Bondowoso|masbhabinnews.com
Di tengah padatnya agenda tugas menjaga stabilitas wilayah, Komandan Distrik Militer 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito tetap meluangkan waktu untuk hadir dalam Temu Kangen Paguyuban Wong Jonegoro (Wojo) Bondowoso. Kehadiran perwira TNI yang juga putra asli Bojonegoro ini menjadi simbol ketulusan, kedekatan emosional, serta kepedulian seorang pemimpin terhadap ikatan kedaerahan dan nilai kekeluargaan.
![]() |
| Seorang pemimpin sejati hadir bukan hanya untuk memimpin, tetapi juga merawat kebersamaan. Dandim 0822 Bondowoso bersama keluarga besar Wong Jonegoro dalam balutan persaudaraan (Foto:Dok.Abadi) |
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini digelar di Orilla Cafe and Resto, Jalan Ahmad Yani, Bondowoso, Selasa (20/01/2025). Suasana terasa semakin istimewa dengan kehadiran Letkol Inf Prawito yang disambut antusias oleh sekitar 35 kepala keluarga anggota Paguyuban Wojo yang diketuai Hastono dengan pembina H. Supriadi.
Dalam sambutannya, Dandim 0822/Bondowoso menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan rasa memiliki dalam sebuah komunitas perantau.
“Paguyuban seperti ini adalah ruang untuk menumbuhkan kekeluargaan, kebersamaan, dan kepedulian. Di sinilah kita saling menguatkan, saling mengingatkan, dan menjaga identitas sebagai Wong Jonegoro di mana pun berada. Saya merasa bangga dan terhormat dapat diterima menjadi bagian dari keluarga besar Wojo Bondowoso. Semoga kebersamaan ini terus terawat, menjadi energi positif untuk berkontribusi bagi daerah tempat kita mengabdi dan bermasyarakat,” ujar Letkol Inf Prawito dengan penuh kehangatan.
Ia juga menekankan bahwa silaturahmi yang terjaga bukan hanya mempererat hubungan emosional, tetapi juga memperkokoh persatuan bangsa, karena dari komunitas yang rukun akan lahir masyarakat yang kuat dan berdaya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Wojo Bondowoso, Hastono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dandim.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Dandim yang telah meluangkan waktu untuk hadir bersama kami. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus menjaga persaudaraan, kekompakan, dan kebersamaan di Bondowoso,” tuturnya.
Acara temu kangen tersebut berlangsung dalam suasana akrab, penuh canda, dan sarat makna, mencerminkan kuatnya ikatan batin antarperantau yang disatukan oleh asal usul, nilai budaya, serta semangat gotong royong.
“Persaudaraan yang dirawat dengan tulus akan menjadi jembatan kekuatan. Dari sanalah lahir kebersamaan yang menenangkan, persatuan yang meneguhkan, dan langkah yang selalu diberkahi.”
|Abad⁷⁷


0Komentar