Dari Bondowoso, Panglima Divif 2 Kostrad Kirim Pesan Besar: Prajurit Harus Menjadi Jawaban atas Persoalan Bangsa

Tidak ada komentar

 

BONDOWOSO|masbhabinnews.com 

Ketika persoalan bangsa semakin kompleks, peran prajurit dituntut melampaui batas tugas pertahanan. Kepekaan membaca situasi sosial, kepedulian terhadap lingkungan, hingga kemampuan memberi solusi bagi masyarakat menjadi bagian penting dari pengabdian TNI di tengah perubahan zaman.

Pesan strategis tersebut disampaikan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., saat melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Bondowoso, Kamis (27/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan karakter prajurit. Mayjen TNI Primadi menegaskan, profesionalisme militer harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Menurutnya, dinamika global saat ini menghadirkan tantangan yang semakin beragam, mulai dari perubahan iklim, ancaman kebakaran hutan dan lahan, persoalan ketersediaan air, ketahanan pangan, hingga kebutuhan energi yang terus berkembang.

Kondisi musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, menurut mayjen TNI Primadi, menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Keterbatasan sumber air maupun potensi kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyangkut persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Prajurit harus memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan air, bencana, maupun persoalan sosial lainnya, TNI harus hadir memberikan solusi dan membantu masyarakat. Kehadiran prajurit harus selalu memberikan manfaat,” ujar Mayjen TNI Primadi.

Kesejahteraan Prajurit Harus Diiringi Peningkatan Kinerja

Dalam arahannya, Panglima Divif 2 Kostrad juga menyoroti aspek kesejahteraan prajurit. Peningkatan tunjangan kinerja disebut sebagai salah satu bentuk perhatian negara terhadap personel TNI sekaligus buah dari komitmen bersama dalam membangun organisasi yang profesional dan berintegritas.

Mayjen TNI Primadi mengingatkan agar peningkatan kesejahteraan tersebut disikapi dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kesejahteraan bukan hanya hak yang diterima, tetapi juga harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pengabdian.

“Alhamdulillah kesejahteraan prajurit mendapat perhatian yaitu peningkatan tunjangan kinerja. Salah satunya tidak terlepas dari upaya dan kerja keras kita bersama dalam mewujudkan satuan yang berintegritas melalui predikat Wilayah Bebas dari Korupsi atau WBK. Manfaatkan dengan baik, kelola dengan bijak, dan jadikan sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan kinerja,” pesannya.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring dengan penguatan budaya integritas. Predikat WBK, menurut Panglima, bukan hanya pencapaian administratif, melainkan cerminan kesungguhan satuan dalam membangun tata kelola organisasi yang bersih dan profesional.

Bijak Bermedia Sosial, Jaga Kehormatan Institusi

Tidak hanya menyampaikan persoalan tugas dan kesejahteraan, Mayjen TNI Primadi turut memberikan perhatian terhadap penggunaan media sosial di lingkungan prajurit dan Persit.

Ia mengingatkan seluruh anggota keluarga besar TNI agar memahami bahwa media sosial merupakan ruang publik yang memiliki konsekuensi luas. Setiap unggahan, komentar maupun informasi yang dibagikan dapat membentuk persepsi masyarakat terhadap pribadi sekaligus institusi.

Karena itu, prajurit dan Persit diminta mengedepankan etika, kesantunan serta kehati hatian dalam menggunakan platform digital. Informasi yang belum terverifikasi juga tidak boleh disebarluaskan karena berpotensi menimbulkan persoalan baru.

“Media sosial adalah ruang publik. Gunakan dengan bijak, karena apa yang disampaikan dapat mencerminkan karakter pribadi dan keluarga besar TNI,” tegasnya.

Rangkaian arahan tersebut menegaskan satu pesan utama: prajurit masa kini tidak cukup hanya tangguh dalam menjalankan tugas kemiliteran, tetapi juga harus memiliki integritas, kecerdasan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.

Mayjen TNI Primadi berharap seluruh prajurit Divif 2 Kostrad mampu terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kehormatan institusi serta membangun hubungan yang semakin kuat dengan masyarakat.

Di tengah tantangan bangsa yang terus berubah, kehadiran prajurit diharapkan tidak berhenti pada menjalankan tugas, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata. Dari persoalan lingkungan, ketahanan pangan hingga persoalan sosial, prajurit didorong untuk tampil sebagai bagian dari solusi dan kekuatan yang ikut menjaga ketahanan bangsa.


|msb

Tidak ada komentar

Posting Komentar