![]() |
| Ketua LVRI Bondowoso, Kapten CZI (Purn) Mursanto, memberikan sambutan hangat dalam pertemuan rutin bulanan di Aula Markas Cabang LVRI Bondowoso (Foto:Dok.Abadi) |
Semangat juang para pejuang kemerdekaan tak pernah padam. Dalam semangat kebersamaan dan pengabdian tanpa batas, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Bondowoso menggelar pertemuan rutin bulanan di Aula Markas Cabang LVRI Bondowoso, Jalan Letjen Suprapto, Dabasah, Kecamatan Bondowoso, Sabtu pagi (8/11/2025).
Ketua LVRI Bondowoso, Kapten CZI (Purn) Mursanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan rasa persaudaraan di antara sesama veteran.
“Kita adalah satu keluarga besar. Mari saling peduli dan menjadi teladan bagi masyarakat di lingkungan masing-masing. Bila ada rekan atau keluarga yang sakit, segera informasikan, agar kita dapat saling membantu,” ujarnya penuh kehangatan.
Namun, yang paling menggugah dalam pertemuan tersebut adalah agenda besar LVRI Bondowoso untuk merenovasi sekolah Raudhatul Athfal (RA) di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang. Bangunan sekolah yang kini tak layak pakai akan disulap menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak di wilayah terpencil itu.
“Pendidikan adalah pondasi masa depan bangsa. Kami ingin memastikan anak-anak di pelosok Bondowoso bisa belajar di tempat yang layak,” imbuh Mursanto dengan nada tegas penuh tekad.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga Ibu Gapura di Kerajaan Inggris, yang secara konsisten memberikan dukungan dan donasi bagi berbagai kegiatan sosial LVRI Bondowoso.
Pertemuan rutin kali ini turut dihadiri oleh Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) dan jajaran pengurus DPC LVRI Bondowoso.
Letkol Inf (Purn) H. Mujahid menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi antaranggota sekaligus ajang memperkuat visi kemanusiaan organisasi.
“Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata semangat juang yang tak pernah padam,” tutupnya penuh makna.
Semangat para veteran Bondowoso ini menjadi pengingat bahwa perjuangan tak selalu di medan perang. Kini, mereka terus berjuang dengan cara yang berbeda—menyemai harapan dan mencerdaskan generasi bangsa di pelosok negeri.
(Abad⁷⁷)


0Komentar