Duka Mendalam Polri, Ulama Kharismatik KH Ubaidilah Nur Kholil Berpulang

Tidak ada komentar

Bondowoso|masbhabinnews.com

Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Kholil, Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami. Kepergian KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan santri, tetapi juga bagi masyarakat luas yang selama ini mengenal beliau sebagai sosok ulama kharismatik dan mitra strategis kepolisian.

Ribuan pelayat tumpah ruah mengantar kepergian almarhum, menghadirkan lautan manusia dalam suasana duka yang khidmat. Setiap langkah menjadi saksi betapa besar cinta dan penghormatan yang mengiringi perjalanan terakhirnya (Foto:Dok.Abadi)
KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil wafat pada Selasa, 7 April 2026, sekitar pukul 15.00 WIB di RSUD dr. Kusnadi Bondowoso setelah menjalani perawatan akibat sakit. Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang kehadiran berbagai elemen masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir.

Tanpa lelah, sinergi Polri mengawal dan mengatur arus lalu lintas sejak sore hingga prosesi pemakaman usai, memastikan setiap rangkaian berjalan tertib, aman, dan penuh khidmat (Foto:Dok.Abadi)
Jajaran Polsek Curahdami bergerak cepat melakukan pengamanan dan pengaturan jalannya takziah. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB berlangsung tertib dengan pengaturan lalu lintas serta rekayasa arus kendaraan di sekitar lokasi pondok pesantren guna memastikan kenyamanan para pelayat.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus penghormatan kepada almarhum yang memiliki kedekatan dengan institusi kepolisian.

“Atas nama Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, SH., S.I.K., M.M., yang berhalangan hadir karena tugas di luar kota, kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, almarhum merupakan sosok yang selama ini dikenal memiliki hubungan erat dengan Polri, khususnya Polres Bondowoso. Peran beliau sangat besar dalam mendukung tugas kepolisian, terutama dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif melalui pendekatan keagamaan dan sosial.

“Beliau bukan hanya tokoh agama, tetapi juga mitra yang aktif membantu tugas kepolisian. Kontribusinya dalam membangun komunikasi yang harmonis antara ulama dan aparat sangat berarti,” lanjutnya.

Sebagai pengasuh pondok pesantren, KH. Ubaidilah Nur Kholil dikenal memiliki sikap terbuka dan menjunjung tinggi nilai toleransi. Beliau kerap menjadi penghubung dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan.

Seluruh rangkaian takziah berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh penghormatan. Ribuan pelayat turut mengantar kepergian almarhum, mencerminkan besarnya kecintaan dan keteladanan yang ditinggalkan. Suasana kondusif terjaga berkat sinergi antara kepolisian, pengurus pondok pesantren, serta unsur pemerintahan setempat. Jenazah almarhum dimakamkan pada malam hari di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Nurul Kholil.

Kepergian KH. Muhammad Ubaidilah Nur Kholil meninggalkan jejak keteladanan yang mendalam. Dedikasi beliau dalam dakwah, menjaga toleransi, serta mendukung tugas kepolisian akan terus dikenang sebagai warisan berharga bagi masyarakat Bondowoso.


|Abad⁷⁷

Tidak ada komentar

Posting Komentar