” ujar seorang petani dengan mata berbinar.

Di balik keberhasilan ini, nama Polresta Banyuwangi turut mengukir kebanggaan. Melalui pendampingan intensif terhadap petani, Polresta berhasil mengelola lahan jagung dari berbagai sumber: lahan produktif, perhutanan sosial, lahan baku sawah, hingga pesantren.

Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra, menyampaikan bahwa panen ini selaras dengan Astacita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan bangsa.

Selain sektor jagung, Polresta Banyuwangi juga berperan dalam program pasar murah beras bekerja sama dengan Bulog dan Dinas Koperasi. Hingga 24 September 2025, sebanyak 464 ton beras murah SPHP telah disalurkan kepada masyarakat, atau mencapai 97 persen dari target.

“Jagung adalah komoditas strategis yang menopang kebutuhan pangan nasional. Keberhasilan panen ini menjadi bukti nyata dukungan kami terhadap program ketahanan pangan nasional, sebagaimana amanat Astacita Presiden Prabowo Subianto,” tegas Kombes Rama.

Panen raya ini juga dihadiri Bupati Banyuwangi, Danlanal, Dandim 0825, serta kelompok tani. Kehadiran Forkopimda bersama jajaran Polda Jatim semakin menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah perjuangan kolektif, bukan hanya tanggung jawab petani semata.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, panen raya jagung ini menjadi simbol nyata sinergi pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Di tengah ladang jagung emas, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto hadir bukan hanya sebagai pemimpin, melainkan sebagai penyemangat rakyat kecil yang berjasa besar menjaga kedaulatan pangan bangsa


{Abad⁷⁷}

Operasi Gizi Nasional: Polri Transformasi Dapur Jadi Benteng Pangan, 72 Ribu Ton Beras Mengalir ke Rakyat

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo wujudkan program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan SPPG di seluruh Indonesia
Jakarta |masbhabinnews.com

Di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga bertransformasi menjadi garda depan dalam memerangi masalah gizi dan pangan. Sebuah gebrakan monumental dilakukan dengan membangun 617 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Inisiatif ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah deklarasi komitmen untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah, menciptakan gelombang perubahan sosial yang dahsyat.

Di sela-sela kunjungan ke SPPG Polres Semarang, yang menjadi model percontohan, Jenderal Sigit menyatakan, "Kami tidak akan berhenti di sini. Pembangunan SPPG akan terus kami optimalkan hingga akhir tahun, demi mendukung penuh program MBG yang sedang dicanangkan Presiden." Kata-kata ini bukan sekadar janji, melainkan cerminan dari dedikasi Polri untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi nyata, dan memastikan setiap anak bangsa mendapatkan haknya atas gizi yang berkualitas.

SPPG bukan hanya sekadar dapur umum. Lebih dari itu, SPPG adalah simbol harapan, tempat di mana makanan bergizi diolah dengan cinta dan didistribusikan dengan penuh tanggung jawab. Dengan fasilitas modern dan tenaga kerja terlatih, setiap SPPG mampu melayani ribuan penerima manfaat, mulai dari balita hingga lansia, ibu hamil hingga siswa sekolah.

Salah satu contohnya adalah SPPG Pabelan Polres Semarang, yang berdiri megah di atas lahan 3.000 m². Dapur seluas 400 m², mes pekerja 40 m², dan pos satpam 20 m² menjadi saksi bisu dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial. SPPG ini mempekerjakan 50 orang dan melayani 3.497 penerima manfaat, membuktikan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat mampu menciptakan dampak positif yang luar biasa.

Tidak hanya fokus pada program MBG, Polri juga aktif dalam menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat. Sebanyak 72.567 ton beras SPHP telah didistribusikan melalui gerakan pangan murah, menjangkau 54.454 lokasi di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan respons cepat Polri terhadap gejolak harga pangan, memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau.

