Tampilkan postingan dengan label Polri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polri. Tampilkan semua postingan

Prabowo Tetapkan Estafet Baru Polri, Suyudi Ario Seto Resmi Gantikan Listyo Sigit

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama KSP Listyo Sigit Prabowo (Lucky)

JAKARTA |masbhabinnews.com

Pergantian kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia memasuki babak baru. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri sekaligus dimulainya kepemimpinan Suyudi dalam mengarahkan institusi Polri menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat yang terus berkembang.

Sebelum sampai pada prosesi pelantikan di Istana, pergantian pucuk pimpinan Polri telah melalui mekanisme konstitusional di parlemen. Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Persetujuan tersebut diambil secara aklamasi dalam rapat Komisi III DPR RI. Selanjutnya, Rapat Paripurna DPR RI menyetujui pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri sekaligus pemberhentian dengan hormat Listyo Sigit dari jabatan tersebut.

Rangkaian proses itu berlangsung dalam waktu relatif singkat. Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya menyampaikan bahwa keputusan segera diteruskan kepada Presiden agar proses pergantian kepemimpinan tidak menimbulkan kekosongan jabatan Kapolri.

Pergantian tersebut bermula dari surat Presiden Prabowo Subianto kepada DPR RI tertanggal 30 September 2026 mengenai usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri. Surat itu menjadi dasar bagi parlemen untuk menjalankan tahapan konstitusional sebelum keputusan pengangkatan ditetapkan.

Listyo Sigit Mengemban Tugas Baru di Lingkar Kepresidenan

Seiring dengan perubahan pucuk pimpinan Polri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mendapat penugasan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.

Perpindahan tugas tersebut menempatkan Listyo Sigit pada posisi strategis dalam lingkungan Istana Kepresidenan. Sebelumnya, Listyo menyampaikan bahwa penugasan tersebut merupakan bentuk kehormatan sekaligus kesempatan untuk kembali memberikan pengabdian dalam kapasitas berbeda.

Perubahan jabatan ini memperlihatkan adanya penataan sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan pada saat yang bersamaan. Selain pergantian Kapolri dan Kepala Staf Kepresidenan, sejumlah pejabat lain juga masuk dalam agenda pelantikan Presiden pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Salah satu nama yang turut mendapat penugasan baru ialah Komjen Pol. Karyoto yang dilantik sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kepemimpinan Baru Polri

Dengan dilantiknya Suyudi Ario Seto, estafet kepemimpinan Korps Bhayangkara resmi berpindah. Dari seorang jenderal yang sebelumnya memimpin institusi kepolisian nasional, tongkat komando kini berada di tangan Suyudi.

Perubahan tersebut tidak hanya memiliki arti administratif, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika kelembagaan negara yang menempatkan Polri sebagai salah satu institusi strategis dalam menjaga keamanan, penegakan hukum, pelayanan masyarakat, serta pemeliharaan ketertiban nasional.

Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana kepemimpinan baru Suyudi Ario Seto akan menerjemahkan mandat tersebut ke dalam kebijakan, tata kelola organisasi, serta pelayanan kepolisian yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Pada saat yang sama, Listyo Sigit memulai babak pengabdian baru dari Kantor Staf Kepresidenan. Dua pergantian tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian penataan jabatan strategis negara yang berlangsung pada awal Oktober 2026.

Estafet kepemimpinan telah berganti, tetapi mandat pengabdian tetap berada pada garis yang sama: memastikan negara hadir melalui institusi yang bekerja dengan tanggung jawab, keteguhan, dan orientasi pelayanan kepada masyarakat.


|Lucky

Kapolres Aryo Bawa Harapan di Tengah Kemarau, Masyarakat Bondowoso Sampaikan Apresiasi Mendalam

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Di tengah musim kemarau yang membuat sebagian warga harus menghadapi keterbatasan air bersih, kehadiran menjadi bentuk kepedulian yang paling nyata. Bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh kebutuhan dasar, bantuan air bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan sehari hari, tetapi juga tentang hadirnya perhatian di tengah kondisi yang tidak mudah.

Semangat itulah yang diwujudkan Polres Bondowoso melalui penyaluran bantuan air bersih kepada warga Dusun Nyambungan, Desa Kemuningan, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, Rabu, 30 September 2026.

Kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Propam Polri ke 24 tahun 2026. Penyaluran dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., bersama Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., serta para pejabat utama Polres Bondowoso.

Dengan menggunakan mobil tangki, personel Polres Bondowoso mendistribusikan air bersih langsung ke kawasan permukiman warga. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus mengurangi beban warga dalam memperoleh air untuk keperluan sehari hari.

Kedatangan rombongan Polres Bondowoso mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga terlihat antusias mengambil air bersih yang telah disiapkan, sementara interaksi antara personel kepolisian dan masyarakat berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, persoalan air bersih merupakan kebutuhan fundamental yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Karena itu, kepolisian perlu menerjemahkan semangat pengabdian melalui tindakan konkret yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Ketika masyarakat menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, kehadiran Polri harus diwujudkan melalui langkah nyata yang mampu memberikan manfaat secara langsung. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami sekaligus bagian dari komitmen Polres Bondowoso untuk senantiasa hadir, mendengar dan merespons kebutuhan masyarakat dengan tindakan yang humanis serta berorientasi pada kemanfaatan,” ujar AKBP Aryo.

Menurutnya, keberadaan Polri di tengah masyarakat tidak semata diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Dalam situasi tertentu, pengabdian juga harus hadir melalui kepedulian sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar.

“Pengabdian kepolisian memiliki dimensi yang luas. Menjaga keamanan merupakan bagian dari tanggung jawab kami, namun membangun kepedulian dan memberikan bantuan kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi kesulitan juga merupakan bagian penting dari keberadaan Polri. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi benar benar memberikan arti bagi masyarakat,” tegasnya.

Warga Sampaikan Terima Kasih

Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Dusun Nyambungan. Warga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Bondowoso beserta seluruh jajaran yang telah datang secara langsung dan memberikan bantuan di tengah kondisi kekeringan.

Salah seorang warga mengungkapkan bahwa bantuan air bersih tersebut sangat berarti bagi masyarakat. Kehadiran Kapolres bersama jajaran juga dinilai menunjukkan perhatian kepolisian terhadap persoalan yang dihadapi warga di tingkat paling bawah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolres Bondowoso dan seluruh jajaran yang sudah peduli dan datang langsung memberikan air bersih kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama saat air sulit diperoleh. Semoga kebaikan dan kepedulian seluruh jajaran Polres Bondowoso mendapat balasan terbaik serta menjadi keberkahan bagi semuanya,” ungkap warga.

Bagi masyarakat, kehadiran Kapolres dan jajarannya secara langsung memberikan kesan tersendiri. Bantuan yang diberikan tidak hanya menghadirkan air untuk kebutuhan sehari hari, tetapi juga memperlihatkan kedekatan antara institusi kepolisian dengan masyarakat yang dilayaninya.

Polres Bondowoso memastikan kepedulian terhadap masyarakat akan terus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian. Berbagai bentuk pelayanan sosial diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat antara polisi dan masyarakat.

Pada akhirnya, bantuan air bersih itu bukan hanya mengalir dari sebuah mobil tangki menuju wadah warga. Di dalamnya terdapat pesan tentang pengabdian: bahwa ketika masyarakat menghadapi kesulitan, kehadiran yang tulus, tindakan yang nyata dan kepedulian yang diberikan dengan hati mampu menjadi sumber kekuatan sekaligus menghadirkan harapan di tengah kemarau.


|msb

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo Perkuat Sinergi TNI Polri Lewat Karya Bakti HUT TNI Ke 81

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Pengabdian kepada negeri tidak selalu diwujudkan melalui tugas besar yang mendapat sorotan publik. Di tengah kehidupan masyarakat, kepedulian justru kerap menemukan maknanya melalui tindakan nyata yang dikerjakan bersama. Semangat itulah yang mewarnai karya bakti dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke 81 Tentara Nasional Indonesia di kawasan Pasar Nangka'an, Bondowoso, Selasa (29/9/2026).

Sebanyak 25 personel gabungan Polres Bondowoso bersama jajaran Polsek bersinergi dengan unsur TNI dan Pegawai Negeri Sipil melaksanakan kerja bakti untuk membenahi sekaligus menata lingkungan di sekitar pasar.

Kegiatan tersebut menyasar sejumlah titik yang membutuhkan perhatian, terutama aliran sungai yang dipenuhi endapan lumpur dan sampah. Personel bersama unsur terkait juga membersihkan rumput liar di sepanjang tepian jalan dan saluran air serta menata area lingkungan pasar.

