TfG9GpriTfr5TUCiGSW5TfziTd==
Light Dark
 Ketika Polisi Memberi, Bukan Menghukum Kisah Inspiratif dari Simpang Tiga Jalan Mawar Bondowoso

Ketika Polisi Memberi, Bukan Menghukum Kisah Inspiratif dari Simpang Tiga Jalan Mawar Bondowoso

Teguran yang berubah jadi kebaikan! Wakapolres Bondowoso menunjukkan wajah sejati Polri dengan aksi tulus membantu warga. Sebuah momen mengharukan
Daftar Isi
×
Teguran yang berbuah kebaikan — dengan senyum tulus, Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, menyerahkan bantuan kepada pengendara. Bukan sekadar menegakkan aturan, tapi menebar kepedulian (Foto:Dok.Humas)
Bondowoso|masbhabinnews.com

Di tengah hiruk pikuk lalu lintas Kota Bondowoso, sebuah peristiwa mengharukan terjadi dan menyita perhatian masyarakat. Rabo (5/11/2025) Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H.  yang dikenal sebagai sosok tegas namun penuh empati, kembali menunjukkan keteladanan luar biasa saat menjalankan tugas rutinnya mengatur arus kendaraan di Simpang Tiga Jalan Mawar — salah satu titik paling padat di kota tersebut.

Ketika teguran berubah jadi kebaikan. Pengendara ini dengan bangga menunjukkan uang pemberian Wakapolres Bondowoso — simbol kepedulian dan kasih dari sosok polisi berhati mulia (Foto:Dok.Humas)
Dengan seragam dinas dan senyum ramah, perwira menengah Polri itu tak hanya memastikan kelancaran lalu lintas, tetapi juga secara langsung menegur pengendara yang melanggar aturan dengan cara yang santun dan menyejukkan. Pendekatan humanis inilah yang membuat dirinya semakin dikenal dan dihormati oleh masyarakat. Banyak pengendara yang tak ragu menyapa sang Wakapolres dengan senyum penuh hormat saat melintas di lokasi.

Di bawah terik matahari, Wakapolres Bondowoso tetap turun ke jalan, mengatur arus lalu lintas dengan disiplin dan keramahan. Tegas dalam tugas, humanis dalam sikap (Foto:Dok.Humas)
Namun, sebuah kejadian sederhana di persimpangan itu kemudian menjadi kisah inspiratif. Beberapa waktu lalu, seorang ibu pengendara motor sempat ditegur karena penumpangnya tidak mengenakan helm. Dengan jujur, sang ibu mengaku belum mampu membeli helm karena kekurangan uang seratus ribu rupiah. Mengetahui hal tersebut, Kompol I Gede Suartika memilih untuk tidak memberikan sanksi, melainkan hanya memberikan peringatan dengan nasihat penuh kelembutan.

Beberapa hari berselang, ibu yang sama kembali melintas di lokasi tersebut. Kali ini, ia sudah mengenakan helm lengkap. Kompol I Gede Suartika yang masih mengenali pengendara itu pun menghentikan kendaraannya, kemudian dengan tulus menyerahkan sejumlah uang sebagai bantuan pembelian helm. Tindakan spontan itu sontak membuat warga sekitar terharu dan menyanjung jiwa sosial perwira Polri tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Wakapolres Bondowoso. Cara beliau menegur sangat sopan dan mengayomi. Kami malu atas kesalahan kami dan berjanji tidak akan melanggar lagi. Beginilah sosok Polri yang kami dambakan,” tutur seorang pengendara yang pernah ditegur langsung oleh Kompol Gede dengan nada penuh haru.

Menanggapi apresiasi masyarakat, Wakapolres Bondowoso dengan rendah hati mengatakan, “Kami, anggota Polri, memiliki kewajiban untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Sudah sepatutnya kami hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung bagi warga.”

Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa ketegasan bisa berjalan seiring dengan kemanusiaan. Di tangan seorang perwira berhati lembut seperti Kompol I Gede Suartika, citra Polri tampil dengan wajah yang lebih bersahabat, penuh empati, dan menyentuh hati.


(Abad⁷⁷)

0Komentar

Special Ads