Jember|masbhabinnews.com
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Batalyon Armed 8 Udhata Yudha dalam momen halal bihalal pasca Idul Fitri. Kegiatan ini tidak sekedar tradisi tahunan, melainkan menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguat kebersamaan antar prajurit dan keluarga besar satuan. Senin (30/3/2026)
Halal bihalal yang digelar usai masa cuti bersama Lebaran ini menjadi titik awal bagi seluruh personel untuk kembali menjalankan tugas dengan semangat baru. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana saling memaafkan guna membersihkan hati setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
Komandan Yon Armed 8 Udhata Yudha, Letkol Arm Indra Asmara Manurung, bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LVII Yon Armed 8 Udhata Yudha PD V Brawijaya, Ny. Sari Manurung, memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Danyon menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh prajurit dan keluarga besar Persit.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar satuan, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk kembali kepada kesucian, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan semangat pengabdian,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh prajurit yang tetap menjalankan tugas di tengah suasana libur Lebaran. Dedikasi tersebut dinilai sebagai wujud nyata komitmen dalam menjaga kesiapsiagaan serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Makna halal bihalal tidak hanya tercermin dalam tradisi berjabat tangan dan saling memaafkan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persaudaraan, keikhlasan, dan kebersihan hati dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 134 yang menegaskan pentingnya memaafkan sesama:
"Dan orang orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang orang yang berbuat kebaikan."
Melalui momentum ini, seluruh prajurit diharapkan mampu memperkuat soliditas, meningkatkan keikhlasan dalam bertugas, serta menjaga keharmonisan di lingkungan satuan.
Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui saling berjabat tangan dan bermaafan. Senyum tulus yang terukir menjadi simbol kembalinya setiap insan pada fitrah, sekaligus meneguhkan tekad untuk melanjutkan pengabdian dengan hati yang bersih, semangat yang kokoh, dan loyalitas tanpa batas.
|Abad⁷⁷

0Komentar