Langkah tersebut memiliki arti lebih luas daripada kegiatan kebersihan semata. Pembersihan saluran air dilakukan untuk mengembalikan fungsi aliran secara optimal sekaligus mengantisipasi potensi genangan dan banjir ketika intensitas hujan meningkat. Pada saat yang sama, lingkungan pasar yang lebih bersih diharapkan memberikan rasa nyaman bagi pedagang, pengunjung, maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Bhabinkamtibmas Polsek Curahdami, Aiptu Ahmad Abadi, S.H., mengatakan karya bakti tersebut merupakan cerminan bahwa pengabdian aparat negara memiliki ruang yang luas, termasuk dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa semangat pengabdian tidak hanya terwujud dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir dalam merawat lingkungan tempat kita tinggal. Hari ini kita bergotong royong membersihkan sungai dan pasar. Yang kita lakukan bukan hanya mengangkat sampah atau membersihkan rumput, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara TNI, Polri dan masyarakat merupakan modal sosial yang penting dalam membangun daerah. Kebersamaan yang tumbuh dari kerja nyata dinilai mampu memperkuat kepedulian sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

“Sinergi antara TNI, Polri dan masyarakat adalah kekuatan besar untuk membangun Bondowoso yang lebih baik. Satu tenaga mungkin memiliki keterbatasan, tetapi ketika kita bergandengan tangan, berbagai hambatan dapat kita ubah menjadi harapan,” sambung Aiptu Ahmad Abadi.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa peringatan HUT TNI ke 81 menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian sekaligus memperkokoh sinergitas antarlembaga.

Menurut Kapolres, keberadaan aparat negara di tengah masyarakat tidak berhenti pada aspek keamanan dan ketertiban. Kepedulian terhadap kondisi lingkungan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kehidupan yang sehat, nyaman dan berkelanjutan.

“Peringatan HUT TNI ke 81 bukan hanya tentang bertambahnya usia institusi, tetapi menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen sebagai abdi negara. Kita harus selalu hadir, peduli dan bergerak bersama masyarakat,” tutur AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Ia menambahkan, karya bakti tersebut memperlihatkan bahwa sinergitas TNI dan Polri dapat diterjemahkan melalui tindakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Keamanan dan kenyamanan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan di sekitarnya. Karena itu, semangat gotong royong seperti ini harus terus dipelihara dan berkembang menjadi budaya bersama di tengah masyarakat Bondowoso. Bersama kita wujudkan lingkungan yang bersih, kehidupan yang nyaman dan masyarakat yang semakin sejahtera,” tegasnya.

Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan wajah pengabdian yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Seragam dan institusi melebur dalam satu pekerjaan, sementara kepentingan bersama menjadi titik temu seluruh pihak yang terlibat.

Usai kegiatan, sejumlah lokasi sasaran tampak lebih bersih dan tertata. Lebih dari perubahan kondisi fisik lingkungan, karya bakti tersebut diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif agar masyarakat turut menjaga kebersihan, merawat saluran air dan membangun budaya peduli lingkungan secara berkesinambungan.

Pada akhirnya, peringatan HUT TNI ke 81 di Bondowoso menemukan maknanya melalui kerja nyata. Sebab, pengabdian kepada bangsa tidak hanya tercermin dari besarnya tugas yang diemban, tetapi juga dari kesediaan untuk hadir, bekerja bersama dan memberi manfaat bagi lingkungan serta masyarakat.


|Luky

Dari Curahdami untuk Sesama, Ny Lena Muktamar Wujudkan Semangat Bhayangkari Peduli

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Kepedulian menemukan maknanya ketika hadir langsung di tengah kehidupan masyarakat. Bukan hanya tentang bantuan yang diserahkan, tetapi tentang perhatian yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan, melalui kehadiran yang tulus dan sentuhan kemanusiaan.

Semangat tersebut diwujudkan Ketua Bhayangkari Ranting Curahdami, Ny Lena Muktamar, saat menyambangi dua warga di Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 74 melalui program Bhayangkari Peduli.

Ny Lena Muktamar bersama pengurus Bhayangkari Ranting Curahdami hadir secara langsung untuk menyerahkan bantuan sosial kepada Bu Misjo dan Pak Tosan, warga kawasan Selatan Sungai, RT 2 RW 1, Desa Kupang.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan beras seberat 5 kilogram. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari hari sekaligus menjadi bentuk perhatian Bhayangkari terhadap kondisi masyarakat di lingkungan sekitar.

Mengubah Kepedulian Menjadi Tindakan

Bagi Ny Lena Muktamar, Bhayangkari Peduli memiliki makna yang lebih luas daripada sebuah agenda sosial. Program tersebut menjadi ruang untuk membangun hubungan kemanusiaan sekaligus menerjemahkan semangat kebersamaan dalam tindakan nyata.

“Bhayangkari Peduli bagi kami adalah bentuk kepekaan terhadap kehidupan masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan perhatian, kami ingin hadir dan berbagi sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Ny Lena Muktamar.

Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan semata dilihat dari nilai materi, tetapi dari pesan sosial yang menyertainya.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima. Yang lebih penting, semoga kehadiran kami dapat menghadirkan rasa diperhatikan dan menjadi bagian dari semangat untuk saling menguatkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan nilai yang perlu terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat. Hubungan yang dekat antara Bhayangkari dan masyarakat diharapkan dapat membangun suasana sosial yang lebih hangat serta memperkuat semangat gotong royong.

Polsek Curahdami Berikan Pendampingan

Kegiatan sosial tersebut mendapat pengamanan dan pendampingan dari jajaran Polsek Curahdami di bawah kepemimpinan Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan rangkaian kegiatan berjalan tertib sekaligus menjadi bagian dari kehadiran Polri dalam mendukung kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

AKP Muktamar mengatakan, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan keamanan. Membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat juga menjadi bagian dari pengabdian. Ketika institusi hadir bersama masyarakat dalam suasana sosial seperti ini, hubungan yang terbangun akan semakin kuat,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara Bhayangkari dan Polri dalam menghadirkan kepedulian sosial di tingkat masyarakat.

Bagi Bu Misjo dan Pak Tosan, kunjungan Ny Lena Muktamar bersama pengurus Bhayangkari Ranting Curahdami menjadi perhatian yang memiliki arti tersendiri. Bantuan kebutuhan pokok yang diterima diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan keluarga.

Lebih dari penyerahan bantuan, pertemuan itu menjadi ruang sederhana untuk membangun komunikasi dan menghadirkan rasa kebersamaan.

Dari Desa Kupang, Bhayangkari Peduli kembali menunjukkan bahwa pengabdian dapat tumbuh dari langkah yang sederhana. Sebab, terkadang yang paling berarti bukan seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan ketulusan untuk datang, menyapa dan memastikan masyarakat merasa tidak berjalan sendirian.


|msb

Ny Serly Aryo dan Pesan Kemanusiaan dari Dusun Sletreng


BONDOWOSO|
masbhabinnews.com

Di tengah ritme kehidupan yang terus bergerak, masih ada ruang yang perlu diisi dengan kepekaan dan kepedulian. Bukan melalui kemewahan, melainkan lewat kesediaan untuk datang, menyapa dan melihat secara langsung kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Nilai tersebut diwujudkan Ketua Bhayangkari Cabang Bondowoso, Ny Serly Aryo, saat mendatangi kediaman Mbah Tumi di Dusun Sletreng, Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Jumat (25/9/2026).

Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 74 melalui program Bhayangkari Peduli. Bersama pengurus Bhayangkari Cabang Bondowoso, Ny Serly Aryo menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako dan beras 5 kilogram kepada Mbah Tumi.

Bantuan tersebut merupakan wujud perhatian untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari hari. Lebih dari itu, kunjungan langsung tersebut membawa pesan sosial bahwa kepedulian memiliki dimensi yang lebih luas daripada bantuan material.

Ketika Kepedulian Menjadi Bagian dari Pengabdian

Ny Serly Aryo memandang Bhayangkari Peduli sebagai ruang untuk menerjemahkan nilai kebersamaan ke dalam tindakan yang memberi manfaat. Menurutnya, keberadaan Bhayangkari di tengah masyarakat harus memiliki arti dan mampu menghadirkan energi positif bagi lingkungan sekitar.

Bhayangkari Peduli bukan hanya tentang apa yang kami berikan, tetapi tentang bagaimana kami hadir. Ada perhatian, ada empati dan ada keinginan untuk berbagi dengan masyarakat. Kami ingin kehadiran Bhayangkari dapat dirasakan melalui tindakan yang benar benar memberikan manfaat, ujar Ny Serly Aryo.

Ia menegaskan, kepedulian sosial perlu dibangun secara berkelanjutan. Perhatian terhadap masyarakat, menurutnya, tidak semestinya hadir hanya ketika terdapat momentum tertentu, melainkan menjadi nilai yang terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagi kami, kepedulian adalah nilai yang harus terus dirawat. Ketika kita bersedia mendatangi masyarakat, mendengarkan cerita mereka dan berbagi sesuai kemampuan, kita sedang membangun sesuatu yang lebih besar, yaitu rasa kemanusiaan dan kebersamaan,”** katanya.

Menurut Ny Serly Aryo, bantuan sosial memang memiliki nilai praktis, tetapi pertemuan secara langsung memiliki dimensi yang tidak kalah penting.

