![]() |
Batalyon Infanteri 514/Sabaddha Yudha (Yonif 514/SY) Kostrad mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat dan kalangan pengusaha di Kabupaten Bondowoso serta wilayah sekitarnya. Langkah ini diambil menyusul maraknya tindakan penipuan yang menggunakan nama instansi militer, khususnya mengatasnamakan Yonif 514/SY, untuk melakukan pemesanan barang atau jasa secara fiktif.
Melalui keterangan resmi, pihak Yonif 514/SY menegaskan bahwa modus kejahatan tersebut kerap dilakukan dengan menghubungi pelaku usaha dan mengaku sebagai perwakilan dari satuan militer tersebut. Para pelaku biasanya memesan barang dalam jumlah besar, memanfaatkan nama institusi untuk meyakinkan korban, dan kemudian meminta transfer dana tanpa prosedur resmi.
Kapten Infanteri Lutfi Yodi Kurnia, selaku Pasi Intel Yonif 514/SY, menekankan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap permintaan atau pesanan yang mengatasnamakan Yonif 514/SY tanpa verifikasi yang jelas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan konfirmasi langsung ke satuan kami di Curahdami, Bondowoso, sebelum menindaklanjuti permintaan apa pun yang mengatasnamakan Yonif 514/SY,” ujarnya.
Yonif 514/SY juga memberikan beberapa langkah pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan, di antaranya:
1. Tetap tenang dan jangan mudah percaya terhadap pesan, telepon, atau surat yang mengatasnamakan TNI, khususnya Yonif 514/SY.
2. Lakukan verifikasi langsung melalui kontak resmi atau datang ke markas Yonif 514/SY di Curahdami, Bondowoso.
3. Jangan memberikan informasi pribadi atau keuangan kepada pihak yang tidak terverifikasi.
4. Jangan melakukan transfer dana apa pun sebelum memastikan keaslian permintaan.
5. Laporkan segera ke pihak berwenang apabila menemukan indikasi penipuan atau telah menjadi korban.
Pihak Yonif 514/SY menegaskan, institusi TNI memiliki prosedur resmi dan transparan dalam setiap proses pemesanan barang maupun jasa. Karena itu, segala bentuk transaksi yang dilakukan tanpa mekanisme administrasi formal dapat dipastikan bukan berasal dari pihak resmi satuan.
Imbauan ini merupakan bentuk tanggung jawab TNI dalam menjaga kepercayaan publik serta mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber dan penipuan berbasis identitas institusi negara.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan tidak ragu untuk melapor apabila menemukan praktik mencurigakan. Bersama rakyat, TNI akan terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan bebas dari penipuan,” tambah Kapten Lutfi.
Dengan semangat “Bersama Rakyat, TNI Kuat,” Yonif 514/Sabaddha Yudha mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memberantas tindak penipuan yang merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik institusi negara.
(Abad⁷⁷)

0Komentar