Tampilkan postingan dengan label jember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jember. Tampilkan semua postingan

Pantai Paseban Menuju Kampung Nelayan Merah Putih, Tim KKP Turun Langsung Lakukan Verifikasi Lapangan

 

Jember|masbhabinnews.com

Harapan baru bagi masyarakat pesisir kembali menguat dari selatan Kabupaten Jember. Pantai Paseban di Kecamatan Kencong kini berada dalam sorotan pemerintah pusat setelah tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melakukan verifikasi lapangan sebagai bagian dari proses pengembangan kawasan tersebut menjadi Kampung Nelayan Merah Putih.

Kebersamaan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Muspika Kecamatan Kencong, pemerintah Desa Paseban, serta perwakilan nelayan usai sosialisasi program Kampung Nelayan Merah Putih di Pendopo Desa Paseban (Foto:Dok.Abadi)
Kunjungan tim koordinasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berlangsung pada Rabu (4/3/2026). Kedatangan mereka menjadi langkah penting dalam menilai kesiapan kawasan pesisir Paseban untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi nelayan yang modern, produktif, dan berkelanjutan.

Tim tiba di Pantai Paseban sekitar pukul 13.00 WIB dan disambut langsung oleh Kepala Desa Paseban bersama perangkat desa serta perwakilan pengurus Koperasi Desa Merah Putih. Rombongan kemudian melakukan peninjauan lokasi untuk memastikan kondisi lapangan sesuai dengan rencana pengembangan yang diusulkan.

Kegiatan dilanjutkan pada malam hari melalui agenda silaturahmi dan sosialisasi program Kampung Nelayan Merah Putih kepada masyarakat, khususnya kelompok nelayan Desa Paseban. Pertemuan yang digelar pukul 20.00 WIB di Pendopo Desa Paseban itu turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Kencong, yakni camat, kapolsek, dan danramil, serta Ketua BPD, pengurus Koperasi Desa Merah Putih, dan perwakilan RT serta RW.

Dalam pemaparannya, Gatot Riyanto selaku tim teknis pembangunan menjelaskan secara rinci konsep pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih. Ia menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai kawasan terpadu yang mendukung seluruh aktivitas nelayan mulai dari produksi hingga distribusi hasil tangkapan.

Beberapa fasilitas yang direncanakan antara lain fasilitas pendaratan ikan, bengkel nelayan, docking kapal, kios perbekalan, kantor pengelola, bale nelayan, revetment, saluran dan jalan lingkungan, pabrik es, coolbox, gudang beku portable, mobil berpendingin, kapal serta alat penangkapan ikan.

Selain itu juga akan dibangun kios kuliner, shelter coolbox, pos jaga, gerbang kawasan, area parkir, tangki air, bangunan genset, penerangan kawasan, instalasi pengolahan air limbah, pagar kawasan, tempat ibadah, tempat pembuangan sampah, toilet umum, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan.

“Program ini merupakan tindak lanjut dari amanah Asta Cita kedua, keenam, dan keempat belas Presiden Republik Indonesia yang menekankan peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan perekonomian, serta peningkatan produktivitas sektor kelautan dan perikanan,” jelas Gatot.

Sementara itu, Fahrurrozi selaku verifikator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan bahwa hasil survei lapangan menunjukkan Pantai Paseban memiliki potensi besar untuk ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih.

Menurutnya, salah satu faktor penting yang menjadi penilaian adalah status lahan di sekitar garis pantai yang merupakan milik pemerintah. Area tersebut juga tidak termasuk kawasan mangrove, lahan produktif, maupun aset milik BUMN sehingga memenuhi syarat untuk pengembangan kawasan nelayan terpadu.

Ia menambahkan bahwa tahap selanjutnya adalah melengkapi beberapa persyaratan administratif agar seluruh proses pengusulan dapat berjalan sesuai ketentuan.

“Terkait pengelolaan kawasan nantinya akan dilakukan sepenuhnya melalui Koperasi Desa Merah Putih Desa Paseban,” terang Fahrurrozi.