Sapaan, komunikasi dan perhatian dapat memberikan kekuatan psikologis bagi penerima manfaat. Karena itu, kegiatan Bhayangkari Peduli diarahkan agar tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi juga menghadirkan hubungan sosial yang lebih dekat antara Bhayangkari dan masyarakat.

Polsek Curahdami Perkuat Kehadiran di Tengah Masyarakat

Kegiatan tersebut mendapat pengamanan dan pendampingan dari jajaran Polsek Curahdami yang dipimpin Kapolsek AKP Muktamar, S.H.

Kehadiran personel kepolisian menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan sosial sekaligus memperkuat komunikasi antara Polri, Bhayangkari dan masyarakat. AKP Muktamar mengatakan, tugas kepolisian memiliki dimensi yang lebih luas daripada menjaga keamanan dan ketertiban.

Polri harus mampu hadir dalam berbagai ruang kehidupan masyarakat. Menjaga keamanan merupakan tugas utama, namun membangun komunikasi, menciptakan kedekatan dan menumbuhkan kepedulian sosial juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat,ungkapnya.

Ia menilai kegiatan Bhayangkari Peduli menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana semangat kebersamaan dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial.

Bagi Mbah Tumi, kunjungan tersebut bukan hanya tentang paket sembako dan beras yang diterima. Kehadiran Ny Serly Aryo bersama jajaran Bhayangkari memberikan pengalaman tersendiri berupa perhatian, sapaan dan interaksi langsung.

Di situlah substansi HKGB ke 74 memperoleh makna yang lebih mendalam. Peringatan tidak berhenti pada simbol dan agenda organisasi, tetapi bergerak menjadi tindakan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Dari Dusun Sletreng, sebuah pesan kemanusiaan kembali menemukan jalannya. Bahwa pengabdian tidak selalu berbicara tentang seberapa besar sesuatu yang dapat diberikan, melainkan tentang kesediaan untuk hadir dengan ketulusan, melihat dengan empati dan meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan oleh sesama.


|msb

Ketua IPSI Bondowoso Sunargi Puji Konsistensi Polri Dampingi Pesilat, Persaudaraan Jadi Energi Menuju Prestasi

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Dari gelanggang sederhana, lahir tekad besar untuk mengharumkan nama daerah. Perguruan Pencak Silat Elang Putih Bondowoso kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun prestasi melalui seleksi atlet yang dipersiapkan untuk berlaga pada Kejuaraan Bupati Cup Bondowoso.

Seleksi yang berlangsung pada 12 hingga 13 September 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk menemukan pesilat terbaik yang memiliki kemampuan teknik, mental bertanding, kedisiplinan, sekaligus karakter kesatria yang menjadi bagian dari nilai luhur pencak silat.

Seleksi tidak hanya diikuti pesilat dari lingkungan Elang Putih di Bondowoso. Sejumlah peserta datang dari berbagai ranting dan daerah, di antaranya Ranting Pujer, Ranting Wringin, Ranting Tegalampel, Ranting Dabasah, Jember, serta Surabaya.

Keberagaman asal peserta menunjukkan bahwa Elang Putih tidak berhenti pada pembinaan di satu wilayah. Perguruan ini terus membuka ruang bagi tumbuhnya potensi pesilat dengan semangat persaudaraan, kompetisi sehat dan orientasi prestasi.

Di tengah proses seleksi, hadir Bhabinkamtibmas Polres Bondowoso Aiptu Ahmad Abadi, S.H., yang memberikan motivasi serta arahan kepada para calon atlet. Kehadirannya memiliki makna tersendiri karena selain menjalankan tugas sebagai anggota Polri, Ahmad Abadi juga merupakan bagian dari keluarga besar Elang Putih.

Ia hadir bukan hanya membawa pesan tentang kedisiplinan, tetapi juga memberikan perspektif bahwa prestasi seorang pesilat harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.

“Saya berdiri di sini dengan dua rasa bangga. Bangga memakai seragam Polri dan bangga menjadi bagian dari Elang Putih. Kepada para calon atlet, jadikan pencak silat sebagai sarana membentuk karakter. Jadilah pemenang di gelanggang, tetapi juga jadilah teladan ketika kembali berada di tengah masyarakat. Jaga disiplin, persaudaraan dan kehormatan perguruan. Bawa nama Bondowoso dengan prestasi dan sikap yang membanggakan,” ujar Aiptu Ahmad Abadi.

Menurutnya, kemenangan dalam sebuah pertandingan tidak semata ditentukan oleh kemampuan fisik. Mental, konsistensi latihan, pengendalian diri serta penghormatan kepada lawan merupakan fondasi penting yang membedakan seorang atlet berprestasi dengan pesilat yang hanya mengejar kemenangan.

Elang Putih dan Tradisi Pembinaan Pesilat Bondowoso

Sebagai salah satu perguruan pencak silat asli Bondowoso, Elang Putih memiliki perjalanan panjang dalam ikut membentuk ekosistem bela diri di daerah tersebut.

Perguruan ini tumbuh bersama dinamika perkembangan pencak silat Bondowoso dan terus melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya ditempa melalui latihan fisik, tetapi juga melalui nilai kedisiplinan, persaudaraan dan tanggung jawab.

Di bawah kepemimpinan Sunargi, Elang Putih terus mengambil bagian dalam perjalanan pembinaan pencak silat di Bondowoso. Kiprahnya juga semakin luas setelah kembali dipercaya memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bondowoso periode 2026 hingga 2030, setelah sebelumnya mengemban amanah pada periode 2022 hingga 2026.

Kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan antar perguruan pencak silat di Bondowoso. Saat ini IPSI Kabupaten Bondowoso menaungi sekitar 19 perguruan pencak silat, yang menjadi kekuatan penting dalam membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Orientasinya bukan hanya melahirkan juara di tingkat daerah, tetapi juga membuka jalan agar pesilat Bondowoso mampu menembus kompetisi di tingkat Jawa Timur hingga nasional.

Sinergi Polri dan Pencak Silat

Dukungan terhadap pembinaan atlet juga mendapatkan perhatian dari Polres Bondowoso. Kehadiran unsur kepolisian dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan generasi muda melalui olahraga dan bela diri memiliki dimensi yang lebih luas.

Pencak silat dapat menjadi ruang strategis untuk membangun kedisiplinan, sportivitas, pengendalian diri dan rasa tanggung jawab sosial. Nilai tersebut selaras dengan semangat menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan sekaligus kepribadian kuat.

Ketua IPSI Kabupaten Bondowoso, Sunargi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Polres Bondowoso terhadap perkembangan pencak silat di wilayahnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Polres Bondowoso yang terus memberikan perhatian terhadap perkembangan pencak silat. Kehadiran Pamapta Polres Bondowoso serta Aiptu Ahmad Abadi menjadi energi positif bagi para pesilat. Beliau hadir bukan hanya sebagai anggota Polri, tetapi juga sebagai senior dan bagian dari keluarga besar Elang Putih yang memberikan motivasi serta keteladanan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Menurut Sunargi, kolaborasi antara perguruan, IPSI, masyarakat dan institusi negara merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat. Ketika pembinaan berjalan bersama, peluang melahirkan atlet berprestasi akan semakin terbuka.

Seleksi tersebut akhirnya menjadi gerbang menuju kompetisi yang lebih besar. Di balik setiap tendangan, pukulan dan gerakan teknik yang diperagakan para peserta, tersimpan proses panjang berupa latihan, disiplin, pengorbanan dan keberanian untuk bersaing.

Mereka yang nantinya terpilih akan membawa nama Elang Putih ke Kejuaraan Bupati Cup Bondowoso. Mereka tidak hanya membawa target kemenangan, tetapi juga membawa kehormatan perguruan, harapan keluarga serta nama daerah.

Dari Bondowoso, semangat itu terus ditempa. Dari berbagai ranting hingga peserta yang datang dari Jember dan Surabaya, seluruhnya bertemu dalam satu gelanggang dengan tujuan yang sama: melahirkan prestasi, memperkuat persaudaraan dan mengangkat martabat pencak silat Bondowoso.

Bersama Elang Putih, setiap langkah di gelanggang bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi tentang membuktikan bahwa disiplin, persaudaraan dan keberanian mampu mengantarkan putra putri daerah menuju panggung prestasi yang lebih tinggi.


|Luky

Sentuh Sisi Kemanusiaan, Polwan Polres Bondowoso Sabet Juara 1 Video Kreatif Hari Jadi Polwan ke 78

BONDOWOSO |masbhbainnews.com

Di balik sebuah karya yang mampu menyentuh hati, terdapat pesan kemanusiaan yang kuat. Hal itulah yang berhasil ditampilkan Polwan Polres Bondowoso melalui sebuah konten video kreatif yang mengangkat pentingnya pendampingan psikologis bagi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Karya tersebut berhasil mengantarkan Polwan Polres Bondowoso meraih Juara 1 Konten Video Kreatif dalam rangka Hari Jadi Polwan ke 78.

