Tampilkan postingan dengan label Polres Bondowoso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polres Bondowoso. Tampilkan semua postingan

Sholawat Mengalun, Persaudaraan Menguat, Polsek Curahdami Pastikan Festival Maulid Berlangsung Khidmat

BONDOWOSO – Malam di Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (29/8/2026), berubah menjadi ruang spiritual yang dipenuhi lantunan sholawat. Sekitar seribu jamaah larut dalam suasana religius melalui kegiatan Curahdami Bersholawat dalam rangka Festival Maulid 1448 Hijriah.

Di tengah lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, jajaran Polsek Curahdami hadir untuk mengawal kegiatan sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan nyaman, tertib dan penuh kekhusyukan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB di Lapangan Desa Jetis tersebut mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ulama, pengasuh pondok pesantren, pemerintah, TNI Polri, organisasi kemasyarakatan, pemuda hingga jamaah dari berbagai wilayah Kecamatan Curahdami.

Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H. bersama seluruh personel Polsek Curahdami. Strategi pengamanan disiapkan secara menyeluruh dengan memperhatikan dinamika pergerakan massa, arus kendaraan serta titik yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Personel ditempatkan pada sejumlah lokasi strategis, termasuk akses masuk dan keluar lapangan, persimpangan, kawasan parkir serta titik konsentrasi jamaah. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama ketika jamaah datang dan meninggalkan lokasi secara bersamaan.

Langkah preventif tersebut menjadi bagian penting dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan, seperti pencurian kendaraan bermotor, pencopetan, kehilangan barang pribadi, kecelakaan lalu lintas hingga kemungkinan anak terpisah dari orang tua di tengah kerumunan.

Sebelum kegiatan berlangsung, Polsek Curahdami melakukan koordinasi dengan Muspika, panitia dan Pemerintah Desa Jetis. Koordinasi tersebut menjadi fondasi dalam menyatukan pola pengamanan, pengaturan massa dan lalu lintas agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan dengan rasa aman dan nyaman. Pengamanan bukan hanya tentang menjaga situasi, tetapi bagaimana kepolisian mampu memberikan ruang yang kondusif bagi masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi dan memperkuat persaudaraan,” ujar AKP Muktamar kepada awak media masbhbainnews.

Menurutnya, kegiatan sholawat memiliki dimensi yang lebih luas daripada rangkaian pembacaan pujian kepada Rasulullah SAW. Sholawat menjadi medium untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menghidupkan nilai keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat.

“Esensi Maulid dan sholawat adalah menghadirkan kembali nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan kita. Ada pesan tentang kasih sayang, persaudaraan, toleransi, kepedulian dan persatuan. Nilai nilai tersebut sangat relevan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghormati,” ungkapnya.

Semangat tersebut sejalan dengan pendekatan Polri dalam membangun keamanan yang tidak hanya bertumpu pada tindakan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pencegahan, komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat.

Dukungan kepolisian terhadap kegiatan keagamaan memiliki makna strategis. Ketika masyarakat memperoleh ruang yang aman untuk beribadah dan berkumpul, nilai kebersamaan dapat tumbuh lebih kuat sekaligus memperkokoh ketahanan sosial di tingkat komunitas.

Festival Maulid 1448 H Kecamatan Curahdami turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso Sholikin, Ketua Mustasyar PCNU Bondowoso KH Imam Barmawi Burhan, anggota DPRD Bondowoso, Camat Curahdami, para pengasuh pondok pesantren, jajaran Forkopimcam, kepala desa se Kecamatan Curahdami, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta unsur TNI Polri

Dalam sambutannya, Sholikin menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Curahdami. Ia menekankan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari hari.

Festival tersebut juga menjadi ruang perjumpaan berbagai unsur masyarakat dalam suasana religius. Pemerintah, ulama, pemuda, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum berpadu dalam satu kegiatan yang mengedepankan silaturahmi dan kebersamaan.

Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al Quran, pembacaan Sholawat Nariyah, sambutan serta doa.

Bagi Polsek Curahdami, pengamanan kegiatan dengan jumlah jamaah yang besar merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian dalam menghadirkan keamanan yang bersifat preventif, humanis dan responsif. Personel tidak hanya menjaga lokasi, tetapi juga membangun komunikasi dengan panitia, tokoh agama dan masyarakat.

Kapolsek Muktamar menambahkan, keamanan yang berkelanjutan tidak dapat dibangun oleh kepolisian seorang diri. Diperlukan kesadaran bersama antara aparat dan masyarakat untuk menjaga ketertiban serta saling menghormati dalam setiap kegiatan publik.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ketika polisi, pemerintah, tokoh agama dan masyarakat berada dalam satu semangat, maka kegiatan keagamaan dapat menjadi kekuatan sosial yang mempererat persatuan. Inilah yang terus kami dorong di wilayah Curahdami,” tegasnya.

Kehadiran Polsek Curahdami dalam Curahdami Bersholawat mencerminkan wajah Polri yang hadir di tengah masyarakat, menjaga ruang kebebasan beribadah sekaligus merawat jembatan persaudaraan.

Dari Lapangan Desa Jetis, lantunan sholawat membawa pesan bahwa ketenangan dalam beribadah dan keamanan dalam bermasyarakat dapat berjalan beriringan. Keduanya tumbuh dari kolaborasi, kepedulian dan semangat menjaga persaudaraan sebagai fondasi kehidupan bersama.


|msb

Aksi Heroik AKP Nisin di Tengah Kepungan Api, Turun Langsung Padamkan Karhutla

Bondowoso |masbhabinnews.com 

Kepulan asap dan kobaran api yang membakar lahan kering di kawasan perkebunan PTPN 1 Regional 5 Kebun Belawan, Kecamatan Sempol, Bondowoso, Kamis (27/8/2026), langsung direspons cepat jajaran Polsek Sempol. Kapolsek Sempol AKP Nisin, SH, bahkan turun langsung ke tengah medan kebakaran untuk membantu memadamkan api bersama anggota, Muspika, petugas perkebunan dan masyarakat.

Dengan kondisi medan berupa perbukitan berbatu serta hamparan ilalang dan ranting kering yang mudah terbakar, AKP Nisin tetap berada di lokasi untuk mengendalikan kobaran api. Menggunakan peralatan yang tersedia, petugas berupaya menghentikan laju api agar tidak merambat semakin luas.

Aksi tersebut menjadi bagian dari respons cepat Polsek Sempol sejak menerima laporan masyarakat sekitar pukul 14.00 WIB. AKP Nisin langsung mengoordinasikan Muspika, mengerahkan personel Polsek Sempol, sekaligus memastikan penyelidikan terhadap dugaan sumber api berjalan bersamaan dengan upaya pemadaman.

Lokasi kebakaran berada di afdeling Krepekan, Blok S TBM 1 dan Blok ST 12, Dusun Krepekan, Desa Jampit, Kecamatan Sempol. Diperkirakan sekitar 9 hektare lahan terdampak.

Areal yang terbakar merupakan kawasan rejingan atau lahan bebatuan yang tidak ditanami tanaman pangan. Vegetasi berupa rumput, ilalang, serasah dan ranting kering akibat kemarau panjang membuat api mudah membesar dan menjalar, terlebih angin di kawasan perbukitan cukup kencang.

Dalam proses pemadaman, Kapolsek Sempol bersama anggota Polsek, personel Subramil Sempol, keamanan PTPN 1 Regional 5 dan masyarakat memanfaatkan air yang didatangkan menggunakan kendaraan perkebunan. Petugas juga menggunakan peralatan tradisional berupa gebyok untuk memutus penjalaran api.

Keterbatasan sarana pemadam serta medan berbatu yang sulit dijangkau menjadi tantangan berat. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah AKP Nisin untuk tetap berada di garis depan bersama personel.

Dari Laporan Warga Langsung Bergerak

Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WIB setelah masyarakat menyampaikan informasi mengenai munculnya api di kawasan perkebunan.

Begitu menerima laporan, AKP Nisin bergerak cepat. Koordinasi dengan Muspika dilakukan untuk memperkuat penanganan di lapangan. Personel Polsek kemudian dikerahkan untuk mendatangi lokasi, membantu pemadaman sekaligus mengumpulkan informasi mengenai kemungkinan sumber api.

Dari penelusuran awal, kebakaran diduga berkaitan dengan rentetan kebakaran yang sebelumnya terjadi di kawasan Kawah Wurung. Namun, dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman dan penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.

Jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh dari permukiman membuat ancaman langsung terhadap rumah warga relatif dapat ditekan. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan.

Meski demikian, petugas tidak meninggalkan lokasi. Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Sempol masih berada di kawasan kebakaran bersama personel dan mandor perkebunan untuk memantau sejumlah titik di area bukit yang belum sepenuhnya padam.

Kobaran di beberapa titik dilaporkan relatif kecil, tetapi pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi bara api kembali membesar akibat kondisi lahan yang sangat kering dan tiupan angin.

