Banyuwangi |masbhabinnews.com
Di tengah hangatnya suasana Lebaran, panggung sederhana di kampung halaman berubah menjadi ruang penuh makna ketika penyanyi senior Nini Carlina kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Indonesia. Bukan sekedar merilis karya baru, ia menghadirkan sebuah pernyataan batin lewat single religi berjudul “Siti Hajar”.
Peluncuran lagu tersebut digelar dalam acara meet and greet di Warung Pakdhe Panjang Jiwo, Banyuwangi, Minggu (29/03/2026). Momen ini terasa istimewa karena Nini memilih kembali ke tanah kelahirannya, Kaligondo, Genteng, untuk berbagi karya bersama orang-orang yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Sejumlah sahabat lama, rekan seperjuangan, hingga guru semasa sekolah turut hadir. Atmosfer kian hangat dengan kehadiran seniman lokal, termasuk Sumiyati dan Kusdiana, yang dikenal sebagai tokoh musik kendang kempul di ujung timur Pulau Jawa.
“Acara ini sengaja saya gelar di Banyuwangi agar bisa kembali berkumpul dengan saudara dan teman seperjuangan,” ujar Nini dengan penuh haru.
Lagu “Siti Hajar” mengangkat kisah keteladanan sosok perempuan mulia dalam sejarah Islam. Melalui balutan pop religi, Nini menuturkan perjalanan Siti Hajar yang penuh kesabaran dan keteguhan iman saat berjuang mencari air di tengah padang tandus demi keselamatan putranya, Nabi Ismail—sebuah peristiwa yang kemudian melahirkan kisah air zamzam.
Dengan karakter vokalnya yang kuat, hangat, dan sarat emosi, Nini Carlina mampu menghidupkan setiap bait lagu ini secara mendalam. Penjiwaan yang matang membuat pesan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan tawakal terasa begitu dekat dengan pendengar. Lagu ini seolah menjadi ruang ekspresi yang sangat selaras dengan kemampuan musikalnya, menjadikan setiap nada bukan hanya terdengar, tetapi juga terasa.
Tak kuasa menahan emosi, Nini bahkan meneteskan air mata saat menjelaskan makna lagu tersebut. Ia menegaskan bahwa karya ini bukan sekedar bagian dari perjalanan karier, tetapi juga bentuk panggilan hati untuk menyebarkan nilai kebaikan.
“InsyaAllah lagu ini saya hadirkan untuk memberi inspirasi dan menjadi bagian dari perjalanan saya kembali di industri musik,” ungkapnya.
Peluncuran single ini juga dirangkai dalam “Banyuwangi Festival Siti Hajar” yang menghadirkan lomba cover lagu secara daring. Pemenang kompetisi tersebut akan mendapatkan kesempatan rekaman di Jakarta. Selain itu, lomba video kreatif bertema keteguhan sosok perempuan juga digelar melalui media sosial, dengan hadiah menarik bagi para peserta.
Tak hanya berhenti pada karya, kegiatan ini turut diisi dengan aksi sosial berupa santunan kepada puluhan anak yatim, memperkuat pesan kemanusiaan yang diusung dalam lagu tersebut.
Nini Carlina menyebut “Siti Hajar” sebagai salah satu karya terbaik dalam perjalanan panjang kariernya. Lagu ciptaan Sujana yang dirilis di bawah label Positif Art Music ini diharapkan mampu menjadi media syiar sekaligus menyebarkan nilai kebaikan kepada masyarakat luas.
Sebagai sosok yang telah lama berkarya, Nini Carlina, lahir dengan nama Ninik Herlina pada 12 Juli 1976, memulai perjalanan musiknya sejak awal 1990-an. Namanya melejit lewat sejumlah lagu populer seperti “Rindu Aku Rindu Kamu” dan “Kalau Bulan Bisa Ngomong” bersama Doel Sumbang. Ia dikenal sebagai penyanyi dengan kemampuan lintas genre, mulai dari dangdut, pop, hingga rock.
Selain berkiprah di dunia musik, Nini juga aktif di dunia akting dan pernah terlibat dalam sejumlah serial televisi. Dalam kehidupan pribadi, ia merupakan ibu dari tiga anak dan dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap keluarga, termasuk merawat anak berkebutuhan khusus dengan penuh kasih.
Belakangan, ia lebih selektif dalam berkarya dan menaruh perhatian besar pada kehidupan keluarga, tanpa meninggalkan semangat untuk terus menyampaikan pesan moral melalui lagu-lagu religi.
Kembalinya Nini Carlina melalui “Siti Hajar” bukan sekedar nostalgia, melainkan penegasan bahwa musik dapat menjadi medium yang kuat untuk menyentuh hati, menguatkan iman, dan menghidupkan kembali nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
|Abad⁷⁷

0Komentar