TfG9GpriTfr5TUCiGSW5TfziTd==
Light Dark
Aksi Kemanusiaan Yonif 509 Kostrad Dapat Apresiasi Warga: “Terima Kasih TNI, Kalian Datang di Saat Kami Butuh"

Aksi Kemanusiaan Yonif 509 Kostrad Dapat Apresiasi Warga: “Terima Kasih TNI, Kalian Datang di Saat Kami Butuh"

Ksatria Condromowo turun ke Lumajang, bukan membawa perang, tetapi harapan. Yonif 509 Kostrad hadir ringankan duka warga terdampak Semeru
Daftar Isi
×
Senyuman Letkol Inf Juni Fitriyan, S.H., M.H.I. bersama prajurit Yonif 509 Kostrad menjadi bukti bahwa bantuan tak hanya hadir dalam tindakan, tetapi juga dalam ketulusan hati (Foto:Dok.Abadi)
Jember|masbhnainnews.com

Dalam situasi darurat pasca erupsi Gunung Semeru, kehadiran bantuan cepat dan terstruktur menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat terdampak. Menjawab kondisi tersebut, sebanyak 100 prajurit Yonif 509 Kostrad diterjunkan untuk melaksanakan misi kemanusiaan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (23/11/2025) Pasukan dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri 509 Kostrad Letkol Inf Juni Fitriyan, S.H., M.H.I., sebagai bentuk kesiapsiagaan dan tanggung jawab TNI dalam merespons bencana alam di wilayah nasional.

Letkol Inf Juni Fitriyan, S.H., M.H.I. memimpin apel prajurit Yonif 509 Kostrad di lokasi bencana, menghadirkan ketegasan komando sekaligus ketulusan kepedulian bagi warga terdampak (Foto:Dok.Abadi)
Letkol Inf Juni Fitriyan menegaskan bahwa misi ini bukan sekadar tugas formal, melainkan panggilan moral dan tanggung jawab pengabdian.

"Misi kemanusiaan ini adalah kewajiban kami sebagai TNI, khususnya Yonif 509 Kostrad, untuk hadir dan membantu masyarakat yang terdampak Erupsi Semeru," ujarnya.

Para prajurit dalam penugasan ini tidak hanya memberikan bantuan teknis, tetapi juga ikut merasakan duka, ketakutan, dan kepedihan warga yang kehilangan tempat tinggal. Mereka hadir bukan sebagai aparat berseragam, tetapi sebagai saudara sebangsa.

Pengerahan pasukan difokuskan pada beberapa tugas utama, di antaranya:

  1. Evakuasi warga terdampak

  2. Pendirian posko darurat

  3. Penyaluran bantuan logistik

  4. Pencarian dan pertolongan korban

Satuan juga dilengkapi kendaraan taktis, tenda lapangan, serta peralatan penyelamatan untuk mempercepat penanganan kondisi di lapangan.

Dalam arahannya, Danyon menegaskan semangat pengabdian yang sejalan dengan nilai dasar prajurit.

"Mari kita laksanakan tugas ini dengan semangat luar biasa. Sebagai prajurit TNI, kita wajib membantu masyarakat semaksimal mungkin, sesuai pedoman 8 Wajib TNI, khususnya poin ke-8: Menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.”

Semangat prajurit juga sejalan dengan semboyan "Bersama Rakyat TNI Kuat" serta nilai juang "Ksatria Peduli, Ksatria Untuk Negeri, Kesatria Condromowo".

Kehadiran prajurit disambut penuh haru oleh masyarakat setempat. Seorang warga menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya.

“Hati kami sangat terhibur dan bangga dengan kehadiran prajurit TNI,” kata seorang warga setempat, suaranya pecah oleh rasa syukur. “Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada prajurit TNI atas respon cepat dan sikap manusiawi. Kehadiran kalian memberi kami harapan — kami tidak sendirian kalian datang saat kami butuh".

Ungkapan tersebut mencerminkan apresiasi mendalam masyarakat kepada prajurit yang berani berdiri di garis terdepan kemanusiaan. Kehadiran mereka bukan sekadar simbol, melainkan bukti bahwa negara hadir melalui bentuk tindakan nyata di titik paling terdampak.

Misi kemanusiaan ini menegaskan komitmen Yonif 509 Kostrad bahwa tugas seorang Ksatria tidak semata berada di medan tempur, tetapi turut berdiri di garis depan kemanusiaan. Dari pengabdian ini tercermin satu pesan luhur: kekuatan sejati bukan diukur dari senjata yang digenggam, melainkan dari ketulusan hati yang sanggup memberi tanpa pamrih.

Dalam falsafah TNI, sudah tertanam keyakinan: “Di mana rakyat dalam kesusahan, di situ prajurit berada.”

Dengan semangat Sapta Marga, 8 Wajib TNI, dan slogan Bersama Rakyat TNI Kuat, prajurit Yonif 509 Kostrad kembali menunjukkan bahwa pengabdian bukan hanya panggilan militer, melainkan panggilan nurani.


|Abad⁷⁷

0Komentar

Special Ads