Kepala Desa Paseban, Satupan, bersama Ketua BPD dan warga menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat pesisir di Desa Paseban.

“Kami sangat bersyukur. Bertepatan dengan momentum Ramadan, masyarakat Paseban seperti mendapat hadiah istimewa berupa program Kampung Nelayan Merah Putih yang kami yakini akan meningkatkan taraf hidup warga,” ujar Satupan.

Dukungan penuh juga datang dari unsur Muspika Kecamatan Kencong. Camat Kencong, Ronny Arvianto, menegaskan bahwa kehadiran jajaran pemerintah kecamatan, kepolisian, dan TNI merupakan bentuk komitmen bersama untuk mengawal keberhasilan program tersebut.

Ia menyebutkan bahwa pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sejalan dengan program pengentasan kemiskinan yang digagas Bupati Jember.

“Kami dari Muspika bersama Kapolsek dan Danramil siap mendukung dan mengawal program luar biasa ini. Semoga seluruh tahapan berjalan lancar sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kencong, khususnya warga Desa Paseban dan sekitarnya,” ungkap Ronny.

Jika seluruh tahapan verifikasi dan administrasi terpenuhi, Pantai Paseban berpotensi menjadi salah satu kawasan nelayan modern yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Jember.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi seluruh elemen daerah, harapan menjadikan Paseban sebagai pusat aktivitas nelayan yang maju dan mandiri kini semakin mendekati kenyataan.


|Abad⁷⁷

Irama Prestasi dari Jember: KONI Pantau Dancesport, Siapkan Generasi Juara dari Lantai Dansa

 

Latihan bukan hanya gerakan, tapi investasi prestasi! Setiap langkah adalah persiapan untuk meraih juara. Atlet Jember siap bersaing dan membanggakan nama daerah (Foto:Dok.Abadi)
Jember|masbhbainnews.com 

Denting musik, langkah-langkah presisi, dan gerak penuh harmoni pagi itu bukan sekedar rutinitas latihan. Kamis (16/1/2026), lantai dansa di Kabupaten Jember menjadi saksi hadirnya semangat besar menjemput prestasi, saat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) cabang olahraga dancesport.

Dari pemantauan hingga pembinaan, KONI hadir memberi energi dan keyakinan: Jember siap melahirkan atlet berkelas nasional (Foto:Dok.Abadi)
Sejak pukul 09.00 WIB, jajaran pengurus KONI Jember yang dipimpin Sekretaris Umum Panca Hidayat menyimak secara langsung proses latihan, berdialog dengan pelatih, atlet, hingga orang tua, serta memetakan potensi prestasi yang dimiliki cabang olahraga yang menggabungkan seni, teknik, dan sportivitas ini. Dancesport berada di bawah naungan Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI), induk organisasi resmi olahraga dansa kompetitif yang berafiliasi dengan KONI.

Dancesport merupakan cabang olahraga yang mempertandingkan tarian berpasangan atau beregu dengan standar teknik internasional, meliputi kategori Standard dan Latin. Penilaian dilakukan oleh juri profesional berdasarkan beberapa aspek utama, seperti teknik gerak, ketepatan irama, ekspresi, kekompakan pasangan, hingga kualitas artistik secara keseluruhan. Lebih dari sekadar keindahan, dancesport menuntut disiplin, stamina, kekuatan mental, serta konsistensi latihan. Manfaatnya pun luas, mulai dari meningkatkan kebugaran jasmani, koordinasi, kepercayaan diri, hingga membentuk karakter sportif dan kerja sama tim.

Dalam kegiatan monev tersebut, KONI Jember tidak hanya memantau jalannya latihan, tetapi juga mendengarkan pemaparan kondisi pembinaan, ketersediaan atlet, serta kesiapan menghadapi kejuaraan. “Kami ingin memperoleh gambaran yang utuh. Dancesport memiliki potensi besar untuk berkembang dan berprestasi jika dibina secara serius, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Panca Hidayat. Ia menegaskan komitmen KONI Jember untuk mendorong setiap cabang olahraga agar mampu berkontribusi mengharumkan nama daerah di level regional hingga nasional.