Penghargaan tersebut diterima oleh Perwira Polwan Polres Bondowoso, Ipda Oty Diana Novita, dalam acara yang berlangsung di Gedung Mahameru Polda Jatim, Selasa (8/9/2026).

Penghargaan diserahkan oleh Irwasda Polda Jawa Timur Kombes Pol Arif Bastari, S.I.K., M.H. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Polres Bondowoso sekaligus menunjukkan bahwa peran Polwan tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap aspek kemanusiaan dan pemulihan psikologis masyarakat.

Konten video yang ditampilkan mengangkat sebuah pesan mendalam tentang kondisi korban TPPO. Luka yang dialami korban tidak selalu terlihat secara kasat mata. Di balik trauma dan pengalaman pahit, terdapat pergulatan batin yang membutuhkan perhatian, empati, serta pendampingan secara berkelanjutan.

Melalui program pendampingan psikologis, Konselor Polwan Polres Bondowoso hadir memberikan psychological first aid, pendampingan berbasis empati, sekaligus menyediakan ruang aman bagi para korban untuk kembali membangun kekuatan dirinya.

Pesan utama yang disampaikan dalam video tersebut menegaskan bahwa penanganan perkara tidak berhenti pada proses penegakan hukum. Pemulihan kondisi mental korban menjadi bagian penting agar mereka mampu mengembalikan rasa percaya diri, memulihkan harapan, serta kembali menatap masa depan dengan lebih kuat.

Konsep tersebut diwujudkan melalui materi video yang dikemas secara kreatif dengan pemeranan yang dinilai mampu menggambarkan pesan secara kuat dan menyentuh. Pengambilan gambar, penyusunan materi, hingga penampilan para pemeran dipersiapkan secara serius sehingga menghasilkan karya yang memiliki nilai edukasi sekaligus pesan kemanusiaan.

Dalam proses produksinya, para senior Polwan turut memberikan bimbingan, terutama dalam penyusunan materi, pendalaman karakter pemeran, hingga penyampaian pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam menghasilkan karya yang tidak hanya mengejar kualitas visual, tetapi juga memiliki substansi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ipda Oty Diana Novita menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., yang memberikan dukungan penuh sejak awal proses persiapan, pembuatan video hingga pelaksanaan lomba.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Terima kasih kepada Bapak Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M yang telah memberikan dukungan penuh sejak awal, mulai dari proses persiapan, pembuatan video hingga pelaksanaan lomba. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan karya terbaik,” ujar Ipda Oty kepada awak media masbhbainnews.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Ipda Oty kepada seluruh Polwan Polres Bondowoso yang terlibat dalam proses pembuatan video. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan satu orang.

“Saya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh Polwan Polres Bondowoso yang telah terlibat dan memberikan kemampuan terbaiknya dalam proses pembuatan video ini. Mulai dari persiapan materi, pemeranan, pengambilan gambar hingga proses penyelesaian, semuanya dilakukan dengan penuh semangat dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Ipda Oty mengaku bangga melihat kekompakan dan dedikasi para Polwan Polres Bondowoso dalam menghasilkan karya tersebut.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Polwan Polres Bondowoso, tetapi juga menjadi pengingat bahwa karya kreatif dapat menjadi sarana untuk menyampaikan edukasi dan membangun kepedulian masyarakat terhadap persoalan sosial.

“Yang paling penting bagi kami adalah pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Korban TPPO membutuhkan perhatian dan pendampingan. Mereka bukan hanya membutuhkan proses hukum, tetapi juga membutuhkan ruang untuk pulih, didengarkan, dihargai dan kembali percaya pada dirinya sendiri,” tuturnya.

Pesan yang dibangun melalui karya tersebut terangkum dalam semangat “Satu Polwan. Satu Pengabdian. Satu Dampak Luar Biasa.”

Pendampingan psikologis menjadi bagian penting dalam penanganan korban TPPO karena pengalaman kekerasan, eksploitasi, maupun tekanan yang dialami dapat meninggalkan trauma berkepanjangan. Kehadiran konselor dengan pendekatan empati dapat membantu korban merasa lebih aman dan memiliki ruang untuk mengungkapkan apa yang dialaminya.

Di sinilah nilai penting peran Polwan semakin terlihat. Polisi tidak hanya hadir untuk mencari fakta dan menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai bagian dari upaya memulihkan martabat serta harapan korban.

Prestasi Juara 1 yang diraih Polwan Polres Bondowoso akhirnya bukan hanya berbicara tentang sebuah piala. Lebih jauh, penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa ketika profesionalisme kepolisian dipadukan dengan kreativitas dan kepedulian kemanusiaan, sebuah karya mampu menghadirkan dampak yang jauh lebih besar bagi masyarakat.

Dari sebuah video lahir pesan tentang kepedulian. Dari sebuah penghargaan tumbuh semangat pengabdian. Dan dari keberanian mendampingi mereka yang terluka, hadir harapan bahwa setiap korban memiliki kesempatan untuk bangkit dan kembali menata masa depannya.


msb

Antrean BBM Memanjang, Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo Gerakkan Polisi Beri Air Minum Gratis

BONDOWOSO |masbhbainnews.com

Ketika antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU akibat keterlambatan pasokan bahan bakar minyak, jajaran Polres Bondowoso memilih hadir lebih dekat dengan masyarakat. Di tengah teriknya cuaca dan waktu tunggu yang panjang, personel kepolisian membagikan air minum gratis sekaligus memastikan situasi di kawasan SPBU tetap terkendali.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan publik yang menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai bagian penting dari tugas kepolisian. Senin, 7 September 2026, sejumlah Polsek jajaran Polres Bondowoso yang wilayahnya terdapat SPBU, yakni Polsek Bondowoso Kota, Polsek Maesan, Polsek Tapen, dan Polsek Grujugan, turun langsung ke lapangan.

Air minum kemasan diberikan kepada warga yang tengah menunggu giliran mengisi BBM. Pelayanan sederhana tersebut menjadi wujud kepedulian personel terhadap masyarakat, terutama untuk membantu mengurangi risiko dehidrasi akibat harus menunggu dalam kondisi cuaca panas.

Selain membagikan air minum, personel kepolisian melakukan pengaturan antrean dan lalu lintas di sekitar SPBU. Kehadiran mereka diarahkan untuk menjaga ruang publik tetap tertib sekaligus mencegah potensi gesekan yang dapat muncul ketika kepadatan kendaraan meningkat.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. menegaskan bahwa pelayanan kepolisian harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata, terutama ketika warga menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan.

Menurutnya, kepolisian tidak boleh memandang persoalan sosial hanya dari perspektif keamanan dan ketertiban. Kehadiran anggota di lapangan juga harus mampu memberikan solusi kemanusiaan yang relevan dengan kondisi masyarakat.

“Polri harus hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan kehadiran negara secara langsung. Antrean BBM yang terjadi akibat keterlambatan pasokan tentu membutuhkan pengelolaan yang bijaksana agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial baru,” ujar AKBP Aryo kepada awak media masbhbainnews.

Ia menambahkan, personel di lapangan diarahkan untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menjaga ketertiban antrean, serta memberikan pelayanan yang dapat membuat warga merasa diperhatikan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tetap memperoleh rasa aman, nyaman, dan kepastian pelayanan selama berada di ruang publik. Pembagian air minum merupakan bagian dari kepedulian kemanusiaan, sementara pengaturan lalu lintas dan antrean menjadi bagian dari tanggung jawab kepolisian dalam menjaga stabilitas situasi,” jelasnya.

Personel Polsek jajaran juga disiagakan di sejumlah titik sekitar SPBU untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Pengawasan dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi kepada para pengendara.

Polres Bondowoso turut mengajak masyarakat menghadapi kondisi tersebut dengan tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun penimbunan BBM. Koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait terus dilakukan untuk mendukung pemulihan distribusi sehingga pelayanan kebutuhan energi masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kehadiran polisi di tengah antrean BBM menunjukkan bahwa makna pelayanan publik tidak berhenti pada pengamanan. Di ruang ruang kehidupan masyarakat, kepolisian dituntut mampu membaca situasi, merespons kebutuhan warga, dan menghadirkan rasa aman melalui tindakan yang konkret.

Di tengah antrean yang menguji kesabaran, seteguk air minum menjadi pesan sederhana bahwa negara hadir dan kepolisian memilih untuk berdiri bersama masyarakat.


|msb

Prestasi Menonjol di Unit PPA, Aiptu Dedi Purba dan Bripda Firmansyah Terima Reward dari Kapolres Bondowoso

BONDOWOSO |masbhbainnews.com

Dedikasi dalam menegakkan hukum tidak berhenti pada banyaknya perkara yang diselesaikan, tetapi tercermin dari ketelitian, kecepatan, integritas, serta keberpihakan terhadap mereka yang membutuhkan perlindungan. Prinsip itulah yang mendapat apresiasi dari Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. dengan memberikan penghargaan kepada dua personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bondowoso.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Apel Fungsi yang digelar rutin setiap Rabu di halaman Mapolres Bondowoso. Dua personel yang menerima reward yakni Aiptu Dedi Purba Susanto, S.H., selaku Kanit PPA, dan Bripda Firmansyah Tri Nugroho, selaku Penyidik PPA.

