JEMBER |masbhabinnews.com
Budaya keselamatan berlalu lintas tidak selalu lahir dari ruang kelas atau kampanye di jalan raya. Di Perumahan Bumi Este Muktisari, Jember, kesadaran tersebut justru dibangun dari lingkungan tempat warga menjalani aktivitas sehari hari.
Kawasan ini berkembang menjadi Kampung Tertib Lalu Lintas yang menghadirkan konsep edukasi keselamatan berkendara secara nyata. Berbagai fasilitas pendukung seperti rambu lalu lintas, marka jalan, lampu pengatur lalu lintas, zebra cross hingga poster keselamatan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk membentuk kebiasaan berlalu lintas sejak dari lingkungan permukiman.
Konsep tersebut menjadikan Bumi Este Muktisari sebagai salah satu kawasan percontohan yang mengintegrasikan pendidikan lalu lintas dengan kehidupan sosial masyarakat.
Di sejumlah pertigaan dan perempatan, warga menghadirkan replika lampu lalu lintas sebagai sarana edukasi. Jalan lingkungan juga ditata dengan pengecatan berwarna biru dan putih, sementara imbauan keselamatan dipasang di sekitar rumah warga agar pesan tertib berlalu lintas menjadi bagian dari kehidupan sehari hari.
Tidak berhenti pada aspek keselamatan berkendara, kawasan tersebut turut dilengkapi taman baca dan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan anak anak. Kehadiran fasilitas itu memperluas fungsi Kampung Tertib Lalu Lintas sebagai ruang edukasi masyarakat yang menyentuh berbagai kelompok usia.
Pelayanan publik juga dihadirkan di kawasan tersebut, mulai dari Samsat Keliling, layanan SIM hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Kolaborasi itu memperlihatkan bahwa kampung tertib lalu lintas dapat dikembangkan menjadi lingkungan yang tidak hanya mendidik masyarakat mengenai aturan jalan raya, tetapi juga mendekatkan pelayanan kepada warga.
Kampung Tertib Lalu Lintas Perumahan Bumi Este Muktisari merupakan hasil sinergi Satlantas Polres Jember bersama masyarakat dalam membangun kesadaran berlalu lintas dari lingkungan paling dekat dengan warga.
Upaya tersebut mendapat perhatian dari jajaran Ditlantas Polda Jawa Timur. Kepala Unit Standar Pencegahan dan Penindakan Subdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Jatim, AKP Yulita Rakhmawati, S.H., M.H., bersama Kasat Lantas Polres Jember AKP Ade Andini, S.T.K., S.I.K., M.H., serta jajaran Dinas Perhubungan, Bina Marga dan Damkar, melakukan kunjungan ke kawasan tersebut pada Rabu siang, 2 September 2026.
Kehadiran Polisi Cilik, Duta Lalu Lintas dan antusiasme warga turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Suasana lingkungan permukiman berubah menjadi ruang edukasi yang memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam membangun budaya keselamatan.
AKP Yulita Rakhmawati menilai keberadaan Kampung Tertib Lalu Lintas memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami berharap konsep seperti ini dapat direplikasi di berbagai perumahan maupun desa. Ketika edukasi keselamatan dimulai dari lingkungan tempat masyarakat tinggal, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas akan tumbuh sebagai kebiasaan, bukan hanya karena adanya pengawasan. Pada akhirnya, kesadaran kolektif tersebut diharapkan mampu berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas,” ujar AKP Yulita kepada awak media Masbhabinnews.
Menurutnya, keberhasilan membangun budaya tertib lalu lintas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepolisian memiliki peran dalam memberikan edukasi dan pengawasan, sementara masyarakat menjadi aktor utama yang menerapkan nilai keselamatan tersebut dalam kehidupan sehari hari.
Senada dengan itu, Kasat Lantas Polres Jember AKP Ade Andini memberikan apresiasi terhadap inovasi masyarakat Bumi Este Muktisari.
“Yang kami lihat di sini sangat luar biasa. Kampung Tertib Lalu Lintas ini memiliki fasilitas edukasi yang cukup komprehensif, mulai dari rambu, marka, replika lampu lalu lintas, zebra cross, taman baca, perpustakaan hingga pos keamanan. Bahkan terdapat layanan Samsat dan SIM Keliling yang semakin memperkuat konsep kawasan ini,” ungkap AKP Ade Andini.
Ia menilai keterlibatan warga menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan program. Menurutnya, Kampung Tertib Lalu Lintas akan memiliki dampak lebih besar apabila masyarakat tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi turut menjadi penggerak keselamatan di lingkungannya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Perumahan Muktisari, Haji Basis Siswanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim penilai Ditlantas Polda Jawa Timur bersama jajaran terkait.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kunjungan tim Ditlantas Polda Jatim beserta seluruh jajaran. Kehadiran mereka menjadi motivasi bagi warga untuk terus menjaga dan mengembangkan lingkungan ini. Kami tentu berharap Bumi Este Muktisari dapat meraih hasil terbaik dalam penilaian Kampung Tertib Lalu Lintas,” tuturnya.
Lebih dari sebuah kawasan dengan kelengkapan rambu dan marka, Bumi Este Muktisari menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas dapat dibangun melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ketika warga, kepolisian dan pemerintah bergerak dalam satu visi, jalan raya bukan hanya menjadi ruang mobilitas, tetapi juga ruang pembentukan karakter disiplin.
Dari sebuah lingkungan permukiman, pesan keselamatan itu kini menemukan bentuknya: tertib berlalu lintas bukan hanya tentang mematuhi aturan, melainkan tentang membangun budaya saling menjaga keselamatan.
|msb


Tidak ada komentar
Posting Komentar