Pengabdian Mengalahkan Asal Usul, Arsal Sahban Masuk Daftar Tokoh Berpengaruh Lumajang

Tidak ada komentar

LUMAJANG |masbhabinnews.com

Pengaruh seorang pemimpin tidak selalu diukur dari lamanya masa jabatan atau asal daerahnya. Lebih dari itu, jejak pengabdian yang nyata dan manfaat yang masih dirasakan masyarakat menjadi tolok ukur utama dalam menilai seorang tokoh. Gambaran tersebut tercermin dalam hasil riset terbaru Komunitas Juru Lamadjang yang menempatkan mantan Kapolres Lumajang, Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M., sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Kabupaten Lumajang pada era Reformasi hingga sekarang.

Menariknya, Arsal Sahban menjadi satu-satunya sosok dalam daftar tersebut yang bukan berasal dari Lumajang. Lahir di Kalosi, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, ia dinilai berhasil meninggalkan warisan kepemimpinan yang masih dikenang masyarakat, meski hanya memimpin Polres Lumajang selama sekitar 13 bulan, yakni November 2018 hingga Desember 2019.

Riset yang dilakukan Komunitas Juru Lamadjang bersama Untuk Bangsa Foundation menelusuri figur-figur yang memberikan pengaruh besar bagi Lumajang sejak era klasik abad ke-13 hingga masa kini. Penelitian ini disusun oleh M. Zainul M., Fahmi K., Agil Z., dan Perdana Anugrah dengan mengombinasikan kajian historis, dokumentasi, serta survei opini masyarakat di sejumlah wilayah.

Juru Lamadjang sendiri merupakan komunitas sejarah dan budaya independen yang berdiri pada 2023. Organisasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap rendahnya tingkat literasi sejarah di Lumajang. Nama "Lamadjang" diambil dari nama kuno Kabupaten Lumajang yang tercatat dalam berbagai prasasti dan naskah sejarah.

Selain aktif menyelenggarakan Jagongan Sejarah, Lamadjang Walking Tour, pameran arsip, fotografi kuno, hingga edukasi digital melalui media sosial, komunitas ini juga rutin melakukan riset yang mengangkat sejarah dan tokoh-tokoh penting daerah.

Dalam menentukan tokoh berpengaruh, tim peneliti menggunakan lima indikator utama, yakni rekam jejak pengabdian, kredibilitas, jaringan sosial, kemampuan memengaruhi opini publik, serta dampak nyata yang masih dirasakan masyarakat hingga sekarang.

Perdana Anugrah menjelaskan, penilaian tidak hanya didasarkan pada jabatan yang pernah diemban seseorang, melainkan lebih menitikberatkan pada pengaruh yang benar-benar membekas di tengah masyarakat.

"Kami berupaya menggunakan ukuran penilaian yang seobjektif mungkin. Saat berdialog langsung dengan masyarakat di sejumlah wilayah sampel, nama Bapak Arsal Sahban muncul secara spontan, terutama ketika pembahasan mengarah pada situasi keamanan," ujarnya.

Menurutnya, banyak warga mengingat masa kepemimpinan Arsal karena merasa lebih aman dan terlindungi.

"Warga menyampaikan bahwa pada masa Pak Arsal mereka merasa lebih nyaman, aman, dan terlindungi. Yang dinilai bukan semata jabatan yang pernah diemban, melainkan dampak yang masih dirasakan hingga sekarang," ungkapnya dengan penuh semangat

Selama menjabat Kapolres Lumajang, Arsal Sahban dikenal melalui berbagai langkah penegakan hukum terhadap kejahatan jalanan, begal, pencurian ternak, hingga aktivitas tambang pasir ilegal. Salah satu kebijakan yang paling diingat masyarakat adalah pembentukan Tim Cobra, satuan khusus yang bergerak cepat dalam merespons berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan tingkat ketakutan masyarakat terhadap kejahatan atau fear of crime. Sebelum periode tersebut, Lumajang kerap mendapat stigma sebagai daerah rawan begal dan pencurian ternak, sehingga sebagian warga merasa tidak aman beraktivitas pada malam hari.

Penilaian masyarakat itu juga diperkuat oleh data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang. Berdasarkan data kriminalitas periode 2016–2024, jumlah tindak pidana pada 2019 tercatat sebanyak 312 kasus, menjadi angka terendah selama rentang data tersebut.

Sebelumnya, angka kriminalitas mencapai 501 kasus pada 2016, meningkat menjadi 549 kasus pada 2017 dan 676 kasus pada 2018. Setelah 2019, jumlah tindak pidana kembali meningkat menjadi 356 kasus pada 2020, 589 kasus pada 2021, 1.378 kasus pada 2022, 1.402 kasus pada 2023, serta 1.194 kasus pada 2024.

Data tersebut menunjukkan penurunan hampir 54 persen pada 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, angka kriminalitas pada 2022 hingga 2024 tercatat hampir empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan 2019.

Publikasi daftar tokoh berpengaruh melalui media sosial Juru Lamadjang juga mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warganet menyampaikan apresiasi dan mengenang kepemimpinan Arsal Sahban. Menanggapi hal tersebut, Arsal menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan masyarakat Lumajang.

"Saya merasa sangat terhormat bisa dianggap sebagai bagian dari tokoh yang berpengaruh di Kabupaten Lumajang. Ini menjadi pengingat bahwa apa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, meskipun dalam waktu yang singkat, dapat meninggalkan jejak yang melampaui waktu. Lumajang akan selalu memiliki tempat istimewa di hati saya," ungkapnya kepada awak media masbhabinnews.com

Saat ini Arsal Sahban mengemban amanah sebagai Kasubdit II Perbankan Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. Ia juga masuk dalam tiga besar kandidat Polisi Berintegritas pada Hoegeng Awards 2026.

Dalam riset tersebut, Juru Lamadjang membagi tokoh berpengaruh ke dalam lima periode sejarah, mulai Era Klasik, Era VOC dan Kolonialisme, Era Kemerdekaan hingga Orde Lama, Era Orde Baru, serta Era Reformasi hingga sekarang.

Khusus Era Reformasi, nama Arsal Sahban sejajar dengan sejumlah tokoh penting lainnya, seperti A. Fauzi, Sjahrazad Masdar, Thoriqul Haq, Indah Amperawati, Agus Yudha Wicaksono, Umar Bashor, H. Rofik, Anang Ahmad, Kaji Sing, Setiadi L. Halim, Dandhy D. Laksono, Habib Alwi Almuhdor, dan Wira Dharma.

Masuknya nama Arsal Sahban dalam daftar tersebut menjadi penegas bahwa pengaruh seorang tokoh tidak selalu ditentukan oleh tempat kelahiran ataupun panjangnya masa jabatan. Di Lumajang, pengabdian yang memberikan rasa aman, meninggalkan perubahan nyata, dan tetap hidup dalam ingatan masyarakat menjadi warisan yang nilainya melampaui ruang dan waktu


 |msb

Tidak ada komentar

Posting Komentar