AKP Nisin, Sosok Humanis yang Hadir di Tengah Masyarakat

Respons cepat AKP Nisin dalam penanganan karhutla memperlihatkan karakter kepemimpinan yang mengedepankan kehadiran langsung di lapangan. Ia tidak hanya memberikan instruksi dari belakang, tetapi ikut berada bersama anggota ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan segera.

Di tengah masyarakat, AKP Nisin dikenal sebagai sosok humanis yang memiliki hubungan baik dengan warga maupun unsur Muspika. Jiwa sosial yang tinggi juga membuatnya dikenal dekat dengan masyarakat dan aktif membangun komunikasi lintas sektor.

Gaya kepemimpinan tersebut menjadi kekuatan penting dalam penanganan persoalan di wilayah hukum Polsek Sempol, terutama ketika menghadapi kejadian yang membutuhkan kolaborasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, TNI, pengelola perkebunan dan masyarakat.

AKP Nisin juga tercatat sebagai satu satunya Kapolsek yang memiliki sertifikasi Kapolsek, yang menjadi salah satu modal kompetensi dalam menjalankan kepemimpinan dan tugas pelayanan kepolisian di tingkat kewilayahan.

Karhutla Bukan Persoalan Kecil

Kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian serius pemerintah karena dampaknya dapat meluas. Selain menghanguskan vegetasi dan mengganggu keseimbangan ekosistem, karhutla dapat menimbulkan asap yang mengganggu kualitas udara, merusak kawasan perkebunan dan hutan, serta mengancam keselamatan masyarakat apabila api mendekati permukiman.

Risiko tersebut semakin besar saat musim kemarau panjang. Rumput, ilalang, serasah dan ranting kering berubah menjadi material yang sangat mudah terbakar. Kondisi angin kencang juga dapat mempercepat penjalaran api.

Karena itu, pemerintah bersama TNI, Polri, pengelola perkebunan dan masyarakat perlu terus memperkuat pencegahan, deteksi dini serta respons cepat. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan yang vegetasinya mengering.

Kapolsek: Jangan Biarkan Bara Kecil Menjadi Bencana Besar

Kapolsek Sempol AKP Nisin mengatakan, kehadiran petugas sejak awal kejadian merupakan bentuk tanggung jawab kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung bergerak ke lokasi. Kami berkoordinasi dengan Muspika, mengerahkan personel dan bersama pihak perkebunan serta masyarakat melakukan pemadaman. Di saat yang sama, kami melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber dan penyebab kebakaran,” ujar pria asal Jakarta tersebut.

AKP Nisin menambahkan, kondisi lahan yang kering akibat kemarau panjang membuat api mudah menjalar. Karena itu, meski kobaran sudah mengecil, petugas tetap melakukan pemantauan hingga kondisi benar benar terkendali.

“Kami tidak ingin menganggap kecil kebakaran yang masih menyisakan bara. Selama masih ada titik api, personel akan terus melakukan pemantauan dan penanganan. Kami juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Hingga Kamis malam, pemantauan di lokasi terus dilakukan. Aksi langsung AKP Nisin bersama personel Polsek Sempol menjadi gambaran bahwa pelayanan kepolisian tidak berhenti pada laporan dan koordinasi, tetapi hadir nyata ketika masyarakat dan lingkungan membutuhkan pertolongan.


|msb

Lima Hektare Lahan Terbakar, Kapolres Aryo Puji Kekompakan Polsek Sempol, TNI dan Muspika

 

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Kepulan asap yang terlihat dari kawasan selatan Wisata Kawah Wurung, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Rabu (26/8/2026) siang, langsung memicu respons cepat aparat dan berbagai unsur terkait. Api yang membakar lahan Perhutani berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar dua jam sebelum menjalar lebih luas.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan Perhutani Petak 91 C Blok Wisata Kawah Wurung. Titik api pertama kali diketahui petugas wisata yang kemudian segera berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Ijen untuk melakukan penanganan.

Berdasarkan informasi di lapangan, api berada di area yang dipenuhi rumput kering, ilalang, semak belukar dan bebatuan rejeng. Cuaca panas serta hembusan angin yang cukup kencang membuat kobaran api cepat merambat ke vegetasi di sekitarnya.

Petugas wisata menyebut api berasal dari kawasan Kawah Wurung 2. Kobaran kemudian bergerak menuju kawasan utama Wisata Kawah Wurung hingga mendekati areal di sekitar perusahaan PT Medco.

Meski api sempat meluas, lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman sehingga tidak mengancam rumah warga. Petugas bersama masyarakat langsung melakukan pemadaman secara manual untuk memutus pergerakan api.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Respons cepat ditunjukkan Polsek Sempol bersama Muspika Kecamatan Ijen dan sejumlah unsur terkait. Dua personel Polsek Sempol turun langsung ke lokasi bersama tiga personel Subramil Sempol, mandor serta LMDH Perhutani, lima petugas Wisata Kawah Wurung, petugas dan security PT Medco serta masyarakat sekitar.

Dengan peralatan yang tersedia di lapangan, pemadaman dilakukan secara manual. Berkat koordinasi dan kerja bersama tersebut, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari hasil penanganan awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Kawasan Wisata Kawah Wurung juga dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali.

Kecepatan Polsek Sempol bersama Muspika dalam merespons kejadian patut mendapat apresiasi. Langkah cepat sejak informasi diterima hingga personel berada di lokasi menjadi faktor penting dalam mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Karhutla Mengancam Ekosistem hingga Keselamatan Warga

Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan hangusnya vegetasi. Karhutla dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, mengganggu habitat satwa, menurunkan kualitas udara, merusak kawasan hutan serta mengancam kawasan wisata dan lahan produktif.

Risiko tersebut semakin besar ketika lahan berada dalam kondisi kering, suhu udara tinggi dan angin bertiup cukup kencang. Api yang semula berada di satu titik dapat dengan cepat menjalar melalui rerumputan, ilalang dan semak yang mudah terbakar.

Karena itu, perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terhadap pencegahan karhutla menjadi sangat penting. Pengawasan kawasan rawan, edukasi masyarakat, kesiapsiagaan petugas serta sistem pelaporan cepat harus terus diperkuat.

Masyarakat juga memiliki peran strategis. Setiap kemunculan asap atau titik api di kawasan hutan dan lahan perlu segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Kapolres Bondowoso Puji Respons Cepat di Kawah Wurung

Melalui sambungan telepon kepada awak media MasBhabin News, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan apresiasi atas langkah cepat jajaran Polsek Sempol bersama Muspika Kecamatan Ijen dalam menangani kebakaran lahan di kawasan Kawah Wurung.

Menurut Kapolres, kecepatan merespons laporan menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan kebakaran, terlebih kondisi lahan yang kering dan hembusan angin dapat mempercepat pergerakan api.

Kapolres menilai sinergitas antara kepolisian, TNI, Perhutani, pengelola wisata, pihak perusahaan dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Ia sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dengan sengaja.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan sengaja. Perbuatan tersebut dapat membahayakan lingkungan, masyarakat dan kawasan di sekitarnya, serta merupakan tindakan yang dapat berimplikasi pidana,” tegas Kapolres dalam keterangannya melalui sambungan telepon kepada MasBhabin News.

Kapolres menambahkan, pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan dengan sengaja dapat diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum akan dilakukan sesuai fakta dan unsur perbuatan yang ditemukan di lapangan.

Selain penindakan, kepolisian juga terus mengedepankan langkah pencegahan melalui patroli, pemantauan kawasan rawan serta koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Perhutani dan masyarakat.

Kapolres berharap masyarakat tidak mengambil tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar lahan tanpa pengendalian yang memadai.

“Jangan menunggu api membesar. Begitu melihat titik api atau asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” pesannya.

Penanganan kebakaran di Kawah Wurung menjadi gambaran bahwa kecepatan informasi, kesiapsiagaan aparat dan kekuatan gotong royong mampu menjadi benteng pertama menghadapi karhutla.

Di tengah kondisi lingkungan yang rentan terbakar, menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah dan aparat. Kepedulian setiap warga menjadi kunci agar keindahan alam Bondowoso tetap terjaga dan ancaman kebakaran tidak berubah menjadi bencana yang lebih besar.


|msb

Polri Turun ke Lahan Pertanian, Jagung Jenderal Sumbersari Diproyeksikan Jadi Penopang Swasembada Pangan

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus diterjemahkan melalui langkah nyata di tingkat desa. Di Desa Sumbersari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, jajaran Polsek Maesan melakukan monitoring lahan Jagung Jenderal yang menjadi bagian dari program kepolisian mendukung swasembada pangan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2026, mulai pukul 09.45 WIB hingga selesai. Monitoring dilakukan di areal persawahan milik Eko Irwan dengan luas lahan mencapai 0,5 hektare.

Kanit Binmas Polsek Maesan, Aipda Elit Tito, bersama personel Polsek Maesan turun langsung melihat perkembangan tanaman sekaligus memastikan pengelolaan lahan berjalan secara optimal. Turut hadir P.s Kasium Polsek Maesan Aiptu Parno, P.s Ka SPKT Polsek Maesan Aipda Dony Wicaksono, serta sejumlah buruh tani Desa Sumbersari.