Keduanya dinilai menunjukkan kinerja menonjol dalam penanganan perkara, khususnya kasus yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Prestasi tersebut tercermin dari capaian penyelesaian perkara serta produktivitas input data yang menjadi bagian penting dalam mendukung tertib administrasi dan akuntabilitas proses penyidikan di Unit PPA.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi institusi terhadap personel yang mampu menerjemahkan tanggung jawab kepolisian ke dalam kinerja nyata.

“Reward ini merupakan bentuk penghargaan institusi kepada personel yang menunjukkan dedikasi, produktivitas, dan konsistensi dalam menjalankan tugas. Prestasi yang dicapai harus menjadi energi positif untuk membangun budaya kerja yang profesional, terukur, dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik,” tegas AKBP Aryo.

Menurutnya, penanganan perkara perempuan dan anak memiliki karakteristik khusus karena berhadapan langsung dengan kelompok yang berada dalam posisi rentan. Karena itu, proses hukum tidak cukup hanya mengedepankan aspek prosedural, tetapi juga membutuhkan kecermatan, kecepatan, sensitivitas, dan empati.

“Dalam perkara yang menyangkut perempuan dan anak, setiap tindakan penyidik memiliki konsekuensi besar terhadap rasa aman dan masa depan korban. Kepastian hukum harus berjalan beriringan dengan perlindungan, penghormatan terhadap martabat korban, serta penanganan yang profesional. Polri harus mampu menghadirkan hukum yang tegas sekaligus humanis,” ujar Kapolres.

AKBP Aryo juga meminta seluruh personel menjadikan penghargaan tersebut sebagai pemacu untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pengabdian. Menurutnya, prestasi seorang anggota bukan hanya ukuran keberhasilan individu, tetapi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Saya berharap capaian ini tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi standar baru dalam bekerja. Jadikan integritas, ketelitian, kecepatan, dan empati sebagai fondasi dalam setiap penanganan perkara. Masyarakat membutuhkan polisi yang tidak hanya mampu menegakkan hukum, tetapi juga mampu memberikan rasa keadilan,” imbuhnya.

Sementara itu, Aiptu Dedi Purba Susanto menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan pimpinan. Baginya, penghargaan tersebut merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik. Penanganan perkara perempuan dan anak membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan komitmen karena di balik setiap perkara terdapat korban yang membutuhkan kepastian serta perlindungan. Kami akan terus berupaya menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Unit PPA Satreskrim Polres Bondowoso memiliki posisi strategis dalam memastikan proses penegakan hukum terhadap perkara yang melibatkan perempuan dan anak berjalan secara profesional sekaligus memberikan perlindungan kepada korban.

Melalui Apel Fungsi yang digelar secara rutin, Kapolres Bondowoso tidak hanya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas, tetapi juga membangun budaya organisasi yang memberikan ruang bagi personel berprestasi untuk mendapatkan apresiasi. Pola tersebut diharapkan mampu mendorong kompetisi positif, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat profesionalisme anggota.

Bagi Polres Bondowoso, penghargaan bukanlah garis akhir sebuah prestasi. Ia merupakan titik awal untuk menghadirkan kinerja yang lebih tinggi, pelayanan yang semakin humanis, dan penegakan hukum yang semakin dipercaya masyarakat. Di tengah tuntutan publik terhadap institusi kepolisian yang profesional dan berintegritas, dedikasi setiap personel menjadi bagian penting dalam membangun wajah Polri yang hadir dengan hukum, kepastian, dan kemanusiaan.


|msb

Dilirik Ditlantas Polda Jatim, Bumi Este Muktisari Jember Tunjukkan Wajah Baru Kampung Tertib Lalu Lintas

JEMBER |masbhabinnews.com

Budaya keselamatan berlalu lintas tidak selalu lahir dari ruang kelas atau kampanye di jalan raya. Di Perumahan Bumi Este Muktisari, Jember, kesadaran tersebut justru dibangun dari lingkungan tempat warga menjalani aktivitas sehari hari.

Kawasan ini berkembang menjadi Kampung Tertib Lalu Lintas yang menghadirkan konsep edukasi keselamatan berkendara secara nyata. Berbagai fasilitas pendukung seperti rambu lalu lintas, marka jalan, lampu pengatur lalu lintas, zebra cross hingga poster keselamatan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk membentuk kebiasaan berlalu lintas sejak dari lingkungan permukiman.

Konsep tersebut menjadikan Bumi Este Muktisari sebagai salah satu kawasan percontohan yang mengintegrasikan pendidikan lalu lintas dengan kehidupan sosial masyarakat.

Di sejumlah pertigaan dan perempatan, warga menghadirkan replika lampu lalu lintas sebagai sarana edukasi. Jalan lingkungan juga ditata dengan pengecatan berwarna biru dan putih, sementara imbauan keselamatan dipasang di sekitar rumah warga agar pesan tertib berlalu lintas menjadi bagian dari kehidupan sehari hari.

Tidak berhenti pada aspek keselamatan berkendara, kawasan tersebut turut dilengkapi taman baca dan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan anak anak. Kehadiran fasilitas itu memperluas fungsi Kampung Tertib Lalu Lintas sebagai ruang edukasi masyarakat yang menyentuh berbagai kelompok usia.

Pelayanan publik juga dihadirkan di kawasan tersebut, mulai dari Samsat Keliling, layanan SIM hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Kolaborasi itu memperlihatkan bahwa kampung tertib lalu lintas dapat dikembangkan menjadi lingkungan yang tidak hanya mendidik masyarakat mengenai aturan jalan raya, tetapi juga mendekatkan pelayanan kepada warga.

Kampung Tertib Lalu Lintas Perumahan Bumi Este Muktisari merupakan hasil sinergi Satlantas Polres Jember bersama masyarakat dalam membangun kesadaran berlalu lintas dari lingkungan paling dekat dengan warga.

Upaya tersebut mendapat perhatian dari jajaran Ditlantas Polda Jawa Timur. Kepala Unit Standar Pencegahan dan Penindakan Subdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Jatim, AKP Yulita Rakhmawati, S.H., M.H., bersama Kasat Lantas Polres Jember AKP Ade Andini, S.T.K., S.I.K., M.H., serta jajaran Dinas Perhubungan, Bina Marga dan Damkar, melakukan kunjungan ke kawasan tersebut pada Rabu siang, 2 September 2026.

Kehadiran Polisi Cilik, Duta Lalu Lintas dan antusiasme warga turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Suasana lingkungan permukiman berubah menjadi ruang edukasi yang memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam membangun budaya keselamatan.

AKP Yulita Rakhmawati menilai keberadaan Kampung Tertib Lalu Lintas memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami berharap konsep seperti ini dapat direplikasi di berbagai perumahan maupun desa. Ketika edukasi keselamatan dimulai dari lingkungan tempat masyarakat tinggal, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas akan tumbuh sebagai kebiasaan, bukan hanya karena adanya pengawasan. Pada akhirnya, kesadaran kolektif tersebut diharapkan mampu berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas,” ujar AKP Yulita kepada awak media Masbhabinnews.

Menurutnya, keberhasilan membangun budaya tertib lalu lintas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepolisian memiliki peran dalam memberikan edukasi dan pengawasan, sementara masyarakat menjadi aktor utama yang menerapkan nilai keselamatan tersebut dalam kehidupan sehari hari.

Senada dengan itu, Kasat Lantas Polres Jember AKP Ade Andini memberikan apresiasi terhadap inovasi masyarakat Bumi Este Muktisari.

“Yang kami lihat di sini sangat luar biasa. Kampung Tertib Lalu Lintas ini memiliki fasilitas edukasi yang cukup komprehensif, mulai dari rambu, marka, replika lampu lalu lintas, zebra cross, taman baca, perpustakaan hingga pos keamanan. Bahkan terdapat layanan Samsat dan SIM Keliling yang semakin memperkuat konsep kawasan ini,” ungkap AKP Ade Andini.

Ia menilai keterlibatan warga menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan program. Menurutnya, Kampung Tertib Lalu Lintas akan memiliki dampak lebih besar apabila masyarakat tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi turut menjadi penggerak keselamatan di lingkungannya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Perumahan Muktisari, Haji Basis Siswanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim penilai Ditlantas Polda Jawa Timur bersama jajaran terkait.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kunjungan tim Ditlantas Polda Jatim beserta seluruh jajaran. Kehadiran mereka menjadi motivasi bagi warga untuk terus menjaga dan mengembangkan lingkungan ini. Kami tentu berharap Bumi Este Muktisari dapat meraih hasil terbaik dalam penilaian Kampung Tertib Lalu Lintas,” tuturnya.