Ketua Pengurus Dancesport Jember, Silva Dwi Lestari, menyampaikan apresiasi atas perhatian KONI. Ia juga mengungkapkan tantangan utama yang masih dihadapi, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana latihan. “Dukungan fasilitas yang memadai sangat kami harapkan, karena kualitas tempat latihan akan berpengaruh langsung pada kesiapan atlet menghadapi kompetisi,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Panca Hidayat mengakui bahwa persoalan fasilitas masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun, ia menegaskan bahwa KONI Jember terus berupaya mencari solusi agar seluruh cabang olahraga, termasuk dancesport, mendapatkan dukungan yang layak. “Kami berkomitmen untuk memaksimalkan potensi yang ada dan mengupayakan peningkatan fasilitas demi kemajuan olahraga Jember,” tegasnya.

Masukan juga datang dari para orang tua atlet yang berharap pembinaan dilakukan secara konsisten, terprogram, serta didukung jadwal latihan teratur dan perhatian berkelanjutan dari para pemangku kebijakan.

Selama ini, KONI Jember dikenal memiliki peran strategis dalam memajukan olahraga daerah. Melalui pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi berbagai cabang olahraga, KONI terus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Jember di berbagai ajang. Kehadiran langsung pengurus dalam kegiatan monev menjadi bukti nyata komitmen tersebut, bahwa setiap potensi, sekecil apa pun, mendapat ruang untuk tumbuh dan berkembang.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.30 WIB itu ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat pembinaan dancesport secara berkelanjutan. Dari lantai dansa yang sederhana, terpatri harapan besar: suatu saat, atlet-atlet dancesport Jember akan melangkah anggun di arena nasional dan internasional, mengibarkan nama daerah melalui irama, disiplin, dan prestasi yang membanggakan.



|Abad⁷⁷

Ketika Kepedulian Bicara Lebih Lantang: Indhi Naidha Hadir Menguatkan Korban Banjir Jember

Lumpur boleh melekat di kaki, tapi kepedulian Indhi Naidha tetap melangkah. Turun langsung membagikan makanan, memastikan rakyatnya tak berjuang sendirian di tengah bencana (Foto:Dok.Abadi)
Jember|masbhabinnews.com

Kepedulian sejati tak selalu hadir lewat kata-kata, tetapi melalui langkah nyata yang menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat. Di tengah duka banjir bandang yang melanda Jember, sosok Indhi Naidha tampil bukan sekadar sebagai wakil rakyat, melainkan sebagai sahabat yang datang membawa harapan.

Hadir di lokasi, mendengar langsung, dan menguatkan dari dekat. Indhi Naidha membuktikan bahwa wakil rakyat sejati adalah mereka yang hadir saat rakyat paling membutuhkan (Foto:Dok.Abadi)
Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jember menyebabkan sedikitnya 1.200 rumah warga di sejumlah wilayah bantaran sungai mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat. Warga terdampak harus berjibaku dengan lumpur, sisa material banjir, serta keterbatasan bantuan di hari-hari awal pascakejadian.

Di tengah kondisi tersebut, Indhi Naidha, politisi PDI Perjuangan sekaligus anggota Komisi D DPRD Jember, turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, pada Selasa sore (16/12/2025) Bersama relawan kemanusiaan Jember, Indhi memilih menyapa langsung warga yang paling membutuhkan uluran tangan.

Kawasan Jalan Raden Fatah menjadi perhatian khusus karena terdapat 45 kepala keluarga terdampak yang dinilai belum memperoleh penanganan optimal. Kepekaan membaca kondisi lapangan inilah yang kembali menegaskan kiprah sosial Indhi sebagai wakil rakyat yang hadir tanpa jarak.