Kehadiran kepolisian di tengah lahan pertanian menjadi bagian dari komitmen untuk membangun ketahanan pangan dari tingkat paling bawah. Pendekatan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada penanaman, tetapi juga pendampingan dan pemantauan agar lahan produktif dapat memberikan hasil bagi masyarakat.

Kanit Binmas: Polisi Hadir Bersama Petani

Kanit Binmas Polsek Maesan Aipda Elit Tito mengatakan, program penanaman Jagung Jenderal merupakan wujud nyata dukungan kepolisian terhadap agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

“Ketahanan pangan tidak dibangun hanya dari kebijakan, tetapi melalui kerja nyata di lapangan. Kami ingin memastikan petani mendapatkan dukungan dan pendampingan, sehingga lahan yang tersedia dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Aipda Elit Tito kepada awak media masbhabinnews.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, petani dan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga produktivitas pertanian. Monitoring juga menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus melihat berbagai kebutuhan yang dihadapi petani di lapangan.

Pemilik Lahan Sambut Dukungan Kepolisian

Pemilik lahan, Eko Irwan, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan jajaran Polsek Maesan. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian memberikan semangat tambahan bagi para petani.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan pendampingan dari Polsek Maesan. Dukungan seperti ini membuat kami semakin termotivasi untuk mengelola lahan dengan baik dan menjaga tanaman agar bisa menghasilkan panen yang maksimal,” ungkap Eko Irwan.

Lahan seluas 0,5 hektare tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu titik produktif dalam mendukung ketersediaan pangan, sekaligus mendorong masyarakat untuk terus mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki.

Program Polisi Menanam Jagung menjadi bagian dari langkah Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang pangan. Dari hamparan lahan di Sumbersari, semangat tersebut tumbuh bersama petani, menghadirkan pesan bahwa ketahanan pangan nasional berawal dari tanah yang dikelola dengan kesungguhan dan kolaborasi.


|msb

Kapolres Aryo Apresiasi Ribuan Pelajar di Pawai HARJABO, Budaya Bondowoso Tampil Penuh Pesona

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Semangat menjaga warisan leluhur berpadu dengan kreativitas generasi muda dalam Pawai Budaya Hari Jadi Bondowoso (HARJABO) ke 207 Tahun 2026. Ribuan pelajar tampil membawa ragam seni, tradisi dan identitas budaya daerah, menjadikan momentum hari jadi Bondowoso semakin hidup dan penuh makna.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., turut hadir dalam pembukaan Pawai Budaya HARJABO ke 207 yang berlangsung di depan Pendopo Bupati Bondowoso, Rabu (26/8/2026).

Kehadiran Kapolres menjadi wujud dukungan Polres Bondowoso terhadap pelestarian kebudayaan sekaligus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, TNI dan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga kondusivitas selama rangkaian perayaan hari jadi berlangsung.

Pawai Budaya tahun ini mengusung tema “Bondowoso Berkah, Harmoni Budaya dan Geopark Menuju Indonesia Berdaulat.” Sebanyak 4.125 pelajar dari 30 satuan pendidikan tingkat SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Setiap kontingen menghadirkan kekayaan budaya melalui busana adat, tarian tradisional, musik khas daerah serta berbagai bentuk tradisi lokal. Kreativitas para pelajar tersebut tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran budaya yang mempertemukan generasi muda dengan akar tradisi daerahnya.

Ketua panitia menyampaikan, Pawai Budaya HARJABO ke 207 dirancang sebagai ruang ekspresi seni sekaligus sarana memperkuat kearifan lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, memperkuat kebanggaan terhadap daerah, serta mengenalkan nilai budaya kepada generasi muda.

Selain menjaga warisan budaya, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan pariwisata dan memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menyampaikan bahwa Pawai Budaya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah daerah sekaligus meneladani semangat perjuangan Ki Bagus Asra sebagai pendiri dan pemimpin pertama Bondowoso.

Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam kegiatan budaya menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi penerus sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap seni, tradisi, kearifan lokal dan potensi Geopark Bondowoso.

Setelah sambutan Bupati, pelepasan peserta dilakukan secara simbolis bersama unsur Forkopimda. Selanjutnya, setiap kontingen diberangkatkan secara bergiliran sesuai urutan yang telah ditetapkan panitia dan menampilkan kreasi masing masing di sepanjang jalur pawai.

Kapolres: Budaya Harus Menjadi Identitas dan Kekuatan Bondowoso

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menegaskan bahwa kegiatan budaya memiliki nilai strategis dalam membangun karakter masyarakat, terutama generasi muda.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi identitas yang harus kita hidupkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Ketika anak anak mengenal seni, tradisi dan sejarah daerahnya, di situlah tumbuh rasa bangga terhadap Bondowoso dan kecintaan terhadap Indonesia,” ujar AKBP Aryo kepada awak media masbhabinnews.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam menjaga keberlangsungan kegiatan masyarakat yang memiliki nilai budaya dan sosial.

“Polri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan rasa aman dan nyaman. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI Polri, panitia, sekolah dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga situasi sekaligus menyukseskan agenda budaya seperti ini,” tegasnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, personel gabungan dari Polres Bondowoso, Kodim 0822, Dinas Perhubungan dan Satpol PP ditempatkan di sejumlah titik kegiatan serta jalur yang dilalui peserta.

Pengamanan dilakukan melalui pengaturan arus, penjagaan lokasi dan pemantauan sepanjang jalur pawai. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada ribuan peserta sekaligus masyarakat yang datang menyaksikan kemeriahan Pawai Budaya HARJABO.

Kapolres bersama jajaran juga terus mendorong agar setiap kegiatan masyarakat dapat menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antara aparat, pemerintah dan warga.

Pawai Budaya HARJABO ke 207 akhirnya bukan hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah. Lebih dari itu, kegiatan ini memperlihatkan bahwa ketika sejarah, budaya dan generasi muda bergerak dalam satu panggung, Bondowoso memiliki modal kuat untuk menjaga jati diri sekaligus menatap masa depan dengan penuh percaya diri.


|msb

Dari Dedikasi hingga Aksi Kemanusiaan, AKP Muktamar Raih Penghargaan Kapolres Bondowoso

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Dedikasi seorang polisi tidak selalu diukur dari banyaknya perkara yang berhasil ditangani, tetapi juga dari seberapa dekat ia hadir ketika masyarakat membutuhkan. Prinsip itulah yang melekat pada sosok Kapolsek Curahdami, AKP Muktamar, S.H., yang dikenal humanis, aktif turun langsung ke tengah masyarakat, serta membangun komunikasi erat dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Atas dedikasi, kinerja, dan kontribusinya dalam pelaksanaan tugas, AKP Muktamar kembali mendapat penghargaan dari Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pimpinan terhadap personel yang dinilai mampu menunjukkan kinerja positif sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

AKP Muktamar selama menjalankan tugas dikenal tidak hanya mengedepankan aspek penegakan hukum, tetapi juga pendekatan persuasif dan kemanusiaan. Kedekatannya dengan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi, menjaga kondusivitas wilayah, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Sejumlah penghargaan tingkat Polres Bondowoso yang pernah diterimanya menjadi catatan atas konsistensi tersebut. Namun, salah satu kiprah yang paling menonjol terlihat ketika proses pencarian dan evakuasi korban hilang di Gunung Piramid, Bondowoso.

Dalam situasi yang membutuhkan kecepatan, ketelitian, serta koordinasi lintas unsur, AKP Muktamar turut mengambil peran penting di lapangan. Kemampuan membangun koordinasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran proses pencarian hingga evakuasi korban.

Koordinasi tersebut tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan, ketenangan dalam menghadapi kondisi sulit, serta kepekaan terhadap keselamatan seluruh personel yang terlibat. AKP Muktamar mampu menjadi penghubung komunikasi di tengah dinamika operasi, sehingga setiap langkah dapat dilakukan secara terukur dan terarah.

Keterlibatan dalam operasi kemanusiaan tersebut memperlihatkan wajah lain dari pengabdian kepolisian. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi tindak pidana, tetapi juga berada di garis depan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat dan membutuhkan pertolongan.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo atas penghargaan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia menilai penghargaan tersebut bukan semata pencapaian pribadi, melainkan buah dari kerja bersama seluruh personel serta dukungan masyarakat dan berbagai unsur yang selama ini bersinergi dalam menjalankan tugas.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo atas apresiasi dan kepercayaan yang diberikan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya dan seluruh anggota untuk terus meningkatkan pengabdian, bekerja dengan hati, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKP Muktamar.

Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari tugas kepolisian. Komunikasi yang terbangun dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya menjadi modal penting dalam menciptakan situasi yang kondusif sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pimpinan terhadap personel yang menunjukkan profesionalisme, ketekunan, dan komitmen dalam menjalankan tugas kepolisian, khususnya dalam penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo memberikan apresiasi terhadap seluruh personel yang telah menunjukkan kinerja dan dedikasi. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat agar setiap anggota terus meningkatkan profesionalisme, soliditas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bagi AKP Muktamar, penghargaan bukanlah garis akhir sebuah pengabdian. Justru, apresiasi tersebut menjadi energi baru untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat komunikasi dengan berbagai unsur, dan memastikan setiap tugas kepolisian dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Dari ruang pelayanan hingga medan pencarian di kawasan Gunung Piramid, pengabdian AKP Muktamar menunjukkan bahwa kekuatan seorang polisi bukan hanya terletak pada kewenangan yang dimiliki, tetapi juga pada keberanian untuk hadir, kemampuan membangun kepercayaan, dan ketulusan ketika masyarakat membutuhkan.


|msb

Ketegasan Berpadu Humanis, AKP Widayanto Bawa Kepedulian Polsek Pakem ke Rumah Kaum Duafa

BONDOWOSO|masbhabinnews.com 

Kepedulian tidak selalu hadir dalam bentuk besar. Terkadang, sebuah langkah sederhana menuju rumah warga yang membutuhkan justru mampu menghadirkan makna mendalam tentang pengabdian. Nilai itulah yang ditunjukkan jajaran Polsek Pakem, Polres Bondowoso, melalui bakti sosial kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan sembako kepada kaum duafa, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Pakem AKP Widayanto, SH, bersama sejumlah personel, yakni Aiptu Hari Cahyono, Aipda Arda Windaru, Aipda Hendrik, dan Aipda Ervan Dwi S.

Sebanyak 25 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Penyerahan dilakukan secara door to door dengan mendatangi rumah penerima bantuan secara langsung. Cara ini ditempuh agar bantuan dapat diterima oleh warga yang benar benar membutuhkan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat.

Kapolsek Pakem AKP Widayanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial kemanusiaan Polri untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan itu berasal dari kepedulian dan keikhlasan anggota yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk dibagikan kepada kaum duafa, terlebih dalam momentum peringatan HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kami bersama anggota melaksanakan program sosial kemanusiaan Polri berbagi kepada kaum duafa dengan menyisihkan sebagian rezeki dari anggota. Momentum HUT Kemerdekaan RI ke 81 menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian, gotong royong dan berbagi kepada sesama,” ujar AKP Widayanto kepada awak media masbhabinnews.com

Menurutnya, makna kegiatan sosial tidak berhenti pada bantuan kebutuhan pokok. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun komunikasi, memperkuat hubungan emosional serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian anggota Polri untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan. Kami juga menindaklanjuti arahan Kapolres Bondowoso agar anggota Polri senantiasa hadir dan dekat dengan masyarakat, terutama Bhabinkamtibmas yang memiliki tanggung jawab membina desa binaannya,” jelasnya.

Penyaluran bantuan menyasar sejumlah wilayah di Kecamatan Pakem, yakni Desa Patemon, Desa Pakem, Desa Gadingsari, Desa Kupang dan Desa Andungsari.

Sosok AKP Widayanto dikenal luas sebagai perwira yang mengedepankan ketegasan dalam menjalankan tugas, namun tetap humanis ketika berinteraksi dengan masyarakat. Kedekatannya dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat juga menjadi bagian dari pola kepemimpinannya dalam membangun komunikasi yang sehat serta memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat.

Aktivitas sosial yang dilakukannya bersama jajaran Polsek Pakem turut memperlihatkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan. Kehadiran polisi juga memiliki dimensi kemanusiaan, terutama ketika masyarakat membutuhkan perhatian, kepedulian dan uluran tangan.

Karakter tersebut menjadi cerminan nilai Polri yang berupaya menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari setiap langkah pengabdian. Ketegasan dalam penegakan hukum berjalan beriringan dengan kepedulian sosial, komunikasi bersama tokoh agama serta kedekatan dengan masyarakat.

Dalam menjalankan tugas, AKP Widayanto juga menegaskan pentingnya bekerja dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang bertanggung jawab dengan berpedoman pada semangat Presisi.

“Rencanakan kerjamu dan kerjakan rencanamu dengan Presisi, Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi yang Berkeadilan,” tegasnya.

Bagi warga penerima bantuan, perhatian yang diberikan jajaran Polsek Pakem memiliki arti tersendiri. Bantuan kebutuhan pokok dinilai mampu meringankan beban keluarga sekaligus menjadi bukti bahwa kehadiran polisi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di tingkat bawah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Pakem dan Polres Bondowoso. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Ini bukti bahwa Polri hadir dan peduli kepada masyarakat kecil, termasuk warga di pelosok desa,” ungkap salah seorang penerima bantuan.

Kegiatan tersebut pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pola penyaluran dengan mendatangi rumah warga membuat interaksi berlangsung lebih dekat dan membuka ruang bagi personel kepolisian untuk mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.

Bakti sosial Polsek Pakem akhirnya bukan hanya tentang 25 paket sembako yang berpindah tangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pesan bahwa pengabdian memiliki wajah yang dekat dengan rakyat: hadir ketika dibutuhkan, mendengar ketika masyarakat berbicara dan berbagi ketika ada yang membutuhkan.

Di tengah semangat memperingati kemerdekaan, langkah kecil itu menghadirkan makna besar. Sebab, kemerdekaan akan semakin bernilai ketika semangat persatuan, kepedulian dan gotong royong terus tumbuh dari lingkungan masyarakat hingga institusi yang mengabdi kepadanya. 


|msb

Terbongkar! Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Tiga Korban di Bondowoso, Polisi Amankan Rekaman Video

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Di balik sebuah ruangan yang selama ini digunakan untuk aktivitas mencuci kendaraan, polisi mengungkap dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang menyasar tiga korban laki laki. Kasus tersebut kini bergulir dalam proses hukum setelah penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang dinilai berkaitan dengan perkara.

Pengungkapan kasus disampaikan dalam konferensi pers hasil ungkap kasus Polres Bondowoso pada Selasa (18/8/2026). Perkara tersebut tercatat dalam LP/255/VIII/2026/SPKT/ResBondowoso/PoldaJatim tertanggal 10 Agustus 2026.

Dugaan peristiwa itu terjadi dalam rentang 2023 hingga 2026 di sebuah ruangan cucian mobil di wilayah Desa Sumbergading, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso.

Dalam perkara ini, polisi menangani laporan yang melibatkan tiga korban laki laki. Satu korban telah berusia dewasa, sedangkan dua korban lainnya masih berstatus anak.

Terduga pelaku berinisial OA alias Ongki, laki laki berusia 30 tahun, warga Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso.

Korban Diduga Diajak Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, OA diduga menggunakan modus dengan mengajak korban mengonsumsi minuman beralkohol jenis arak.

Setelah korban berada dalam kondisi tersebut, pelaku diduga melakukan tindakan kekerasan seksual. Peristiwa itu juga diduga direkam menggunakan perangkat elektronik.

Rekaman tersebut kemudian diduga digunakan untuk mengancam korban agar tidak mengungkap kejadian yang dialaminya.

Polisi kini mendalami secara menyeluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan tindakan terhadap korban yang masih anak anak serta penggunaan rekaman sebagai sarana untuk menekan korban.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. menegaskan bahwa kasus yang berkaitan dengan kekerasan seksual, terlebih ketika menyangkut anak, menjadi perhatian serius kepolisian.

"Kami tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang melakukan kekerasan seksual, terlebih terhadap anak. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional, dengan mengedepankan perlindungan terhadap korban serta proses hukum berdasarkan alat bukti yang sah," tegas AKBP Aryo dihadapan awakmedia masbhabinnews.

Menurutnya, keberanian korban atau keluarga untuk melapor menjadi bagian penting dalam membuka perkara yang selama ini mungkin tersembunyi.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor apabila mengetahui adanya dugaan kekerasan seksual. Korban harus mendapatkan perlindungan, pendampingan dan kepastian bahwa hukum hadir untuk membela mereka," lanjutnya.

Rekaman Video dan Telepon Seluler Diamankan

Dalam proses penyidikan, polisi mengamankan dua barang bukti yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara.

Barang bukti tersebut berupa satu flashdisk yang berisi rekaman video serta satu unit telepon seluler.

Rekaman video menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyidikan karena diduga berkaitan dengan peristiwa yang dilaporkan. Penyidik selanjutnya akan melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap barang bukti tersebut sesuai prosedur hukum.

Terancam Pasal TPKS

Atas dugaan perbuatannya, OA disangkakan Pasal 12 Undang Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Selain itu, penyidik juga menerapkan sangkaan subsider Pasal 415 huruf A dan B serta subsider Pasal 407 ayat (1) Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, peran terduga pelaku, kondisi masing masing korban serta kemungkinan adanya fakta lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Polres Bondowoso memastikan proses penanganan perkara dilakukan dengan memperhatikan kepentingan dan perlindungan korban, terutama terhadap dua korban yang masih berusia anak.

Kapolres AKBP Aryo Dwi Wibowo menambahkan bahwa penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap korban.

