![]() |
| Piala Juara 1 di tangan, kebanggaan di dada. Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin Yonif 514/SY membuktikan prajurit juga juara dalam lantunan sholawat (Foto:Dok.Abadi) |
Suara sholawat menggema khidmat, menyatu dengan semangat pengabdian para prajurit. Dari panggung Festival Sholawat TNI–Polri se-Jawa Timur, Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin Yonif 514/SY tampil memukau dan menegaskan bahwa ketangguhan seorang prajurit juga terpatri dalam keindahan seni dan kedalaman spiritual.
![]() |
| Harmoni suara, kekompakan gerak, dan ketulusan sholawat. Penampilan Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin Yonif 514/SY memukau panggung Festival TNI–Polri Jawa Timur (Foto:Dok.Abadi) |
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi cermin kualitas pembinaan yang diberikan oleh Danyonif 514/SY, Letkol Inf Ugroseno. Di bawah kepemimpinannya, prajurit tidak hanya ditempa dalam disiplin dan kemampuan tempur, tetapi juga dibina dalam penguatan mental, karakter, serta kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan dan budaya. Torehan prestasi ini bukanlah kemenangan biasa, melainkan buah dari latihan terarah, kerja keras, dan pembinaan yang konsisten.
Tak hanya itu, Yonif 514/SY juga menambah kebanggaan dengan meraih Juara Harapan melalui Praka Mashuri dan Pratu Fahmi dalam cabang lomba Bilal Salat Jumat, mempertegas bahwa prajurit Kostrad ini memiliki kompetensi yang seimbang antara profesionalisme militer dan pengabdian spiritual.
Danyonif 514/SY, Letkol Inf Ugroseno, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya.
“Prestasi ini adalah hasil dari kesungguhan, kedisiplinan, serta pembinaan yang berkelanjutan. Saya mengucapkan selamat kepada Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin, Praka Mashuri, dan Pratu Fahmi. Semoga capaian ini menjadi pemantik semangat seluruh prajurit untuk terus berprestasi, baik di medan tugas maupun dalam mengharumkan nama satuan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Prestasi di ajang Festival Sholawat TNI–Polri ini semakin memperkuat peran Yonif 514/SY sebagai satuan yang tidak hanya tangguh menjaga kedaulatan, tetapi juga aktif merawat harmoni, persatuan, dan nilai-nilai religius dalam bingkai kebhinekaan.
Pada akhirnya, lantunan sholawat yang dikumandangkan para prajurit menjadi simbol bahwa kekuatan TNI tidak hanya terletak pada senjata dan strategi, tetapi juga pada hati yang bersih, iman yang kokoh, serta jiwa pengabdian. Sebab, prajurit sejati adalah mereka yang menjaga negeri dengan keteguhan raga dan kehalusan budi, mengabdi kepada bangsa sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
|Abad⁷⁷


0Komentar