Gema literasi kembali menggetarkan bumi Bondowoso. Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Bondowoso, sebuah ajang bergengsi yang menjadi wadah bagi lahirnya generasi muda cerdas, kreatif, dan berbudaya.
![]() |
| Kebersamaan yang bermakna: Sekda Dr. Fathur Rozi berfoto bersama peserta dan panitia Lomba Bertutur, menandai langkah maju Bondowoso dalam membangun generasi cerdas dan berkarakter |
“Saya sangat mengapresiasi Lomba Bertutur ini. Kegiatan seperti ini tidak hanya menumbuhkan kecintaan terhadap membaca dan menulis, tetapi juga melatih anak-anak untuk percaya diri, kreatif, serta memiliki kepekaan budaya. Ini adalah langkah konkret menuju masyarakat Bondowoso yang literat dan berkarakter,” ujarnya penuh semangat.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi dalam pengembangan program literasi di Bondowoso.
“Kegiatan seperti ini harus terus digalakkan. Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi kemampuan memahami kehidupan. Dengan literasi, kita menyiapkan generasi yang siap bersaing dan membawa Bondowoso menuju masa depan yang lebih gemilang,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional penguatan literasi, sejalan dengan semangat “Bondowoso Berkah” yang diusung oleh Bupati Bondowoso, K.H., Abdul Hamid Wahid., M.Ag.
Dalam pernyataannya terpisah, Bupati menegaskan bahwa literasi adalah pilar utama kemajuan bangsa.
“Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen penuh untuk terus mendukung kegiatan literasi di semua lapisan masyarakat. Lomba bertutur ini bukan hanya lomba, tetapi gerakan moral yang membangun karakter dan peradaban. Literasi adalah fondasi kemajuan, dan anak-anak kita adalah masa depan yang harus kita bimbing dengan pengetahuan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Dra. Nunung Setianingsih, M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian dari Bupati serta Sekretaris Daerah. Ia menegaskan bahwa Dispusip akan terus menjadikan kegiatan literasi sebagai program unggulan yang berkelanjutan.
“Lomba bertutur ini adalah cerminan komitmen kami untuk menumbuhkan minat baca dan memperkaya budaya literasi di kalangan pelajar. Kami ingin menciptakan generasi yang mencintai ilmu pengetahuan dan berani berekspresi melalui karya dan tutur kata,” jelasnya.
Kegiatan yang digelar di tengah suasana penuh keakraban ini juga mendapat respon positif dari masyarakat. Salah satu warga yang hadir menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya agar kegiatan semacam ini terus berlanjut.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Sekda dan Ibu Kepala Dinas Perpustakaan yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Anak-anak jadi termotivasi untuk membaca dan bercerita. Ini penting sekali untuk menumbuhkan kecintaan mereka pada ilmu sejak dini,” ujarnya penuh semangat.
Lomba bertutur ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga perayaan atas semangat literasi yang mulai tumbuh subur di Bondowoso. Antusiasme para peserta yang tampil percaya diri menjadi bukti nyata bahwa Bondowoso terus melangkah menuju masa depan yang cemerlang — sebuah kabupaten yang literat, inspiratif, dan berbudaya.
(Abad⁷⁷)



0Komentar