"Penegakan hukum bukan hanya tentang menangkap dan memproses pelaku. Ada korban yang harus kita lindungi, ada masa depan yang harus kita jaga. Karena itu, Polres Bondowoso akan menangani perkara ini secara serius, profesional dan berorientasi pada kepastian hukum serta perlindungan korban," ujarnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual dapat terjadi di ruang yang tidak terduga dan meninggalkan dampak panjang bagi korban. Karena itu, keberanian untuk berbicara, kepedulian lingkungan dan kecepatan aparat dalam bertindak menjadi mata rantai penting untuk memutus kekerasan dan menghadirkan keadilan


|msb

Kapolres Aryo Gaungkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika di Era Media Sosial

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak tanpa batas, persatuan bangsa menghadapi tantangan yang tidak selalu terlihat. Perbedaan yang seharusnya menjadi kekuatan dapat berubah menjadi sumber perpecahan ketika ruang digital dipenuhi provokasi, kabar palsu, ujaran kebencian, dan narasi yang memecah belah.

Menyikapi kondisi tersebut, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat semangat kebhinnekaan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital”.

Kegiatan berlangsung di Aula Polres Bondowoso, Jumat (14/8/2026) pukul 13.00 WIB. Forum tersebut menjadi ruang bertemunya pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat untuk membahas tantangan persatuan di tengah perkembangan teknologi digital.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito, Kajari Bondowoso Dr. David Palapa Duarsa, S.H., M.H., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso Imam Khalid Andy Wijaya, S.T., Asisten 1 Pemkab Bondowoso Solikin, S.H., M.Si., Ketua GP Ansor Fathor Rozi, Ketua IPSI Kabupaten Bondowoso Sunargi, serta Ketua DPC Grib Jaya Bondowoso Joni AP.

Rangkaian FGD berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan keseriusan. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan, pemaparan materi, diskusi kelompok, doa, serta foto bersama.

Kapolres Aryo: Ruang Digital Harus Menjadi Perekat Persatuan

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menegaskan bahwa perkembangan teknologi membawa manfaat besar bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru apabila tidak diiringi kecerdasan dan tanggung jawab dalam menggunakannya.

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terseret arus provokasi maupun informasi yang belum terbukti kebenarannya.

“Ruang digital jangan sampai menjadi tempat tumbuhnya perpecahan. Perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, tetapi persatuan harus tetap menjadi pijakan bersama. Mari gunakan teknologi untuk menyebarkan kebaikan, memperkuat persaudaraan, dan menjaga Bondowoso tetap damai,” tegas Aryo kepada awak media masbhabinnews.

Ia menambahkan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas aparat. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas, hingga masyarakat pengguna media sosial.

“Keamanan dan persatuan tidak lahir dari satu institusi. Keduanya tumbuh dari kesadaran bersama. Ketika pemerintah, TNI Polri, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga bergerak dalam satu semangat, maka setiap potensi perpecahan dapat kita cegah sejak dini,” ujarnya.

Kapolres juga menyatakan Polres Bondowoso akan mendorong edukasi mengenai etika bermedia sosial, termasuk melalui penyuluhan langsung ke sekolah sekolah.

Pemerintah dan DPRD Dorong Sinergi Lintas Elemen

Asisten 1 Pemkab Bondowoso Solikin menyampaikan permohonan maaf Bupati Bondowoso yang tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi langkah Polres Bondowoso yang mempertemukan berbagai unsur dalam satu forum.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat.

“Sinergi seluruh elemen sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Bondowoso yang aman dan kondusif. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan, bukan justru menjadi sarana yang menimbulkan perpecahan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bondowoso Imam Khalid Andy Wijaya menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dirawat bersama.

“Perbedaan adalah kekuatan, bukan alasan untuk terpecah. Pancasila dan supremasi hukum harus menjadi landasan dalam menghadapi perkembangan zaman agar persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap kokoh,” ujarnya.

Kajari Ingatkan Etika Penggunaan Kecerdasan Buatan

Kajari Bondowoso Dr. David Palapa Duarsa mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga membuka peluang terjadinya pelanggaran hukum.

Ia secara khusus menyoroti penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang kini semakin mudah diakses masyarakat.

“Teknologi harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Termasuk kecerdasan buatan, jangan sampai dimanfaatkan untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum. Kesadaran hukum masyarakat harus terus diperkuat seiring perkembangan teknologi,” tegasnya.

Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi menghadapi perkembangan zaman.

Menurutnya, penyalahgunaan teknologi dapat berkembang menjadi persoalan keamanan apabila tidak diantisipasi bersama.

“Kolaborasi nyata menjadi kunci. Kita harus bersatu menghadapi setiap potensi kerawanan agar Bondowoso tetap aman, damai, dan harmonis,” ucapnya.

Muncul Gagasan Kurikulum Etika Digital hingga Sekolah

Diskusi semakin hidup ketika sejumlah perwakilan organisasi masyarakat menyampaikan gagasan dan aspirasi.

Ketua IPSI Bondowoso Sunargi mengusulkan agar ekstrakurikuler pencak silat dapat diterapkan secara lebih luas di sekolah sekolah di Kabupaten Bondowoso.

Ia menilai pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai kedisiplinan, persaudaraan, dan persatuan.

Sementara Ketua PC GP Ansor Bondowoso Fathor Rozi mendorong aparat dan berbagai elemen terkait meningkatkan edukasi mengenai etika bermedia sosial. Ia juga mengajak media lokal berperan dalam menyaring serta menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua DPC Grib Jaya Bondowoso Joni AP mengusulkan adanya kurikulum etika digital sejak jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Ia juga mendorong pengembangan sistem teknologi yang tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang undangan.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Asisten 1 Pemkab Bondowoso Solikin menyampaikan bahwa sejumlah sekolah telah memiliki kegiatan ekstrakurikuler bela diri, meski masih menghadapi kendala sarana dan prasarana.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga membuka ruang pembahasan lebih lanjut mengenai regulasi dan edukasi etika bermedia sosial.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso menyatakan siap menampung aspirasi tersebut dan meneruskannya melalui jalur kelembagaan.

Kapolres Bondowoso juga berkomitmen mendorong pembahasan berbagai gagasan yang muncul dalam FGD, termasuk memperluas penyuluhan mengenai penggunaan media sosial secara bijak kepada kalangan pelajar.

Sepakat Redam Polarisasi di Ruang Siber

FGD tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memetakan sekaligus meredam potensi polarisasi di ruang siber. Para peserta sepakat memperkuat langkah pencegahan terhadap narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan.

Selain itu, forum tersebut mempertegas pentingnya kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, pemuda, serta seluruh elemen sipil dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Bondowoso.

Bagi Kapolres Aryo, menjaga Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga memastikan perbedaan tersebut tidak berubah menjadi alasan untuk saling menjauh.

“Persatuan harus kita rawat sebelum perpecahan terjadi. Jangan biarkan perbedaan menjadi jarak, dan jangan biarkan ruang digital menjadi tempat tumbuhnya kebencian. Bondowoso memiliki kekuatan besar karena masyarakatnya beragam. Tugas kita adalah menjadikan keberagaman itu sebagai energi untuk membangun, bukan alasan untuk saling menjatuhkan,” pungkas


|msb

Jangan Main Api! Kapolres Aryo Ingatkan Karhutla Bisa Berujung Hukuman 15 Tahun dan Denda Rp15 Miliar

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Kobaran api mungkin bermula dari titik kecil, tetapi dampaknya dapat menjalar jauh melampaui kawasan yang terbakar. Hutan rusak, lahan kehilangan fungsi, udara tercemar, satwa kehilangan habitat hingga kehidupan masyarakat ikut terancam.

Ancaman itulah yang menjadi perhatian Kepolisian Resor Bondowoso. Masyarakat diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla, terutama pada kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K.,M.M., menegaskan, pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat, Selasa (11/8/2026)

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari tidak membuka lahan dengan cara membakar hingga segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Jangan menunggu api membesar untuk bergerak. Mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan, karena ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya pepohonan, tetapi juga sumber kehidupan, habitat satwa dan masa depan lingkungan kita. Mari jaga Bondowoso tetap hijau, aman dan lestari,” tegas AKBP Aryo kepada awak media masbhabinnews.

Memahami Karhutla dan Dampaknya

Karhutla merupakan peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan hutan maupun lahan, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Dalam banyak kasus, kebakaran dapat berkembang cepat ketika kondisi lingkungan kering, suhu tinggi, angin kencang dan terdapat material yang mudah terbakar.

Dampak Karhutla tidak berhenti pada kawasan yang terbakar. Kerusakan vegetasi dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, menghilangkan habitat satwa, menurunkan kualitas tanah serta meningkatkan risiko erosi dan bencana lingkungan.

Asap yang dihasilkan juga dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat. Dalam skala lebih luas, kebakaran hutan dan lahan dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca serta memperburuk persoalan lingkungan. Karena itu, pencegahan harus menjadi langkah utama sebelum api muncul.

Polres Bondowoso mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan untuk kepentingan apa pun.