Tak hanya meninjau, Indhi Naidha juga menyalurkan bantuan makanan siap santap untuk pagi dan sore, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Lebih dari itu, ia ikut turun membersihkan lumpur di rumah-rumah warga, berbaur tanpa sekat, sembari menyemangati para korban agar tetap kuat menghadapi cobaan.

Kehadiran Indhi Naidha di lokasi banjir mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. Warga menilai, langkah nyata yang dilakukan Indhi menjadi bukti bahwa peran wakil rakyat tidak berhenti di ruang rapat, melainkan hadir langsung di tengah kesulitan rakyat. Kepedulian yang ditunjukkan dinilai tulus dan konsisten, bukan sekadar seremonial.

“Beliau benar-benar mewakili kami sebagai rakyat kecil. Datang, mendengar, membantu, dan ikut merasakan apa yang kami alami. Ini sosok wakil rakyat yang sesungguhnya,” ujar salah seorang warga terdampak banjir.

Masyarakat pun menyatakan dukungan penuh terhadap Indhi Naidha, seraya berharap kepedulian seperti ini terus terjaga. Warga menilai, kehadiran Indhi bukan hanya memberi bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan bersama relawan serta Pasukan 08 di bawah komando Nurcahyo, yang akrab disapa Danyon, dengan membagikan ratusan porsi makanan kepada warga terdampak.

Indhi Naidha kembali membuktikan bahwa kecantikan sejati tidak diukur dari penampilan, melainkan dari hati yang memancarkan empati, ketulusan, dan keberanian untuk hadir di saat sesama membutuhkan. Konsistensinya dalam kegiatan sosial menjadikan dirinya bukan hanya dikenal, tetapi juga dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.

Sebagaimana prinsip hidup yang kerap ia tunjukkan lewat tindakan, Indhi percaya bahwa “menolong dengan ikhlas adalah cara paling indah untuk menanam kebaikan; sebab tangan yang memberi tak pernah lebih tinggi dari hati yang peduli.”



|Abad⁷⁷

Dari Lagu Histeris ke Smash Ganas: Dewi Perssik & Ana — Dua Kebanggaan Jember yang Ingin Bertemu Gus Fawait


Kebanggaan Jember. Febriana Dwipuji Kusuma (Ana) menggenggam medali perak SEA Games Thailand 2025, simbol perjuangan tanpa lelah dan semangat juang yang tak pernah padam. Bukan sekadar podium, ini adalah bukti bahwa putri Jember mampu bersaing di level internasional. 🏅(Foto:Dok.Abadi)
Jember|masbhabinnews.com

Tradisi meraih medali emas ganda putri Indonesia di SEA Games yang membanggakan selama beberapa edisi terakhir harus menemukan titik berhenti di ajang Thailand 2025. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma alias Ana dan Meilysa Trias Puspitasari tak bisa menahan kehebatan lawan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, dalam laga final yang memacu adrenalin di Kampus Thammasat University Rangsit, Minggu (14/12).

Bendera Merah Putih berkibar di Kampus Thammasat University Rangsit, Thailand, mengiringi langkah Ana yang mengharumkan nama Indonesia dan Jember di panggung SEA Games 2025. Medali perak hari ini adalah pijakan menuju prestasi yang lebih gemilang (Foto:Dok.Abadi)
Setelah bertarung sengit selama 1 jam 28 menit dengan skor bergulir 16-21, 21-19, 17-21, Indonesia pun memboyong medali perak yang tak kalah berharga. Ingat, di SEA Games 2023 silam, Ana sendiri telah menorehkan nama di papan kebanggaan dengan meraih emas bersama Amallia Cahaya Pratiwi dalam laga final yang penuh kebanggaan antar warga negara.

Di babak pertama, pasangan yang akrab disapa Ana/Trias tampak terkejut dengan tempo serangan lawan dan langsung terpuruk 0-5. Namun, semangat mereka tak padam begitu saja — mereka berhasil mengejar dari 6-11 hingga menyamakan skor menjadi 15-15. Sayangnya, momentum itu hanyut sekejap dan mereka harus menyerah di gim pertama.