"Kami berharap penyaluran beras ini dapat bermanfaat untuk menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras, sehingga harganya tetap stabil," ujar Jenderal Sigit dengan nada penuh harap. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya pengawasan mutu makanan yang diproduksi SPPG, memastikan bahwa setiap hidangan yang sampai di tangan penerima manfaat selalu dalam keadaan higienis dan siap saji.

Dengan membangun SPPG dan menyalurkan beras SPHP, Polri telah menunjukkan bahwa tugas mereka bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir sebagai solusi konkret bagi masalah-masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Inisiatif ini adalah bukti nyata bahwa Polri adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat, siap bahu-membahu membangun Indonesia yang lebih sehat, sejahtera, dan berkeadilan.

Melalui Operasi Gizi Nasional ini, Polri telah menorehkan tinta emas dalam sejarah bangsa, membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, kita mampu mengatasi segala tantangan dan meraih masa depan yang lebih gemilang.


{Abad⁷⁷}

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Gebrak Semarang: SPPG Polri Jadi Garda Depan Jaminan Gizi Nasional


Kapolri tunjukkan visi transformatif! SPPG Polri jangkau jutaan penerima manfaat, buka lapangan kerja, dan perkuat food security di seluruh negeri
Semarang |masbhabinnews.com

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menunjukkan visi transformatifnya dalam membangun Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera. Kunjungan mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pabelan, Polres Semarang, Jawa Tengah, menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperkuat food security di seluruh pelosok negeri. Selasa (23/9/2025

Dengan tatapan tajam dan semangat membara, Jenderal Sigit menekankan pentingnya pengawasan kualitas makanan atau Quality Control melalui penerapan Food Security yang ketat. Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama untuk memastikan setiap hidangan yang tersaji aman, higienis, dan penuh nutrisi bagi para penerima manfaat.

“Saya selalu tekankan kepada jajaran agar proses masak, distribusi, hingga sampai di tempat, selalu dilakukan Quality Control dengan melaksanakan tes Food Security. Ini adalah jaminan kami bahwa makanan yang sampai di sekolah dalam keadaan higienis dan siap disantap,” tegas Sigit dengan nada penuh keyakinan.

Saat ini, Polri telah membangun 617 SPPG di seluruh Indonesia, dengan rincian 103 SPPG telah beroperasi, 31 SPPG dalam tahap persiapan, dan 483 SPPG masih dalam tahap pembangunan. Sebuah mega-proyek yang akan menjangkau 2.159.500 penerima manfaat dan membuka lapangan kerja bagi 30.850 tenaga kerja!

SPPG Pabelan Polres Semarang, yang mulai beroperasi pada 22 September 2025, menjadi contoh nyata bagaimana Polri berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan melibatkan 50 pekerja lokal, SPPG ini melayani 3.497 penerima manfaat, mulai dari pelajar, ibu menyusui, hingga ibu hamil.

Tidak hanya itu, Jenderal Sigit juga meninjau langsung kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyalurkan beras SPHP. Hingga 22 September 2025, Polri telah mendistribusikan 72.567 ton beras SPHP di 54.454 lokasi di seluruh Indonesia. Sebuah angka fantastis yang menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan beras bagi seluruh masyarakat.

“Polri berkomitmen untuk terus mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai modal utama menggapai visi bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit dengan senyum optimis.


{Abad⁷⁷}

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Gelar Aksi Sosial di Semarang: Ribuan Warga Sambut Gembira Bantuan Pangan Murah

 

Antusiasme warga Semarang saat menerima bantuan pangan murah dari Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen terus mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan

Semarang|masbhabinnews.com

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menyerahkan 50 paket bantuan sosial (bansos) dan meninjau langsung Gerakan Pangan Murah (GPM) Polda Jawa Tengah di Pabelan, Semarang. Aksi ini mendapat sambutan antusias dari ribuan warga yang memadati lokasi acara Selasa (23/9 2025)

Dalam kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa ini, Kapolri menyerahkan paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, kecap manis, mie instan, teh, kopi, tepung, dan sarden. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah situasi yang menantang.