Lebih dari sebuah kawasan dengan kelengkapan rambu dan marka, Bumi Este Muktisari menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas dapat dibangun melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ketika warga, kepolisian dan pemerintah bergerak dalam satu visi, jalan raya bukan hanya menjadi ruang mobilitas, tetapi juga ruang pembentukan karakter disiplin.

Dari sebuah lingkungan permukiman, pesan keselamatan itu kini menemukan bentuknya: tertib berlalu lintas bukan hanya tentang mematuhi aturan, melainkan tentang membangun budaya saling menjaga keselamatan.


|msb

Sholawat Mengalun, Persaudaraan Menguat, Polsek Curahdami Pastikan Festival Maulid Berlangsung Khidmat

BONDOWOSO – Malam di Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (29/8/2026), berubah menjadi ruang spiritual yang dipenuhi lantunan sholawat. Sekitar seribu jamaah larut dalam suasana religius melalui kegiatan Curahdami Bersholawat dalam rangka Festival Maulid 1448 Hijriah.

Di tengah lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, jajaran Polsek Curahdami hadir untuk mengawal kegiatan sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan nyaman, tertib dan penuh kekhusyukan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB di Lapangan Desa Jetis tersebut mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ulama, pengasuh pondok pesantren, pemerintah, TNI Polri, organisasi kemasyarakatan, pemuda hingga jamaah dari berbagai wilayah Kecamatan Curahdami.

Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H. bersama seluruh personel Polsek Curahdami. Strategi pengamanan disiapkan secara menyeluruh dengan memperhatikan dinamika pergerakan massa, arus kendaraan serta titik yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Personel ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis, termasuk akses masuk dan keluar lapangan, persimpangan, kawasan parkir serta titik konsentrasi jamaah. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama ketika jamaah datang dan meninggalkan lokasi secara bersamaan.

Langkah preventif tersebut menjadi bagian penting dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan, seperti pencurian kendaraan bermotor, pencopetan, kehilangan barang pribadi, kecelakaan lalu lintas hingga kemungkinan anak terpisah dari orang tua di tengah kerumunan.

Sebelum kegiatan berlangsung, Polsek Curahdami melakukan koordinasi dengan Muspika, panitia dan Pemerintah Desa Jetis. Koordinasi tersebut menjadi fondasi dalam menyatukan pola pengamanan, pengaturan massa dan lalu lintas agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan dengan rasa aman dan nyaman. Pengamanan bukan hanya tentang menjaga situasi, tetapi bagaimana kepolisian mampu memberikan ruang yang kondusif bagi masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi dan memperkuat persaudaraan,” ujar AKP Muktamar kepada awak media masbhbainnews.

Menurutnya, kegiatan sholawat memiliki dimensi yang lebih luas daripada rangkaian pembacaan pujian kepada Rasulullah SAW. Sholawat menjadi medium untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menghidupkan nilai keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat.

“Esensi Maulid dan sholawat adalah menghadirkan kembali nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan kita. Ada pesan tentang kasih sayang, persaudaraan, toleransi, kepedulian dan persatuan. Nilai nilai tersebut sangat relevan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghormati,” ungkapnya.

Semangat tersebut sejalan dengan pendekatan Polri dalam membangun keamanan yang tidak hanya bertumpu pada tindakan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pencegahan, komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat.

Dukungan kepolisian terhadap kegiatan keagamaan memiliki makna strategis. Ketika masyarakat memperoleh ruang yang aman untuk beribadah dan berkumpul, nilai kebersamaan dapat tumbuh lebih kuat sekaligus memperkokoh ketahanan sosial di tingkat komunitas.

Festival Maulid 1448 H Kecamatan Curahdami turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso Sholikin, Ketua Mustasyar PCNU Bondowoso KH Imam Barmawi Burhan, anggota DPRD Bondowoso, Camat Curahdami, para pengasuh pondok pesantren, jajaran Forkopimcam, kepala desa se Kecamatan Curahdami, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta unsur TNI Polri

Dalam sambutannya, Sholikin menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Curahdami. Ia menekankan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari hari.

Festival tersebut juga menjadi ruang perjumpaan berbagai unsur masyarakat dalam suasana religius. Pemerintah, ulama, pemuda, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum berpadu dalam satu kegiatan yang mengedepankan silaturahmi dan kebersamaan.

Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al Quran, pembacaan Sholawat Nariyah, sambutan serta doa.

Bagi Polsek Curahdami, pengamanan kegiatan dengan jumlah jamaah yang besar merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian dalam menghadirkan keamanan yang bersifat preventif, humanis dan responsif. Personel tidak hanya menjaga lokasi, tetapi juga membangun komunikasi dengan panitia, tokoh agama dan masyarakat.

Kapolsek Muktamar menambahkan, keamanan yang berkelanjutan tidak dapat dibangun oleh kepolisian seorang diri. Diperlukan kesadaran bersama antara aparat dan masyarakat untuk menjaga ketertiban serta saling menghormati dalam setiap kegiatan publik.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ketika polisi, pemerintah, tokoh agama dan masyarakat berada dalam satu semangat, maka kegiatan keagamaan dapat menjadi kekuatan sosial yang mempererat persatuan. Inilah yang terus kami dorong di wilayah Curahdami,” tegasnya.

Kehadiran Polsek Curahdami dalam Curahdami Bersholawat mencerminkan wajah Polri yang hadir di tengah masyarakat, menjaga ruang kebebasan beribadah sekaligus merawat jembatan persaudaraan.

Dari Lapangan Desa Jetis, lantunan sholawat membawa pesan bahwa ketenangan dalam beribadah dan keamanan dalam bermasyarakat dapat berjalan beriringan. Keduanya tumbuh dari kolaborasi, kepedulian dan semangat menjaga persaudaraan sebagai fondasi kehidupan bersama.


|msb

Aksi Heroik AKP Nisin di Tengah Kepungan Api, Turun Langsung Padamkan Karhutla

Bondowoso |masbhabinnews.com 

Kepulan asap dan kobaran api yang membakar lahan kering di kawasan perkebunan PTPN 1 Regional 5 Kebun Belawan, Kecamatan Sempol, Bondowoso, Kamis (27/8/2026), langsung direspons cepat jajaran Polsek Sempol. Kapolsek Sempol AKP Nisin, SH, bahkan turun langsung ke tengah medan kebakaran untuk membantu memadamkan api bersama anggota, Muspika, petugas perkebunan dan masyarakat.

Dengan kondisi medan berupa perbukitan berbatu serta hamparan ilalang dan ranting kering yang mudah terbakar, AKP Nisin tetap berada di lokasi untuk mengendalikan kobaran api. Menggunakan peralatan yang tersedia, petugas berupaya menghentikan laju api agar tidak merambat semakin luas.

Aksi tersebut menjadi bagian dari respons cepat Polsek Sempol sejak menerima laporan masyarakat sekitar pukul 14.00 WIB. AKP Nisin langsung mengoordinasikan Muspika, mengerahkan personel Polsek Sempol, sekaligus memastikan penyelidikan terhadap dugaan sumber api berjalan bersamaan dengan upaya pemadaman.

Lokasi kebakaran berada di afdeling Krepekan, Blok S TBM 1 dan Blok ST 12, Dusun Krepekan, Desa Jampit, Kecamatan Sempol. Diperkirakan sekitar 9 hektare lahan terdampak.

Areal yang terbakar merupakan kawasan rejingan atau lahan bebatuan yang tidak ditanami tanaman pangan. Vegetasi berupa rumput, ilalang, serasah dan ranting kering akibat kemarau panjang membuat api mudah membesar dan menjalar, terlebih angin di kawasan perbukitan cukup kencang.

Dalam proses pemadaman, Kapolsek Sempol bersama anggota Polsek, personel Subramil Sempol, keamanan PTPN 1 Regional 5 dan masyarakat memanfaatkan air yang didatangkan menggunakan kendaraan perkebunan. Petugas juga menggunakan peralatan tradisional berupa gebyok untuk memutus penjalaran api.

Keterbatasan sarana pemadam serta medan berbatu yang sulit dijangkau menjadi tantangan berat. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah AKP Nisin untuk tetap berada di garis depan bersama personel.

Dari Laporan Warga Langsung Bergerak

Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WIB setelah masyarakat menyampaikan informasi mengenai munculnya api di kawasan perkebunan.

Begitu menerima laporan, AKP Nisin bergerak cepat. Koordinasi dengan Muspika dilakukan untuk memperkuat penanganan di lapangan. Personel Polsek kemudian dikerahkan untuk mendatangi lokasi, membantu pemadaman sekaligus mengumpulkan informasi mengenai kemungkinan sumber api.

Dari penelusuran awal, kebakaran diduga berkaitan dengan rentetan kebakaran yang sebelumnya terjadi di kawasan Kawah Wurung. Namun, dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman dan penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.

Jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh dari permukiman membuat ancaman langsung terhadap rumah warga relatif dapat ditekan. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan.

Meski demikian, petugas tidak meninggalkan lokasi. Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Sempol masih berada di kawasan kebakaran bersama personel dan mandor perkebunan untuk memantau sejumlah titik di area bukit yang belum sepenuhnya padam.