Lawan dari Malaysia menunjukkan daya juang yang luar biasa, seperti singa yang tidak mau menyerah. Pada gim ketiga, tanda-tanda kelelahan mulai terlihat pada Ana/Trias — fisik terkuras dan konsentrasi mulai melandai. Meskipun sempat memimpin dengan nyaman 17-14, keunggulan itu berhasil direbut oleh Pearly/Thinaah yang akhirnya menutup laga dengan skor 21-17 dan memastikan emas untuk negara mereka.

Di tanah kelahirannya, Jember, keluarga Ana di Perumahan Pondok Bedadung Indah, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Kaliwates, menyaksikan setiap gerakan putri mereka dengan hati yang deg-degan. Meskipun sinyal televisi sempat terganggu, mereka tak mau ketinggalan — langsung ganti ke live streaming YouTube di ponsel. Orang tuanya, Didik Tripuji dan Tutut, beserta kerabatnya merasakan ikut berdetak jantung, dan akhirnya mengakui: "Ana sudah berjuang sepenuh hati."

Menurut Ibu Tutut, Ana akan pulang ke Jember hari ini, Selasa sore (16/12/2025), dan ada satu harapan besar di hatinya: sangat ingin bertemu dengan Bupati Jember, Gus Fawait. Tanpa ragu, Ana telah mengharumkan nama Indonesia, terutama Kota Jember, dengan prestasinya yang membuat semua warga Jember bangga menyebutnya "putri kita".

Jember memang dikenal sebagai gudang artis terkenal seperti Dewi Perssik, tapi ternyata potensinya tak hanya itu — daerah ini juga menyimpan bintang-bintang olahraga yang mampu bersinar di tingkat nasional bahkan internasional. Oleh karena itu, Ana patut mendapat apresiasi layak dari Pemerintah Jember. Sementara itu, pemerintah juga perlu menggali potensi lainnya yang tersembunyi dan menyiapkan generasi penerus yang tangguh — biar bintang-bintang dari Jember terus bersinar di kancah dunia.

Medali Perak ini bukan akhir, tapi awal langkah yang lebih jauh. Selamat datang pulang, Ana — Jember menunggu dengan bangga. Dan semoga harapanmu bertemu Gus Fawait segera terwujud. ini jadi awal dari perjalanan baru untuk potensi olahraga Jember yang lebih gemilang



|Abad⁷⁷

Sosok Muda, Cantik, dan Peduli: Tamara Firstanty Bawa Program Kesehatan Gratis untuk Lansia

 

Tamara Firstanty hadir dengan hati: bukan sekadar memimpin, tetapi benar-benar mendengarkan dan melayani warga lansia Dusun Dukuhsia
( Foto:Dok.Abadi)
Jember|masbhabinnews.com

Di tengah hiruk pikuk dunia usaha yang sering hanya mengejar keuntungan, Tamara Management memilih jalan yang berbeda—jalan yang menempatkan kemanusiaan sebagai fondasi utamanya. Di sinilah mereka menunjukkan bahwa kepedulian bukan sekadar slogan, tetapi tindakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Kolaborasi untuk kebaikan: Tamara Management, relawan, dan tenaga medis bersatu menghadirkan layanan kesehatan bagi warga (Foto:Dok.Abadi)
Tamara Management Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Lansia Dusun Dukuhsia

Upaya memperluas akses kesehatan bagi kelompok rentan kembali dilakukan Tamara Management melalui layanan kesehatan gratis bagi 60 lansia di Dusun Dukuhsia, Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jumat sore (28/11/2025).

Bagi masyarakat pedesaan seperti di wilayah ini, pemeriksaan kesehatan rutin kerap terkendala ekonomi dan jarak. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi Tamara Management untuk turun langsung membawa layanan yang sulit dijangkau warga, khususnya para lansia.

