Mahasiswa UNEJ Bawa Gagasan Besar ke Desa Gunungsari, SIPETRAN Jadi Model Pemberdayaan Berkelanjutan

Tidak ada komentar

Bondowoso |masbhabinnews.com

Semangat membangun desa dari akar rumput mendapat ruang baru melalui peluncuran Program dan Aplikasi SIPETRAN di Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Digagas PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, SIPETRAN hadir dengan pendekatan pemberdayaan yang memadukan kesehatan, pangan, lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Program dan Aplikasi SIPETRAN atau Sistem Pemberdayaan Desa Hutan Berkelanjutan resmi diluncurkan melalui Grand Launching yang berlangsung di Balai Desa Gunungsari, Rabu pagi, 19 Agustus 2026.

Peluncuran tersebut menjadi titik awal bagi pelaksanaan berbagai program pemberdayaan yang dirancang bersama masyarakat. Lebih dari sebuah agenda peresmian, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan mahasiswa, kebijakan pemerintah, dukungan mitra, serta potensi masyarakat desa dalam sebuah ekosistem pemberdayaan yang diharapkan mampu berjalan dalam jangka panjang.

SIPETRAN, Menghubungkan Potensi Desa dengan Kebutuhan Masyarakat

SIPETRAN merupakan sistem pemberdayaan yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi Desa Gunungsari sebagai kawasan desa hutan melalui pendekatan yang terintegrasi. Program ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan untuk mengelola, mengembangkan, dan meneruskan berbagai inovasi yang telah dibangun.

Sementara itu, Aplikasi SIPETRAN berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus sarana orientasi, pengenalan, dan pendampingan program. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai kegiatan pemberdayaan, sekaligus menjadi media yang menghubungkan program dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi masyarakat, manfaat SIPETRAN terletak pada pendekatan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, lingkungan hingga pengembangan ekonomi kreatif, seluruhnya diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di desa.

Dengan konsep tersebut, SIPETRAN diharapkan mampu mengubah potensi lokal menjadi kekuatan produktif. Masyarakat tidak ditempatkan sebagai penerima program semata, tetapi sebagai pelaku utama yang memiliki peran dalam merencanakan, menjalankan, mengembangkan, sekaligus menjaga keberlanjutan program.

Dari Kebun Gizi hingga Produk Ekonomi Kreatif

Program SIPETRAN dikembangkan melalui sejumlah inovasi yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Gunungsari.

Pada bidang ketahanan pangan, program diwujudkan melalui Kebun Gizi. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.

Di sektor inovasi pangan, SIPETRAN menghadirkan Nugget Jagung SIJAGO sebagai salah satu bentuk pengolahan potensi pangan lokal menjadi produk bernilai tambah.

Bidang kesehatan diperkuat melalui Media Interaktif Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS, pemantauan PHBS secara berkala di setiap RT, serta penguatan penerapan PHBS di lingkungan sekolah.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi diarahkan untuk membangun perubahan perilaku masyarakat secara bertahap dan berkesinambungan.

Lingkungan Menjadi Bagian Penting

SIPETRAN juga memberikan perhatian besar terhadap keberlanjutan lingkungan. Sejumlah kegiatan dikembangkan melalui pembuatan biopori, pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos, reboisasi dengan penanaman bibit alpukat, hingga inovasi alat pembakar sampah dengan emisi asap yang lebih rendah.

Penanaman bibit pohon yang dilakukan secara simbolis dalam Grand Launching menjadi representasi dari semangat tersebut. Pesannya sederhana, tetapi memiliki makna panjang: pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan.

Pada sektor ekonomi kreatif, SIPETRAN mengembangkan Kopi Bubuk Rempah SILOKA. Penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan pemasaran digital produk Nugget SIJAGO dan Kopi SILOKA melalui marketplace serta media sosial.

Langkah ini menjadi penting karena produk lokal tidak cukup hanya memiliki kualitas. Kemampuan memperkenalkan, memasarkan, dan membangun nilai ekonomi melalui kanal digital juga menjadi bagian dari daya saing masyarakat desa di tengah perubahan pola konsumsi.