Warga juga diminta memastikan tidak ada api, bara atau sumber panas yang ditinggalkan begitu saja di sekitar kawasan hutan dan lahan. Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan juga harus dihentikan karena percikan kecil dapat menjadi awal kebakaran ketika bertemu rerumputan atau dedaunan kering.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan juga diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Jika menemukan asap, titik api atau indikasi kebakaran, informasi tersebut harus segera dilaporkan kepada aparat keamanan terdekat atau melalui layanan kepolisian 110.

Kecepatan laporan sangat penting. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang api dapat ditangani sebelum meluas dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Pembakaran Hutan Berujung Sanksi Hukum

Kepolisian menegaskan bahwa pembakaran hutan dan lahan bukan persoalan sepele. Perbuatan tersebut dapat menimbulkan kerugian ekologis dan sosial yang luas serta berujung pada proses hukum.

Berdasarkan Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, khususnya Pasal 78 Ayat (3), pembakaran hutan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan tersebut dapat dikenai ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan membuka atau membersihkan lahan menggunakan api.

Ketika Menemukan Kebakaran, Jangan Panik

Apabila masyarakat menemukan kebakaran, langkah pertama adalah menjauh dari lokasi yang berbahaya dan memastikan keselamatan diri serta orang di sekitar.

Jangan mencoba memadamkan api seorang diri apabila kobaran sudah membesar atau kondisi angin membuat api bergerak cepat. Segera hubungi petugas dan berikan informasi mengenai lokasi kejadian secara jelas agar proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Informasi berupa lokasi, arah pergerakan api, kondisi sekitar serta akses menuju titik kebakaran akan sangat membantu petugas dalam menentukan langkah penanganan.

Kapolres Bondowoso kembali mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu pihak. Kepolisian, pemerintah, masyarakat, pengelola kawasan hutan dan seluruh elemen lainnya memiliki peran penting dalam mencegah Karhutla.

“Hutan yang kita jaga hari ini adalah warisan yang akan dinikmati generasi berikutnya. Jangan biarkan kelalaian sesaat mengubah hijau pepohonan menjadi kepulan asap. Cegah Karhutla sejak dini, lindungi alam dan selamatkan masa depan,” pungkas AKBP Aryo.

Menjaga hutan pada akhirnya bukan hanya tentang menyelamatkan pohon dari kobaran api. Lebih dari itu, setiap langkah pencegahan adalah ikhtiar menjaga udara, air, tanah, satwa dan kehidupan manusia agar tetap tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan lestari 


|msb

Turun Langsung Bersihkan Masjid, Kapolres Aryo Tunjukkan Keteladanan dalam Gerakan Indonesia ASRI

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Pagi itu, halaman Masjid Al Fajri di lingkungan Mako Polres Bondowoso bukan hanya menjadi tempat ibadah. Suasana berubah menjadi ruang kebersamaan ketika Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., bersama jajaran turun langsung membersihkan lingkungan markas dalam Gerakan Indonesia ASRI, Selasa (11/8/2026).

Sejak pukul 07.00 WIB, Kapolres bersama para Pejabat Utama (PJU), personel dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polres Bondowoso bergerak bersama. Halaman masjid, area sekitar tempat ibadah hingga lingkungan pendukung Mako dibersihkan dan ditata agar terlihat lebih rapi, sehat dan nyaman.

Gerakan Indonesia ASRI menjadi bagian dari upaya Polres Bondowoso membangun budaya lingkungan yang Aman, Sehat, Rapi dan Indah. Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada urusan kebersihan lingkungan. Ada pesan keteladanan yang ingin ditanamkan, bahwa kepedulian terhadap tempat kerja dan tempat ibadah harus lahir dari kesadaran bersama.

Kapolres Aryo memilih berada di tengah personel. Ia ikut membersihkan lingkungan, memungut sampah dan memastikan kegiatan berjalan bersama seluruh anggota.

Sikap tersebut menjadi gambaran karakter kepemimpinan AKBP Aryo Dwi Wibowo yang dikenal luas rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Sosoknya juga kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial, terutama membantu warga yang membutuhkan uluran tangan.

Kedekatan itu tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga dikenal di kalangan ulama, tokoh masyarakat serta anggota kepolisian. Kapolres Aryo dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya memberikan arahan dari balik meja, melainkan turun langsung untuk memberikan contoh kepada bawahannya.

Bagi jajaran Polres Bondowoso, keteladanan semacam itu menjadi energi tersendiri. Ketika pimpinan ikut bekerja bersama anggota, batas antara atasan dan bawahan terasa lebih cair. Semangat gotong royong pun tumbuh secara alami.

Dalam keterangannya kepada MasBhabinnews, Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, kebersihan harus dibangun menjadi kebiasaan dan bagian dari karakter setiap personel.

“Kebersihan bukan hanya tentang lingkungan yang terlihat rapi, tetapi juga mencerminkan kedisiplinan, kepedulian dan tanggung jawab kita. Apalagi lingkungan masjid, karena kebersihan merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Mari kita rawat bersama lingkungan Mako ini agar tetap bersih, sehat, rapi dan nyaman,” ujar AKBP Aryo.

Menurutnya, menjaga kebersihan juga memiliki hubungan erat dengan ajaran agama. Lingkungan yang bersih menciptakan kenyamanan bagi masyarakat yang datang, terlebih Masjid Al Fajri merupakan tempat ibadah yang digunakan anggota maupun masyarakat.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersihan tidak berhenti pada kegiatan bersih bersih yang dilakukan sesaat. Lebih jauh, kebersihan harus menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari hari.

Gerakan Indonesia ASRI juga memperkuat soliditas internal Polres Bondowoso. Kebersamaan antara pimpinan, PJU, anggota dan PNS menunjukkan bahwa membangun lingkungan yang nyaman membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Dengan lingkungan Mako yang bersih dan tertata, diharapkan pelayanan kepada masyarakat juga semakin optimal. Sebab, tempat kerja yang nyaman dapat menjadi salah satu penunjang lahirnya pelayanan kepolisian yang profesional, humanis dan Presisi.

Bagi Kapolres Aryo, menjadi pemimpin bukan hanya soal memberi perintah, tetapi tentang memberikan contoh. Dari lingkungan yang bersih, tumbuh kedisiplinan. Dari kebersamaan, lahir kekuatan. Dan dari keteladanan, tumbuh kepercayaan masyarakat.

Sebab perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, ia berawal dari tangan yang mau memungut sampah, hati yang peduli terhadap lingkungan dan seorang pemimpin yang memilih turun langsung memberi teladan


|msb

Terbongkar! AKBP Aryo Dwi Wibowo Ungkap Aksi Perampok yang Menyusup Lewat Jendela Saat Korban Terlelap

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Kerja keras jajaran Satreskrim Polres Bondowoso kembali membuahkan hasil. Aksi perampokan yang sempat meresahkan warga Kecamatan Prajekan akhirnya berhasil diungkap. Dua pelaku yang nekat membobol rumah pada dini hari, lalu mengancam korban menggunakan pisau sebelum membawa kabur barang berharga, kini telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo,S.H., S.I.K., M.M.,dalam konferensi pers di Mapolres Bondowoso, Kamis (6/8/20206)

Kapolres menjelaskan, pengungkapan perkara ini merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi Nomor LP/B/249/VIII/SPKT/Polres Bondowoso/Polda Jawa Timur, tertanggal 3 Agustus 2026.

Dua tersangka yang berhasil diamankan masing masing berinisial Sutikno Hadi alias SH (50), buruh tani asal Desa Mrawan, Kecamatan Tapen, serta Sahwadi alias S (50), petani asal Desa Nogosari, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso.

Peristiwa perampokan terjadi pada Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 01.30 WIB di sebuah rumah di Dusun Krajan RT 001 RW 008, Desa Prajekan Kidul, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso.

Berdasarkan hasil penyidikan, kedua pelaku terlebih dahulu mencongkel jendela depan rumah korban untuk mendapatkan akses masuk. Setelah berhasil berada di dalam rumah, keduanya langsung menodongkan pisau kepada korban agar tidak melakukan perlawanan.

Dalam kondisi terancam, korban dipaksa menyerahkan dua gelang emas. Pelaku juga mengambil uang serta satu unit telepon genggam milik korban. Saat korban berusaha melawan sambil berteriak meminta pertolongan, kedua pelaku panik dan melarikan diri melalui pintu depan rumah.

"Melalui serangkaian penyelidikan yang dilakukan secara intensif, identitas kedua pelaku berhasil kami ungkap. Tim Satreskrim kemudian melakukan penangkapan dan mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut," ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo saat konferensi pers.

Dalam pengungkapan perkara ini, penyidik mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam Realme Note 70 warna hitam serta satu bilah pisau lengkap dengan sarung berwarna cokelat sepanjang kurang lebih 25 sentimeter yang diduga digunakan pelaku saat mengancam korban.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 479 ayat (1), ayat (2) huruf a, b, dan d Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengimbau masyarakat agar semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong maupun ketika beristirahat pada malam hari.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keamanan sebagai kebutuhan bersama. Biasakan memeriksa kembali kondisi rumah sebelum bepergian, pastikan seluruh pintu dan jendela telah terkunci dengan baik, serta terapkan sistem pengamanan ganda terhadap rumah maupun barang berharga yang dimiliki. Kewaspadaan adalah langkah awal untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan. Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat segera kami tindak lanjuti," tegas AKBP Aryo Dwi Wibowo kepada awak media masbhabinnews.

