![]() |
| Di balik arsitektur rumah adat, hadir pengabdian dan kepedulian untuk keselamatan bersama (Foto:Dok.Abadi) |
Mengawali pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan pendekatan yang berbeda dan sarat makna, Polres Bondowoso menghadirkan pos pengamanan dan pelayanan berkonsep rumah adat Jawa. Langkah ini menuai apresiasi sebagai inovasi humanis yang memadukan keamanan, budaya, dan pelayanan publik.
![]() |
| Pos pengamanan bernuansa rumah adat, wujud pelayanan yang hangat, ramah, dan dekat dengan masyarakat (Foto:Dok.Abadi) |
Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono menyampaikan, pos-pos tersebut akan beroperasi selama kurang lebih 14 hari hingga 3 Januari 2025. Meski secara teknis rangkaian kegiatan utama telah selesai pada Jumat, pengamanan tetap dilanjutkan pada akhir pekan guna mengantisipasi arus balik masyarakat.
“Pos tetap kami buka pada Sabtu dan Minggu untuk mengantisipasi warga yang melakukan perjalanan di akhir pekan,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
AKBP Harto menegaskan, pemilihan desain rumah adat Jawa bukan sekadar estetika, melainkan simbol keterbukaan, kehangatan, dan filosofi perlindungan. Rumah adat merepresentasikan tempat berlindung yang aman, ramah, serta dekat dengan masyarakat—sejalan dengan semangat Polri yang mengayomi dan melayani tanpa sekat.
Pospam Rumah Adat Jadi Simbol Pelayanan Hangat, Terobosan AKBP Harto Agung Cahyono Dipuji Warga
Langkah Polres Bondowoso ini patut diapresiasi sebagai wujud pendekatan kultural dalam pelayanan keamanan. Kehadiran pos bernuansa lokal dinilai mampu menghadirkan rasa aman sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah aktivitas pengamanan Nataru.
Di setiap pos, petugas gabungan dari Polri, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Orari, serta unsur lintas sektor lainnya disiagakan selama 1x24 jam.
“Seluruh pospam dan posyan dijaga penuh selama 24 jam,” tegas Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby.
Ia menambahkan, penempatan pos difokuskan pada titik-titik strategis, khususnya wilayah perbatasan Bondowoso dari arah Jember dan Situbondo, guna mengantisipasi peningkatan mobilitas kendaraan.
Pantauan di lapangan menunjukkan Pos Pelayanan di sisi utara Alun-alun Ki Bagus Asra tampil mencolok dengan desain rumah adat Jawa. Fasilitas pelayanan publik pun disiapkan secara lengkap, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, angkringan Semeru yang menyediakan kopi gratis, hingga layanan tambal ban gratis bagi pengguna jalan.
Selain itu, petugas gabungan secara aktif melakukan sosialisasi kepada pengendara agar tetap tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas, sebagai bagian dari upaya preventif menekan angka kecelakaan.
Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Data Polres Bondowoso mencatat, angka kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 mengalami penurunan signifikan sebesar 43,98 persen. Tercatat 293 kejadian kecelakaan pada 2025, turun 230 kasus dibandingkan 523 kejadian pada 2024.
Sementara itu, penindakan pelanggaran melalui tilang pada 2025 mencapai 2.033 perkara, meningkat 16,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 1.750 perkara. Peningkatan ini dinilai sebagai indikator meningkatnya ketegasan penegakan hukum demi keselamatan bersama.
Dengan inovasi pospam berbentuk rumah adat, Polres Bondowoso tak hanya menjaga keamanan Nataru, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang hangat, berbudaya, dan semakin dekat dengan masyarakat.
|Abad⁷⁷


0Komentar