Selain menyerahkan bansos, Jenderal Sigit juga meninjau pelaksanaan GPM Polda Jawa Tengah yang menyalurkan 20 ribu ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog. Kapolri mengapresiasi inisiatif tersebut dan menyatakan bahwa Polri akan terus mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

"Hari ini kita meninjau pelaksanaan kegiatan Polri dalam mendukung program Gerakan Pangan Murah. Polda Jawa Tengah telah membantu menyalurkan kurang lebih 20 ribu ton beras SPHP yang dipersiapkan oleh Bulog," ujar Kapolri.

Kapolri mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme masyarakat yang tinggi dalam mengikuti penyaluran beras murah ini. Ia juga memastikan bahwa harga beras yang dijual dalam GPM jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

"Alhamdulillah, masyarakat yang saya tanya senang karena memang harganya lebih murah dibandingkan membeli di pasar," ungkap Kapolri.

Secara nasional, Polri telah menyalurkan 72.567 ton beras SPHP di 54.454 lokasi, atau sekitar 27 persen dari total beras SPHP yang tersedia. Kapolri berharap, upaya ini dapat membantu menjaga ketersediaan pangan dan menstabilkan harga beras di seluruh Indonesia.

Kapolri juga mengapresiasi Kapolda Jawa Tengah yang telah berhasil menyalurkan beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di hampir seluruh wilayah Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya kerjasama seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

"Ini menjadi tugas bersama untuk terus menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras, agar betul-betul bisa terjangkau oleh masyarakat," pungkas Kapolri.


{Abad⁷⁷}

Jatim Berduka: Irjen Nanang Avianto Ungkap Kerugian Fantastis Rp256 Miliar Akibat Demo Brutal, Pelaku Tak Akan Lolos


Press conference Kapolda Jatim terkait penanganan aksi demonstrasi anarkis yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur

Surabaya |masbhabinnews.com

Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Drs. Nanang Avianto, M.Si., Kapolda Jawa Timur, menyampaikan bahwa kerugian akibat aksi demonstrasi anarkis yang terjadi di 10 kota di wilayah hukum Polda Jatim mencapai angka yang fantastis, yakni lebih dari Rp256 miliar. Pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Surabaya pada Jumat, 19 September 2025.

"Kami menemukan beberapa titik krusial di Polresta Sidoarjo, Malang Kota, Jember, dan Kediri. Beberapa pelaku yang terlibat dalam tindakan anarkis ini telah berhasil kami amankan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Irjen Pol Nanang Avianto.

Kapolda merinci bahwa kerugian yang dialami oleh pihak Polri mencapai lebih dari Rp42 miliar, sementara kerugian yang menimpa pemerintah daerah mencapai lebih dari Rp214 miliar. "Dana sebesar ini seharusnya bisa dialokasikan untuk program-program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Timur untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita atau ajakan yang belum jelas kebenarannya," ujarnya.

Irjen Pol Nanang Avianto juga menyampaikan keprihatinannya atas banyaknya korban yang berjatuhan akibat aksi demo anarkis tersebut. Tercatat sebanyak 111 warga sipil mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan jalan di berbagai rumah sakit. Selain itu, sebanyak 105 anggota Polri dan 12 personel TNI juga menjadi korban dalam aksi tersebut.

"Sebagian besar anggota kami dan personel TNI sudah berangsur pulih, namun ada juga yang masih harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari," tutur Kapolda.

Luka-luka yang dialami oleh aparat keamanan tersebut disebabkan oleh berbagai macam benda berbahaya seperti lemparan batu, bom molotov, serpihan kaca, dan benda-benda tumpul lainnya. "Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku hingga tuntas, karena jejak elektronik tidak bisa dihilangkan. Semua bukti yang ada akan kami kumpulkan untuk menindak tegas otak atau pelaku utama di balik aksi anarkis ini," tegasnya.

