TfG9GpriTfr5TUCiGSW5TfziTd==
Light Dark
Tangis dan Doa Mengantar Jejak Pengabdian Letkol Inf Dedy Pungky di Kodim 0416/Bute

Tangis dan Doa Mengantar Jejak Pengabdian Letkol Inf Dedy Pungky di Kodim 0416/Bute

Bukan sekedar perpisahan, tetapi jejak pengabdian yang mengakar dan akan terus memberi oksigen semangat bagi prajurit dan rakyat.
Daftar Isi
×

 

Muara Bungo|masbhabinnews.com

Langit Muara Bungo seolah ikut menyampaikan salam perpisahan. Hujan yang turun sejak dini hari membasahi halaman Makodim 0416/Bute, menghadirkan suasana haru dalam prosesi pelepasan Komandan Kodim 0416/Bute ke 26, Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto, Sabtu 14 Februari 2026.

Pelukan penuh haru dari Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto Tak banyak kata terucap, hanya air mata dan genggaman erat yang menjadi saksi bahwa kepemimpinan sejati lahir dari hati dan akan selalu tinggal di hati (Foto:Dok.Abadi)
Hari itu bukan sekedar seremoni pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi peristiwa emosional yang menandai berakhirnya satu bab pengabdian penuh dedikasi dan dimulainya perjalanan baru bagi satuan kebanggaan masyarakat Muara Bungo dan Tebo.

Seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, serta Persit Kartika Chandra Kirana hadir dalam balutan suasana khidmat. Saat sesi salam perpisahan dimulai, air mata tak lagi mampu dibendung. Isak tangis terdengar di barisan prajurit yang merasa kehilangan sosok pemimpin yang selama ini bukan sekedar atasan, melainkan juga pembimbing dan teladan.

Selama memimpin Kodim 0416/Bute, Letkol Inf Dedy Pungky dikenal sebagai figur yang membumi. Ia kerap turun langsung ke lapangan, berdialog dengan masyarakat hingga ke pelosok desa, mendengar keluhan warga, serta memberi solusi nyata.

Di lingkungan satuan, ia membangun suasana kekeluargaan yang kuat. Baginya, prajurit bukan sekedar bawahan dalam struktur komando, tetapi bagian dari keluarga besar yang harus dirangkul dan diberdayakan.

Kedekatan itulah yang membuat perpisahan terasa begitu berat. Waktu kepemimpinannya dinilai terlalu singkat oleh banyak anggota yang masih ingin belajar dan mengabdi lebih lama di bawah arahannya.

Ada pemandangan berbeda dalam tradisi pelepasan kali ini. Tidak tampak lagi papan karangan bunga berderet di halaman Makodim. Sebagai gantinya, deretan pohon hidup siap tanam menghiasi lokasi acara, masing masing disertai kartu ucapan.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.

Menurut Letkol Pungky, papan bunga kerap berakhir menjadi limbah sterofoam dan plastik yang mencemari lingkungan. Sebaliknya, pohon hidup membawa manfaat jangka panjang.

“Tumbuhan bukan sekedar simbol penghormatan. Ia menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen yang menjadi sumber kehidupan, meneduhkan bumi, serta menjaga keseimbangan alam. Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah investasi udara bersih untuk masa depan,” ujarnya tegas.

Langkah ini sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap gerakan Indonesia ASRI aman sehat resik indah, sebagai komitmen menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Salah seorang anggota dengan mata berkaca kaca menyampaikan ungkapan perasaan yang menggambarkan suasana hati prajurit.

“Waktu terasa begitu singkat bersama beliau. Kami belum puas belajar dari kepemimpinan beliau. Bagi kami, beliau bukan sekedar Dandim, tetapi sosok ayah yang membimbing, menguatkan, dan memberi kepercayaan. Kami benar benar merasa kehilangan,” ucapnya dengan suara haru.

Pernyataan itu menjadi bukti bahwa kepemimpinan Letkol Pungky meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya dalam aspek tugas dan disiplin, tetapi juga dalam sentuhan kemanusiaan.

Dalam sambutannya, perwira kelahiran Bondowoso itu menyampaikan terima kasih kepada seluruh prajurit, pemerintah daerah, serta masyarakat Muara Bungo dan Tebo yang telah bersinergi selama masa kepemimpinannya.

“Saya bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar Kodim 0416/Bute. Terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan yang luar biasa. Saya tidak mengucapkan selamat tinggal. Saya hanya mengatakan sampai berjumpa kembali di penugasan berikutnya,” tegasnya.

Pelepasan ini menjadi lebih dari sekedar tradisi militer. Ia menjelma menjadi peristiwa penuh makna tentang kepemimpinan, keteladanan, dan warisan nilai.

Seperti pohon pohon yang ditanam hari itu, pengabdian Letkol Inf Dedy Pungky akan terus tumbuh dan memberi oksigen semangat bagi prajurit serta masyarakat. Kepemimpinan boleh berganti, tetapi ketulusan dan dedikasi akan selalu hidup dalam ingatan.

Di bawah langit Muara Bungo yang perlahan cerah, satu keyakinan menguat: jejak pengabdian tidak pernah benar benar pergi. Ia menetap, mengakar, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.


|Abad⁷⁷

0Komentar

Special Ads