Kobaran di beberapa titik dilaporkan relatif kecil, tetapi pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi bara api kembali membesar akibat kondisi lahan yang sangat kering dan tiupan angin.

AKP Nisin, Sosok Humanis yang Hadir di Tengah Masyarakat

Respons cepat AKP Nisin dalam penanganan karhutla memperlihatkan karakter kepemimpinan yang mengedepankan kehadiran langsung di lapangan. Ia tidak hanya memberikan instruksi dari belakang, tetapi ikut berada bersama anggota ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan segera.

Di tengah masyarakat, AKP Nisin dikenal sebagai sosok humanis yang memiliki hubungan baik dengan warga maupun unsur Muspika. Jiwa sosial yang tinggi juga membuatnya dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif membangun komunikasi lintas sektor.

Gaya kepemimpinan tersebut menjadi kekuatan penting dalam penanganan persoalan di wilayah hukum Polsek Sempol, terutama ketika menghadapi kejadian yang membutuhkan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, TNI, pengelola perkebunan dan masyarakat.

AKP Nisin juga tercatat sebagai satu satunya Kapolsek yang memiliki sertifikasi Kapolsek, yang menjadi salah satu modal kompetensi dalam menjalankan kepemimpinan dan tugas pelayanan kepolisian di tingkat kewilayahan.

Karhutla Bukan Persoalan Kecil

Kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian serius pemerintah karena dampaknya dapat meluas. Selain menghanguskan vegetasi dan mengganggu keseimbangan ekosistem, karhutla dapat menimbulkan asap yang mengganggu kualitas udara, merusak kawasan perkebunan dan hutan, serta mengancam keselamatan masyarakat apabila api mendekati permukiman.

Risiko tersebut semakin besar saat musim kemarau panjang. Rumput, ilalang, serasah dan ranting kering berubah menjadi material yang sangat mudah terbakar. Kondisi angin kencang juga dapat mempercepat penjalaran api.

Karena itu, pemerintah bersama TNI, Polri, pengelola perkebunan dan masyarakat perlu terus memperkuat pencegahan, deteksi dini serta respons cepat. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan yang vegetasinya mengering.

Kapolsek: Jangan Biarkan Bara Kecil Menjadi Bencana Besar

Kapolsek Sempol AKP Nisin mengatakan, kehadiran petugas sejak awal kejadian merupakan bentuk tanggung jawab kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung bergerak ke lokasi. Kami berkoordinasi dengan Muspika, mengerahkan personel dan bersama pihak perkebunan serta masyarakat melakukan pemadaman. Di saat yang sama, kami melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber dan penyebab kebakaran,” ujar pria asal Jakarta tersebut.

AKP Nisin menambahkan, kondisi lahan yang kering akibat kemarau panjang membuat api mudah menjalar. Karena itu, meski kobaran sudah mengecil, petugas tetap melakukan pemantauan hingga kondisi benar benar terkendali.

“Kami tidak ingin menganggap kecil kebakaran yang masih menyisakan bara. Selama masih ada titik api, personel akan terus melakukan pemantauan dan penanganan. Kami juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Hingga Kamis malam, pemantauan di lokasi terus dilakukan. Aksi langsung AKP Nisin bersama personel Polsek Sempol menjadi gambaran bahwa pelayanan kepolisian tidak berhenti pada laporan dan koordinasi, tetapi hadir nyata ketika masyarakat dan lingkungan membutuhkan pertolongan.


|msb

Pesan Tegas Kapolres Alaiddin di Padepokan PSHT: Rawat Persaudaraan, Jaga Jember


JEMBER — Keamanan yang kokoh tidak lahir hanya dari penegakan hukum, tetapi juga tumbuh dari komunikasi yang terbuka, kepercayaan, dan kesediaan berbagai elemen masyarakat untuk berjalan dalam semangat persaudaraan. Prinsip tersebut menjadi bagian dari langkah Polres Jember dalam memperkuat kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Jember Kompol A. Effan Sulaiman, S.I.K., M.A., serta jajaran pejabat utama Polres Jember, bersilaturahmi ke Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jember di Kecamatan Sukorambi, Rabu (26/8/2026).

Kedatangan rombongan kepolisian disambut langsung Ketua PSHT Cabang Jember, H. Jono Wasinudin. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi ruang dialog untuk mempererat hubungan kelembagaan antara kepolisian dan PSHT.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Jember menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat untuk membangun lingkungan yang mampu mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Bagi kami, silaturahmi bukan hanya agenda pertemuan, tetapi bagian dari upaya membangun kepercayaan dan komunikasi yang sehat dengan seluruh elemen masyarakat. PSHT memiliki basis persaudaraan yang kuat dan nilai kebersamaan yang dapat menjadi energi positif dalam menjaga situasi kamtibmas di Jember,” ujar AKBP Alaiddin kepada awak media MasBhabin News.

Menurutnya, komunikasi yang intensif antara kepolisian dan masyarakat akan membuka ruang penyelesaian persoalan secara lebih cepat, bijaksana, dan proporsional. Karena itu, kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dinilai memiliki posisi strategis dalam menciptakan ketahanan sosial di tengah dinamika masyarakat.

“Kami mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk terus menjaga persaudaraan, mengedepankan dialog, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang sejuk. Perbedaan tidak semestinya menjadi sumber perpecahan, tetapi dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dengan kedewasaan dan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Kapolres juga berharap hubungan yang telah terjalin antara Polres Jember dan PSHT Cabang Jember semakin berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat persatuan sekaligus menjaga Jember tetap berada dalam suasana yang damai dan kondusif.

Pertemuan di Padepokan PSHT itu pun menegaskan satu pesan penting: keamanan bukan semata tugas aparat, melainkan hasil dari kepedulian bersama. Ketika persaudaraan dirawat dan komunikasi dibangun dengan baik, ruang bagi konflik dapat dipersempit dan ketenteraman masyarakat semakin kuat.


|msb

Lima Hektare Lahan Terbakar, Kapolres Aryo Puji Kekompakan Polsek Sempol, TNI dan Muspika

 

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Kepulan asap yang terlihat dari kawasan selatan Wisata Kawah Wurung, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Rabu (26/8/2026) siang, langsung memicu respons cepat aparat dan berbagai unsur terkait. Api yang membakar lahan Perhutani berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar dua jam sebelum menjalar lebih luas.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan Perhutani Petak 91 C Blok Wisata Kawah Wurung. Titik api pertama kali diketahui petugas wisata yang kemudian segera berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Ijen untuk melakukan penanganan.

Berdasarkan informasi di lapangan, api berada di area yang dipenuhi rumput kering, ilalang, semak belukar dan bebatuan rejeng. Cuaca panas serta hembusan angin yang cukup kencang membuat kobaran api cepat merambat ke vegetasi di sekitarnya.

Petugas wisata menyebut api berasal dari kawasan Kawah Wurung 2. Kobaran kemudian bergerak menuju kawasan utama Wisata Kawah Wurung hingga mendekati areal di sekitar perusahaan PT Medco.

Meski api sempat meluas, lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman sehingga tidak mengancam rumah warga. Petugas bersama masyarakat langsung melakukan pemadaman secara manual untuk memutus pergerakan api.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Respons cepat ditunjukkan Polsek Sempol bersama Muspika Kecamatan Ijen dan sejumlah unsur terkait. Dua personel Polsek Sempol turun langsung ke lokasi bersama tiga personel Subramil Sempol, mandor serta LMDH Perhutani, lima petugas Wisata Kawah Wurung, petugas dan security PT Medco serta masyarakat sekitar.

Dengan peralatan yang tersedia di lapangan, pemadaman dilakukan secara manual. Berkat koordinasi dan kerja bersama tersebut, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari hasil penanganan awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Kawasan Wisata Kawah Wurung juga dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali.

Kecepatan Polsek Sempol bersama Muspika dalam merespons kejadian patut mendapat apresiasi. Langkah cepat sejak informasi diterima hingga personel berada di lokasi menjadi faktor penting dalam mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Karhutla Mengancam Ekosistem hingga Keselamatan Warga

Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan hangusnya vegetasi. Karhutla dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, mengganggu habitat satwa, menurunkan kualitas udara, merusak kawasan hutan serta mengancam kawasan wisata dan lahan produktif.

Risiko tersebut semakin besar ketika lahan berada dalam kondisi kering, suhu udara tinggi dan angin bertiup cukup kencang. Api yang semula berada di satu titik dapat dengan cepat menjalar melalui rerumputan, ilalang dan semak yang mudah terbakar.

Karena itu, perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terhadap pencegahan karhutla menjadi sangat penting. Pengawasan kawasan rawan, edukasi masyarakat, kesiapsiagaan petugas serta sistem pelaporan cepat harus terus diperkuat.

