![]() |
| Letkol Inf Ugroseno melangkah tegap menyusuri jalur terjal Sumber Salak—hadir langsung di tengah rakyat, tanpa jarak, tanpa ragu (Foto:Dok.Abadi) |
Ketika sebagian orang melihat medan terjal sebagai batas, prajurit TNI justru melihatnya sebagai panggilan hati. Di sanalah nilai sejati seorang prajurit diuji—bukan hanya pada kekuatan fisik, tetapi pada ketulusan mereka hadir untuk rakyat.
![]() |
| Dengan tangan yang tulus dan hati yang dekat dengan rakyat, Letkol Inf Ugroseno menyerahkan bantuan beras kepada warga Sumber Salak sebagai wujud kepedulian Yonif 514/SY (Foto:Dok.Abadi) |
![]() |
| Kebersamaan di ujung medan: Letkol Inf Ugroseno bersama prajurit Yonif 514/SY mengabadikan misi kemanusiaan yang penuh makna di Sumber Salak (Foto:Dok.Abadi) |
Setibanya di desa, prajurit langsung bergerak membaur dengan warga setempat. Bantuan disalurkan melalui balai desa hingga titik-titik yang bahkan sulit dijangkau kendaraan roda empat. Semua dilakukan dengan sigap, hangat, dan penuh ketulusan.
Kedatangan Yonif 514/SY meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Pernyataan masyarakat setempat menggambarkan rasa haru dan kekaguman warga desa sumber salak
“Kami masyarakat Desa Sumber Salak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Yonif 514 Sabbadha Yudha. Mereka tidak hanya datang, tetapi membawa bantuan yang sangat berarti bagi kami. Terus terang, daerah ini jarang dikunjungi karena medannya sangat sulit.
Namun sosok Komandan Batalyon, Letkol Inf Ugroseno, beserta jajaran, justru hadir dan turun langsung menemui kami masyarakat kecil. Itu sesuatu yang jarang kami temui. Kami kagum pada beliau—pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan rakyat. Semoga beliau dan keluarga selalu diberi kesehatan, umur panjang, kelancaran karier, serta keberkahan dari Allah SWT. Semoga kebaikan beliau terus berlanjut dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Letkol Inf Ugroseno menegaskan bahwa apa yang dilakukan prajuritnya merupakan bagian dari janji dan jati diri TNI.
“Ini bukan hanya rangkaian HUT, tetapi wujud nyata sumpah kami sebagai prajurit TNI. Dimanapun rakyat membutuhkan, di situlah kami hadir. Medan sulit bukan alasan untuk tidak mengabdi. Justru di tempat-tempat seperti inilah kami ingin memastikan bahwa negara hadir untuk rakyat, ” tegasnya.
Beliau juga menyampaikan rasa bangga dan syukurnya dapat melaksanakan kegiatan kemanusiaan ini bersama para prajurit yang selalu siap menjalankan tugas tanpa ragu.
Di balik langkah prajurit yang menapaki jalan terjal itu, ada pesan sederhana namun bermakna:
“Pengabdian bukan tentang sejauh apa kita berjalan, tetapi seberapa besar hati yang kita bawa.”
Semoga semangat Yonif 514 Sabbadha Yudha menjadi inspirasi bahwa kehadiran dan kepedulian adalah kekuatan sejati yang mampu menerangi sudut-sudut negeri yang masih sunyi dari perhatian.
|Abad⁷⁷



0Komentar