TfG9GpriTfr5TUCiGSW5TfziTd==
Light Dark
Bukan Sekadar Pengamanan, Tapi Ketulusan: Wakapolres Bondowoso Menyimak Suara Rakyat di Bawah Guyuran Hujan

Bukan Sekadar Pengamanan, Tapi Ketulusan: Wakapolres Bondowoso Menyimak Suara Rakyat di Bawah Guyuran Hujan

Hujan deras menjadi saksi ketulusan pengabdian Kompol I Gede Suartika di Bondowoso, wujud nyata Polri yang humanis dan selalu dekat dengan rakyat
Daftar Isi
×

 

Kompol I Gede Suartika bukan hanya menyaksikan aspirasi, tetapi memastikan setiap suara diterima dengan hormat. Beginilah wajah humanis Polri yang sesungguhnya (Foto:Dok.Humas)
Bondowoso |masbhabinnews.com

Kepolisian Resor Bondowoso menunjukkan komitmen tinggi terhadap prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat dengan turut mengawal kegiatan audiensi yang digelar Laskar Jahanam (Jalinan Hati Anak Manusia) bersama Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Bondowoso di Pengadilan Negeri Bondowoso Rabu (23/10/2025)

Terik matahari dan hujan bukan penghalang bagi Kompol I Gede Suartika. Ia hadir bukan hanya menjaga, tapi mendengar — agar Polri benar-benar hadir di hati rakyat (Foto:Dok.Humas)
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh suasana dialogis. Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H. turut mendampingi jalannya kegiatan sejak matahari terbit hingga hujan turun, sebagai bentuk kehadiran Polri yang humanis dan berkomitmen memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat.

Tidak ada jarak antara polisi dan rakyat. Kompol I Gede Suartika membuktikan, kedekatan dibangun bukan dengan kata, tapi dengan kehadiran(Foto:Dok.Humas)
Audiensi ini merupakan hasil koordinasi dan penggalangan intensif antara Polres Bondowoso, Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan Negeri Bondowoso, menyikapi rencana aksi unjuk rasa dari Yayasan Laskar Jahanam yang sebelumnya direncanakan berlangsung di tiga titik: Polres, Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan Negeri Bondowoso.

Berkat upaya persuasif yang dilakukan Kasat Intelkam Polres Bondowoso AKP Akhmad Santoso, S.H., bersama jajarannya, bentuk kegiatan berhasil direduksi dari aksi unjuk rasa terbuka menjadi audiensi di ruang mediasi Pengadilan Negeri Bondowoso. Jumlah peserta yang semula mencapai seribu orang juga berhasil diminimalisasi menjadi 50 peserta, dengan 15 perwakilan utama yang berdialog langsung dengan perwakilan tiga instansi penegak hukum.

Dalam forum audiensi tersebut, perwakilan Laskar Jahanam yang diketuai Dwi Agus Budiyanto, S.P., didampingi penasihat hukum Ali Safit Tarmizi, S.H., M.H., menyampaikan sejumlah aspirasi yang menitikberatkan pada penegakan hukum yang adil dan transparan.

Beberapa tuntutan utama yang disampaikan antara lain:

1. Mendesak agar Polres Bondowoso menjunjung tinggi prosedur hukum dan etika profesi dalam setiap penyidikan.

2. Meminta Kejaksaan Negeri melakukan pengawasan ketat terhadap setiap berkas perkara guna mencegah kriminalisasi warga.

3. Mendorong Pengadilan Negeri Bondowoso agar mengedepankan asas due process of law dalam setiap proses persidangan.

4. Memohon perhatian dari Kapolda Jawa Timur untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap aparat di lapangan agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan.

Audiensi tersebut juga menyoroti kasus dugaan tindak pidana penadahan yang menjerat Abdul Wafi bin Nanang, yang oleh pihak yayasan dinilai terdapat kejanggalan dalam proses penegakannya. Saat ini, perkara tersebut telah memasuki sidang ketiga di Pengadilan Negeri Bondowoso.

Melalui forum ini, Laskar Jahanam berharap agar pengadilan memberikan perhatian khusus dan menegakkan keadilan tanpa intervensi, demi menjamin hak-hak hukum terdakwa sesuai asas objektivitas dan keadilan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol I Gede Suartika menegaskan bahwa Polri akan selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara tertib dan beretika.

“Kami hadir dari awal hingga akhir kegiatan, bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan bahwa setiap suara rakyat dapat disampaikan secara damai. Polri menjamin kebebasan berekspresi dan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” ujarnya dengan tegas namun penuh empati.

Kehadiran beliau yang tak kenal lelah — dari panas terik hingga hujan membasahi kota — menjadi simbol nyata dedikasi Polres Bondowoso dalam menjaga hubungan harmonis antara aparat penegak hukum dan masyarakat.

Kegiatan audiensi berjalan lancar tanpa adanya insiden. Para peserta menunjukkan kedewasaan dalam berpendapat, sementara aparat kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dan pelayanan prima.

Dengan langkah-langkah humanis seperti ini, Polres Bondowoso kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga merawat kepercayaan publik dengan ketulusan.

(Abad⁷⁷)

0Komentar

Special Ads