Irjen Pol Nanang Avianto menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas Jawa Timur. "Mari kita bergandengan tangan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta selalu memikirkan dampak positif dan negatif dari setiap tindakan yang kita lakukan. Apalagi, kejadian ini menyangkut nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.

Kapolda juga mengimbau kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan elemen masyarakat lainnya untuk turut serta aktif dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menolak segala bentuk provokasi dan hasutan yang dapat memecah belah kerukunan antar warga.


{Abad⁷⁷}

Bali Tercoreng: Siapa Dalang di Balik Kerusuhan 30 Agustus?

 

Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya bersama jajaran utama Polda Bali saat konferensi pers terkait penetapan 14 tersangka kerusuhan unjuk rasa 30 Agustus 2025 (Foto:Dok.Humas Polda Bali)

Denpasar|masbhabinnews.com

Kepolisian Daerah (Polda) Bali menetapkan 14 tersangka terkait kerusuhan unjuk rasa di depan Mapolda Bali dan kantor DPRD Provinsi Bali, Denpasar, pada 30 Agustus 2025.

Bali yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dunia, dengan masyarakat ramah, jiwa sosial tinggi, serta adab dan sopan santun yang terjaga, tercoreng oleh tindakan anarkis sejumlah oknum tak bertanggung jawab.

Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Selasa (16/9/2025), didampingi jajaran utama Polda Bali.

“Hasil penyidikan terhadap 24 saksi, rekaman CCTV, dan barang bukti yang diamankan, menetapkan 14 tersangka, terdiri dari 10 orang dewasa dan 4 anak,” ujar Kapolda.

Para tersangka diduga merusak kantor Mapolda dan Ditreskrimsus, menghancurkan kendaraan dinas Sat Samapta Polresta Denpasar, hingga menjarah perlengkapan pengendalian massa (PHH) serta amunisi gas air mata. Polisi juga menemukan bahan bakar Pertalite dan bom molotov yang akan digunakan saat aksi.

Kerusuhan itu juga menimbulkan korban dari aparat. Sebanyak 13 personel Polda Bali mengalami luka serius akibat serangan massa dan harus dirawat di RS Bhayangkara serta RS Prof. Ngoerah Sanglah.

Dari 14 tersangka, 10 dewasa ditahan di Rutan Polda Bali, sementara 4 anak dikembalikan kepada orang tua masing-masing dengan kewajiban menjalani proses diversi sesuai ketentuan hukum.

Tersangka dewasa berinisial FI (19), AT (20), MT (25), AS (18), NR (18), KM (19), PB (18), RI (18), MR (18), dan MF (18). Mereka diduga melakukan perusakan, penganiayaan, hingga meracik bom molotov. Sementara tersangka anak berinisial PY (15), KW (16), KA (16), dan KL (17) terlibat melempari kendaraan dinas dan mengambil barang di dalamnya.

Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengerusakan bersama-sama, Pasal 363 ayat (2e) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, serta Pasal 187 bis KUHP jo Pasal 55 KUHP mengenai tindakan yang membahayakan keamanan umum.

Kapolda Bali menegaskan pentingnya peran masyarakat menjaga keamanan lingkungan.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Mari bersama-sama menjaga Bali tetap aman dan kondusif, serta mengarahkan anak-anak agar tidak mudah terprovokasi hal-hal negatif yang dapat menjerumuskan ke ranah hukum,” pungkasnya.


{Abad⁷⁷}

AKBP Harto Agung Cahyono, Kapolres Penggemar Kopi yang Peduli: Bondowoso Punya Kopi Terbaik untuk Dunia

 

Simbol sederhana penuh makna: Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono dan Dandim 0822 Bondowoso Letkol Arh Achmad Yani angkat jempol sebagai kode kebanggaan atas kopi terbaik Bondowoso (Foto:Dok.Bagus)
Bondowoso |masbhabinnews.com

Festival Kopi Nusantara (FKN) ke-8 dan Tembakau 2025 menjadi momentum penting dalam meneguhkan Bondowoso sebagai “Republik Kopi” sekaligus penghasil tembakau berkualitas. Acara yang digelar pada 4–6 September 2025 di Alun-Alun Raden Bagus Asra ini menghadirkan ribuan masyarakat, petani kopi, pelaku UMKM, eksportir, hingga tamu undangan dari berbagai daerah.