Kapolres menambahkan, sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Semakin tinggi kepedulian warga terhadap keamanan di sekitarnya, semakin kecil peluang pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

Polres Bondowoso memastikan proses hukum terhadap kedua tersangka akan berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepolisian juga terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama menjaga keamanan lingkungan, karena kejahatan dapat dicegah melalui kewaspadaan, kepedulian, dan kerja sama yang kuat antara warga dengan aparat penegak hukum


|msb

Kapolres Aryo Bongkar Modus Penggelapan di KSP, Uang Angsuran Nasabah Raib Ratusan Juta Rupiah

BONDOWOSO |masbhabinnews.com

Kepercayaan yang diberikan perusahaan kepada karyawannya justru disalahgunakan demi keuntungan pribadi. Polres Bondowoso berhasil membongkar kasus dugaan penggelapan uang angsuran nasabah dan penggadaian aset inventaris milik KSP Multi Daya Sentosa Jatim dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kasus tersebut diungkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/196/VI/SPKT/Polres Bondowoso/Polda Jawa Timur tanggal 19 Juni 2026.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Bondowoso, Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menyampaikan bahwa pengungkapan perkara ini merupakan bentuk komitmen Polres Bondowoso dalam memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi masyarakat dan dunia usaha dari tindak pidana yang merugikan banyak pihak, Kamis (6/8/2026)

Tersangka dalam perkara ini adalah Arief Panca Nurul Hidayat alias Panca alias AP (38), warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso, yang bekerja sebagai karyawan swasta.

Berdasarkan hasil penyidikan, kasus bermula pada 11 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WIB di kantor KSP Multi Daya Sentosa Jatim yang berlokasi di Ruko AB Perumahan Poncogati Regency, Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.

Saat tim audit internal yang dipimpin Saiful Anwar melakukan pemeriksaan lapangan, ditemukan ketidaksesuaian antara pembayaran angsuran yang diakui sejumlah nasabah dengan pencatatan administrasi di kantor. Beberapa nasabah mengaku telah membayar angsuran kepada petugas lapangan, namun dana tersebut tidak pernah masuk ke kas koperasi.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa tersangka yang bertugas menagih angsuran secara langsung kepada nasabah diduga tidak menyetorkan uang hasil penagihan kepada perusahaan. Dana tersebut justru digunakan untuk kepentingan pribadi.

Tidak berhenti sampai di situ, tersangka juga diduga menggadaikan satu unit sepeda motor Honda Revo berwarna hitam yang merupakan aset inventaris milik KSP Multi Daya Sentosa Jatim.

Akibat perbuatan tersebut, koperasi mengalami kerugian sebesar Rp237.041.701.

Dalam penyidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bendel BPKB sepeda motor Honda Revo bernomor polisi P 6302 BN, satu lembar kwitansi tanda terima, satu bendel hasil audit internal, serta satu bendel tangkapan layar bukti transfer. Sementara satu unit sepeda motor Honda Revo yang diduga telah digadaikan masih dalam proses pencarian.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 488 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Kategori V sebesar Rp500 juta.

Dalam konferensi pers tersebut, AKBP Aryo Dwi Wibowo mengimbau masyarakat, khususnya para nasabah lembaga keuangan maupun koperasi, agar lebih peka terhadap setiap hal yang mencurigakan sejak awal.

"Kami mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan tanda tanda yang mencurigakan dalam setiap transaksi keuangan. Pastikan setiap pembayaran dilakukan sesuai prosedur dan selalu meminta bukti pembayaran yang sah. Apabila menemukan kejanggalan, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin. Kepekaan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah semakin banyaknya korban akibat tindak pidana seperti ini," tegas AKBP Aryo Dwi Wibowo kepada awak media masbhabinnews.

Kapolres menambahkan, penyidik Satreskrim Polres Bondowoso masih terus mengembangkan perkara tersebut, termasuk menelusuri keberadaan aset inventaris yang diduga telah digadaikan agar dapat segera dikembalikan kepada pemilik yang sah.

Pengungkapan kasus ini menjadi bukti bahwa setiap penyalahgunaan kepercayaan akan diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Polres Bondowoso juga mengajak masyarakat untuk membangun budaya saling peduli, berani melapor, dan tidak menunda ketika menemukan indikasi penyimpangan, sehingga potensi kerugian dapat dicegah sebelum semakin meluas.


|msb

Kapolres Aryo Apresiasi Tim Evakuasi, Dua Jenazah Gunung Piramid Berhasil Dibawa ke RSUD Bondowoso

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Operasi evakuasi dua jenazah korban yang ditemukan di jalur pendakian Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhirnya berhasil dituntaskan. Setelah menempuh medan terjal dan penuh risiko, tim gabungan berhasil membawa kedua jenazah turun dari lokasi penemuan hingga tiba di Kabupaten Bondowoso sekitar pukul 20.00 WIB sebelum langsung dibawa ke ruang jenazah Rumah sakit Bhayangkara  Bondowos, Rabu (5/8/2026).

Keberhasilan operasi kemanusiaan tersebut diawali dengan Apel Gabungan yang dipimpin langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., di Posko Pencarian pada pagi hari. Apel menjadi langkah awal penyamaan persepsi, pembagian tugas, serta penguatan koordinasi seluruh personel sebelum bergerak menuju lokasi evakuasi.

Operasi melibatkan personel Polri, TNI, BPBD, Basarnas, Brimob, pemerintah kecamatan, serta relawan yang bersinergi mengevakuasi dua jenazah dari jalur pendakian dengan kondisi medan yang curam dan sulit dijangkau.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan agar seluruh personel mengutamakan keselamatan, menjaga komunikasi, serta melaksanakan evakuasi sesuai prosedur. Personel kemudian ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mendukung sistem estafet pengangkutan jenazah hingga mencapai titik aman.

Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember, Jefry S, menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dipersiapkan sesuai prosedur menggunakan kantong jenazah dan tandu khusus. Proses penurunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan serta keselamatan seluruh personel yang bertugas.

Sepanjang proses evakuasi, tim gabungan bekerja tanpa henti melewati jalur berbatu, lereng terjal, dan medan yang cukup menguras tenaga. Berkat koordinasi yang baik, setiap tahapan evakuasi dapat dilaksanakan dengan aman hingga kedua jenazah berhasil diturunkan dari kawasan Gunung Piramid.

Sekitar pukul 20.00 WIB, kedua jenazah tiba di Kabupaten Bondowoso dan langsung dibawa ke ruang jenazah Rumah sakit Bhayangkara Bondowoso untuk menjalani penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan operasi kemanusiaan tersebut.

"Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah SWT serta kerja keras seluruh personel gabungan, dua jenazah berhasil dievakuasi dari Gunung Piramid. Setibanya di Bondowoso sekitar pukul 20.00 WIB, kedua jenazah langsung kami bawa ke ruang jenazah Rumah sakit Bhayangkara  Bondowoso untuk proses penanganan selanjutnya. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam situasi kemanusiaan yang penuh tantangan seperti ini," ujar AKBP Aryo kepada awak media masbhabinnews.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Brimob, relawan, tenaga kesehatan, dan semua pihak yang telah bekerja dengan penuh semangat dan profesionalisme. Medan yang berat tidak mengurangi tekad seluruh tim untuk menuntaskan misi kemanusiaan ini. Keberhasilan evakuasi adalah hasil dari kekompakan, disiplin, dan kerja keras seluruh unsur yang terlibat," tegasnya.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarinstansi mampu menghadapi tantangan medan yang berat. Dengan berakhirnya proses evakuasi, misi kemanusiaan di Gunung Piramid berhasil dituntaskan melalui kerja sama, pengorbanan, dan dedikasi seluruh tim gabungan yang bekerja tanpa mengenal lelah


|msb

AKBP Aryo Dwi Wibowo Kawal Langsung Evakuasi Korban Gunung Piramid di Medan Ekstrem

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Di tengah medan terjal dan cuaca yang tak bersahabat, sebuah operasi kemanusiaan di jalur pendakian Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, berhasil dituntaskan dengan penuh kehati-hatian dan koordinasi yang solid. Di bawah komando langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., proses pencarian hingga evakuasi korban hilang berjalan efektif sejak hari pertama, dengan ditemukannya dua korban dalam kondisi meninggal dunia.

Namun, upaya evakuasi tidak dapat segera dilakukan lantaran kondisi alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal yang menyelimuti kawasan pegunungan, ditambah menurunnya visibilitas menjelang malam, membuat jalur pendakian tidak aman untuk dilalui. Dengan mengedepankan keselamatan personel, proses evakuasi kemudian ditunda dan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, sejak pukul 06.50 WIB, AKBP Aryo Dwi Wibowo memimpin langsung Apel Gabungan Evakuasi di Posko Pencarian Gunung Piramid. Apel tersebut menjadi titik awal pelaksanaan evakuasi dua jenazah yang melibatkan kekuatan gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta unsur relawan.

