277 Calon Bintara Infanteri TNI AD Masuki Kawah Candradimuka Rindam V/Brawijaya
JEMBER | masbhbainnews.com
Gerbang pengabdian kepada bangsa kembali terbuka bagi ratusan calon prajurit TNI Angkatan Darat. Sebanyak 277 Bintara Siswa memulai tahapan penting pembentukan karakter, mental, dan profesionalisme melalui Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026 di Secaba Rindam V/Brawijaya, Jember.
Pembukaan pendidikan ditandai dengan upacara yang berlangsung di Lapangan Hitam Upacara Secaba Rindam V/Brawijaya, Sukorejo, Jember, Selasa pagi (1/9/2026).
Upacara dipimpin langsung Komandan Rindam V/Brawijaya Brigjen TNI Mukhamad Albar, S.E., M.M., dan diikuti 277 Bintara Siswa yang telah dinyatakan lulus seleksi serta terpilih untuk menjalani pendidikan militer.
Dalam amanat Pangdam V/Brawijaya yang dibacakan Inspektur Upacara, para siswa diberikan apresiasi atas keberhasilan melewati rangkaian seleksi hingga memperoleh kesempatan menempuh pendidikan sebagai calon Bintara Infanteri TNI AD.
Menjadi prajurit TNI AD ditegaskan sebagai pilihan pengabdian yang memiliki nilai luhur. Karena itu, kesempatan tersebut harus dimaknai dengan rasa syukur sekaligus tanggung jawab untuk memberikan dedikasi terbaik kepada bangsa dan negara.
Selama menjalani pendidikan, para siswa akan mengikuti Pendidikan Dasar Keprajuritan dan Pendidikan Golongan Bintara Infanteri TNI AD. Tahapan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk kemampuan dasar keprajuritan sekaligus membangun karakter prajurit yang kokoh.
Para siswa dituntut mampu beradaptasi dengan kehidupan militer serta meninggalkan pola kehidupan sebelumnya. Pembentukan sikap, mental, dan perilaku diarahkan berlandaskan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Tidak hanya kemampuan fisik dan keterampilan militer, pendidikan juga menitikberatkan pada penguatan disiplin, tanggung jawab, loyalitas, keberanian, serta kehormatan diri. Seluruh nilai tersebut menjadi modal fundamental dalam membentuk prajurit yang memiliki integritas dan kesiapan menghadapi dinamika tugas di lapangan.
Pangdam V/Brawijaya juga menekankan pentingnya kesungguhan dalam mengikuti setiap tahapan pendidikan. Para siswa diharapkan menjalani seluruh proses dengan penuh tanggung jawab sehingga mampu tumbuh menjadi Bintara Infanteri TNI AD yang tangguh, profesional, memiliki jiwa kejuangan, disiplin tinggi, loyal terhadap tugas, serta mampu membangun kedekatan dengan masyarakat.
Pesan khusus turut disampaikan kepada para Gumil dan pelatih. Mereka diharapkan menjalankan amanah pendidikan secara profesional dan bertanggung jawab dengan mengedepankan dedikasi, keteladanan, serta kualitas pembinaan.
Usai upacara pembukaan, Brigjen TNI Mukhamad Albar memberikan Jam Komandan kepada seluruh Bintara Siswa. Dalam arahannya, Danrindam V/Brawijaya menegaskan bahwa sejak memasuki pendidikan, para siswa telah menjadi bagian dari proses pembentukan prajurit yang mengemban tanggung jawab sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena itu, kebiasaan dan pola kehidupan sebagai masyarakat sipil harus ditinggalkan secara bertahap. Para siswa diminta membangun pola pikir dan karakter sebagai prajurit dengan mematuhi seluruh ketentuan pendidikan, meningkatkan disiplin, menjaga sikap dan perilaku, serta menumbuhkan loyalitas terhadap institusi, bangsa, dan negara.
Aspek kesehatan juga menjadi perhatian penting selama proses pendidikan. Brigjen TNI Mukhamad Albar mengingatkan seluruh Bintara Siswa agar menjaga kondisi fisik dan tidak mengabaikan setiap gangguan kesehatan yang dirasakan.
Setiap keluhan kesehatan harus segera disampaikan kepada pelatih maupun petugas kesehatan agar dapat memperoleh penanganan secara tepat dan tidak menghambat proses pendidikan.
Pendidikan tersebut bukan hanya menjadi fase awal menuju status sebagai Bintara TNI AD. Lebih jauh, proses ini merupakan ruang pembentukan karakter yang akan menentukan kualitas seorang prajurit dalam mengemban amanah negara.
Dari lingkungan pendidikan itulah disiplin ditempa, loyalitas dibangun, keberanian dikokohkan, dan nilai pengabdian ditanamkan agar kelak 277 Bintara Siswa mampu berdiri sebagai prajurit Infanteri TNI AD yang profesional, berintegritas, dan senantiasa menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
|msb

























