![]() |
| Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika turun langsung ke jalan, menunjukkan teladan kepemimpinan yang membumi di tengah masyarakat (Foto:Dok.Humas) |
Saat sorotan tajam publik terhadap institusi kepolisian terus bergulir di berbagai platform media sosial, semangat pengabdian Polri justru semakin menyala. Di tengah kritik dan tantangan, banyak satuan kepolisian di berbagai daerah tampil dengan inovasi serta pelayanan publik yang memukau.
![]() |
| Di bawah sinar mentari pagi, Kompol I Gede Suartika berdiri tegak di persimpangan jalan, menjadi simbol dedikasi tanpa batas bagi pelayanan publik (Foto:Dok.Humas) |
“Kehadiran pimpinan bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata pelayanan Polri kepada masyarakat,” tegas Kapolres Harto.
Salah satu figur yang menjadi sorotan utama dari kebijakan ini adalah Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H.. Dikenal memiliki kedisiplinan tinggi dan karakter kepemimpinan yang kuat, Kompol I Gede tidak hanya memberi instruksi dari ruang kerja, tetapi juga ikut berdiri di tengah hiruk-pikuk lalu lintas, membantu masyarakat melintasi jalan dengan aman.
“Sebagai anggota Polri, saya mendedikasikan hidup untuk mengayomi dan melayani masyarakat. Pengabdian tidak mengenal kata lelah,” ujarnya dengan penuh ketegasan.
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa keras seseorang memerintah, tetapi seberapa nyata ia memberi teladan.
“Saya ingin anggota melihat dan meniru langsung bagaimana melayani masyarakat dengan hati. Disiplin bukan beban, melainkan cerminan kehormatan,” sambungnya.
Langkah sederhana namun berdampak besar ini mendapat sambutan positif dari warga. Salah seorang warga yang ditemui di kawasan Simpang Tiga Mawar, lokasi rutin pengaturan lalu lintas setiap Senin dan Rabu, menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Kami merasa sangat terbantu. Setiap pagi lalu lintas jadi lebih lancar, terutama saat jam sibuk. Salut untuk Pak Wakapolres dan seluruh jajaran Polres Bondowoso,” ungkapnya.
Dedikasi yang ditunjukkan jajaran Polres Bondowoso menjadi cermin kepemimpinan yang membumi dan tulus. Di tengah gelombang kritik yang kerap menyudutkan institusi, mereka memilih menjawab dengan kerja dan keteladanan.
Kini, di jalan-jalan Bondowoso, masyarakat tak hanya melihat aparat berseragam, tetapi juga sosok-sosok pengayom yang hadir dengan hati dan tanggung jawab. Sebuah pesan kuat tersampaikan: bahwa pelayanan sejati bukan sekadar tugas, melainkan panggilan jiwa.
(Abad⁷⁷)



0Komentar