Komitmen Bersama Menjaga Keberlanjutan

Grand Launching SIPETRAN diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Jember, sambutan, dokumentasi bersama, pemotongan pita, penandatanganan komitmen kerja sama keberlanjutan program, penyematan pin kader SIPETRAN hingga penanaman bibit pohon.

Pemotongan pita menjadi penanda resmi dimulainya Program dan Aplikasi SIPETRAN. Adapun penandatanganan komitmen kerja sama menjadi simbol kesepahaman antara berbagai pihak untuk menjaga kesinambungan program setelah tahapan pendampingan mahasiswa berlangsung.

Penyematan pin kepada kader SIPETRAN juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para kader diharapkan menjadi penggerak sekaligus pengawal keberlanjutan program di tengah masyarakat.

Kehadiran kader menjadi strategis karena keberhasilan pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh seberapa baik program dirancang, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat lokal untuk melanjutkannya ketika pendampingan dari luar berakhir.

Dihadiri Unsur Pemerintah hingga Civitas Akademika

Grand Launching SIPETRAN dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Asisten I Sekretariat Daerah Solihin, S.H., M.Si.; Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H.; Kepala Bapperida Bondowoso Dra. Anisatul Hamidah, M.Si., M.M.; Kepala Puskesmas Maesan dr. Yudia Candrawati; Penanggung Jawab PPL Desa Gunungsari Devi Arieni, S.P., M.ST.; serta Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember Dr. Farida WahyuNingtyias, S.KM., M.Kes., beserta jajaran.

Hadir pula Tim Task Force PPK Ormawa Universitas Jember, Camat Maesan Hendri Khairul Umam, S.E., Kepala Desa Gunungsari Akhmad Saifur Rizal beserta jajaran, Dosen Pendamping Tim Pelaksana PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Gizi Septi Nur Rachmawati, S.Gz., M.Gz., para kader SIPETRAN serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Perguruan tinggi membawa pengetahuan dan inovasi, pemerintah memberikan dukungan kebijakan, sementara masyarakat menjadi aktor utama yang menentukan keberlanjutan program di lapangan.

Bukan Hanya Program, tetapi Ekosistem Pemberdayaan

Melalui SIPETRAN, PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Gizi FKM Universitas Jember membawa pendekatan yang lebih luas terhadap pembangunan masyarakat desa. Kesehatan tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan pangan. Ketahanan pangan berhubungan dengan lingkungan, sementara penguatan ekonomi membutuhkan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi lokal dan memanfaatkan teknologi.

Karena itu, SIPETRAN diarahkan menjadi sebuah ekosistem pemberdayaan yang mengintegrasikan berbagai potensi tersebut dalam satu gerakan yang saling mendukung.

Keberadaan aplikasi menjadi penguat dari proses tersebut. Informasi, pendampingan dan pengembangan program dapat diarahkan agar lebih terstruktur sehingga masyarakat memiliki ruang yang lebih besar untuk belajar, berpartisipasi dan mengembangkan inovasi secara mandiri.

Harapan akhirnya bukan hanya terciptanya sejumlah produk atau terlaksananya kegiatan, melainkan tumbuhnya kapasitas masyarakat untuk menciptakan solusi dari persoalan yang mereka hadapi sendiri.

Grand Launching SIPETRAN di Desa Gunungsari pun menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang. Sebab, ukuran keberhasilan sebuah program pemberdayaan bukan terletak pada meriahnya peluncuran, melainkan pada seberapa kuat masyarakat mampu meneruskan manfaatnya setelah program berjalan.

Ketika pengetahuan bertemu dengan potensi lokal dan masyarakat diberi ruang untuk menjadi penggerak, desa tidak hanya tumbuh sebagai tempat tinggal, tetapi berkembang menjadi ruang lahirnya kemandirian. SIPETRAN diharapkan menjadi salah satu pijakan menuju Desa Gunungsari yang sehat, produktif, peduli lingkungan, dan semakin tangguh menghadapi tantangan pembangunan.


|masbhabinnews

Tidak ada komentar

Posting Komentar