Melalui program pemberdayaan sosial Empowerin, Tamara Management menghadirkan pelayanan kesehatan menyeluruh dengan menggandeng dokter ahli, dr. AA Ngr Bgs Wibisana EP (dr. Ajus). Pemeriksaan meliputi konsultasi kesehatan, cek tekanan darah, gula darah, asam urat, hingga penyaluran paket sembako.

dr. Ajus menjelaskan bahwa pemeriksaan dasar memiliki peran besar dalam mencegah penyakit yang sering kali tidak disadari gejalanya.

“Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi seperti hipertensi dan diabetes. Kami bersyukur bisa melayani warga melalui program Empowerin ini,” ujarnya.

Sosok Tamara: Muda, Cerdas, dan Memiliki Kepedulian yang Tinggi

Founder Tamara Management, Tamara Firstanty, hadir langsung memimpin kegiatan. Sosoknya bukan hanya dikenal sebagai perempuan muda dan berparas menarik, melainkan sebagai figur yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan visi jangka panjang bagi masyarakat.

Dalam penjelasannya, Tamara menegaskan bahwa Empowerin bukan sekadar kegiatan bantuan cepat berlalu, tetapi intervensi sosial berkelanjutan yang dirancang untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Ini bukan sekadar donasi. Empowerin adalah kontribusi sosial berkelanjutan yang menghubungkan ekosistem bisnis dengan edukasi, soft skill, kolaborasi komunitas, dan intervensi sosial. Harapannya, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Program ini pun telah memberikan sejumlah dampak nyata, di antaranya:

1. 79 peserta pelatihan soft skill gratis

2. Distribusi 60 paket sosial

3. Pembentukan 7 ekosistem bisnis

4. komunitas aktif-produktif

5. Keterlibatan 20 relawan dan tenaga                medis.

Tamara berharap program ini dapat memperluas jangkauan melalui kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak, baik masyarakat, institusi, maupun sektor swasta.

Kepala Dusun Dukuhsia, Sofyan Dedi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kegiatan ini.

Layanan kesehatan gratis ini sangat membantu warga kami, terutama para lansia yang jarang melakukan pemeriksaan rutin. Sosok Ibu Tamara adalah pribadi yang luar biasa—muda, peduli, dan hadir langsung untuk masyarakat kami. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Ketika kebaikan dilakukan dengan ketulusan, dampaknya tak hanya dirasakan, tetapi menginspirasi.

“Kepedulian adalah investasi yang keuntungannya kembali dalam bentuk harapan.”

Melalui langkah kecil yang dilakukan berulang dengan hati besar, Tamara Management membuktikan bahwa masa depan yang lebih sehat hanya bisa dibangun dengan kolaborasi, perhatian, dan keberanian untuk berbuat baik.


|Abad⁷⁷

Faizol Luqman Assegaf Pimpin Aksi Bersih: Kencong Bersatu Wujudkan Lingkungan Pertanian Tangguh

 

Pj. Kades Faizol Luqman Assegaf memimpin turun langsung aksi bersih-bersih saluran irigasi, memperkuat komitmen Kencong dalam membangun lingkungan pertanian yang tangguh (Foto:Dok.Abadi)
Jember |masnhabinnews.com

Upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi dan bibit unggul, tetapi juga pada kepedulian terhadap lingkungan. Komitmen inilah yang diwujudkan oleh Pj. Kepala Desa Kencong, Faizol Luqman Assegaf, bersama Kelompok Tani Sumber Hidup dalam aksi bersih-bersih saluran air yang digelar di wilayah Desa Kencong, Minggu (09/11/2025).

Di bawah koordinasi Faizol, kegiatan tersebut menjadi agenda rutin yang konsisten dilaksanakan bersama sekitar 80 anggota kelompok tani. Tujuannya jelas: memastikan saluran irigasi berfungsi optimal, sehingga pengairan sawah dapat berlangsung tanpa hambatan.