Hadir dalam apel tersebut Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Nanang Sugiyono, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo, Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember Jefry S, Danki 3 Batalyon B Satbrimobda Jatim AKP Hariyanto, Kasat Narkoba Polres Bondowoso AKP Deky Julkarnaen, Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, Danramil Curahdami Kapten Inf Heri Purwanto, Camat Curahdami Guruh Purnama, beserta personel gabungan dari berbagai instansi.

Operasi evakuasi melibatkan dua regu Kompi 3 Yon B Satbrimobda Jawa Timur, 25 personel Polres Bondowoso, 20 personel Kodim 0822 Bondowoso, serta satu regu Basarnas Pos SAR Jember.

Dalam arahannya, Kapolres Bondowoso mengatur strategi penempatan personel secara terukur. Posko utama dipimpin Kabag Ops Polres Bondowoso bersama personel Polsek Curahdami, sementara personel TNI dan Polri ditempatkan di Pos 2 serta sejumlah titik rawan di jalur pendakian untuk memperkuat jalur pengamanan dan mempercepat proses evakuasi. Setelah apel selesai, seluruh personel bergerak menuju titik tugas sesuai rencana operasi.

Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember, Jefry S, menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dikemas sesuai prosedur sehingga siap dievakuasi menggunakan tandu. Proses pengangkutan dilakukan dengan sistem estafet oleh personel gabungan, dimulai dari jenazah pertama, kemudian dilanjutkan jenazah kedua setelah kondisi dinyatakan aman.

Seluruh tahapan evakuasi berlangsung di bawah kendali dan koordinasi langsung Kapolres Bondowoso sehingga setiap pergerakan personel berjalan tertib, terukur, dan mengedepankan faktor keselamatan.

Sebelum pelaksanaan evakuasi, Polsek Curahdami lebih dahulu melakukan koordinasi intensif dengan Muspika Curahdami, BPBD, Basarnas, serta para relawan. Pengumpulan informasi dan pemantauan perkembangan pencarian dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar bersama jajaran anggotanya sehingga seluruh unsur memiliki data dan strategi yang sama di lapangan.

Keberhasilan menemukan korban pada hari pertama menjadi bukti nyata efektivitas koordinasi yang dibangun sejak awal operasi. Meski evakuasi baru dapat dilaksanakan keesokan harinya akibat cuaca ekstrem dan kabut pekat yang membahayakan keselamatan petugas, seluruh proses akhirnya dapat dituntaskan dengan baik berkat kepemimpinan yang cepat, tepat, dan penuh perhitungan dari AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Dalam arahannya, Kapolres Bondowoso mengatur strategi penempatan personel secara terukur. Posko utama dipimpin Kabag Ops Polres Bondowoso bersama personel Polsek Curahdami, sementara personel TNI dan Polri ditempatkan di Pos 2 serta sejumlah titik rawan di jalur pendakian untuk memperkuat pengamanan dan mempercepat proses evakuasi. Usai apel, seluruh personel langsung bergerak menuju titik tugas sesuai rencana operasi.

Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember, Jefry S, menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dikemas sesuai prosedur sehingga siap dievakuasi menggunakan tandu. Proses pengangkutan dilakukan secara estafet oleh personel gabungan, dimulai dari jenazah pertama, kemudian dilanjutkan jenazah kedua setelah kondisi dinyatakan aman.

Seluruh rangkaian evakuasi berlangsung di bawah kendali langsung Kapolres Bondowoso, sehingga setiap pergerakan personel dapat berjalan tertib, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan.

Sebelum pelaksanaan evakuasi, Polsek Curahdami lebih dahulu melakukan koordinasi intensif dengan Muspika Curahdami, BPBD, Basarnas, serta para relawan. Pengumpulan data dan pemantauan perkembangan pencarian dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar bersama jajaran, sehingga seluruh unsur memiliki kesamaan informasi dan strategi di lapangan.

Keberhasilan penemuan korban pada hari pertama menjadi bukti efektivitas koordinasi sejak awal operasi. Meski evakuasi baru dapat dilaksanakan keesokan harinya akibat cuaca ekstrem dan kabut tebal yang membahayakan keselamatan petugas, seluruh proses akhirnya dapat diselesaikan dengan baik berkat kepemimpinan yang cepat, tepat, dan penuh perhitungan dari AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan.

"Pencarian korban adalah tugas kemanusiaan yang harus dilaksanakan dengan maksimal. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan pada hari pertama. Namun kami tidak akan mempertaruhkan keselamatan personel karena kondisi cuaca saat itu sangat berisiko. Evakuasi baru kami laksanakan setelah situasi memungkinkan. Terima kasih kepada seluruh personel gabungan, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja tanpa mengenal lelah. Sinergi yang solid inilah yang menjadi kekuatan utama dalam setiap misi penyelamatan," tegas AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Keberhasilan operasi ini akan menjadi cerminan kuat bahwa kolaborasi, profesionalisme, dan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah personel mampu menjawab tantangan medan yang berat. Di balik medan terjal dan kabut yang menyelimuti Gunung Piramid, semangat kemanusiaan tetap menjadi cahaya yang mengantarkan setiap langkah hingga misi evakuasi berhasil diselesaikan


|msb


Respons Kilat Kapolres Aryo: Posko Darurat Dibentuk, Pencarian Pendaki Hilang Dipercepat

BONDOWOSO|masbhabinnews.com

Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Saat kabar hilangnya dua pendaki di jalur Gunung Piramid mencuat, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. tidak hanya memberikan instruksi dari balik meja, tetapi memilih turun langsung ke lokasi untuk memimpin koordinasi sekaligus memastikan seluruh proses pencarian berjalan cepat, terarah, dan terukur.

Bertempat di Pendopo Kecamatan Curahdami, Kapolres Bondowoso memimpin Rapat Koordinasi Muspika Plus bersama BPBD Kabupaten Bondowoso dan seluruh unsur terkait guna menyusun strategi terbaik dalam operasi pencarian dua pendaki yang dilaporkan hilang di jalur pendakian Gunung Piramid.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Nanang Sugiyono, S.H., M.H., Camat Curahdami Guruh Purnama P.S., S.STP., M.Si., Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., perwakilan Danramil Curahdami, Kepala UPTD Puskesmas Curahdami, serta jajaran Muspika dan instansi yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Dalam arahannya, AKBP Aryo Dwi Wibowo mengungkapkan bahwa tim telah memperoleh informasi penting dari tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Curahdami yang sebelumnya berpapasan dengan kedua pendaki. Kepala UPTD Puskesmas Curahdami dr. Pong Hariadi Susetya juga mengonfirmasi sempat mengabadikan keberadaan keduanya di Puncak Piramid sekitar pukul 09.45 WIB.

Kapolres menjelaskan pengalaman penanganan kasus serupa di Gunung Piramid menjadi bekal penting dalam menentukan pola pencarian yang efektif, termasuk pemetaan area prioritas dan pembagian personel sesuai karakteristik medan.

"Kami tidak akan menyia nyiakan setiap informasi yang diterima. Seluruh potensi dan kemampuan personel kami kerahkan agar kedua korban dapat segera ditemukan. Keselamatan manusia adalah prioritas utama, sehingga seluruh unsur yang terlibat harus bergerak cepat, bekerja cermat, saling bersinergi, dan tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung," tegas AKBP Aryo Dwi Wibowo kepada awak media masbhabinnews.

Sementara itu, Camat Curahdami menyampaikan posko induk pencarian telah didirikan di Dusun Tegal Tengah RT 17, Kelurahan Poncogati. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi seluruh unsur gabungan sekaligus tempat pengumpulan berbagai informasi untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh. Selain itu, Tim Basarnas Kabupaten Jember juga dilaporkan sedang menuju lokasi guna memperkuat operasi pencarian.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar menambahkan personel kepolisian telah disiagakan di Pos 1 untuk melakukan pendataan dan penyaringan relawan yang ikut membantu pencarian. Di saat bersamaan, koordinasi dengan UPTD Puskesmas Curahdami juga terus dilakukan untuk menyiagakan ambulans beserta tenaga medis sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat.

Berdasarkan hasil penyelidikan, dua orang yang dilaporkan hilang yakni Hj. Maliya Finda (51), warga Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, dan Erfan Nasrul Laili, pemandu pendakian asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.

Keduanya diketahui berangkat menuju Gunung Piramid menggunakan sepeda motor Yamaha NMax bernomor polisi P 2938 ES milik Lukman Hakim, warga Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari.

Respons cepat yang ditunjukkan AKBP Aryo Dwi Wibowo mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kehadirannya langsung di posko pencarian dinilai mampu memperkuat koordinasi lintas instansi, mempercepat pengambilan keputusan di lapangan, serta membangkitkan semangat personel dan relawan yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Hingga kini, Kapolres Bondowoso tetap berada di posko bersama tim gabungan untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memimpin jalannya operasi pencarian. Kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang selalu berada di garis terdepan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan


|msb