Bondowoso |masbhabinnews.com

Kolaborasi dalam secangkir kopi: Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono mencicipi kopi terbaik, disaksikan Bupati Bondowoso – tanda sinergi untuk kemajuan daerah (Foto:Dok.Bagus)
Kehadiran Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., bersama sang istri, Ibu Abel Harto Agung Cahyono, menjadi perhatian tersendiri. Tidak hanya dikenal sebagai pemimpin yang peduli pada keamanan wilayah, Kapolres juga menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan Bondowoso melalui dukungan penuh terhadap pengembangan UMKM, khususnya sektor kopi.
Bondowoso |masbhabinnews.com

Penyerahan hadiah oleh Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono kepada pemenang menjadi simbol penghargaan atas kerja keras dan dedikasi, sekaligus motivasi bagi yang lain untuk terus berkarya (Foto:Dok.Bagus)
“Saya adalah salah satu penggemar kopi, sehingga hadir langsung dalam acara malam ini untuk mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bondowoso. Saya sudah banyak menikmati kopi dari berbagai wilayah, namun kopi Bondowoso adalah yang terbaik. Mulai dari proses tanam, panen, hingga roasting sangat baik, ditambah barista-barista Bondowoso yang luar biasa mampu menghadirkan cita rasa kopi yang mantap,” ujar Kapolres.

Festival ini tidak hanya sekadar perayaan, melainkan juga ruang kolaborasi. Dari ajang lomba citarasa kopi arabika dan robusta, lomba Brewing V60, Cup Tester, hingga kompetisi merajang dan melinting tembakau, festival ini menyatukan petani, pelaku usaha, hingga generasi muda.

Hasilnya, Bondowoso kembali membuktikan kualitasnya. Dari 30 sampel arabika, 29 dinilai masuk kategori speciality, sementara 16 dari 30 sampel robusta masuk kategori baik.

Lebih jauh, kegiatan business matching yang digelar sebelum pembukaan resmi menghasilkan kontrak dagang sebesar 60 ton kopi senilai Rp7,8 miliar. Tak berhenti di situ, kopi Bondowoso juga berhasil menembus pasar internasional, dengan total ekspor 24,4 ton ke Belanda, Jerman, Polandia, Jepang, Singapura, hingga Turki senilai Rp5,7 miliar.

Menurut Kapolres, keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak. Mulai dari pemerintah daerah, perbankan, Forkopimda, DPRD, hingga dukungan masyarakat.

“Festival ini adalah momentum memperluas jejaring bisnis, memperkenalkan kopi arabika Bondowoso dengan indikasi geografis Java Ijen Raung dan Hyang Argopuro, serta tembakau unggulan Bondowoso, agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Selama tiga hari, Alun-Alun Raden Bagus Asra dipadati pengunjung. Masyarakat tidak hanya menyaksikan lomba, tetapi juga menikmati pameran kopi dan tembakau, serta hiburan rakyat. Festival ini sukses memadukan aspek ekonomi, budaya, sekaligus pariwisata.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk kepedulian Kapolres Bondowoso yang hadir langsung bersama masyarakat, Festival Kopi Nusantara ke-8 menjadi bukti nyata bahwa Bondowoso bukan hanya daerah penghasil kopi dan tembakau, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Bondowoso pun kian mantap meneguhkan diri sebagai daerah yang mendunia, dengan petani yang semakin sejahtera, serta cita rasa kopi yang mampu bersaing di panggung internasional.


(Abad⁷⁷)