“Aksi bersih-bersih ini kami lakukan secara berkala sebagai langkah antisipatif. Kami ingin memastikan saluran air tetap normal dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani,” tutur Faizol Luqman Assegaf.

Aksi ini menyisir sepanjang jalur utama Kencong—mulai dari Larizo, Dira, hingga Kantor KUA—dengan total lintasan kurang lebih 2,5 kilometer. Wilayah tersebut kerap mengalami luapan air saat musim hujan akibat pendangkalan saluran dan penumpukan sampah di beberapa titik, sehingga menimbulkan gangguan pada aliran irigasi.

Dukungan kuat turut mengalir dari Pengamat PU SDA Kencong serta unsur tiga pilar—Babinsa dan Bhabinkamtibmas—yang hadir langsung di lapangan. Kolaborasi lintas sektor ini mempertegas semangat kebersamaan dalam mewujudkan lingkungan pertanian yang sehat dan produktif.

Ketua Kelompok Tani Sumber Hidup, Fahmi, yang ikut memimpin kegiatan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

“Kami sangat mendukung langkah ini karena dampaknya terasa langsung bagi petani. Dengan saluran irigasi yang bersih, pengairan sawah berjalan lancar dan hasil panen bisa lebih maksimal,” ujar Fahmi penuh semangat.

Gotong royong yang berlangsung penuh antusiasme ini tidak hanya menghasilkan saluran air yang kembali bersih, tetapi juga mencerminkan kepedulian bersama dalam menjaga keberlanjutan pertanian di Kencong. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa kerja kolektif mampu menghadirkan perubahan signifikan bagi kesejahteraan petani dan kualitas lingkungan.


(Abad⁷⁷)

Transformasi Kecakapan Public Speaking dan Keprotokolan: Gebrakan Inovatif PKK Kencong Jember

 

Sambutan inspiratif dari Camat Kencong, Ronny Arvianto, SE, MM saat membuka kegiatan BEBEK PEKING. Menekankan pentingnya peran keprotokolan dan public speaking dalam menunjang kesuksesan acara resmi di lingkungan pemerintahan
Jember |masbhabinnews

Suasana berbeda tampak menyelimuti Aula Kantor TP PKK Kecamatan Kencong sejak pagi hari. Semangat luar biasa terpancar dari para staf dan peserta yang hadir untuk mengikuti pelatihan bertajuk BEBEK PEKING Rabo (15/10/2025)  akronim dari Belajar Bersama Keprotokolan, Dirigen, dan Public Speaking. Program inovatif ini digagas sebagai upaya nyata peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para anggota Tim Penggerak PKK di tingkat kecamatan dan desa.

Berbagi pengalaman penuh makna—Moh. Harsono, Kasi PMKS Kencong, membedah tuntas dunia keprotokolan dengan gaya yang lugas dan membangun antusiasme peserta.
Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dan dibuka langsung oleh Camat Kencong, Ronny Arvianto, SE, MM. Dalam sambutannya, Ronny menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menilai, selama bertugas di berbagai wilayah kecamatan, belum pernah ada inisiatif serupa yang secara spesifik mengangkat tema pentingnya tata kelola keprotokolan dan seni berbicara di depan umum.
Dialog aktif dan penuh semangat! Sesi tanya jawab menjadi ajang eksplorasi pengetahuan dan saling berbagi inspirasi antarpeserta.
“Kelancaran sebuah acara resmi bukan hanya soal seremonial, tetapi juga menyangkut detail perencanaan, tata letak ruangan, kesiapan teknis, serta kolaborasi tim yang solid. Dan itu hanya bisa tercapai jika seluruh personel memahami perannya dengan baik,” ujar Ronny dalam pidatonya.

Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar ajang peningkatan kapasitas, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan organisasi, terutama dalam mendukung kegiatan-kegiatan protokoler pemerintahan. Ia bahkan merencanakan pembentukan tim khusus di tingkat desa dan kecamatan yang akan bertugas sebagai pelaksana protokol fungsional.