Masyarakat juga memiliki peran strategis. Setiap kemunculan asap atau titik api di kawasan hutan dan lahan perlu segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Kapolres Bondowoso Puji Respons Cepat di Kawah Wurung

Melalui sambungan telepon kepada awak media MasBhabin News, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan apresiasi atas langkah cepat jajaran Polsek Sempol bersama Muspika Kecamatan Ijen dalam menangani kebakaran lahan di kawasan Kawah Wurung.

Menurut Kapolres, kecepatan merespons laporan menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan kebakaran, terlebih kondisi lahan yang kering dan hembusan angin dapat mempercepat pergerakan api.

Kapolres menilai sinergitas antara kepolisian, TNI, Perhutani, pengelola wisata, pihak perusahaan dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Ia sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dengan sengaja.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan sengaja. Perbuatan tersebut dapat membahayakan lingkungan, masyarakat dan kawasan di sekitarnya, serta merupakan tindakan yang dapat berimplikasi pidana,” tegas Kapolres dalam keterangannya melalui sambungan telepon kepada MasBhabin News.

Kapolres menambahkan, pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan dengan sengaja dapat diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum akan dilakukan sesuai fakta dan unsur perbuatan yang ditemukan di lapangan.

Selain penindakan, kepolisian juga terus mengedepankan langkah pencegahan melalui patroli, pemantauan kawasan rawan serta koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Perhutani dan masyarakat.

Kapolres berharap masyarakat tidak mengambil tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar lahan tanpa pengendalian yang memadai.

“Jangan menunggu api membesar. Begitu melihat titik api atau asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” pesannya.

Penanganan kebakaran di Kawah Wurung menjadi gambaran bahwa kecepatan informasi, kesiapsiagaan aparat dan kekuatan gotong royong mampu menjadi benteng pertama menghadapi karhutla.

Di tengah kondisi lingkungan yang rentan terbakar, menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah dan aparat. Kepedulian setiap warga menjadi kunci agar keindahan alam Bondowoso tetap terjaga dan ancaman kebakaran tidak berubah menjadi bencana yang lebih besar.


|msb

Polri Turun ke Lahan Pertanian, Jagung Jenderal Sumbersari Diproyeksikan Jadi Penopang Swasembada Pangan

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus diterjemahkan melalui langkah nyata di tingkat desa. Di Desa Sumbersari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, jajaran Polsek Maesan melakukan monitoring lahan Jagung Jenderal yang menjadi bagian dari program kepolisian mendukung swasembada pangan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2026, mulai pukul 09.45 WIB hingga selesai. Monitoring dilakukan di areal persawahan milik Eko Irwan dengan luas lahan mencapai 0,5 hektare.

Kanit Binmas Polsek Maesan, Aipda Elit Tito, bersama personel Polsek Maesan turun langsung melihat perkembangan tanaman sekaligus memastikan pengelolaan lahan berjalan secara optimal. Turut hadir P.s Kasium Polsek Maesan Aiptu Parno, P.s Ka SPKT Polsek Maesan Aipda Dony Wicaksono, serta sejumlah buruh tani Desa Sumbersari.

Kehadiran kepolisian di tengah lahan pertanian menjadi bagian dari komitmen untuk membangun ketahanan pangan dari tingkat paling bawah. Pendekatan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada penanaman, tetapi juga pendampingan dan pemantauan agar lahan produktif dapat memberikan hasil bagi masyarakat.

Kanit Binmas: Polisi Hadir Bersama Petani

Kanit Binmas Polsek Maesan Aipda Elit Tito mengatakan, program penanaman Jagung Jenderal merupakan wujud nyata dukungan kepolisian terhadap agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

“Ketahanan pangan tidak dibangun hanya dari kebijakan, tetapi melalui kerja nyata di lapangan. Kami ingin memastikan petani mendapatkan dukungan dan pendampingan, sehingga lahan yang tersedia dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Aipda Elit Tito kepada awak media masbhabinnews.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, petani dan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga produktivitas pertanian. Monitoring juga menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus melihat berbagai kebutuhan yang dihadapi petani di lapangan.

Pemilik Lahan Sambut Dukungan Kepolisian

Pemilik lahan, Eko Irwan, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan jajaran Polsek Maesan. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian memberikan semangat tambahan bagi para petani.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan pendampingan dari Polsek Maesan. Dukungan seperti ini membuat kami semakin termotivasi untuk mengelola lahan dengan baik dan menjaga tanaman agar bisa menghasilkan panen yang maksimal,” ungkap Eko Irwan.

Lahan seluas 0,5 hektare tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu titik produktif dalam mendukung ketersediaan pangan, sekaligus mendorong masyarakat untuk terus mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki.

Program Polisi Menanam Jagung menjadi bagian dari langkah Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang pangan. Dari hamparan lahan di Sumbersari, semangat tersebut tumbuh bersama petani, menghadirkan pesan bahwa ketahanan pangan nasional berawal dari tanah yang dikelola dengan kesungguhan dan kolaborasi.


|msb

Kesehatan Jadi Investasi Institusi, Wakapolres Jember Ajak Personel Lebih Peduli

 

JEMBER |masbhabinnews.com 

Di balik tuntutan tugas kepolisian yang dinamis, terdapat satu modal utama yang menentukan kualitas pengabdian: kesehatan personel. Kesadaran tersebut mendorong Polres Jember mengambil langkah preventif dengan membekali anggota Polri dan ASN pengetahuan mengenai penyakit jantung sekaligus pemeriksaan kesehatan melalui Medical Check Up (MCU), Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Bhayangkara, Jalan PB Sudirman, Jember, tersebut dibuka Wakapolres Jember Kompol A. Effan Sulaiman, S.I.K., M.A., dan diikuti personel Polri serta ASN di lingkungan Polres Jember.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya institusi kepolisian membangun budaya kesehatan yang lebih kuat di lingkungan internal. Bagi personel yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan publik, kondisi fisik dan kesehatan yang prima menjadi fondasi penting dalam menjalankan tugas secara konsisten.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai penyakit jantung dan pembuluh darah, mulai dari faktor risiko, pentingnya pola hidup sehat, hingga kemampuan mengenali gejala yang perlu mendapatkan perhatian medis sejak awal.

Materi disampaikan dr. Efan Moeljono, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Jember Klinik. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan personel sehingga mereka tidak hanya memahami risiko penyakit jantung, tetapi juga memiliki kesadaran untuk melakukan langkah pencegahan secara berkelanjutan.

Wakapolres Jember Kompol A. Effan Sulaiman menegaskan bahwa kesehatan personel memiliki keterkaitan langsung dengan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, kesiapan anggota tidak hanya dibentuk melalui kemampuan profesional dan kedisiplinan, tetapi juga ditopang kondisi kesehatan yang terjaga.

“Kesehatan merupakan fondasi penting dalam menunjang pelaksanaan tugas. Karena itu, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara berkala, bukan menunggu ketika muncul keluhan atau penyakit. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran personel agar lebih proaktif mengenali kondisi tubuh, memahami faktor risiko, serta melakukan pencegahan sedini mungkin, terutama terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah,” ujar Kompol Effan kepada awak media masbhabinnews.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian dari pendekatan preventif yang penting bagi personel dengan beban kerja dan tuntutan tugas yang tinggi. Hasil pemeriksaan dapat menjadi gambaran awal mengenai kondisi kesehatan masing masing anggota sekaligus dasar untuk melakukan evaluasi terhadap pola hidup, aktivitas fisik, asupan makanan, maupun kebutuhan pemeriksaan lanjutan.

“Personel yang sehat akan memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menjalankan tanggung jawabnya. Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya kepentingan pribadi, tetapi juga bagian dari kesiapan institusi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Usai menerima penyuluhan, para peserta menjalani pemeriksaan kesehatan atau MCU. Pemeriksaan tersebut menjadi instrumen penting untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih objektif sekaligus mendeteksi potensi gangguan kesehatan yang mungkin belum menimbulkan gejala.

Bagi Polres Jember, upaya menjaga kesehatan personel merupakan investasi jangka panjang. Ketika kesehatan menjadi bagian dari budaya kerja, setiap anggota memiliki kesempatan lebih besar untuk mempertahankan produktivitas, menjaga kebugaran, serta melaksanakan tugas pelayanan dan perlindungan masyarakat secara optimal.

Kegiatan tersebut pun diharapkan menjadi titik penguatan kesadaran internal bahwa kesehatan bukan perkara yang baru diperhatikan ketika tubuh mulai memberi tanda. Dengan deteksi dini, pola hidup yang lebih disiplin, dan pemeriksaan berkala, personel Polres Jember diharapkan mampu menjaga kualitas pengabdian sekaligus membangun ketahanan diri dalam menghadapi tuntutan tugas kepolisian yang terus berkembang.

Pada akhirnya, profesionalisme kepolisian tidak hanya tercermin dari ketangguhan dalam menghadapi tantangan di lapangan, tetapi juga dari kemampuan setiap personel merawat dirinya sendiri. Sebab, tubuh yang sehat merupakan pijakan penting bagi lahirnya pelayanan publik yang kuat, konsisten, dan berkelanjutan.


|msb