Inisiatif ini menjadi kolaborasi strategis antara TP PKK Kecamatan Kencong dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PKK Kecamatan, Ketua TP PKK dari lima desa beserta perwakilannya, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta para pejabat struktural di lingkungan kecamatan.

Salah satu panitia kegiatan, Yeni Budiasih, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat dibutuhkan, mengingat minimnya pemahaman dan pengalaman dalam menangani acara-acara resmi.

“Selama ini, ketika ada kegiatan formal, kami sering kali kebingungan menunjuk petugas yang kompeten. Kurangnya pengetahuan tentang protokoler dan public speaking menjadi tantangan utama,” ungkap Yeni.

Antusiasme peserta begitu terasa selama sesi berlangsung. Dua narasumber yang dihadirkan, Moh. Harsono (Kasi PMKS Kecamatan Kencong) dan Wenda Prasetya Rahasti (Staf Protokol Setda Kabupaten Jember), memberikan materi dengan pendekatan interaktif yang memikat. Diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis, menunjukkan kehausan para peserta akan ilmu yang aplikatif dan relevan.

Kegiatan BEBEK PEKING ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan dalam organisasi masyarakat dapat melampaui sekadar kegiatan rutin. Dengan pembekalan keterampilan komunikasi publik dan keprotokolan, para kader PKK kini semakin siap tampil profesional dalam mendukung berbagai kegiatan pembangunan di tingkat akar rumput.


(Abad⁷⁷)



Perang Polusi Jember: Senjata Rahasia Ning Gytha yang Mengejutkan!

 

 Ning Ghytha Eka Puspita Meluncurkan program "Getar Cinta dengan Sansevieria atau Lidah Mertua"  (29/6)

Jember – |masbhabinnews.com

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember, Ghytha Eka Puspita, meluncurkan program "Getar Cinta dengan Sansevieria atau Lidah Mertua" (Gerakan Tanam di Area Rumah, Cintai Lingkungan Kita dengan Sansevieria) pada Minggu (29/6/2025)

Peluncuran ini bertepatan dengan kegiatan jalan sehat, senam, dan lomba menghias kue yang diselenggarakan Karang Taruna Jember Kidul (KARTAJI) bekerja sama dengan Indomaret Jember di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.  Acara dihadiri Camat Kaliwates, Ketua TP PKK Kecamatan Kaliwates, Lurah Jember Kidul, dan Ketua TP PKK Kelurahan Jember Kidul.

Program ini bertujuan mengurangi polusi udara di wilayah perkotaan, khususnya di Kelurahan Jember Kidul yang memiliki kepadatan lalu lintas tinggi.  Ghytha Eka Puspita, atau yang akrab disapa Ning Gytha, menjelaskan pemilihan Sansevieria (lidah mertua) karena kemampuannya menyerap polutan udara seperti karbon dioksida, benzena, dan formaldehida.  Tanaman ini dinilai mudah dirawat dan efektif dalam membersihkan udara.

"Menanam satu pot lidah mertua di rumah, teras, atau kantor, sudah menjadi kontribusi nyata untuk mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara," ujar Ning Gytha.  Ia menambahkan bahwa penanaman lidah mertua secara simbolis diserahkan kepada Ketua Paguyuban RW Jember Kidul sebagai langkah awal program ini.

Program "Getar Cinta" akan dilaksanakan bertahap, dimulai dari wilayah padat penduduk seperti Jember Kidul, kemudian meluas ke kelurahan, kecamatan, dan desa lainnya.  Ning Gytha mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk RT, RW, kader PKK, tokoh masyarakat, pelajar, dan pelaku usaha, untuk berpartisipasi aktif dalam program ini.

"Harapannya, program ini bukan hanya sekadar program penanaman, tetapi juga simbol cinta lingkungan, kepedulian terhadap kesehatan keluarga, dan komitmen untuk Jember yang lebih hijau dan bersih," pungkas Ning Gytha.



(Ririz